Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Keromantisan Binyu Ternyata Jebakan Buat Cha


__ADS_3

"Hadehhh ganjen sekali nih cowok. Sabar Cha, sabar....,Lo harus bisa tenang melawan mahluk ganjen nih," bathin Cha.


"I..iya bang. Kita melakukan kencan romantis. Kenapa gak dari dulu abang punya ide seperti ini?" Cha memberanikan diri bertanya seperti itu.


Binyu menatap Cha intens, dia tersenyum penuh arti. "Dasar bocah, mana mungkin aq menghabiskan uang pribadi qu hanya untuk memberimu kenyamanan. Ini juga karena Zain yang terlalu terobsesi dengan Lo, kalau gak ogah banget gw buat-buat seperti ini," bathin Binyu yang menyunggingkan senyumannya.


Cha masih menatap takjub dengan dekorasi ruangan tersebut. Dia terbuai dengan suara alunan musik yang dinyalakan.


"Cha, kamu mau pesan apa nih sayang?" tanya Binyu.


Seorang pelayan datang dan memberikan menu pesanan kepada mereka. Si pelayan sudah dikasih informasi sama atasannya untuk melakukan apa yang diperintahkan Binyu.


Cha melihat menu makanannya. Lalu dia melihat pelayannya dan berkata,


"Saya pesan Beef Gordon Bleu sama Chocolate Lava Cake dan Cappucino es pakai susu ya mbak," kata Cha.


Si pelayan beralih ke Binyu dan bertanya,


"Tuan mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut.


"Saya pesan ini aja mbak. California Chicken Sandwich dan Jus Mangga," kata Binyu sambil menyerahkan menu makanan.


"Baik Tuan, harap menunggu sekitar beberapa menit. Saya akan kembali mengantar pesanannya," si pelayan pamit undur diri menuju meja chasier.


Binyu melihat jam pergelangan tangannya. Artinya dia harus sudah melakukan aksinya.


Selang beberapa menit, makanan pesanan mereka datang. Cha tersenyum sumringah melihat hidangan yang lezat.


"Silahkan Tuan dan Mbak dinikmati hidangan nya, jika ada yang mau dipesan lagi, pelayan ini siap membantu," kata pelayan tersebut sambil membungkukkan badannya setengah dan pamit undur diri.


Tanpa menunggu lama, Cha langsung melahap makanannya. Karena sudah laper dari tadi, apalagi menunya lezat, membuat Cha semakin menikmati makanannya.


"Gimana sayang, enak kan makanan disini? Abang sengaja mesen Restauran ini karena papa abang kalau ke Me***, selalu ngajak abang ke sini," kata Binyu sambil mengunyah makanannya.


"Oh....," hanya itu yang keluar dari bibir Cha.


"Heum, habis ini kita berdansa ya sayang, abang udah siapkan segalanya," Binyu menghabiskan makanannya, kemudian dia me dongakkan kepalanya melihat ke arah Cha. Dia memperlihatkan senyuman manisnya kepada Cha.

__ADS_1


"What....!! Berdansa!?. Hahaha yang bener aja nih cowok. Duh kapan sih kelarnya nih masalah," bathin Cha yang sudah merasa jenuh.


"Mmmm bang, sebenarnya Cha mau ketemu sama abang karena ada yang ingin Cha sampaikan," Cha berbicara to the point.


"Emang kamu mau bicara apa sayang?" kata Binyu yang pura-pura bodoh.


Cha menatap Binyu lama, dia gugup untuk mengatakannya. Ada rasa takut menjalar ke tubuh Cha. Cha mencoba menarik nafasnya secara perlahan, dan menenangkan degup jantungnya.


"Mmmm bang, sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi," Cha diam sesaat melihat respon Binyu.


Binyu sebenarnya sudah mengira akan hal ini. Tapi karena tujuannya belom tercapai, maka dia menutup akalnya untuk memikirkan hal ini. Dia berusaha tenang, tidak boleh marah, kalau tidak rencananya akan berantakan.


"Sayang, kenapa kamu tega mengucapkan hal seperti itu. Kalau abang punya salah, kamu bilang. Jangan seperti ini...," Binyu pura-pura memperlihatkan wajah sedihnya.


"Maaf bang, ini udah keputusan aq. Mama marah besar kemaren ketika abang datang kerumah. Dan mungkin aq akan dikirim ke kampung untuk lanjut kuliah," jelas Cha dengan tegas dan sedikit berbohong. Cha sengaja mengatakan seperti itu agar Binyu tidak lagi datang kerumahnya. Cha menatap ke arah Binyu. Dia tau kalau Binyu sedang menyembunyikan amarahnya.


Binyu diam menatap wajah Cha. Lalu dia berdiri dan berjalan ketempat Cha. Dia memeluk Cha dari belakang dan membungkukkan sedikit tubuhnya. Binyu berkata,


"Mari kita berdansa sayang, ini hari yang romantis buat kita. Biarkan kita nikmati hari ini," Binyu mengajak Cha berjalan ke tengah-tengah. Dia memberi kode kepada pelayan untuk menyalakan music dansa.


"Kenapa kamu bisa sejahat itu sama aq bang? Tidakkah ada sedikit saja rasa cinta yang tulus untukku, tega sekali kamu berbuat seperti itu," bathin Cha yang terus menatap mata berwarna coklat.


