
Hallo semuaaa sahabat author tercintaa ๐terimakasih yang sudah doakan dan support author๐ , ketemu lagi dengan author tercintaaaa๐( Ala ala selebgram) *Apaansih thor .
masih penasaran sama kisah Delia dan Fikri ??
Masih ada yang sukaaaa sama cerita nya gak nih ๐๐
Author mau tau dong karakter siapaa yang jadi favorit kalian ??
Sebelumnya author mau minta kritik dan sarannya kalian dong untuk kedepannya mengenai karakter yang kalian suka ??
Oh ya author mau kasih info rencananya author mau bikin karya keduaa nihh mudah mudahan pada suka yaaa ๐ dan berhubung saat ini kita lagi berbincang bincang aseekkk gimana sihh tanggapan kalian kalau dikeluarga kalian ada orang seperti salsa?๐
Dannnnnnnn author mau mintaaa maaff yang sebesar besarnya. dikarnakannnn....
*
*
*
Baru author up yuu stay tune yaa gaess dannn jangann lupa like komen share and vote ๐๐๐
***
At lantai 3
Salsa tengah asik joget berdiri paling depan seperti memimpin gerakan sedangkan syifa ia tengah merekam joget salsa, sedangkan zia ia memilih untuk menontonnya karna ia sendiri belum begitu lancar.
" Ayolah kazia seperti iniii lohhh " ucap salsa sambil menggoyangkan badannya .
" Gabisa kaka dee "
" Nihhh ikutinn musiknya kak, " sambil memperaktikan gerakannya.
tanpa sepengetahuan salsa ada sepasang mata yang memperhatikannya. ya siapa lagi kalau bukan fikri..
" Astagfirullah salsa " Gumam fikri dalam hati, ia ingin sekali menghampiri mereka namun apalah ia tidak enak dengan keluarga delia. fikri pun memilih berlalu meninggalkan mereka.
****
" Nak apa masih mual " tanya mamah pada putrinya ituu.
" Engga mah udah seger delia udah enakkan " jelas delia sambil menatap manja sang mamah..
__ADS_1
" Aduh sepertinya cucu bunda ingin bertemu kakek neneknya " canda bunda sambil menoleh semua orang yang berada disana.
" Sepertinya gitu bunda "
" Aih gapapa lah biar bisa beraktifitas kaaya biasanya ya nak "
" ehhehe iya bunda "
fikri pun menghampiri mereka " Loh dari mana nak " tanya bunda.
" Ambil dompet dikamar bun mau pesen makanan apa biar fikri belikan " ucap fikri sambil memberikan dompet kepada delia.
" atuh delia ikut keluar a "
" Engga mah, delia yang pegang biar kita pesan aja yaaa dirumah "
" Aihh romantisnya adik ipar aku iniii " ucap kakia yang sejak tadi memperhatikan delia.
delia dan fikri hanya menoleh kearah sang kaka memberikan senyuman padanya, baik fikri maupun delia tidak pernah menyembunyikan sesuatu satu sama lain bahkan karna rasa cinta dan memuliakan istrinya fikrilah yang memberikan dompetnya kepada delia, jika sedang tidak bersama fikri lebih meminta sang istri menyiapkan uang yang sekiranya cukup untuknyaa pergi namun delia yang mengerti pun memberikan uang cass yang sepertinya lebih dari cukup dan juga kartu Atm suaminya. etsssss tenang yang delia keluarkan adalah uang fikri kok bukan uang miliknya dari usaha yang ia jalani.
" pizza aja aa kayanya enak ya " ucap mba wulan dengan cepat padahal fikri belum menanyakan pada mereka. melihat tingkah mba wulan membuat fikri dengan cepat menggelengkan kepalanya..
" Kamu mau apa sayangg biar nanti Abi belikan " ucap fikri pada istrinya dengan penuh cintaaaa dan kelembutan, aku mendongakkan kepalaku menatap suamiku, aku yang mendapati perlakuan suamiku membuat jantung ini berdegup kencang. karna kanan kiriku diapit oleh mamah dan bunda membuat suamiku berdiri dibelakangkku.
Mamah dan bunds yang mengertipun mencoba menenangkan delia gimanapun caranya supaya anak itu tidak memakan asam yang terlalu
" Hmm sayangg apa kamu gamau coba pizza sepertinya enak dengan banyak menu lainnya " ucap bunda dengan penuhh keyakinan. sebenarnya ia tidak bisa menolak keinginan sang menantu apalagi kehamilan ini lah yang menjadi penerus kelurga adam syarief.
