Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
pertama kali ke kantor suami


__ADS_3

Author sudah up eh ternyata ditolak sedih rasanya :'( karya author di tolak karna ada unsur ++ nya padahal engga diperjelas 😭semoga kali ini tidak di tolak yaa :')


" bunda apa engga apa apa kalau delia mampir " katanya lagi saat mobil yang dibawanya sudah tiba di depan pintu utama perusahaan fikri.


" gak apa apa nak bunda juga mau pergi sayang" katanya dengan lembut.


" bunda pakai Atm ini yaaa tadi aa menyuruh traktir bunda , karna engga sempet makan dan berbelanja jadi bunda bawa Atm ini yaa " kata delia mnyerahkan atmnya ke tangan bunda.


" nak bunda ada , " kata bunda menolak pemberian menantunya.


" gapapa bunda , pakailah , nanti Aa marah denganku jika tak mentraktir bunda , ini juga untuk alisyah jajan "


" Aa tidak akan memarahimu jadi tak usah seperti ini , sudah turun nak dan temuilah suamimu "


" bunda delia pamit yaa , bunda hati hati , kalau alisyah nangis telpon delia ya bun" ucapnya yang kemudian turun dari mobil bunda.


" alisyah akan anteng nak , kamu belanja dengan suamimu saja yaa bunda dadakan undangannya ini langsung berangkat , sampaikan salam bunda untuknya yaa, dahhh cantikkkk assalammualaikum " kata bunda yang kemudian berlalu meninggalkan delia.


" waalaikumsalam dah "


Delia pun membalikkan tubuhnya menghadap pintu utama perusahaan, ia mengamati sekeliling perusahaan suaminya, ya ini yang delia kunjungi adalah perusahan utama bukan anak perusahaan yang dimiliki suaminya , terlihat orang berlalu lalang membawa tumpukan map dan ada pula yang hanya berjalan entah apa yang dikerjakan.


Delia pun berjalan hingga sampai dipintu masuk ia pun bertemu dengan pak satpam.


" Permisi ada yang bisa saya bantu " katany ia tidak mengetahui bahwa wanita yang dihadapannya saat ini adalah istri bos nya.


Karena penampilan delia hanya menggunakan gamis hitam dan hijab hitam serta cadar hitam hanya sepatunya saja berwarna putih tak lupa tas hitam miliknya , bagi siapa yang tak mengetahui harga pakaian yang delia pakai mungkin terlihat biasa saja, namun terbalik jika mereka yang paham akan bahan dan kualitas barang ia mengetahui kalau wanita yang saat ini dihadapannya bukan wantia sembarangan. terlebih pada tas dan sepatu delia.


" saya ingin menemui pak fikri apa beliau ada " tanya delia dengan ramah


" silahkan tanya dengan bagian disana bu " kata satpam menunjukkan kemana delia harus pergi.


" baiklah terimakasih pak " ucapnya berjalan memasuki perusahan sang suami.


~


" permisi ada yang bisa saya bantu" tanya karyawati yang bername tag susi itu.


" saya ingin bertemu dengan pak fikri mba apa beliaunya ada " kata delia dengan ramah.


" maaf bu pak fikrinya sedang ada meeting satu jam yang lalu , kalau saya boleh tau ibu siapanya "


" saya istrinya , boleh tunjukkan dimana ruangan pak fikri nanti saya menunggu beliau disana saja "


" ohh maaf bu maafin saya , saya baru disini jadi tidak mengetahui kalau ibu istri pak fikri." katanya dengan rasa bersalah.


" tidak apa apa mba , dimana ruangannya mba "


" lantai 35 buu , mari saya hantar " katanya lagi


" baiklah terimakasih "


" sama sama bu " ucap susi itu , sebelumnya ia menuliskan di tangannya kalau yang bersama dengannya ada istri pak fikri


JANGAN MACEM MACEM , ADA ISTRI PAK BOS " begitulah tulisan tangannya. setelah menulis ia pun berdiri disamping delia dan menemaninnya menuju ruangan fikri.

__ADS_1


Singkat cerita delia pun telah sampai di depan ruangan fikri , sebelum memasuki ruangan delia pun berpesan pada susi.


" jangan beri tahu bapak ya mba kalau saya disini" pinta delia.


" iya bu , apa ada yang ibu butuhkan nanti biar saya hantarkan kesini bu "


" tidak ada , kembalilah bekerja nanti jika saya lapar saya akan menelponmu , " kata delia.


