Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Pembalasan delia


__ADS_3

" Nak kami pulang dulu yaa" ucap mamah pada anak terakhirnya itu. jam sudah menunjukan pukul 16:00 wib, sebelum siang mereka sudah ada disana tak enak jika berlama lama dikediaman besan walau mereka tak keberatan.


" Mamah gamau nginep aja disini "


" engga sayang karna brand kamu sedang naik daun dipasaran jadi pesanan kian melonjak kami harus mengaturnya "


" Maaf karna lia jauh jadi delia membebankan kaka dan mamah " lirih delia dengan airmata yang mulai mengalir.


" De jangan nangis walau kamu disini tapi kamu tetep membantu lewat hp dan gajih karyawan juga dari kamu " sahut kak kia yang mulai membuka suara.


" iyaaaa kak, nanti delia urus buka cabang disini ya kak "


" iya yang penting sehat kamu dan baby nya yaa jangan sedih sedih "


" yasudah kami pulang yaa, "


" Abah bunda kami semua pamit yaa, terimakasih atas jamuannya maafkan kami merepotkan " sahut papah yang sudah mulai bangkit.


" sama sama pak, tidak merepotkan bagaimana juga kita ini keluarga "


" Kalau begitu kami permisi yaa, delia papah pulang dulu sayang, jangan cape cape, jangan banyak pikiran " ucap papah mengusap kepala delia dan menciumnya.


" Yasudah nak titip delia ya, yu semua Assalamualaikum "


" ya pah. Waalaikumsalam "


" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "


" Fii amanillah "


Papah dan semuanya masuk kedalam mobil yang langsung membawanya kembali ke kota depok. seharusnya ia mampir kekediaman tante namun hari ini beliau sedang ada tugas jadi pertemuannya diundur.


rugi pastinya apalagi ka zia ia mengingnkan menginap di rumah tante dan berjalan jalan jika sudah berada di kota bandung.. rencana jalan pun tertunda.


@@@


Setelah memastikan mobil itu berlalu dari halaman rumah keluarga adam syarief mereka semua berlalu masuk kedalam.


" Abi apa abi tidak ke pondok " tanya delia pads sang suami sambil menuju sofa.


" Engga sayang, aku menemanimu disini "


" Neng bagaimana keadaan mu sayang" tanya bunda yang terlihat sekali wajah khawatir terhadap cucu dan menantunya.

__ADS_1


" Alhamdulillah delia gapapa bunda abah Abii"


" Alhamdulillah ,jangan ada yang ditutupi ya nak kami ini keluargamu sudah seharusnya kami tau sayang"


" ya abah delia janji akan bercerita "


" baiklah sayangg "


" kak ini mba bawain buah dimakan yaaa " sahut mba wulan yang memberikan 1 piring buah mangga yang sudah dipotong potong.


" Wahhhh Terimaksih banyak mbaaaa "jawab delia menerima piring yang bwrisi mangga.


"sama sama "


" Abah bunda semuanya mari kita makan sama sama. abii hayoo "


" Buat kamu aja nak, abah sama bunda sudah kenyang, kamu makan lah nak demi calon cucu Abah dan kamu supaya sehat "


" Baik bunda ,Bismillah" ucap delia yang langsung menikmati potongan buah mangga seger, dingin dan manis.


" Abah rencananya dalam waktu dekat fikri mau pindahan ke rumah baru yang sudah selesai pembangunannya "


" Alhamdulillah A, kapan? "


" Rencana nya akhir jumat sore "


" Fikri lupa abah bunda "


"Astagfirullah A "


" Kamu mikirin apa sih sampe lupaa hal penting"


" Soal salsa abah "


" Oh iya abah juga sudah tau dari bunda, selama kita belum menemukan bukti yang jelas jangan main hakim sendiri ya A, mba wulan, Allah memberikan ujian kepada kitaa karna Allah tau kita sanggup melewati ini semuaa, kalau Allah memberikan ujian kita kembalikan lagi kepadanya dengan cara meminta petunjuk "


" Baiklah abah, maafin wulan yang sudah bersikap kasar "


" Abah mengertii, itu sebabnya kita cari tau dulu dan salsa jangan keluar rumah dahulu atau bermain ponsel. "


" Yaa abah maafin salsa "


" minta maaflah dengan Teh delia atas sikapmu padanya, jujur abah malu nak "

__ADS_1


Teh delia yang asik makan buah pun menoleh ,lantas ia menaruh piringnya dimeja. sebelum salsa mengucapkan kata maaf delia lebih dulu membuka suara " Abah bunda,abi mba teteh semuanya, delia sudah memafkan jauh sebelum salsa meminta maaf, untuk soal salsa menyukai suami delia itu hak nya salsa selagi tidak menyimpang karna perasaan seseorang kita tidak bisa mengubahnya yang penting abi tidak menyukai dengan perasaan lebih padanya dan yang delia tau abi menyanyangi salsa sama seperti menyayangi adik adiknya yang lainnya " ucap delia dengan tenang dan lembut.


