
" ya abah bunda juga heran tapi bunda seneng keadaaan delia kembali ceria, bunda tidak ingin menantu kita merasa terbeban kan dengan statusnya saat ini, bunda juga paham usia delia masih muda masih aktif aktifnya main apalagi seumuran dengan syifa "
" Iya bun, tapi engga seperti itu juga,menantu kita selama ini tidak pernah mengeluh "
" Abah bunda tenang saja delia pasti bisa menjaga dirinya dengan baik " sahut fikri yang mengerti perasaan kedua orang tuanya.
" Suaminya sudah bersuara bun " ledek abah.
" Si abah aya aya wee"
****
"Teh mau yang mana" tanya syifa saat delia belum memutuskan pesanannya.
" Hmmmmm teteh mau baso aci mercon campur tulang rangu ya " sahut delia mantap.
" Oke baiklah tunggu sebentar " sahut pelayan.
"Salsa ihs main HP terus " tegur syifa yang jengah mengajak adiknya namun ponsel terus yang ia liat.
"Hmmm ka nanti turunin aku disimpang depan ya aku mau kerumah temen " sahut salsa pada kakanya hari ini salsa juga ada janji dengan teman temannya.
" Pulang dulu lah izin sama abah bunda " sahut syifa yang tidak berani mengizinkan terlebih ada a fikri yang libur.
" Ayoolah kak "
" Nanti kalau abah bunda nanya aku jawab apa syukur syukur kalau abah sama bunda coba kalau a fikri mati aku " keukeuh syifa yang tidak ingin ikut ikutan.
#Flashbackon#
"Syifa mana salsa ko engga ikut pulang sama kamu " tanya a fikri yang tidak melihat kehadiran adik kecilnya itu.
" Hmmm itu A hmm anu " guyup syifa, berharap bunda yang menanyakan justru malah a fikri yang harus ia hadapi apes itulah yang dirasakan oleh syifa niat menolong adiknya justru malah ia yang kesemprot aa nya.
" Kalau ditanya jawab yang bener anu anu "
" Itu ka tadi salsa zin kerumah temennya a " gugup syifa.
" cewe? "
" syifa gatau a "
" Kamu ini gmna kan salsa dengan kamu "
" Syifa gatau a fikri, salsa minta turun di simpang depan syifa turunin "
" Kamu kalau kaya gtu jangan mau harus izin yang jelas dengan siapa dimana temennya jangan main turunin aja "
semenjak saat itu syifa engga mau kalau disuruh izin atau turunin dipinggir jalan. dan disaat itulah salsa memberitahu berteman dengan siapa saja.
#flashbackoff#
"Yaaaa yaaa gimna kak "
"Teteh gamau salsa"
" bagaimana kalau teh delia " tanya salsa pada delia.
__ADS_1
" Teteh takut ah nanti a fikri marah "
" tapiiiiiii kann" ucap salsa terpotong.
" Sudah makan dulu mumpung panas " sahut delia yang semangat menikmati baso aci.
Mereka pun menikmati bakso aci pesanan mereka,tak ada obrolan yang terjadi diantara mereka jika sudah dihadapkan oleh makanan favoritnya, lain halnya dengan Syifa dan delia, salsa yang tidak dapat persetujuan dari syifa dan delia untuk izin bermain dengan kawannya merasa kesal sekaligus menggrutu ia pun menjadi tersedak "hukkkkhuhkkk ekhm " Suara tersedak dari salsa sambil menepuk nepuk dadanya membuat syifa delia menoleh. Delia pun memberikan minumannya untuk adik iparnya sambil menepuk punggung salsa" Ini minum punyaku " Sahut delia memberikan minum. Tanpa banyak bicara salsa pun meminumnya karna minuman salsa telah lebih dulu habis. Syifa pun hendak bangun untuk memesankan minuman delia namun dicegah olehnya. " Gausah biar aku aja " Delia pun bangkit memesan minuman tak lupa ia memesan satu mangkok baso aci untuknya.
