
Mobil yang dikendarai oleh fikri begitu enak dan nyaman bagi siapa saja yang merasakan naik dengannya, melewati jalanan aspal membuat nyaman namun kini mobil berbelok kearah kiri tepatnya mobil ini masuk ke dalam gang besar yang berada di sisi jalan.
Saat memasuki gang melewati pemukiman warga untuk mereka bisa sampai di pondok pesantren, jalanan yang belum diaspal yakni bebatuan membuat keadaan seperti di perkampungan tak jarang ada sawah padi yang siap untuk dipanen, 120 Meter dari jalan raya menuju pondok pesantren kini mereka sudah tiba di depan gerbang pondok.
" Alhamdulillah " ucap mereka, namun karna pondok pesantren yang mempunyai gerbang membuat mereka menunggu untuk pengurus membukakan pintu untuk mereka.
TINN. TIN terdengar klakson dari mobil fikri sebagai pertanda bahwa ia sudah tiba di depan gerbang.
" Besar ya sayang pondoknya " Gumam Delia melihat dari luar tembok pondok yang luas.
" Kamu kan udah 2 kali kesini sayangg "
Tanpa menunggu lama gerbang kini dibuka terlihat laki laki bersarung kotak kotak berbaju putih tak lupa memakai peci putih mendorong pintu gerbang menggesernya agar mobil fikri bisa masuk kedalam lingkungan pondok.
Fikripun membuka kaca mobil sebelum mobil itu masuk melewati gerbang, Kedatangan mereka membuat seisi pondok riuhh akan kedatangan ustad yang mereka inginkan,walau kaca mobil fikri hitam tak terlihat dari luar namun fikri bisa melihat merka dari dalam,terlebih merka hapal dengan kendaraan ustadnya, tak jarang ada yang melihat mereka dan ada pula yang berjalan jalan disekitar pondok karna merka baru saja melaksanakan sholat zuhur berjamaah, bisa dibilang waktu jam makan siangnya mereka.
" Assalamu'alaikum " sapa fikri pada pengurus pondok yang membukakan gerbang untuknya.
" Waalaikumsalam ahlan WA sahlan ya ustad "
" Ahlan bik " fikri pun melajukan mobilnya tak lupa ia menutup kaca mobilnya kembali.
" Alhamdulillah, sayang kita sholat zuhur dulu ya di rumah singgah sekalian alisyah tidurkan disana kasihan sudah mengantuk " ucap fikri yang kini tengah mebgusap kepala Delia dan alisyah.
" Iyah Abi "
Setelah memastikan mobil itu terparkir tepat di samping rumah singgah fikri pun turun dari mobil dan menghampiri sang istri sambil membukakan pintu untuk Delia turun dengan ia menggendong alisyah.
"Sini biar alisyah sama aku " ucap fikri.
" Sama aku saja bii"
"Gausah biar aku aja mii" fikri pun menggendong alisyah dan tangan kirinya menuntun sang istri.. suara teriakan panggilan terus terdengar banyak yang merindukan sosok alisyah. "ALISYAH "
"AAAA ALISYAH "
__ADS_1
Begitulah suara suara yang mereka dengar dan sekarang mereka masuk kedalam rumah singgah untuk sholat zuhur terlebih dahulu. 10 menit mereka sholat dan mengirimkan data yang ia print tadi akhirnya fikri dan delia keluar dari rumah singgah dan menemui yang lainnya.
"Assalamu'alaikum ahlan WA sahlan yaa ustad ustadzah " ucap pengurus pondok.
" Waalaikumsalam ahlan bikka ya ustad "
" Kaifa haalukum "
" Alhamdulillah ana bi khoir "
" Silahkan Masuk ustad ustadzah " ucap salah satu ustad disana.
