
Fikri delia alisyah saat ini sedang berada di supermarket yang terletak tidak jauh dari kediaman delia, Sudah 4 troli penuh barang belanjaan untuk kebutuhan sembako nanti malam, Untuk mempersingkat waktu mereka meminta bantuan para spg untuk memilih barang dan membantunya mendorong troli untuk dibawa ke kasir. Alisyah hanya diam duduk diatas troli yang didorong oleh abinya begitupun delia yang lebih cekatan untuk memilih kebutuhan dirumah mamah selama mereka disana sekaligus kebutuhan pokok serta cemilan mengingat hal wajib bagi kakia ka zia delia tengah malam menjadi tikus.
" Umi sekalian beli kebutuhan dirumah mamah " tanya fikri saat melihat istrinya memasukkan deterjen bubuk kedalam troli. " Iyah abi sekalian ya apa tidak apa apa? nanti aku bayar sendiri sayang" ucap delia sambil matanya melihat mencari barang lainnya.
" Sekalian abi aja yang bayar mii"
" Aku tidak enak bi biarkan ini aku yang bayar " keukuh delia
" Umii" tegas fikri yang tidak ingin dibantah.. " Hufttt yasudah bii " lirih delia yang mengurangi kebutuhan yang tadinya 2 menjadi satu, kelakuan delia terlihat jelas oleh fikri membuat ia menjadi memasukkan menambahkan belanjaan.." mii jangan seperti itu ambil lah sesuai kebutuhan jangan dikurangi " sahut fikri sambil memperhatikan delia.
singkat cerita mereka sudah berada dikasir menunggu semua barang di cekk serta dimasukkan kedalam dus tersusun rapih. kini tinggal satu troli yang mereka bawa ia meminta untuk membedakan jangan dicampur mengingat ini kebutuhan rumah.
" Mba nanti yang ini dipisah ya jangan disatukan dengan yang lain, " pinta delia pada Spg itu.
" Baik bu " para spg mulai cekatan memilih memilah barang barang yang delia maksud hingga kini semuanya sudah dalam dus fikri pun memberikan kartu ATM nya pada kasir dan ia memasukkan nomor pun ATM nya, " Sayang aku di mobil ya susun ini kamu tungguin ya sayang " pinta fikri sambil menunggu selesai fikri berjalan lebih dulu ke mobil diikuti oleh spg dan satpam yang membawakan belanjaanya meninggalkan delia sendirian.
" Terimakasih selamat datang kembali " ucap spg sambil merapatkan tangannya. " Sama sama" Ucap delia sambil memasukkan ATM beserta struk belanjaan yang panjangnya bisa kebayang sendiri seperti apa. sambil berjalan delia menuntun alisyah yang hendak membeli roti maryam, " Ummi aku mau itu wangi banget mi " ucap alisyah sambil menunjuk kedai roti yang ada didalam supermarket. " Hayuu nak "
" Mba aku mau 3 ya " pinta delia sambil mengeluarkan uang miliknya. tanpa menunggu lama pesanan delia sudah jadi ia pun membayarnya dan menunggu kembalian. setelah selsai ia pun menyusul sang suami yang sedang menata kardus kardus dimobil belakang.
" Abii " ucap alisyah fikri pun menoleh memberikan senyuman pada sang anak dan istri " Kalian masuk mobil duluan ya nanti abi menyusul " ucap fikri pada mereka. Tanpa banyak bertanya mereka mengikuti perintah sang abi masuk mobil. alisyah yang sudah duduk didalam mobil langsung memakan roti kesukaannya, sedangkan delia melihat lihat total harga belanjaannya. cukup menguras dompet namun ia berterimakasih pada suaminya yang tidak pelit akan uang.
Fikri pun masuk kedalam mobil menyalakan mesin dan langsung keluar dari supermarket menuju jalan raya hanya belok ke kanan dan langsung lurus saja mengikuti jalan. ia pun menoleh pada kaca mobil terdapat anak kecilnya sedang makan roti. sedangkan istrinya melihat lihat struk belanjaan " sudah jangan dilihat terus " ucap fikri membuat delia menoleh pada sang suami " Sayang ini engga sedikit loh "
" Sedikit atau banyaknya jika kita ikhlas Allah akan memberikan kita kebahagiaan serta menggantinya dengan yang lebih, percaya sama Allah sayang " jelas fikri sambil menggenggam tangan delia.