" teh delia nambah " Tanya syifa memastikan saat satu mangkok baso aci dihadapannya. Tanpa jawab delia mengiyakan pertanyaan itu dan sontak membuat syifa syok kaka iparnya sejak kapan menjadi makan porsi double. " kak yaudah aku duluan ya kalau gamau ada yang izinin, aku mau main sama teman aku dahhhh teteh dah syifa " Sahut salsa berlari keluar sebelum ia disusul oleh kedua kakaknya terlebih mumpung delia menikmati pesanannya. " tunggu deeee salsa " Teriak syifa memanggil adiknya. Namun disisi lain ia tidak mungkin meninggalkan delia sendirian bisa diamuk a fikri nanti, " yaudahlah " Gumam syifa dalam hati. " Udah gausah dikejar teh biarin aja " Cegah syifa saat delia ingin menyusulnya.
" Itu anak gadis loh teh kasihan sendirian " sahut delia yang lari menyusul salsa namun ditempat parkiran salsa sudah tidak terlihat. panik itulah yang dirasakan delia, harus bilang apa ke suaminya dan mertuanya nanti. " Kemana teh " tanya syifa pada kaka iparnya.
" Sudah pergi teteh cari ga ada "
" cepet banget tuh anak jalannya " ucap syifa yang ikut menoleh sana sini berharap bertemu dengan adiknya namun tetap tidak melihat salsa. syifa dan delia pun masuk melanjutkan makanan sambil menunggu pesanan untuk fikri dan abah bunda.
15 menit pesanan pun tiba setelah membayar mereka keluar menuju parkiran. kali ini delia yang menyetir sebenernya syifa tidak mengizinkan namun delia memaksanya untuk ia mengemudikan mobil. " udah teh biar syifa aja " pinta syifa yang saat ini sudah duduk di kursi samping pengemudi.
" Gapapa teteh aja " sahut delia sambil matanya fokus melihat depan, begitu lancar dalam menjalankan mobil padahal delia belum pernah membawa mobil namun nekad itulah delia ia tidak ingin merepotkan siapapun..
15 menit perjalanan menuju rumah karna jalanan cukup sepi membuat delia menaikkann kecepatan.
"Nanti kita jelaskan sama a fikri ya biar nanti teteh bantu bicara " sahut delia menenangkan syifa yang sejak tadi menggigit jarinya saat mobil sudah masuk kedalam pekarangan rumah adam syarief dan benar saja fikri sudah menunggu di depan.
TIN.. TIN..
Syifa dan delia pun turun. delia takut karna ini kali pertama ia bawa mobil tentu fikri tidak mengizinkan delia membawa mobil. "Assalamu'alaikum abiii " ucap delia gugup sambil salim ke fikri diikuti syifa.
"Waalaikumsalam" jawab fikri yang sejak tadi memperhatikan mobil sepertinya hanya ada syifa dan delia, kemana adiknya ?
" A teteh syifa duluan ya mau nyusun ini sekalian dipanasi" pamit syifa yang hendak menaruh baso aci. saat ingin melangkah suara fikri mengurungkan niatnya.
" Iiiya aa " gugup syifa yang langsung larii menemui bibi.
" Biiii aku nitip ya tolong dipanasi dipisah ya biii punya aa sama bunda " pinta syifa yang langsung lari menemui fikri.
" Udah "
" Kalian pergi bertiga kenapa jadi berdua " tanya fikri. pada adik dan istrinya.
" Abiii kita duduk yu " pinta delia pada suaminya ia tauuu suaminya sedang penasaran namun supaya setan tidak membuat keadaaan runyam delia mengajaknya untuk masuk kedalam dan membicarakannya dengan duduk.
Merekapun mengikuti ucapan delia untuk membahasnya dengan duduk. saat semua sudah duduk delia lagi lagi menarik nafas melihat tingkah suaminya yang tidak bisa di baca tentu disaat seperti ini ia bingung harus berkata apaaa..
