Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#273 Pengakuan alisyah


__ADS_3

Rasa nyeri pada perut delia pun mendadak hilang dengan sendirinya disaat kantuknya melanda, ia dengan leluasa tidur tanpa merasakan sakit akibat efek obat yang membuatnya tertidur , hingga tanpa terasa jam menunjukkan pukul 02:30 delia fikri pun melaksanakan ibadah sholat tahajud di dalam kamar, usai sholat tahajud mereka memutuskan untuk turun kebawah melihat anak anak yang membangunkan mereka sahur atau tepatnya membangunkan delia.


Ning cantik ayo bangun... Ningcantik ayo bangun.. bangun bangun ayo bangun... ayoo ning bangun...(ucap mereka dengan menggunakan drumband serta darbuk mereka berkeliling membangunkan sahur)


"sayang itu ada yang bangunin sahur ? " tanya fikri sambil membantu melipat sajadah.


" iya disini seperti ini sayang, kalau di bandung aku belum tau " jawab deliaa melipat mukena.


" dibandung pakai bedug sayang, aku malah baru tau kalau pakai darbuka dan drumband" ucap fikri terheran yaa sebenarnya membangunkan sahur untuk daerah berbeda atau bahkan sama dengan apa yang ada dikota lain namun karna selama menikah dengan delia ini kali pertama ia mendengarkan hal seperti ini dan kali pertama puasa bersama, begitupun dengan haikal.


" yasudah yuk turun"


Fikri dan delia pun turun sebelumnya delia membangunkan alisyaah untuk turut ikut berpuasa. setelah membangunkan alisyah dan membantunya untuk ke toilet kini delia menemui anak anak untuk membagikan makanan dan sedikit uang untuknyaa ditabung atau dibelikan menu berbuka puasa nanti sore.


" terimakasih ning gus kaka kaka" ucap mereka bersama. " sama sama hati hati yaaa jangan bolong puasanya" ucap fikri melambaikan tangan


" baik gus , Assalammualaikum"


" waalaikumussalam "


Gerombolan anak anak dikampung delia mereka pun pergi meninggalkan kediaman rumah pak reno zainal. mereka melanjutkan kegiatannya untuk membangunkan orang sahur.

__ADS_1


sahur... sahur.... sahur... sahur... ibu ibu bapak bapak ade ade semuanyaa sahurrrrrrrrrr.. " seru mereka sambil memukul alat yang telah dibawa.


Setelah memastikan anak anak telah pergi kini fikri dan delia masuk kedalam rumah menyusul kaka kakanya yang telah lebih dahulu,


" hayo nak sini nanti keburu imsak " ucap mamah melambaikan tangannya meminta delia fikri cepat makan.


" iya mahh " ucap delia fikri mereka berjalan menuju westafel untuk mencuci tangan dan dilanjut makan.


" cieee sekarang udah ada yang di sendokin nihh makannya " goda kia melihat pasangan pengantin baru yang sedang meletakkan makanannya kepiring haikal.


" hustt kaka "


" ya gapapa gak salah kan ? " ucap ka zia yang sepertinya mulai cuek dengan tingkah ka kia.


" sudah sudah jangan goda pengantin baruu mari makan " ucap mamah kemudian mereka pun makan sahur bersama.


Tawa canda mewarnai kediaman rumah Alm pak reno zainal, suster ka kia pun diikut sertakan sahur bersama dengan mereka, baik keluarga mamah dan keluarga bunda mereka tidak pernah membedakan antara pekerja dengan majikan semuanya sama.


" sus vio belum bangun ? " tanya kia


" belum bu"

__ADS_1


" setelah makan tolong chek vio yaa dan zayyan juga " pinta kakia dan langsung disetujui oleh suster namun siapa sangka baru saja ingin menyetujui permintaan majikan justru teriakan histeris dilakukan oleh alisyah.


" Jangan, jangan ncus liat adikku" teriak alisyah dengan begitu khawatir, fikri yang paham dengan karakter anaknya pun mencoba menenangkan alisyah. " sayang hey ada apaaa " ucap fikri mengelus kepala alisyah.


" nak ada apaa ? sini sama umi kamu kenapa " kata delia khawatir.


" mamih salah ya nak ? " tanya kia terheran.


tak memperdulikan alisyah suster pun pamit untuk mengecek keadaan anak anak baru sajaa langkahnya menginjak anak tangga suara teriakan pun terulang kedua kalinya.


" ncusss kalau ada yang sedang berbicara tidak sopan untuk pergi begitu saja" ucap alisyah lagi. "apaan lagi sih cempreng" gumam suster dalam hati ia sangat kesal dengan alisyah ia pun terpaksa membalikkan tubuhnya ke hadapan mereka


" duduk lah sus " pinta kiaa..


" Ada Apa cantik ? " tanya papih erik.


" coba baik baik saya sini ada apaa katakan sama abi kenapa kamu bersikap seperti itu ? " tanyaa fikri membawa alisyah kedalam pangkuannya.


" huhhh abi lisyah sebel dengan sustel ini ? " gerutu alisyah dengan melipat kedua tangannya di dada .


" ada apa alisyah, sayang gak baik seperti inii yaa tangannya ayo bicara baik baik. " kata fikri lagi..

__ADS_1


Alisyah pun mulai menceritakan kejadian yang ia lihat..


__ADS_2