Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#172


__ADS_3

Setelah mengantarkan haikal kembali ke pondok pesantren , wulan juga sudah kembali meninggalkan pondok pesantren milik keluarganya. Suara adzan terdengar merdu menggema diseluruh pelosok, suara yang tidak asing lagi di telinga masyarakat, akhirnya kembali terdengar setelah 10 hari ia berada di depok dan dirindukan oleh masyarakat sekitar.


" itu suara.haikal " kata masyarakat ia pun berbondong bondong datang ke masjid yang berada di pondok. masjid yang dibangun bukan hanya untuk santri melainkan untuk masyarakat umum atau warga sekitar.


" MasyaaAllah sudah tampan, sholeh, suara nya bagus , idaman bangettt" gumam ukhty ukhty yang mendengar azan haikal.


" gak dapet abinya gapapa lah anaknya " gumam santri putri lainnya.


" gue lahh secara gue yang paling cantik jadi cocok bersanding dengan kang haikal "


" dih yeuhhhhhh" sorak tak suka di lorong pesantren terdengar,


" ada apa nih" tegur santri senior putri yang hendak berjalan ke aula.


" tidak ada kak "


" kalian bertengkar hanya karna ingin memiliki haikal ?" tanya santri senior , semua santri yang memperebutkan haikal tadi menjadi diam dan menunduk, tidak ada yang berani berbicara.

__ADS_1


" dengerin yaa cantik wajah itu tidak menjamin tapi cantik hati dan adab sudah pasti itu yang menang, cantik wajah dibawa ke tanah tapi cantik hati dibawa ke jannah, begitu kata abi fikri setiap kajiannya, jadi jangan bertengkar , berlomba lah dalam kebaikan , setiap kebaikan pasti mengantarkan hati kita menjadi baik, orang baik terlihat dalam aura nya, " jelas kaka senior kemudian berjalan menuju aula.


" dengerin tuh" oceh salah satu santri yang pendiam. semua pun berjalan menuju aula.


Pintu gerbang utama pesantren sudah dibuka sedikit, untuk warga dan masyarakat sekitar yang ingin sholat di masjid, banyak masyarakat dari wanita maupun laki laki berbondong datang ke masjid. " menantu idaman " gumam mereka


Akhlak dan paras haikal mampu membuat siapa saja terpesona, Adab nya yang membuat ia menjadi idola para orang tua untuk menjadikannya menantu, tatapan mata yang memang selalu ia jaga agar tak berdosa dari hal yang dilarang, suara yang merdu, sebelas dua belas dengan Abinya.


***


"sudah kembali kak" tanya mamah saat mereka sudah sampai dirumah.


" mah tolong titip viola ya mah, kia mules " ucapnya menahan buang air besar, ia begeliat menahan pup yang sudah diujung, belum saja mamah menjawab kia sudah berlari menuju toilet terdekat. " ampun deh si kia mah" gumam mamah menggelengkan kepala ia mengajak viola serta alisyahh untuk mandi sore , namun langkah mamah terhenti saat fikri meminta ia memandikan alisyah.


" mah biar fikri mandikan alisyah "


" jangan nak biar mamah aja lagi pula alisyah perempuan" sahut mamah membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


" maksudnya Abi fikri biar delia saja mah," sahut delia tiba tiba dengan langkah biasa saja tidak seperti orang habis lahiran. pemandangan itu membuat mamah terpana begitupun fikri ia tidak kedip pasalnya delia benar benar ahli dalam berjalan tidak seperti sebelumnya.


" nak kamuu..


" sini mah biar alisyah sama delia , nak sini sayang sama umi"ucap delia merangkul alisyah.


" umi apakah umi sudah sehat "


" sudah sayang umi sudah sehat nih umi bisa jongkok kan , " jelas delia ia pun berjongkok membukakan baju alisyah , sedangkan fikri dan mamah ia linu melihat tingkah delia yang seenaknya saja habis lahiran bertingkah semaunya. " nakkk apakah ga sakit" heran mamah.


" gak ko mah , malah delia nyaman" jawab delia dengan santai.


Sedangkan mamah ia mencari celah menahan rasa sakit dari wajah delia namun tak ditemukkan, walau tertutup cadar mamah tau dari keningnya namun yang mamah liat, delia biasa saja tak ada tanda tanda ia menahan sakit , dan itu sukses membuat mamah terpana apakah anaknya berbohong atau betul tak sakit.


" lisyah hayu " ucap delia ia bangkit dan masuk kedalam kamar mandi, ia mulai memandikan putri cantiknyaa dengan lembut dan happy, setelah memandikan alisyah ia juga memandikan viola , dan itu tidak terlepas dari pandangan mamah dan fikri.


" apa ia tak sakit " guamam mamah.

__ADS_1


" topeng apalagi yang dibuat kamu "


__ADS_2