" bunda delia mau boleh ya bun"
" Sayanggg dengarkan mamah nak, kamu boleh makan apapun ituu sayang asalkan jangan sekarang ya soalnya kamu baru baikkan nak, nanti setelah kamu sehat dan bisa beraktivitas seperti biasanya kamu pasti diajak makan langsung sama suamimu,, yakan nak fikri " jelas mamah.
" Iyah sayang benar kata mamah kita beli pizza dulu ya sama chiken dan lainnya kasihan anak anak mau ngemil pastinyaaa " ucap fikri menatap mata istrinya. kali ini delia tak pakai cadar.
" Yasudah abii bolehh, terus yang diatas mau disamakan bii "
" samakan saja ya mii soalnya kasihan abang kurirnya "
" baiklah bii, abii alisyah kemana ya bi" tanya delia yang sepeetinya merindukan anak kesayngn nya itu yang sudah lama tak ia urusi.
Belum sempat fikri menjawab ia sudah lebih dulu menyelinap melewati kaki kaki bunda dan lainnya.. " Umiiiiiii yeyyy ummi udah sembuhh"
" Ehhhh yaallah alisyahh hati hati sayang " panik semuanya saat gadis mungil itu sedikit berlari untuk menemui delia.
__ADS_1
" Ehh anak ummi hati hati sayanggg pelan pelan nak. nanti kena gelas yaa cantiknya ummi "
" Alisyah pelan pelan sayanggg hati hati nanti dedeny kena "
" upsss, sorry dad " sahut alisyah menggunakan bahasa inggris membuat semua mata menjadi bulat sempurna.
" Alisyah kamu siapa yang ngajarinn sayanggnya ummi " tanya delia lembuttt dituntunnya ia duduk dipangkun delia namun alisyah tidak mau duduk di pangkuan delia.
" Lisyah liat di youtube abii alisyah minta maaf "
" Yasudahh abii sudah pesankan makanannya" ucap delia memberikan kode ke fikri agar tak menasehatinya dikeramaian. firki yang paham pun mengambil ponselnya dinyalakan ponselnya dan ia pun dengan cekatan memilih makanan di layar ponselnya.
" abi pasti marah ya sama lisyah "
" Cupsss" delia mencium kening sang putri
" engga sayanggg abi ga marah lisyah kan anak pintar anak baikk jangan nangis ya nanti dedenya ikut sedih liat lisyah nangis "lanjut delia mengusap kepala anak gadis yang berhadapannya
" Yaallah adik gue penyayang bangett sama anak tirinya " gumam kakia sejak tadi menatap mereka begitupun yang lainnya diam membisu meliht tingkah alisyah yang manja dengn delia dan delia yang begitu penyayang.
" Dede bayi jangan nangis yaa kaka udah ga nangis lagii, jangan nakal ya nanti kalau ummi sakitt lagii nanti kaka sedih lohhh, kalau kaka sedih nanti dede sedih dan umi sedihhhh, terus abi juga ikut sedihhh" ucap polos alisyah pada perut delia yang rata.. tingkahnya yang menggemaskan dan polos membuat semuanya terharuu. biasanya anak seperti itu akan rewel namun ia menunjukkan sikap dewasa kaka yng baik.
" Ia kaka alisyah ade engga nangis kak " sahut delia menjawab ucapan alisyah dan itu membuat lisyah berlari kepelukan papah tyo.
" lohh ko disana nak, sini sama umi "
" aku tidak ingin dede sakit mii kalau lisyah dipangku ummi nanti berat teruss dede sakitt, lisyah sama papah tyo dulu mii "
" Aduhhh gemesssssny alisyahhhhhh
" yaallah pinternya anak fikrii..
" Aaaaaaa bawa pulang bolehhh deee " ucap mamah yang ikut gemes melihat aksi alisyah.
" Gamau nek kalau lisyah ikut nenek nanti kalau ade nakal ummi sakit nanti kalau umi sakitt dede sedihh " lanjut lisyah yang mengerti maksud mamah nya delia.
" Aduhh kan lemesss bangettt yaallah " ucap mereka
" Alisyah " sahut fikri.
" nenek alisyah minta maaff perkataan alisyah ga sopan ya nek "
" kamu lucu sayngg nenek sukaaaa "
__ADS_1
maaf semuanya author baru ๐ญ๐ญ