" baik bu, maaf bu apa ibu tak apa apa saya tinggal sendirian disini , pak bos sepertinya 3 jam lagi selesai meeting buu , "


" tidak apa apa , jangan beritahu bapa soal kedatangan saya disini ya mba " pinta delia.


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu bu , marii"


" iya mari " ucap delia, ia pun masuk kedalam ruangan fikri yang bertuliskan DIREKTUR UTAMA. " Assalammualaikum" ucapnya membuka pintu ia merasa takjub dengan seisi ruangan ia pun menutup kembali pintu dan berjalan menyusuri ruangan .


Dimana ruang itu berisi sofa pribadi yang terletak diujung , dan ruang itu diisi kamar untuk fikri tempati jika ia beristirahat , toilet dan kulkas . delia pun beralih ke meja kerja sang suami ia tersenyum saat mendapatkan foto pernikahan dirinya dengan sang suami terpajang diatas meja kerjanya. ini kali pertama ia datang ke kantor sang suami semenjak menikah, karna sempat diajak namun ia terhalang sakit.


ia pun duduk di kusi direktur ia memutar mutar tubuhnya di kursi itu , hal seperti ini yang ia inginkan aneh bukan ia mengidam duduk dikursi direktur yang berputar 😂😂 saat dirasa jenuh melanda dan ia sudah bosan duduk dikursi direktur ia pun berbaring menuju sofa yang membelakangi pintu.


3 jam telah berlalu dan delia tertidur dalam ruangan fikri. sedangkan fikri ia baru saja selesai dalam meeting dadakannya itu, dengan lelah dan rasa jenuh ia pun masuk kedalam ruangannya.


" Allahu akbar " ucapnya menarik nafas membuang rasa lelah yang ia rasakan ia pun berjalan menuju meja kerjanya namun ia masih belum menyadari kehadiran istrinya.


" Istriku lagi apa yaa , kangen nih" gumamnys membayangi wajah sang istri yang selalu memerah. ia pun membalikkan tubuhnya untuk pergi ke kamar yang berada di ruangan namun sebelum ia melangkahkan kakinya ia terkejut melihat ada wanita diruangannya. dengan langkah perlahan ia menghampiri wanita itu yang sedang berbaring di sofa membelakangi meja kerja fikri.


" Siapa diaa " ucapnya perlahan dengan langkah hati hatiiii.


" Siii..ii" ucapnya terhenti melihat wajah yang di inginkan sudah ada didepan mata.


" eumm abii.iii hoammmm" kata delia menguap ia terkejut ada tangan berada di mukanya.


" tidurlah kamu pasti cape yaa" ucap fikri yang bangkit membuka jasnya.


" kamu sudah selesi meetingnya bi ?"


" sejak kapan " kata delia menatap punggung suaminya.


" baru saja mi, kenapa engga bilang kalau mau kesini nanti bisa dijemput atau bareng samaku " kata fikri yang kembali duduk disamping istrinya.


" maafin aku abi kalau kedatangan umi kesini abi engga suka, "


" bukan engga suka umi tapi kan bisa dijemput, alisyah dimana mi" tanya fikri yang tak melihat anaknya disana.


" alisyah sama bunda pergi undangan, umi ingin kesini karna tadi di toko bahan liat alat yang orang naik diatasnya itu bii muter gitu , aku pengen tapi malu yaudah aku muter muter dikursi kamu yang ituuu jadi sama dehh " kata delia dengan polosnya sambil menunjuk kursi direktur.


" hahahahhaaa atuh umi umi, , hahaha " gelak tawa yang sudah tidak bisa fikri tahan lagi, melihat kepolosan istrinya dan permintaan aneh ngidamnya membuat fikri tidak hentinya tertawa.


" ihhh ko ketawa sih biii" lirihnya yang tak ingin di tertawakan.


" abis ngidamnya aneh masa mau naik apa tuh namanya abi gatau , atuh lucu kamuuuu umiii ihhhh yaallah " katanya sambil mencuit hidung delia dan ia hujani ciuman bertubi tubi.


" abi ihhh"


" kamu udah makan mi ?"

__ADS_1


" belumm "


" kita makan diluar yu mi " kata fikri yang langsung bangun memberikan tangannya untuk membantu delia bangun.


Bukannya membalas tangan fikri justru delia tidak ingin makan diluar.


