Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Hubungan Yang Kandas


__ADS_3

Shanti melihat tanda merah di dada Cha, karena posisi Shanti berdiri didepan Cha yang sedang duduk, dan kancing baju Cha terbuka satu, sehingga dia bisa melihat jelas tanda tersebut.


"Ekhem..., kancing baju Lo, apa Lo sengaja buat pamerin tuh tanda" kata Shanti menohok.


Cha melotot melihat kearah Shanti, kemudian beralih melihat kancing bajunya. "Ya ampun Cha.....bodoh banget sih Lo..., kenapa nh baju bisa terbuka, duh gimana ini Cha.....bego bego kamu Cha....." Cha bermonolog sendiri dalam hati. Dia melihat ke arah Yoga, tapi yoga malah mengedipkan matanya sebelah dengan nakal.


"Sialan, gw dikerjain lagi sama dia", pikir Cha yang melotot melihat Yoga.


Yoga tersenyum melihat salah tingkah Cha, baginya sangat menggemaskan bisa melihat wajah Cha yang lagi kesel. Akhirnya Yoga pun pamit sama Cha.


" Khemmm Cha, aq balik ke kelas ya, tar pulang kita bareng," kata yoga sambil mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi dari kelas.


"Kenapa nih cowok makin ganjen aja ya, apa salah makan atau gara-gara tadi habis melakukan.....argggggg" kesal Cha yang menoyor-noyor sendiri kepalanya.


Shanti semakin heran melihat tingkah Cha. Lalu dia duduk disebelah Cha.


"Cha cerita dong, Lo kenapa, kok aneh gitu tingkah Lo." Shanti melihat Cha yang menundukkan kepalanya di bangku.


Cha menoleh kearah Shanti, "Shan tar aja ya ngobrolnya, gw lelah nih pengen tidur bentar sebelum guru masuk, pleaseeee..." Cha memohon dan menundukkan kepalanya lagi.


Shanti pun meninggalkan Cha tanpa berkata apa-apa lagi. Dia pun pergi menemui Yoga ingin minta penjelasan sama Yoga.


"Mana Yoga, gw mau ngomong?" tanya Shanti kepada Bimo.


Bimo yang tidak tau apa-apa, malah bengong menatap Shanti.


"Heii..Bim malah bengong, gw nanya dimana Yoga?" Shanti kesel didiemin sama Bimo.


"Oh..Kenapa malah nyariin Yoga, gw kan disini, nih lihat gw yang lebih tampan dari Yoga dari tadi nungguin Lo." kata Bimo yang songong.


"Ih.....gw serius Bim...ada yang mau gw tanyain, mana dia...?" tanya Shanti menahan kesal.


"Dia tadi pergi ke ruangan aula karena ada kegiatan pertemuan anggota OSIS, ada apa sih nyari-nyari dia?" tanya Bimo kembali.


"Bilang sama Yoga jangan ganggu Cha lagi, ngerti....!" teriak Shanti ke wajah Bimo. Lalu Shanti meninggalkan Bimo yang diem mematung.


"Hmmm kenapa tuh anak, datang-datang malah marah-marah." gumam Bimo. Bimo melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


Ditempat lain.


Binyu sudah beberapa hari tidak menghubungi Cha. Dia sedang asyik bersama calon istrinya. Anggita datang ke Me*** untuk mengunjungi Binyu. Selama Anggita di Me***, Binyu tak perduli dengan Cha. Bahkan dia tidak tau kalau Cha pernah melihatnya jalan bersama Anggita.


"Honey...., Ayuk bangun, kita harus ke Bandara, cepetan nanti terlambat" kata Anggita yang menggoyang-goyangkan tubuh Binyu.


"Mmmm honey...mas letih banget.., kamu sih minta terus tadi malam." goda Binyu yang masih memejamkan matanya.


"Ih....honey, nakal deh, mas juga kan yang terus-terusan memaksa buat di puasin." kata Anggita yang gak mau kalah.


"Binyu pun bangkit dari tempat tidur, dia memeluk Anggita, ayuk mandi bareng." kata Binyu.


"Gak ah tar mas minta lagi, bisa-bisa gak kelar nanti." Anggita menggelengkan kepalanya gak setuju.


"Hehehe tau aja kamu honey, mas janji gak akan ngapa-ngapain, cuma mandi aja." Binyu menyeringai kecil.


Mereka pun mandi bersama. Hari ini Anggita akan kembali ke Ja*****, dia sudah beberapa hari disini menemani Binyu. Anggita tidak tau kalau Binyu memiliki perempuan lain, yang dia tau Binyu sangat mencintainya dan tergila-gila kepadanya. Selama Anggita di Me***, Binyu memang tidak pernah sedikitpun jauh dari Anggita, bahkan dia tidak pernah mencoba menghubungi Cha. Binyu sangat pandai menyembunyikan segalanya.


