Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Seperti artis


__ADS_3

" Delia sini kaka kerik supaya enak badannya" ucap kakia yang berjalan menghampiri Delia yang terbaring.


" Engga kak, "


" Delia jangan di kerik kak nanti saja setelah menikah" ucap mamah yang sedang melipat mukena.


" loh emang kenapa mah" tanya zia


" Dihhh si dodol"


" Lahh.. " heran zia sambil memikirkan perkataan kakanya, saat tau maksud dari perkataan kakia zia pun mulai membuat tingkah konyolnya dan itu membuat seisi ruangan tertawa. " Lah iya baru tau nanti malam pertama merah merah pas dibuka sama lakinya" lanjut zia sambil tertawa.


" Ziaa ihhss parah, eh tapi ga lucu ya de di punggung merah di kerik kalau itu" sahut Kia menggantung.


" Kalian ini sudah sudah kasihan Delia nanti papah dateng dimarahin loh" ucap mamah memperingati karna papah tidak suka anaknya bercanda berlebih.


" Heyyy ayooo Delia semangat besok nikah ini adalah hari kamu menjadi single "


" Iyah kakaku "


" Ya udah tidur yu besok delia bangun pagi pagi kita akan di makeup dan jam 6 harus sudah tiba di pondok pesantren sebelum nanti melangsungkan ijab" jelas mamah sambil membantu delia terbaring.


" Mah apa tidak kelamaan disana kan tidak jauh lebih baik jam set 7 sampai di pondok dan kita jalan jam setengah 7 kurang. bukan tidak boleh nanti delia di sembunyi dimana? bukannya tidak baik disatukan sebelum halal? " tanya kakia


" Baiklah "


Merekapun melanjutkan pembicaraan tak lama kemudian merekapun memilih untuk tidur.


@@@@@


" Abi abi alisyah sudah ngantuk " panggil alisyah saat berpapasan dengan fikri yang ingin pergi kekamar alisyah.


" Hayoo sayang kita tidur yu, anak pintar " ucap fikrI sambil menggendong alisyah membawanya ke kamar.


Tak lama kemudian mereka berada di kamar alisyah yang posisinya bersebelahan dengan kamar fikri yang terletak dilantai 2 , merekapun melaksanakan hal hal yang selalu fikri terapkan pada alisyah yang menjadikannya sebagai rutinitas sebelum tidur.


" Sudah sayang anak pintar, sekarang baca doa ya " ucap fikri sambil menutupi alisyah dengan selimut.


" Iyah abi "ucap alisyah sambil membaca doa sebelum tidur di dalam hati. " sudah abi selamat tidur" lanjut alisyah.


" Selamat tidur juga alisyah"sahut fikri. Rasa kantuk yang dirasa alisyah mampu membuat fikri ikut merasakan kantuk seperti sinyal untuk ia berisitirahat, fikripun terlelap dalam tidur nya bersama putri kecilnya.


@@@@@


Terlihat wanita cantik sedang duduk menghadap cermin sambil melihat polesan demi polesan yang Tim makeup layangkan ke wajah delia. tak lupa tim video yang di perintah fikri merekam moment demi moment yang akan digabungkan menjadi satu.


Berbeda dengan kakia kazia mamah yang lebih dulu telah selesai di makeup serta mereka sudah mengganti busana. cantik itu lah satu kata yang mewakili mereka, Deraian airmata diusahakan tidak lolos membasahi pipi saat melihat anak kecilnya menikah diusia muda. " Nak, mamah harap kamu bahagia dengan laki laki pilihanmu" Gumam mamah dalam hati.


" Selesai " Ucap salah satu MUA yang telah menyelesaikan tugasnya. untuk merias keluarga pengantin wanita.


" Ma syaallah tabarakallah deliaa "


" Meni geulis pisan atuh "


" Ayo atuh foto dulu "


" Nak kamu cantik banget padahal kamu pakai cadar tapi tetap cantik banget, ya udah Ayo atuh dikit lagi acara akan dimulai" ucap mamah yang memeluk putrinya tak lama kemudian ia pun menuntun anaknya untuk pergi ke pondok pesanteren yang akan digelar akad nikah disana.


" Anak papah cantik bangett sholeha " ucap papah saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Terimaksih papah, pah mah dampingi delia sampai delia tua ya " Ujar delia yang kini perasaan mulai bercampur.


" Tentu sayang "

__ADS_1


" Mah apa bela dan nisa sudah sampai " Tanya delia kepada mamah saat mobil sudah dalam perjalanan.


" Sudah de sudah di pondok" Sahut ka kia.