" aku ga lapar bii, eumm bisakah kita makan disini saja , umi sedang tidak ingin pergi " kata delia yang males banget untuk turun kelantai satu keluar dari perusahaan


" umi mau naik kursi muter muter kah hahahahahhahaha " usil fikri yang semakin tertawa.


" abiiiiiiiiiii " kata delia menahan kekesalan ia pun menghampiri sang suami dengan wajah devilnya , delia sejak masuk kedalam ruangan fikri ia melepas cadarnya jadi fikri bisa melihat wajah istrinya.


"a..abiii..maa..mau apah" kata delia dengan gugup.


Bukannya takut dengan wajah devil sang istri justru ia semakin gemasss, terlebih wajah cantik imutnya mau dibuat seperti apa tetap cantikk dan gemas, fikri pun membalasnya ia maju dengan perlahan membuat delia panik ia pun semakin lama semakin mundur hingga dirinya sudah berada di tembok tidak bisa mundur lagi, fikri yang mengetahui pun tetap maju walau kaki mereka sudah saling menyentuh, fikri pun dengan cepat mengunci tubuh delia agar tidak lolos dalam tubuhnya,


" ini di kantor bi , a..abi mau apah"


Kaki dan tubuh sudah tak bisa bergeser karna tubuh fikri jauh lebih besar dari delia , ia pasrah dengan apa yang ingin dilakukan sang suami tapi delia takutt karna sang suami semakin memajukkan tubuhnya namun dengan cepat ia meng*l*m b*b*r ranum istrinya itu.


" eummmh" kata delia sambil menepuk nepuk pundak sang suami, niat awal fikri hanya menakutinya namun karna pesona sang istri membuatnya hanyut dalam permaina yang ia buat sendiri.


lama ia bermain dalam bibir mungil istrinya itu dan dirasa delia sudah menikmati ia pun melepaskannya. " kenapa bii" ucap delia dengan polos dan wajah yang memerah.


" Apa yang kenapa mi " katanya dengan berjalan kearah meja mengambil remote otomatis untuk mengunci pintuu, ia tau istrinya pasti belum puas dan itu hal yang dirasakan fikri. namun fikri sadar ia belum mengunci pintu , apa jadinya jika ada orang yang masuk keruangannya lalu melihatnya berciuman dengan sang istri ?


" abii..kenapahh " kata delia yang mulai penassran, mengapa suaminya tak menyentuh dirinya ?


" abii katakan sama umi kenapa "


" Aku lupa mengunci pintu dan sekarang sudah aku kunci , mari kita lanjutkan pertempuran ini " katanya dengan merentangkan tangan.


" mau dimana " tanyanya lagi. belum sempat delia jawab ia sudah digendong fikri ke kamar namun ia letakkan di sofa yang tak jauh dari ranjang.


" Abi kenapa tidak di ranjang"


" Sensasi baru mi " katanya lagi, fikri sebagai laki laki pun menginginkan hal baru terlebih ia manusia yang mempunyai *****, wajar saja jika ia mencoba hal baru bersama sang istri.


" pelan pelan lah sayang , aku tidak kabur percayalah " ucap delia setengah tertawa.


" nikmatilah "


Fikri pun mulai melancarkan aksinya sedangkan delia ia sudah memerah wajahnya karna malu dengan suami yang sama sama sudah dalam keadaan tak berbusana, ia pun menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" sudah ku katakan jangan ditutup sayangg" ucap fikri sambil berbisik ditelinga lalu mencium leher istrinya.


" eumhhh..bi maluu " katanya langsung bersembunyi dilengan sang suami.


Fikri pun tak menjawab ia melanjutkan aksinya pemanasan kembali, delia yanh terbuai perlakuan suaminya itupun pelan pelan mengikuti permainan tangan fikri ia menikmati hingga tak merasakan malu, saat pemanasan cukup ia pun turun turun dan semakin turun hingga tiba dibawah sana.


" jangan malu sayang, keluarkan lah , ruangan ini kedap suara tidak ada yang mendengar " kata fikri melihat istrinya yang sudah memerah wajahnya, lagi lagi delia malu.


" hmm iya bi " tanpa menunggu lama fikri pun mulai menyatukan miliknya dengan delia. ******* dan seruan nafas mereka bersatu


Firki pun mempercepat gerakannya dan delia menikmati hingga keduanya sampai pada titik kenikmatan.

__ADS_1


"terimakasih sayangkuhhh" kata fikri mencium kening sang istri sedangkan delia ia tersenyum dan mukanya memerah ia menutupinya dengan bantal.. keduanya pun tertidur..


__ADS_2