Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Shanti Cemburu


__ADS_3

Sedangkan di Negara lain seorang laki-laki sedang tertawa terbahak-bahak. Dia merasa puas sudah membuat Cha kesal.


"Aq pasti akan kembali. Dan saat itu aq ingin kamu menjadi milikku Cha," gumam laki-laki itu dengan senyum mengembang.


Malam pun tiba, setelah makan malam yang menggunakan pesanan online. Mereka bertiga sibuk dengan aktifitas masing-masing.


Tidak ada pembicaraan antara mereka bertiga. Baik Shanti maupun Ina. Mereka hanyut dalam aktifitasnya.


Berbeda dengan Cha, dia sedang asyik ngobrol dengan Sika adeknya.


"Sika, gimana sekolah kamu?" tanya Cha yang berbaring diatas tempat tidur.


"Sika senang banget kak, Sika udah punya sahabat disekolah Sika. Kakak gimana disana. Apa kak Ina sudah balik ke Jakarta?" tanya Sika.


"Tuh dia lagi nonton. Rencana sih lusa dia balik. Karena besok pengumuman kakak," jawab Cha sambil melirik ke arah Ina.


"Trus kakak tinggal dimana nanti? Sika dengar dari mama, katanya kakak mau tinggal bareng sama temen kakak ya?" tanya Sika lagi.


"Iya rencananya sih gitu dek. Tapi ya lihat besok lah. Mana tau ada perubahan," jawab Cha lemas. Dia melihat ke arah Shanti yang menurut dia agak aneh dari kemaren.


"Mendingan kakak ngekost aja. Dari pada tinggal bareng teman gak enak," saran Sika yang perduli dengan kakaknya.


"Kakak juga mikirnya sih gitu. Tapi, lihat besok lah dek. Ya udah, besok lagi kita sambung ya, kamu jangan malam-malam tidurnya, besok kan sekolah. Tidur lah habis ini," suruh Cha yang menyayangi adeknya itu.


"Iya kak, nih Sika juga dah ngantuk kok," jaga diri kakak disana ya, assalamu'alaikum kak," ucap Sika menyudahi tlp nya.


"Wa'alaikumussalam dek," jawab Cha. Lalu Cha meletakkan ponselnya di meja samping tempat tidur. Diapun mulai memejamkan matanya.


Namun tiba-tiba terdengar suara dering ponselnya. Cha bangkit dan mengambil ponselnya. Lalu dia melihat siapa yang menghubunginya malam-malam banget.


Cha tersenyum melihat nama yang tertera yaitu Yoga. Dia pun buru-buru menjauh dari Shanti dan Ina. Lalu dia mengangkat tlp nya.


"Hallo assalamu'alaikum yanx," sapa Cha dengan girangnya.


"Wa'alaikumussalam yanx," sahut Yoga yang tak kalah girang mendengar suara orang yang sangat dirindukannya.


"Kenapa kamu malam banget tlp nya yanx. Gimana kuliah kamu, sudah keterima di universitas yang kamu tuju?" tanya Cha.


"Maaf, aq baru sempat tlp nya malam banget begini. Tadi seharian nemenin papa aq," jawab Yoga bohong. Padahal karena papanya sudah tidur, makanya dia bisa menghubungi Cha menggunakan ponsel pembantu nya yang menyayanginya.

__ADS_1


"Duh kasihan banget kamu yanx, pasti kamu kecapean banget ya. Coba ada aq disana, kan bisa aq pijitin, hehehe," goda Cha dengan memelankan suaranya. Dia melirik ke arah Shanti dan Ina, takut kalau mereka menguping pembicaraan nya.


Ternyata Shanti kepergok dengan Cha. Dia melirik ke arah Cha. Shanti ingin tau siapa yang menghubungi Cha hingga dia menjauh dari mereka berdua. Shanti memicingkan matanya melihat Cha. Dia berusaha menajamkan pendengarannya, namun tak berhasil.


Sedangkan Ina tidak perduli dengan siapa Cha ngobrol. Dia lebih memilih asyik menonton tayangan film kesukaannya.


Cha tidak memperdulikan tatapan Shanti. Dia malah bergeser mencari tempat yang lebih nyaman untuk ngobrol dengan kekasihnya.


"Aq kangen banget sama kamu yanx. Kapan kamu balik ke Indonesia?" tanya Cha yang sudah berada di balkon.


"Aq blom tau yanx kapan bisa ke Indonesia lagi. Kamu gimana sudah keterima di universitas itu? Trus nanti kamu rencananya tinggal sama siapa yanx?" tanya Yoga yang ingin tau kondisi kekasihnya diJogja.


"Besok informasinya yanx. Kamu tau gak, aq ketemu lagi sama Shanti. Nih dia sekarang lagi di hotel bareng aq. Rencananya aq tinggal bareng Shanti di rumahnya. Nurut kamu gimana, apa aq ngekost aja atau tinggal dirumahnya Shanti?" Cha meminta pendapat dari Yoga. Karena cuma Yoga orang yang tau tentang Shanti.