"Jelasin "
" Jadi gini a tadi tuhh pas kita lagi tunggu makanan salsa bilang sama aku minta diturunin di simpang jalan, nah aku gamau a aku bilang pulang dulu izin sama abah bunda kalau mereka gaada yaudah izin sama aa, aku gamau ngasih izin gitu, tapi tetep salsa maksa buat aku turunin sampe teteh delia juga disuruh izinin salsa.. teteh delia sm aku juga gamau a, nah pas itu kita makan kan a terus dia keselek nah teh delia ngasih minumannya terus teh delia pesen lagi minum sama baso buat kitaaa tapi kalau baso cuma buat teh delia aja terus pas lagi makan salsa bilang yaudah kalau gamau izinin aku pergi dulu ya bye, langsung kabur a terus aku panggilin gamau berhenti. aku sama teh delia kejr udah ga adaa " jelas syifa panjang lebar, syifa gamau nanti dibawa bawa oleh salsa ia berbicara jujur apa adanya dari pada dapet masalah.
Fikri pun menoleh ke istrinya, delia yang ditatap fikri pun menunduk karna takut suaminya marah.
" Biarin urusan salsa menjadi urusan aa sama abah, kamu habis berapa mangkok sayang " ucap fikri yang mengangkat dagu istrinya. mendapati mata cantik delia yang teduhhh tanpa permisi dikecup lah mata nya delia sebagai penenang untuknya.
" Hufttt alhamdulillah,so sweet banget aa " gumam syifa dalam hati.
" Gausah takut ya miiii," sahut firki yang langsung membawa kepala delia ke dadanya diusap nya kepala delia dan dikecup nya.
" Iaa abii maafin aku "
__ADS_1
" Eleleehhhh ada apa ini peyuk peyukkk, abahhhh mau jugaaa" sahut bunda yang baru saja datang dengan abah dan bundapun ikut merengekkkk kepada abah.
" Bunda bundaaa " sahut abah sambil memeluk bunda..
" Pada peyuk peyukkk syifa peyuk bantal aja deh " sahut syifa memeluk bantal sofaa.
" nikah dee "
" Gamauuu syifa mau kuliahhh " tolak syifa.
" Yaudah jombloo " ledek a fikri sambil tertawa..
" Aaaaaa mah jangan gtuu "rengekkk syifa.
" Gapapa dee sendiri itu terhormat dan disayang Allah menunggu jodoh yang dikash Allah laki laki yang tepat " sahut delia yang membela adiknya.
" Teteh delia loveyou "ucap syifa yang langsung ingin memeluk delia namun di cegah oleh fikri.
" ettttttt stop, biar aa aja yang mewakilin peluk " sahut fikri memeluk delia dengan eratt.
" Dasar a fikri pelit ahh, abahhhhhhh" rengek syifa pada abahnya.
" Aa biarkan adikmu peluk kaka iparnya "
" Ia abah tapi nanti "
merekapun saling ledek ledek kan sampe bibi datang membawakan baso aci untuk mereka.
" Wahhhh apa tuh bii " tanya bunda pada saat bibi membawakan nampan berisi mangkok mangkok.
" Ini tadi syifa bawain suruh bibi panasin " ucap bibi menyusun mangkok dimeja.
" Makasih banyak ya bii "
" sama sama " bibi pun berlalu.
" Wah baso aci " ucap bunda mengambil mangkok dan langsung mencicipi baso aci.
" Abah bedua bunda aja yaa " sahut abah yang menghargai makanan yang dibawakan anak menantunya, sebenarnya abah tidak terlalu suka.
" Ini yang bikin menantu abah bunda habis dua mangkok " celetuk fikri.
" Oh yaaa yaAllah nak apa engga sakit perutnya "
" engga bunda hehehe, "
" enak abii " tanya delia melihat suaminya lahap.
" enakkk pantes kamu suka "
" Aku mau biii tapi kamu gigit yaa nanti kasih aku sisanya " pinta delia dan itu membuat fikri menoleh
" kamu kan udah yangg nanti sakit perutnya "
" aku mau a " rengek deliaa yang langsung bersandar pada sofa.
" sayangg yaudah jangan banyak banyak yaa " pasrah fikri yang tidak tega melihat istrinya.
__ADS_1
" Bekas abi maunya, gigit dulu terus kasih akuu "
" tunggu yaaa deeee "