Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
ternyata fikri ??


__ADS_3

Satu persatu kertas yang ditumpuk dalam map dibaca oleh fikri sambil meeting virtual dengan beberapa staf kantor, ada beberapa masalah dikantor yang membuatnya mengadakan meeting dadakan, salah satu staf kantor mengaku ada permasalahan keluarga yang ia bawa kedalam pekerjaan sehingga pekerjaannya tidak fokus dan itu berdampak buruk bagi perusahan.


" Sudah saya katakan disetiap pertemuan jika ada masalah tolong diselesaikan dirumah jangan dibawa kekantor, bahkan di setiap koridor itu ada tulisan jangan membawa masalah pribadi ke kantor. saya mengerti setiap orang memiliki masalah namun kita harus bisa menempatkan dimana kita bahas atau tidak" tegas fikri dengan raut muka yang tak bisa ditebak .


semua staff diam tidak ada yang berani memotong pembicaraan ataupun mencela , mereka sudah paham jika bos nya sudah menggunakan mimik wajah seperti itu. meeting sudah berjalan selama 4 jam namun belum menemukan titik akhir dari permasalahan


" saya tau kalian semua telah melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini tapi kedepannya saya tidak ingin hal seperti ini kembali terjadi, perbaiki semuanya nanti saya adakan meeting kembali." ucap fikri yang sepertinya sudah pusing.


Pertemuan akan dilanjut kembali dalam beberapa waktu kedepan semua pun melanjutkan pekerjaannya masing masing termsuk anton. saat fikri ingin berdiri dari kursinya ponsel fikri pun berbunyi terlihat panggilan layar dari Mamah mertua terpampang jelas "mamah"gumamku tanpa lama ia pun mengangkatnya.


" Waalaikumsalam mah " jawab ku saat mamah mengucap salam disebrang sana.


"Nak fikri apa mamah ganggu kamu nak"tanya mamah dengan nada lirih.


" ada apa ini kenapa mamah seperti ini nada bicaranya " gumamku sambil melihat layar ponsel namun aku mencoba untuk tetap tenang menepis hal yang mengganggu fikiranku.


"nak" panggilnya lagi .


" ehmmm ya mah kenapa mah" ucapku tersadar


" Mamah ganggu kamu nak " tanya mamah lagi.


" engga mah, ada apa mah ? apa semuanya baik baik aja mah " tanyaku memastikan


" Kamu sibuk engga nak ? bisa datang kerumah sakit nak " ucap mamah dengan nada terisak.


" loh ada apa mah ? siapa yang sakit?? mamah engga apa apa kan ? ucap ku panik.


" papah nak , papah sakit" ucap mamah menangis sejadi jadinya, fikri pun panik.


" mamah tenang dulu ya mamah jangan nangis, coba jelasin sama fikri papah sakit apa mah " ucapku menenangkan mamah walau lewat panggilan telpon.


" papah hikss, papah sakit kangker darah nak " ucap mamah menangis histeris.


" yaallah papah, yasudah mah mamah tenang ya fikri sama delia akan pulang kedepok mamah tenang yaa nanti kirim alamat papah dirawat nanti fikri langsung kesana " ucap fikri sambil mengusap wajah dengan kasar dan menenangkan mamah seolah mamah berada didepannya.


" Nak mamah mohon hikss, , bicaralah baik baik dengan delia mamah gamau kandungannya terguncang nak " pinta mamah yang tak kalah khawatirnya.


" iya mah , yasudah fikri tutup tellponnya ya mah , mamah kirimin alamat rumah sakit papah ya mah fikri siap siap langsung berangkat "


" Ya nak hati hati ya sayang , salam buat keluarga , yasudah Assalammualaikum "


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "

__ADS_1


panggilan telpon pun berakhir dengan cepat fikri keluar ruangan.


@@@


" mah papah lagi apa " tanya kakia saat mmah keluar dari ruangan papah.


" Papah sedang istirahat nak , nak mamah mau telpon a fikri mau kash tau papah sakit " ucap mamah denga lirih.


" ia mah kia dan suami juga membicarakan ini, benar kita telpon suami delia aja kalau kita telpon delia yang ada ia panik itu berdampak untuk janinnya , kita yakin suaminya pasti bisa menenangkan delia." ucap kakia dengan mengusap pundak mamah. mamah pun duduk dibangku rumah sakit.


" Iya nak mamah mau telpon suami delia dulu "lirih mamah.


" mah minum dulu mah erik bawain mamah minum dan makanan , dimakan dulu mah " ucap erik..mamahpun mengikuti saran dari menantunya sebelum menelpon fikri.


Tanpa mereka tau kazia sudah lebih dulu menghubungi delia walau lewat Wa iya hanya menanyakan De, kapan pulang? begitulah pesan dari kazia .


@@@


" Bunda" panggil fikri saat melihat ibunda sedang membawa pudding untuk diberikan kepada delia . delia sedang berada di kamarnya.