"Kalau nurut aq, mending kamu ngekost aja deh yanx. Kalau sama Shanti, nanti kamu tidak bisa privasi. Itu saran aq loh. Aq gak mau kamu kenapa-kenapa disana. Maaf bukan aq gak percaya sama Shanti. Tapi ntah kenapa perasaan ku mengatakan lebih baik kamu jauhi Shanti," pendapat Yoga.


"Ya udah kalau kamu bilang begitu. Tapi mama ku sudah tau kalau aq tinggal bareng Shanti yanx nantinya. Gimana dong?" tanya Cha yang bingung harus bilang apa ke Shantinya.


"Ya udah sementara kamu tinggal bareng Shanti. Sambil nyari kost-kostan yang dekat dengan kampus kamu nanti yanx. Tapi jangan lama-lama kamu tinggal sama Shanti," ucap Yoga yang merasa tidak begitu menyukai Shanti.


Yoga tidak begitu menyukai Shanti sejak kemaren dia SMA. Dia merasa Shanti bukan sahabat yang baik. Karena Yoga sering memergoki Shanti sedang menatapnya lama dengan tatapan berbeda.


"Iya, yanx. Kamu disana gimana? Suka gak tinggal di Belanda?" tanya Cha yang ingin tau keadaan Yoga disana.


"Aq baik-baik aja yanx. Kalau boleh jujur, ya tidak enak karena jauh dari kamu. Pengennya dekat kamu terus hehehe," goda Yoga yang cengengesan.


"Huhhh gombal!" sahut Cha dengan tersipu malu.


"Tapi suka kan aq gombalin yanx. Kapan aq bisa vc sama kamu yanx. Kangen pengen lihat wajah kamu. Aq juga pengen cium kamu," ucap Yoga dengan genitnya.


"Ihhhh, kamu apaan sih. Mau nya kamu tuh. Nanti kalau udah kost sendiri kita vc ya yanx," ucap Cha malu-malu tapi mau.


"Hehehe, aq dah gak sabar pengen cepat selesai tamat kuliah biar bisa dekat kamu terus. Dan...," Yoga menghentikan ucapannya. Dia sengaja menggantung kata-katanya agar Cha makin kesal.


"Dan..apa yanx? Buat orang penasaran aja ih," kesal Cha karena di permainkan.


"Hehehe, dan pengen kelonan sama kamu setiap harinya kalau udah resmi," sambung Yoga sambil memberikan ciuman dari tlp.


"Ih dasar genit. Kalau tiap hari kelonan, aq bisa capek yanx. Gak mau ah," protes Cha dengan wajah yang bersemu merah.

__ADS_1


"Gak mau nolak kan yanx, hahahaha," goda Yoga yang semakin membuat Cha senyum-senyum sendiri.


Cha tidak tau kalau Shanti menguping pembicaraan mereka berdua. Shanti sengaja berdiri di dekat jendela bagian dalam. Dia ingin tau siapa yang menghubungi Cha malam-malam banget.


Betapa kesalnya Shanti ketika mengetahui orang yang menghubungi Cha adalah Yoga. Cowok yang pernah ditaksir Shanti. Cinta pertama Shanti yang bertepuk sebelah tangan. Shanti merasa kesal mendengar kemesraan Cha dan Yoga. Hingga muncul rasa cemburu dan iri dari dalam diri Shanti melihat Cha.


Dia pun meninggalkan Cha yang sedang ngobrol mesra. Dia merasa kupingnya panas mendengarnya. Dia pun kembali ke tempat tidur dengan wajah yang kesal.


Ina melihat tingkah Shanti yang aneh.


"Kenapa dia, tiba-tiba ngomel-ngomel sendiri," ucap Ina dalam hatinya.


Lalu Ina melihat Cha yang masuk ke dalam kamar. Dia melihat wajah Cha yang bahagia sambil senyum-senyum sendiri.


"Lah yang ini senyum-senyum sendiri. Wah pada kesambet nih mereka," celetuk Ina sambil geleng-geleng kepala.


Cha menyamperin Ina yang duduk di sofa. Dia ikut nimbrung menonton film kesukaan Ina.


"Kenapa gak tidur?" tanya Ina yang keheranan.


"Blom ngantuk kak," jawab Cha singkat.


"Kenapa senyum-senyum gitu. Habis terima tlp dari siapa?" tanya Ina yang mulai penasaran.


"Dari teman kak," jawab Cha.


"Tuh Shanti kenapa mukanya jutek begitu?" tanya Ina sambil menonton filmnya.


"Maksudnya kak?" tanya Cha heran.


"Tadi kakak lihat dia habis dari tempat kau. Ketika kemari kakak lihat wajahnya udah jutek gitu dan ngomel-ngomel sendiri," jawab Ina.


"Apa..! Berarti tadi Shanti menguping pembicaraan gw? Kenapa dia harus jutek gitu? Apa dia gak suka ya gw terima tlp Yoga," bathin Cha sambil menatap ke arah Shanti.


"Hei, malah bengong ditanyain," celetuk Ina mengagetkan Cha.


"Hah, gak tau kak kenapa. Emang kakak gak nanya sama dia?" tanya Cha balik.


"Ya gak lah. Gak penting juga," ketus Ina. Ya Ina gak ingin tau kenapa Shanti bersikap seperti itu. Dia lebih menikmati film kesukaannya.

__ADS_1


__ADS_2