Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#244 keinginan..


__ADS_3

Acara lamaran pun telah selesai beberapa jam yang lalu, tak terasa jam menunjukkan pukul 22:00 WIB. Masih dalam keadaan yang sama dimana dua keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga membicarakan penikahan haikal zia yang akan berlangsung hari jumat yang artinya, 6 hari lagi menuju moment bersejarah.


" jadi gimana ka zia ? " tanya ka kia setelah mendengar kemauan dua calon pengantin itu.


" eumm haikal maaf boleh kah aku meminta beberapa syarat, setelah ini aku akan mengikuti apapun yang terbaik untuk kedepannya ? " tanya ka zia kepada haikal ia tidak menjawab pertanyaan kakanya.


" boleh " jawab haikal tanpa berpikir, ia langsung mengambil keputusan seperti abinya.


" pertama setelah menjadi istri darimu aku tidak ingin di bentak atau dimarahi olehmu pasti kamu paham alasannya seperti apa, jika aku berbuat salah dan khilaf tegurlah didepan aku jangan di keramaian, kedua aku tidak ingin adanya poligami atau madu garis besarnya aku tidak ingin di selingkuhi, kalau menikah nanti apakah kita akan tinggal di bandung ? bagaimana mamah pasti akan kesepian, aku bukan lulusan pondok bahkan kamu tau masuk pesantren baru beberapa hari terus berenti jadi aku mohon bimbinglah aku, dan yang terpenting aku ingin pernikahan kita di rahasiakan oleh santri santri sebelum mengadakan resepsi bukan aku tak menginginkan pernikahan ini tapi aku hanya ingin menjaga nama baikmu, memang suatu saat nanti semua akan mengetahui tapi aku belum siap " kata ka ziaa membuat haikal diam ia mencerna ucapan calon istrinya yng begitu takut.


haikal menjadi diam mendengar ucapan ka zia begitu saja namun tak lama kemudian garis senyum terlihat jelas serta lengsung pipit yang membentuk nyata di sisi kanan ia pun mengatakan " sudah aku pikirkan apapun kedepannya , untuk kita tinggal setelah menikah aku akan mengikutimu dimana kamu nyaman buatku tidak masalah, kebahgiaanmu adalah keutamaan bagiku, apa ada lagi ? dan bagaimana mungkin aku bisa mendua atau lebih sedangkan abiku mengajarkanku setia pada pasangan. " jawab haikal ia pun melihat ke arah delia fikri yang tengah bergelayut manja pada lengan suaminya.


Semua orang mendadak meledek ka zia yang begitu posesif, sifat ka zia masih membekas dan pelan pelan akan di ubah oleh haikal.


" sudah sudah malam ayo nak kembali ke hotel " kata bunda mengajak haikal serta anak anaknya kembali ke hotel. semua pun berdiri dan berpamitan untuk pulang


" Abi umi haikal besok pagi pulang ke bandung jadi sekarang haikal pamit sekalian karna jam 8 haikal ada panggilan interview di restoran , bada ashar haikal ada undangan, mohon doanya untuk haikal di terima kerja" ucap haikal disaat ia berpamitan.


" bukannya kamu ingin bekerja di perusahaan abi nak ? " tany fikri.


" ia bi tapi haikal ingin mencoba terlebih dahulu, doakan haikal abi umi bunyai abah mamah sertaa ka zia mudah mudahan di terima "


" aamiin yaallah "


" kejar cuan buat nikah yaaa kal" godaa bang erik.


" iaa ada anak orang yang harus haikal perjuangkan bang" jawab haikal meledek


" hahahhaa"


" kalau begitu kami pamit yaa Assalammualaikum"


" Waalaikumussalam"


**


Zahra dan nabila mengetahui kabar lamaran haikal dan zia lewat kedua orang tuanya namun ia ikut bahagia dan tau hukumnya kalau lamaran harus di rahasiakan mengingat banyaknya santri putra outri mengidolakan keduanya.


" Alhamdulillah yaa akhirnyaaaa" kata zahra bersyukur bahwa temannya menikah


" ia Alhamdulillah, bisa patah hati semuanya ini" jawab nabilaa saat mereka tengah mengobrol di asrama.


" ada apa ? " tanya miss kepo yaitu geng centil.


