Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
kenalan dengan pengurus #1


__ADS_3

Suasana pondok pesantren mendadak sunyi mana kala maghrib tiba, setelah sholat maghrib mereka melanjutkan untuk kajian kitab serta tadarus, tadarus dilakukan dimasjid setelah sholat dan ustad memberikan waktu 3 menit untuk santriwati ke aula pelajaran kitab kuning berlangsung yang akan di pimpin ustd ismail.


" 3 menit! tidak hadir ustad pastikan kalian bolos walau disana kalian ikut pelajaran ustad" tegas ustad ismail , dan percayalah disaat itu mereka mendadak riuhh untuk cepat cepat sampai ke aula.


" lariii... "


" eh tunggguin"


" Misi...misi...


" cepetann ihhhh..


" lariii...


Santri putri berhamburan berlari menuju aula bersamaan dengan itu ustad ismail berjalan menuju aula.


" Assalammualaikum Abah " ucap ustad ismail berhadapan dengan abah yai ia mencium punggung tangan abah yai.


" Waalaikumussalam, hendak kemana ? " tanya abah saat berpapasan dengan ustad ismail.


" Mau mengajar abah karna sekarang jam Ana mengajar"


" yasudah , apa Gus masih berada di masjid ?".


kata abah yang dimaksud adalah Fikri.


" Na'am abah, beliau masih berada di masjid, apa boleh saya panggilkan "


" La (tidak) ustad, lanjutkan saja pelajaranmu"


" baik Ana permisi abahyai , Assalammualaikum" ucap ustad ismail ia membungkukan badannya mencium punggung tangan Abah adam.


" waalaikumussalam " ucap abah kemudian berjalan menuju rumah singgah. memastikan abah yai sudah menjauh kini ustad ismail beliau melanjutkan perjalanan menuju aula.


~~


Delia sedang duduk di ruang tamu menunggu suaminya kembali, bersamaan dengan zayyan yang kali ini belum tidur walau ia tak tidur namun delia tidak menggendongnya justru zayyan diletakkan di stroller pliko 670 Arizona yang mana ia dapatkan dari ustad ismail beserta sang istri.


Delia ia memaju mundurkan stroller baby sambil menunggu suaminya pulang ia bermain bersama zayyan , sholawat nabi ia lantunkan untuk baby zayyan. Sedangkan alisyah ia bersama bunda yang entah mereka berada dimana yang pasti delia sudah paham jika alisyah berada di pondok pastinya ia selalu bersama anak anak santri.


"Zayyan ko belum tidur anak sholeh?" kata delia pada putranya.


" zayyan sayangkuh bobo yaa nak" kata delia.

__ADS_1


" Ada apa " tanya abah melihat delia kebingungan.


" Abah " panggil delia ia mencium punggung tangan ayah mertua, bersamaan itu fikri datang dengan alisyah.


" Abii" ucap delia mencium tangan fikri dan alisyah mencium tangan delia.


" ada apa "


" zayyan belum mau tidur bi, padahal aku sudah berikan Asi " kata delia.


" sini biar abi gendong"


" noooooo abii noooo" tegas alisyah.


" yasudah biar sama Abah " kata abah ia mengambil zayyan dalam stroller lalu menggendongnya.


" Alisyah gak boleh seperti itu nakk"


" lisyah jngan bilang nooo abi noo , masa jadinya albino kan gak lucu" kata syifa dengan tertawa...


" Sudah sudah duduk dulu" kata bunda dan mereka duduk namun tidak dengan abah ia menimang zayyan.


" Nak zayyan kan belum Aqiqah serta gunting rambut rencananya mau dibuat walimatul aqiqah dimana ?" tanya bunda ditengah mereka berkumpul.


" kenapa gak sekalian dibarengin a ?" tanya bunda, maksud dibarengin iyalah dengan tahlil 40 hari Alm pak reno.


" Gapapa bunda, Aa sudah menanyakan mamah farida kalau ia tak membuat tahlil 28 hari jadi ditanggal itulah zayyan Tasyakuran walimatul Aqiqah"


" Untuk kambing apakah sudah dicari ?"


" bunda tidak perlu khawatir semua sudah diatur " kata fikri lagi.