Mereka pun berangkat ke Bandara, setelah mengantar Anggita, Binyu langsung menuju ke sekolah Cha, dia ingin tau bagaimana keadaan Cha. Dia menunggu Cha di depan gerbang sekolah. Dia sengaja tidak memberi tau Cha tentang kedatangannya.


Cha masih disekolah mengikuti kegiatan belajar. Hingga akhirnya bel pulang berbunyi. Sebelum pulang guru memberikan informasi kepada seluruh siswa, bahwa Minggu depan akan diadakan ujian kelulusan sekolah. Semua siswa pada bersorak menyambut ujian nanti.


"Hai sayang, gimana khabarnya? Maaf abang gak bisa menghubungi kamu karena ada urusan." kata Binyu yang berbohong.


"Urusan apa ha...!, urusan sama perempuan lain iya, gitu kah...!" teriak Cha penuh emosi.


Binyu kaget mendengar ucapan Cha. " Maksud nya apa, kenapa dia bilang perempuan, apa dia pernah melihat ku jalan sama Anggita, Oh...ya ampun...jangan sampai ketahuan." batin Binyu yang terdiam. Tapi dia berusaha menunjukkan wajah ceria nya kepada Cha.


"Loh sayang, kenapa kamu ngomong seperti itu, ayok kita bicarakan di mobil, abang antar Cha pulang ya." bujuk Binyu, lalu Binyu menarik tangan Cha masuk ke dalam mobil.


Cha menuruti ajakan Binyu. Bagaimanapun dia harus menyelesaikan semua ini.


"Sayang ada apa, coba jelaskan sama abang, apa karena abang tidak memberi khabar sama kamu, sehingga kamu berpikiran negatif sama abang...?" tanya Binyu tanpa dosa.


"Huhuhuhu, kamu jahat bang, kenapa kamu tidak ada menghubungi Cha, apa yang kamu lakukan?" tanya Cha balik sambil menangis.


"Abang minta maaf ya sayang karena buat kamu seperti ini, tapi kenapa kamu menangis, coba ceritakan sama abang." kata Binyu sambil menggenggam tangan Cha.

__ADS_1


Cha melihat wajah Binyu, dia takut untuk berkata jujur sama Binyu tentang apa yang terjadi. "Kalau gw cerita, apa Binyu mau maafin gw, apa dia bisa nerima gw, argggggg gw takut...," bathin Cha yang terus menatap wajah Binyu.


"Cha takut bang, Cha gak sanggup menceritakannya." jawab Cha gugup.


"Kenapa harus takut sayang, emang Cha ada masalah..?" tanya Binyu heran.


"Mmmm, kayaknya kita tidak usah melanjutkan hubungan kita lagi ya bang, Cha gak pantas buat abang." Cha menunduk kan wajahnya dan tak berani menatap Binyu.


Binyu melepas kan genggamannya, dan memegang wajah Cha.


"Tatap mata abang, Cha...! Jelaskan kenapa kita udahan, kenapa tidak pantas, masalahnya apa Cha...! Binyu berusaha tidak terpancing emosi dengan sikap Cha.


"C...Cha.." Cha berhenti dan diam, dia tidak melanjutkan kata-katanya.


"Cha kenapa, ayo jawab...! bentak Binyu kesal.


Cha ketakutan, dia tidak berani menatap Binyu, dia terus menangis. Binyu spontan merangkul Cha, dia sadar Cha ketakutan karena mendengar bentakan Binyu.


"Maaf sayang, abang gak bermaksud membentak Cha, Cha harus jujur biar abang tau masalahnya." kata Binyu menenangkan Cha.


Lalu Cha melepaskan pelukannya dan menatap Binyu. Dia menarik nafasnya dalam dan berkata


"Bang, Cha udah pernah melakukannya sama orang lain." Cha berbicara sambil menangis.


"Ma..maksud Cha, Cha sudah pernah berhubungan...?" Binyu emosi mendengarnya.


"Sialllllll, gw keduluan sama yang lain, baji****....!!! Kenapa gak dari kemaren-kemaren nih gw bobol cewek, gak guna lagi nih cewek, mending gw tinggalin aja, sialannnn!!!, bathin Binyu yang menahan kesal.


"Siapa yang melakukannya...?" tanya Binyu tanpa ekspresi.


"Maaf bang, Cha tidak bisa memberitahukannya, maaf udah ngecewain abang, maaffff." Cha gemetaran menjawabnya.


"Abang tanya sekali lagi, siapa yang melakukannya.....?" tanya Binyu dengan marah.


"Di..di..dia teman sekolah Cha, dia Yoga yang melakukannya bang." Cha mencoba menggenggam tangan Binyu. Tapi Binyu malah menghempaskannya.


"Cih..menjijikkan, kau memang tak pantas buat qu, sekarang kita tidak ada hubungan lagi, keluar dari mobilku...!" bentak Binyu yang tak mau menatap Cha.

__ADS_1


Cha terbengong mendengar bentakan Binyu. Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tanpa berfikir lagi, Cha keluar dari mobil Binyu sambil menyeka air matanya.


__ADS_2