" gak ada apa apaa " kilah nabila


" jangan. bohong itu dosa "


" maksudnya ? " jawab zahra ambigu.


" cuehh pura pura berkilah, yang lo bilang patah hati semuanya apaa ? haikal ? jangan mimpi deh jelas haikal milik guee. "


" iya deh ia seterah kamu ajaa " jawab nabila mengulum senyuman ia memberikan kode kepada zahra untuk menutup pintuu.


" ckk eloh"

__ADS_1


" huss uhhh udah udah ihh kan dibilang seterah kamu ajaa, jadi jangan marah kan gak ada yang mau meledek atau mengakui kalau itu haikal kitaa, jadi jangan emosi gitu dehh, udah yaa aku mau tidurr kamu tidur dah malam " ucap zahra menutup pintu membuat geng centil itu mundur perlahan.


" ihhhhss rese yaaa"


" udah sana kembali nanti dimarahin abiku dan abinya nabila baru mengerti" ucap nabila menaikan nada biacaranya. membuat geng itu pun pergi meninggalkan kamar nabila zahra.


" fyuhhhh " keluh zahra ia pun naik ke kasur.


" untungnya mereka tidak mendengar jika mereka tahu habislah kitaaa " lirih nabila membayangkan hal seperti itu diketahui oleh santri santri.


" bisa jadi bencana,,ahh syudahlah mari kita istirahat sebelum kita yang dihukum abi. "kata zahra ia pun menarik selimut berjahit nama ponpes yang mereka tempati. hal serupa diikuti oleh nabila .


**


" mau kemana ? " tanya fikri melihat istrinya mengambil hijab frenchkhimar miliknya yang sudah langsung dengan cadar.


" aku mau melihat alisyah bii sudah tidur atau belum sekalian mengambil air putih, abi belum tidur ? " jawab deliaa.


" lihatlah putri kita dahulu setelah itu kembalilah, aku tidak bisa beristirahat jika kamu tidurnya tidak tenang(yang dimaksud fikri gelisah yaitu mengahadap ke kanan dan kiri dalam waktu yang cepat) dan jangan mengobrol karna kamu butuh istirahat" kata fikri yang membetulkan posisi selimut yang ia pakai.


" baiklah tunggu sebentar aku akan kembali,cupsss" ucap delia mencium kening suaminya dan menuju pintu kamar.


" Jangan lama! " tegas fikri.


Delia tak menjawab ia pun pergi keluar kamarnya menuju kamar mamah dimana ada viola yang ikut tidur juga dengan alisyah dan mamah.


" Ada apa nak ? " tanya mamah saat melihat putrinya berada di kamar ia berdiri di sisi alisyah sedang menatap anaknya.


" eumm mamah " ucap delia terkejut.


" hussttt"


" delia hanya melihat apakah alisyah sudah tidur atau belum mah, takutnya alisyah minta pindah hehehe " kata delia lagi ia duduk disisi mamahnya.


" alisyah gak akan pindah jadi kamu aman hehehe , bagaimana cucu mamah tidur kah ? " tanya mamah sambil menyisir rambut panjangnya yang sedikit beruban.


" zayyan sudah tidur mah, yaudah lia kembali istirahat ya mah, mamah juga yaa, cupsss" ucap delia kemudian mencium pipi mamahnya


" gak ikutan kaka kakamu ? "


" lia ketemu sebentar setelah itu lia ke kamar mah sekalian ambil minum " ucap delia menunjukkan gelas yang ia pegang.


" ohh mamah pahamm, yaudah sana, bilang suamimu mainnya pelan pelan " ucap mamah mengulum senyum ia mengerti akan kondisi putrinya dan ia lebih mengerti akan tanggung jawab anaknya.


" apaa sih mamah ini bisa aja deh"


" udah sanaaaa "


" lia keluar ya mahh titip anak anak kalau alisyah bangun nanti ketuk aja kamar liaaa yaa mah"


" mamah pastikan dia tidak akan bangun malam , kamu aman " ledek mamah. membuat delia malu ia pun pergi dari kamar mamah menuju dapur mengambil air putih ia melihat kakanya tengah menjadi tikus malam..


~


" itu liaa " ucap ka ziaa melihat delia turun dari tangga dan ka kia pun menoleh.