" Terimakasih ustad "
" Pengantin baruuu nihhh, Barakallah ustad , maaf ana tidak bisa hadir ustad "
" Aamiin, gapapa, kenalkan ini istri sayaa "
Fikri memperkenalkan Delia kepada salah satu pengurus pondok yang mana beliau tidak bisa hadir waktu acara pernikahan mereka, Delia yang diperkenalkan pun menunjukan sikap santun nan anggun siapapun yang melihatnya menjadi insecure, Fikri mengobrol dengan para ustad sedangkan Delia mengobrol dengan para ustadzah sesekali mereka mengobrol bersama jika ada pertanyaan yang melibatkannya. Saat asik mengobrol tiba tiba alisyah terbangun sontak membuat Delia menghampiri rumah singgah yang melewati beberapa ruangan.
" Iyah silahkan masuk "
" Assalamu'alaikum ustad ustadzah maaf ana mau menyampaikan kalau alisyah nangis " ucap salah satu anak santri wati.
" Waalaikumsalam terimaksih banyak ya nak "
" Sama sama kalau begitu saya permisi assalamu'alaikum " ucap santi putri yang kini berlalu.
" Abi saya kesana dulu ya jemput alisyah " ucap Delia yang meminta izin pada fikri.
" Iyah mii"
" Ustad ustadzah saya permisi "
" Iyah silahkan Ummi."
__ADS_1
Delia berlalu keluar dari ruangan para pengurus pondok, ia berjalan melewati ruangan demi ruangan tak jarang banyaknya kaum wanita (santri putri) yang berpapasan dengannya, mereka ada yang tersenyum sopan dan menyapa dan ada juga yang diam saja menghindari Delia, " Assalamu'alaikum ummi" sapa salah satu santri.
" Wa'alaikumsalam " jawab Delia sambil menghentikan langkahnya.
" Ummi cantik banget anggun sholeha " ucap salah satu santri yang menghampirinya dan tak lupa mereka menyalami delia Saat ada santri putra Delia merapatkan tangannya agar tidak bersentuhan dengan yang bukan makhram.
" Terimaksih yaa, kamu juga cantik pintar sholeha, maaf ya nak ummi mau jemput alisyah dulu "
" Silahkan ummi," ucap mereka sambil memberi jalan Delia.
Delia terus berjalan melewati para santri hingga tiba di depan pintu rumah singgah tanpa banyak basa basi Delia pun menemui sang putri. " Sayanggg" ucap delia yang langsung memeluk alisyah.
" Ummi takutt sendirian"
" Cupp, " cium alisyah, " Gausah takut ya nak ada umii, hayoo atuh kita ke abi tapi alisyah diam dulu ya jangan menangis sayangkuh" lanjut delia sambil menghapus air mata alisyah .
" Udah mii " senyum
" Alhamdulillah, hayoo atuh sini umi gendong ya nak" ucap delia yang langsung menggendong alisyah berjalan keluar dari rumah singgah menuju tempat fikri tadi. tak lupa delia menutup pintu dan menguncinya.
Banyaknya yang memanggil delia dengan alisyah karna sebelum adanya delia alisyah selalu diajak fikri ke pesantren dan bermain dengan kaka kakanya, sontak saja membuat mereka memanggil nama alisyah.
" Alisyah " "Alisyah"
" Dada sayang sama kaka kaka hayoo " ucap delia yang menyuruh alisyah melambaikan tangannya pada kaka kaka. alisyah pun mengikuti perintah delia. " Aduhh pinternya anak umi " sesampainya ia di ruangan sana terlihat fikri sedang mengeluarkan berkas laporan perkembangan anak dan yang bermasalah.
" Abiiii " panggil alisyah.
" Sayangg, nanti dulu ya neng abi mau bahas ini dulu yaa alisyah smaa ummi dulu okeh " jawab abi yang kini melanjutkan pembahasannya. setelah membahas fikri pun menyampaikan ketidak hadirannya ia selama beberapa hari dikarnakan ingin ke depok dulu.
" Iyah gapapa abi nanti biar saya yang menanganinya untuk sementara " ucap ustad ismail.
" Baiklah terimakasih banyak ya ustad "
" Sama smaa "
__ADS_1
hallo semua maaf yaa jika kurang nyambung karna saya sudah ketik tapi tanpa sengaja keapus sama saya jadi harus mengulang kembali,