" Teh delia, maafin salsa, maaff karna salsa salsa membenci teteh tanpa alasan padahal teteh baik sama kami termasuk sama salsa, teteh rela menjemput salsa disaat teteh mabuk berat karna kehamilan, maafin salsa yang suka membentak teteh, maafin salsa yang suka nyuruh nyuruh teteh, maafin salsa yang meminta uang terus menerus sama teteh dengan alasan tugas sekolah, salsa minta maaf sama teteh" lirih salsa dipelukkan delia, delia yang mendapat pengakuan salsa tersenyum hangat.


sedangkan abah bunda dan lainnya terkejut atas apa yang diperlakukan salsa kepada delia. Saat fikri tau apa yang dilakukan adiknya terhadap istrinya membuat ia marah besar ingin sekali ia tarik adiknya dalam pelukan delia namun delia mencegahnya dengan mengarahkan tangannya didepan suaminya..


" Teteh mau kan maafin salsa, salsa dibutakan oleh perasaan salsa sendiri teh,, maafin salsaaaa mungkin sakitnya teteh karna salsa yang menyuruh nyuruh teteh, salsa minta maaf teh maafn salsa " lirih salsa yang semakin melemah dipelukan delia ia pun jatuh duduk.


" Astagfirullah salsaaaa "


" Salsa dengerin teteh yaa, teteh sudah maafin salsa jauh sebelum salsa minta maaf, teteh dengan a fikri menganggap kamu adalah adik kamii jadi apapun yang kamu lakukan baik itu salah maupun benar kamu tetap adik kami,, izinkan teteh menjadi teman hidupnya aa kamu, izinkan teteh menjadi istrinya dan menjadi ibu bagi keponakanmu, maafkan kekurangan teteh yang mungkin kamu gasuka, teteh tau melepaskan yang paling sulit adalah melepaskan seorang Aa menikah, tapi demi kebahagiaannya kitapun harus rela melepaskannya. karna mau bagaimanapun teteh ini sudah resmi menjadi istrinya aa mu baik dalam agama maupun negara, maaf jika teteh tak seperti ibunya alisyah tapi tetap alisyah teteh anggap anak kandung teteh sendiri, "


" Maafin salsa teh "


" Salsaaa " panggil abah lembut.


salsa yang namanya dipanggil menoleh ke asal suara, dilihatnya laki laki itu dengn wajah penuh ketakutan, takuttt abah marah,kecewa tapi ia mau tidak mau menerima apapun konsekuensinya.


" Salsa dengerin abah, salsa anak baik jangan sampe sikap salsa mengubah kebaikan salsa, jujur abah masih tidak habis pikir salsa mau lakukan hal itu demi apa yang salsa inginkan "


" Tapi abah salsa ga melakukan hal keji " sahut salsa memotong pembicaraan abah.


" dengarkan abah dulu salsaaa kebiasaan menyela " tegur mba wulan.


" Sudah nanti temui abah didalam yaa, "


" Delia abah bangga sama kamu nak, hati kamu tulus" lanjut abah lagi


" abah bunda aa ajak delia istirahat dulu yaaa"


" ya a hati hati yaaa "


" permisi abah bunda semua. "


" ya neng "


@@@@


setelah sampai dikamar fikri langsung tiduran dipangkuan sang istri, ia masih tak menyangka reaksi yang diberikan delia kepada adik iparnya itu membuat seisi rumah kagum.


" Sayang kenapa kamu masih bersikap baik sama salsa atas semua yang telah ia lakukan kepada kamu? "


" Gapapa abi bukannya kamu selalu mengajarkan padaku jika ada yang membuat keburukan maka kita membalasnya dengan kebaikan? "

__ADS_1


" Sayang entahlah aku harus bilang apalagi sama kamu kalau aku sangat bersyukur memilikimu "


" ini semua buah didikan mu abii, terimakasih selalu mengajarkan aku kebaikan, "


__ADS_2