__ADS_1


" ada apaa " jawab deliaa saat kedua kakanya melihat ke arah dirinya


" kemana aja kami menunggumu lama " tanya ka kia.


" biasa aku habis menidurkan zayyan lalu mengecek alisyah. kaka belum tidur ? " tanyaku sambil mengisi gelas kosong dan membawa satu botol minum untuknya minum setelah nanti bertempur keringat.


" belum aku ingin membicarakan soal pernikahan ku de "


" tentang ? "


" tentang gaun dan dekor akad dimana ? " tanya ka ziaa..


" dii itu kak...


belum sempat delia menjawab suara fikri dari arah tangga membuatnya tak jadi menarik kursi makan , kia dan zia pun mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal apapun mengingat ini sudah jam 1 dini hari


" umi zayyan bangun" ucap fikri saat melihat istrinya mengobrol jelas ditangannya sudah ada botol minum. setelah mengatakan itu fikri kembali kedalam kamarnya.


" kak zayyan bangun lia minta maaf yaa gak bisaa mengobrol malam ini, nanti aku hubungi tante rifka untuk gaun kaka, oh ya ini lia bawa yaa" kata delia ia pun terburu buru dan membawa lidi lidian lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga


" eh... eheh... eh... " ucap kakia ka zia melihat lidi lidian dibawa delia.


" ada di kulkas masih banyak maafkan aku tak sempat mengambil di kulkas " ucap delia terus berjalan terburu buru.


" dasarr" gumam ka zia yang sudah hapal dengan delia.


" cape kali ademu kaa abis dari bandung biarkan ia istirhaat besok dilanjutkan " kata ka kia yang juga ikut bangkit meninggalkan ka zia.


" nyebelinn ihhhhh"


" gausah mendumel okeyyy ingat jam calon manten " ucap ka kia mengingatkan jam lewat tangannya.


" reseee "


**


" fyuhhhh" ucap delia menutup pintu kamar dan menguncinya , ia mengeluarkan keringat di keningnya karna ia berjalan sedikit cepat di tangga mendengar zayyan bangun.


" lohhh ko abi tidurrr dan zayyan tidur, siapa yang bangunnnn ? " gumam delia dalam hati saat melihat kearah box bayi zayyan tertidur nyenyak. ia melihat ke arah fikri yang juga tertidur dan meletakkan minuman serta cemilan yang ia ambil di meja.


" abii katanya zayyan bangunnn " lirih deliaa ia membuka khimarnya dan menggantung di tempat yang sudah di sediakan.


" abiii" tak ada jawaban dari fikri ia pun menoleh dan menghampriinya.


" abiiii ihh di cuekinnn , masa udah bobo baru aja bangunnnn " protes deliaaa ia menggoyangkan tubuh suaminya.


" abiiii" kata delia dan langsung di peluk layaknya guling oleh suaminya.


" abii ihh lepasinnn aku mau ganti bajuuuu" rengek deliaaa..


" gausah ganti bajuuu nanti juga gak akan pakai bajuuu" bisik fikri tepat di telinga deliaa membuat delia menutupkan telinga dengan bahu miliknya, hembusan nafas fikri membuat delia menggerakan badannya karna gelii.


" abi nanti duluu katanya zayyan bangunn tapi umi lihat zayyan tertidur bii" tanya delia heran, ia tidak mengerti maksud fikri apa, fikri pun mencium pipi delia dengan gemas, sudah punya anak 2 sifat polos dan manjanya masih terlihat jelas.


" maksud abi zayyan bangun itu yaaa yang dibawah, yang membuat baby zayyan , yang bikin perut umi melendung " kata fikri

__ADS_1


delia pun paham iaa hanya bisa pasrah dan mengigit bibirnya membuat fikri sudah tidak tertahankan lagi, namanya juga laki laki memiliki hawa nafsu termasuk fikri walau ia seorang yang dipandang tapi ia juga manusia yang memiliki hawa nafsu. tak masalah jika disalurkan kepada yang halal yaitu istrinya. akan jadi masalah jika tersalurkan kepada yang haram.


" ta... tap.. ta.. tapi pelan pelan yaaa" kata delia menjadi gugup.


__ADS_2