" ya nak , kamu lama banget di ruangan kerja nak , itu liat istri kamu udah siapin makan siang untukmu " ucap bunda sambil menunjuk nampan berisi makanan yang diletakan di meja yang berada didepan ruang kerjanya.


" Yaallah maafkan fikri bunda , fikri ada meeting dadakan dengan beberapa staf perusahaan maaf tidak memberitahukan istri fikri , sekarang delia dimana bun " ucap fikri terburu buru.


" bunda pudingnya bisa diletakkan diwadah tertutup aku akan mengajak delia ke depok " ucap fikri sambil mengambil makanan yang diletakkan delia untuk ia makan.


" Loh ada apa nak " tanya bunda aneh ko pulang kedepok


" Ada apa a" tanya abah yang baru saja ikut bergabung.


" Papah reno masuk rumah sakit abah, ia kanker darah , delia belum tau soal ini tadi mamah yang menghubungi fikri" ucapnya sambil duduk membawa nampan yang berisi makan siang untuknya.


" Allahuakbar yaallah"


" Astagfirullah , , syafakallah pak reno"


Abah dan bunda pun sama ia terkejut mendengar perkataan anaknya tentang besannya yang kini tengah berada dirumah sakit terlebih ia pun memikirkan kondisi delia yang kehamilannya lemah.


" kamu makan dulu ya A , bunda panggilkan delia " ucap bunda mengapus air mata yang membasahi pipinya. bagaimanapun fikri harus makan walau tak berselera ia paksakan demi dirinya dan keluarganya yang terpenting istrinya.


" Bagaimana bisa a kamu tau dari mana apa ini yang kamu sembunyikan dari abah " tanya abah disela fikri makan.


" fikri baru tau tadi setelah meeting bah, mamah mertua yang menghubungi fikri , " jawab fikri.

__ADS_1


" nak pakailah Atm abah ini bantulah biaya rumah sakit , nanti abah akan menelpon pengurus pondok kita akan doakan untuk kesembuhan pak reno" ucap abah sambil memberikan Atm miliknya kepada fikri.


" abah makasih banyak tapi tidak perlu abah, fikri ada kok , " ucap fikri


" pakailah A tidak apa apa "


" jangan abah fikri ada , nanti kalau ada apa apa fikri bilang abah."


" sayang" panggil delia menuruni anak tangga .


" Ummi sini mii" ucap fikri bangkit dari duduknya meraih tangan sang istri dibawanya kedalam dekapan dirinya diciumi kepala sang istri bermaksud memberikan kekuatan.


" Abi sibuk ya " ucap deli dengan begitu manis.


" abi udah engga sibuk mii, abi minta maaf tadi sibuk kerjaa bukan cuekin ummi, , umi mau kedepok engga ? yuu kita kedepok kita nginep ya mii " ucap fikri sambil memeluk sang istri..


Abah dan bunda saling memeluk menangis batinnya melihat kedua anaknya yang saat ini sedang dilanda beberapa ujian, semoga mereka dapat melalui ujian ini dengan terus bersama sama. " kasihan kalian diterpa ujian demi ujian semoga kesabaran kalian dibalas kebahagiaan dilain hari " gumam bunda dan abah.


" ada apa abi " tanya delia.


" Sekarang umi ikut abi ya kita nginep di depok nanti setelah dari depok baru kita selametan rumah ya mii" ucap fikri sambil tersenyum


" Bunda sama abah ikut ya sama alisyah " ucap bunda


" ya bunda , abi tadi ka zia kash kabar katanya kapan umi.pulang, perasaan umi ko engga enak lagi ya bii , " jelas delia sambil berusaha tersenyum ceria.


" Ini kita mau pulang umi , umi janji ya sama abi makan dan jangan banyak pikiran pokoknya umi harus inget ada dede bayii diperut umi" ucap fikri sambil mengelus perut delia.


" Yasudah umi mau beresin baju ya bii"


" Iya mii hati hati yaa ,


Delia pergi membereskan baju baju yang akan dibawa untuk kedepok bagaimana perasaan delia nantinya saat melihat laki laki yang snagat ia hormati terbaring di ranjang dengan selang infus menempel ditangan yang sudah membesarkannya.


" Sabar ya a, cepat susul delia bantu ia memberskan pakaian, bunda dan abah akan ikut kedepok membantu disana serta melindungi delia dari hal hal yang tak diinginkan" ucap bunda melihat fikri yang khawatir.


" Terimakasih bunda abah "


Abah bunda dan fikri pergi kekamarnya masing masing untuk berkemas kedepok, memilih barang apa yang akan dibawanya kesana, alisyah akan ikut kedepok bersmaa abah dan bunda.


Rencananya mereka akan menginap di hotel yang berdekatan dengan rumah sakit tempat papahnya dirawat.


Bagaimana reaksi delia ??

__ADS_1


oh ya author minta maaf baru up jangan bosenn ya menunggu, , author akan usahakan untuk up selalu😍


__ADS_2