Tiba-tiba Cha merasa gelisah, tubuhnya gak karuan. Ada perasaan tak nyaman di dalam tubuhnya. Bahkan dia merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan Binyu. Binyu yang melihat Cha mulai kegerahan, merasa senang.


Dia membisikkan sesuatu di telinga Cha, sehingga membuat Cha kegelian.


"Apa kita lanjut ke kamar aja sayang? Lebih enak dan pasti kamu happy," Binyu membisikkan tepat ditelinga Cha sambil menjilat daun telinganya Cha.


Binyu mulai memberikan rangsangan sedikit, dia meraba bokong Cha dan melu*** bibir Cha dengan posisi tetap berdansa. Cha bukannya menolak, justru dia membalas dan menikmatinya. Entah apa yang terjadi dengan Cha.


Tiba-tiba Binyu menggendong Cha ala bridal style menuju ke kamar Zain. Para pelayan yang melihatnya hanya menunjukkan wajah mereka saja. Kemudian Binyu berjalan memasuki lift yang langsung menuju kamar Zain. Cha dibawa masuk ke dalam kamar.


Zain yang melihat kedatangan Binyu dan Cha, menyambutnya dengan senyuman mengembang.


"Waowww akhirnya mangsa gw datang juga. Good kerja Lo bagus juga," Zain menepuk-nepuk pundak Binyu.


"Hahaha gw selalu tepati janji bro, asal sesuai bayaran, pasti gw kasih yang terbaik," Binyu tersenyum semringah.

__ADS_1


"Siip, ok, apa dia sudah meminumnya?" kata Zain.


"Seperti yang Lo lihat, cewek ini sudah merangsang. Silahkan Lo nikmati tuh cewek. Gw nunggu di bawah. Tar kalau Lo dah puas, kasih ke gw, gw juga pengen menikmatinya," Binyu menaik-naikan alisnya.


"Hahaha, apa Lo gak puas sama Anggita calon Lo, hah? Brengsek emang Lo," sahut Zain.


"Tidak ada kata puas buat gw bro, apalagi nih masih sempit, nikmatnya berbeda dengan Anggita yang sudah sering," kata Binyu tanpa dosa.


"Hai cantik, hari abang akan membuat mu melayang," Zain memegang dagu Cha dan menatapnya intens.


"Gw keluar bro, nanti jangan lupa Lo khabari kalau udah puas bersenang-senang sama dia. Ingat waktunya gak bisa lama, karena sore gw harus balikin tuh cewek," jelas Binyu.


"Nyantai bro, dah sana Lo keluar, gw udah gak tahan nih," Zain mengusir Binyu dengan mengipas-ngipas kan tangannya.


Binyu keluar meninggalkan Apartment Zain. Dia menuju lantai bawah tepatnya di restauran tadi tempat dia dan Cha makan. Tanpa Binyu sadari sudah ada yang mengawasinya.


Didalam kamar, Zain mulai meneliti penampilan Cha dari atas sampai bawah. Cha yang sudah terpengaruh obat perangsang, mulai gelisah. Dengan posisi berdiri, dia mulai menggeliat.


Zain mulai membuka bajunya, memamerkan tubuhnya yang sexy. Dia sengaja melakukan itu untuk membuat Cha bereaksi.


Cha menatap takjub tubuh atletis Zain. Dia pun mendekati Zain. Tangan nya terulur meraba-raba perut kotak-kotak Zain.


"Sexy sekali sayang tubuhmu. Aq ingin dimanja oleh tubuh ini," kata Cha yang mulai menggerayangi tubuh Zain.


Zain tersenyum melihat reaksi Cha yang sudah kegerahan. Tapi Zain tetap diam, dia membiarkan Cha yang aktif.


Cha terus meraba dada hingga turun ke perut Zain. Zain yang tidak tahan menangkap tangan Cha dan meletakkannya di kejantanannya. Cha bukannya kaget, dia malah makin beringas. Dia menggenggam kejantanan Zain yang sudah mengeras. Hingga keluar suara ******* Zain.


Zain menikmati permainan tangan Cha. Zain meremas bok*** Cha yang padat. Hingga ******* keluar dari bibir mungil Cha.


Binyu sengaja menjebak Cha, karena dia sudah menerima sejumlah uang dari Zain. Dia merencanakan semuanya agar Cha tidur dengan Zain. Untuk memuluskan aksinya, Binyu memberikan obat perangsang ke dalam minuman Cha. Hingga akhirnya Cha bisa dibawa ke dalam Apartement Zain.


"Sayang, abang udah gak tahan lagi, yuk kita lanjut ke atas ranjang saja," ucap Zain yang sudah mabuk akibat menegak minuman wine.


Dia menggendong Cha ala bridal style menuju ranjang panasnya. Zain meletakkan Cha diatas tempat tidur dengan lembut. Zain membuka celana ponggolnya hingga menyisakan dalaman yang membuat kejantanannya terbentuk. Zain naik ke atas tempat tidur dan menindih tubuh Cha. Dia mulai me***** bibir mungil Cha, tiba-tiba bel nya berbunyi, tapi tak dihiraukan Zain. Hingga berulang kali suara bel dan akhirnya Zain bangkit dari tempat tidur.


"Sialan.....,siapa sih ini mengganggu saja..!" umpat Zain kesal karena lagi enak-enakan.

__ADS_1


__ADS_2