" kalian ini bikin acara tidak pernah melibatkan kami, semua selalu dilakukan berdua " protes bunda yang merasa tidak ada celah untuknya membantu.


" emang samanya bunda suami istri gamau merepotkan orang" sahut mba wulan.


" sembako atau catring untuk parosnya" tanya abah.


" dua duanya abah , sovenirnya juga ada " sahut delia menimpali.


" innalillahi bener bener kalian ini yaa" sahut bunda yang sudah tidak bisa ikut andil.


untuk acara walimatul aqiqah zayyan kali ini mengundang jamaah yang tidak sedikit , para habib serta kyai juga mereka undang mengingat Abah dan fikri adalah anjengan. berbeda dengan peresmian produksi delia cabang kedua yang berada di bandung, acara kali ini benar benar menguras kantong dengan nominal fantastis.

__ADS_1


" Tidak ada salahnya acara besar kita bersedekah,semoga apa yang kita keluarkan mendapatkan berkah di kehidupan kita , " begitulah kata fikri disaat mereka berdiskusi.


" Rencana buat berapa a ?"


" 5000 pcs. "


" Allahuakbar Aa " ucap mereka syok, jumlah yang fikri buat adalah 3000pcs.


" siapa aja ?"


" Alim ulama, Jamaah malam jumat(bapa bapa), jamaah hari jumat(ibu ibu), warga sekitar, jamaah hari senin- sabtu, jamaah majlis taklim delia yang mana di undang dan dibiayakan transportasi depok bandung, serta wali murid santri " jawab fikri ia mengambil kertas dan pulpen untuk mencatat mengenai konsumsi.


Kalian tahu sendiri bahwa pondok pesantren ini memiliki 1500 santri yaitu 1500 wali murid sudah ketahuan, belum lagi yang tidak ketahuan biasanya acara seperti itu selalu saja ada tamu yang tiba tiba hadir maka untuk itulah fikri mengantisipasi melonjaknya jamaah.


***


pukul 01:20 dini hari


Prangggg ( bunyi pecahan kaca)


"Allahuakbar " ucap santri terkejut manakala sedang berkeliling untuk mengintai takut ada santri yang kabur, serta mereka berjalan keluar pondok untuk melihat rumah abi fikri yang sudah lama kosong semenjak ditinggal ke depok.


pranggggg(bunyi kembali )


"eh suara apaan tuhhh " ucap mereka ia terus mencari tau suara seperti pecahan kaca.


para pengurus entah mempunyai keberanian dari mana mereka berjalan menyusuri asal suara, suara semakin dekat membuat mereka semakin penasaran ia melihat jendela utama rumah fikri delia yang sudah hancur, bagian yang terkena ialah bagian ruang keluarga.


" Astagfirullah malingggg woyy malingggg"ucap mereka melihat 3 orang dengan pakaian hitam yang berusaha membongkar celah kaca rumah fikri dan satu lagi ada yang membongkar pintu garasi dan satunya membuka tralis fikri. ketiga laki laki itu terkejut bukan main aksinya diketahui oleh anak santri ia pun menjadi kocar kacir untuk menyelamatkan diri. ketiga maling itu melompati tembok besar dengan cepat padahal jika masuk logika itu tidak akan mungkin terjadi, pagar rumah fikri di jebol oleh mereka. 5 lawan 3 namun dasarnya maling otak licik mereka bisa lolos dengan mudah tapi bukan haikal namanya jika ia belum puas untuk menangkap pelaku


" Siapa loh" teriak haikal ia mengejar laki laki itu tanpa memperdulikan teriakan temannya.


" Haikalll woyyyy "


"Haikalllll"


" udah lo kejar dia takut haikal kenapa kenapa, biar gue yang disini, terus lu bedua laporan ke abi cepettttttttt" tegas azam menyuruh heru dan dika melaporkan hal ini pada fikri. dan haikal indra ia mengejar pelaku


Pengurus pondok yaitu haikal, indra, azam, heru, dika. dengan langkah cepat heru serta dika ia sudah sampai di pondok pesantren dengan nafas yang tidak bisa di kontrol.


Tokk..tokk..tokkk.


"Huhhh...huh Assalammualaikum" ucap heru dan dika.

__ADS_1


tokk..tokkk.tokkkk " abii "


__ADS_2