" aamiin yaallah "
20 menit mereka diperjalanan kini mobil mereka sudah sampai di rumah produksi ia pun turun tak lupa membawa banyak kardus kardus yang berisi sembako.
" Banyak banget yaallah nak " ucap mamah yang membantu menurunkan barang. kakia ka zia mas erik mereka membantunya menurunkan dan membawa masuk kedalam.
__ADS_1
" Mah yang ini jangan diturunin ya ini buat kita semua dirumah mamah " ucap delia yang memberi tahu kardus yang tidak boleh diturunkan.
" Yaallah nak pasti kalian keluarkan uang banyak untuk membeli ini semua " sahut papah yang melihat banyak kardus yang berisi sembako.
" Engga banyak pah, alhamdulillah cukup untuk buat kita semua " jawab fikri sambil senyum. setelah semuanya selesai mereka mulai memilih satu persatu dimasukkan kedalam tas kantong mereka membuat 80 kantong.
" Nak fikri serius ini banyak bangett" kagum mamah melihat barang yang begitu banyak. fikri hanya tersenyum sambil membantu membuka kardus
" Abi belanja engga tanggung tanggung ya dee " gumam kakia dengan delia. " Gatau tuh kak delia aja sampe bingung " .
" kalau untuk sedekah sama orang kita jangan tanggung tanggung memberikannya berikan semampu kita sebisa kita, percaya apa yang kita keluarkan niat karna Allah pasti Allah akan memberikan kita rezeki yang tak terduga, rezeki itu tidak selalu uang, keadaan sehat, bahagia itu udah rezeki dan syukur alhamdulillah rezekinya delia hamil " jelas fikri sambil menatap sang istri. delia yang mengetahui suaminya menginginkan anak menjadi merah malu pada keluarganya. ledek kan dan candaan mulai dilayangkan kakia dan ka zia.
" Nahh lohh buruan deee produksi anak, jangan baju terus yaa bii " ucap kakia pada fikri yang menyindir delia. " Kak kasih tau biar cepet punya ank " ucap ka zia pada kakia.. delia yang menyadari desakkan dari keluarganya untuk punya anak menjadi pikiran untuknya sejujurnya delia ingin punya anak tapi apalah belum diberikan oleh semesta mengingat ia baru 2 kali melakukannya.
" Do'ain aja ya semoga secepatnya "
" Aamiin yaallah "
" Iyah pahh "
Telihat ramainya tetangga yang hadir di acara selametan untuk rumah yang menjadi produksi baju brand milik keluarganya delia. ada yang membawa anak dan ada pula yang tidak membawa anak. ramainya sanak saudara turut hadir di acara tersebut.
" Ummi sudah siap " tanya fikri yang melihat wanitanya sedang membetulkan hijab.
__ADS_1
" sedikit lagi bi, alisyah sudah siap "
" Sudah tuh di depan sama viola " sahut fikri.
" Yasudah hayoo bii " ucap delia yang menuntun fikri bergandengan tangan dengannya menemui sanak saudara dan para tetangga. " MasyaAllah sholeh sholeha " gumam tetangga . " Neng ini suaminya yaallah meni ganteng banget, sholeh pula " ucap saudara delia. delia pun duduk berdampingan dengan sang suami tak lupa papah di samping fikri sedangkan mamah disisi delia mengapit pasangan suami istri.
Cek.. cekk. cekk. " Mengecek mic
" pah silahkan buka acara " ucap fikri pada papah mertuanya.
" Gausah nak kamu aja yang memimpin " tolak papah saat mic fikri berikan pada papah yang tidak ingin membuka acara ia mau sambutan saja.
" Fikri izin ya pah "pinta fikri sambil berbisik dengan mertuanya,anggukan adalah jawaban yang diberikan papah pada fikri.
" Bismillahirrahmanirrahim, assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh "
" Walaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "
__ADS_1