" Alhamdulillah"


@@@@


Terlihat laki laki yang terus berzikir dan beberapa kali melantunkan ayat suci alquran untuk menghilangkan rasa gugup..Terlihat dari cara iya menatap. saat ini fikri dan keluarga sudah lebih dulu tiba di pondok pesantren subuh tadi.


fikrI dengan delia akan dipisahkan dalam ruangan dimana fikri dan keluarga di ruangan yang berada di aula yang akan melangsungkan ijab qobul nanti. sementara delia dan keluarga di persilahkan menempati rumah singgah yang posisinya terlihat jelas dari asrama putri maupun putra.


Anak santri maupun santri wati terus penasaran dengan gadis sholeha yang akan menjadi istri dari gurunda mereka.


" Aku penasaran ihs ko belum dateng juga ya " ucap salah satu santri wati.


" Jauh mungkin"


" Yaa masa sihh apa gagal "


" Heh jangan ngomong seperti itu, guru kita mau nikah harusnyaa kita sebagai murid santri mendukung pernikahannya kagum boleh Asal jangan bodoh, " ucap salah satu kepala pengurus santriwati.


" Astagfirullah aseef jiddan ukhty"


" Siap siap hari ini akan menjadi hari patah hati untuk kalian, dengan siapa atau sama siapa ustad kita bersanding kita harus menghargainya"


" Baik ukhty"




At ruangan di dalam aula.




" Sayangggg jangan menangis ya nanti alisyah jadi anak yang manis ya sayang "ucap fikri yang ingin menggendong alisyah namun tertahan.



" Jangan fikri, alisyah sama abah saja ya " ucap abah yang datang menemui anaknya.



" Ada apa abah "



" Apa kamu sudah siap? " tanya abah.



" Sudah abah "



" Tamu sudah memenuhi ruangan aula fikri sebaiknya kamu telpon keluarga calon istrimu" ucap abah yang kini mulai khawatir saat jam mulai memasuki pukul 7.



" Baik abah fikri coba hubungi papah reno " jelas fikri sambil mengeluarkan ponsel. saat akan menelpon tyo datang mengabarkan bahwa keluarga delia sudah sampai namun belum turun dari mobil.

__ADS_1



" Abah Rombongan sudah tiba abah alhamdulillah, namun karna diluar anak anak penasaran dengan istri fikri dan saat ini mereka berada didepan mobil yang membawa delia" ucap tyo yang sebenarnya.



" Astagfirullah begitu penasaran dengan delia kasihan menantuku tolong atur dengan baik " Jelas bunda sambil menuntun alisyah.



Tyo pun langsung bergegas menuju kerumunan, seperti halnya fans yang ingin berjumpa dengan idolanya namun kali ini berbeda lebih tepatnya penasaran dengan wanita yang akan disandingkan dengan ustad mereka.



Disisi lain, Keluarga delia mulai bingung sampai mobil yang mereka kendarai berhenti didepan pintu rumah singgah yang akan langsung membawa delia masuk, sesuai apa yang diperintahkan fikri untuk menyembunyikan calon istrinya sebelum menjadi istri sahnya.



" Papah ini gimana kita turun nya penuh banget " ucap mamah yang sedikit kebingungan.



" Udah kaya artis aja kamu delia, padahal pakai cadar tapi pesona kamu membuat mereka penasaran" ucap ka zia yang langsung mengabadikan moment itu.



" Sebentar tunggu dulu, "



" Berapa anak santri sih mah ko banyak banget " tanya zia.



" Matikan rekamanmu sayang, ini ada kalau tidal salah 1300 santri gabung ya "



" Banyaknya"



Tidak lama tyo dan para pengurus lain nya pun mulai membubarkan anak anak untuk melihat dari kejauhan, lebih tepatnya menggeser untuk keluarga delia masuk kedalam rumah singgah karna acara sebentar lagi akan dimulai.



" Alhamdulillah sudah tiba pak, hayoo pak saya bantu " ucap tyo membuka pintu mobil.



Mamah dan kakia turun tak lama kemudian delia turun langsung disusul ka zia dan papah. seperti artis banyak yang kagum akan pesona delia hingga delia keluar mereka banyak yang terpukau akan ke cantikan kesaliha wanita berbalut cadar.



" Mari pak kita ke aula karna acara akan segera dimulai " ucap tyo pada papah.



" Baik lah Mari kita kesana delia disini dengan Bella dan nisa "



" Iyah papah "

__ADS_1



Papah dan lain nya pun keluar dari rumah namun saat mereka keluar keadaan didepan pintu sepi tidak seperti mereka datang Yaa karna para pengurus cepat mengatasi hal hal yang terjadi.


__ADS_2