
Selama perjalanan memasuki tol mereka sangat khawatir terlebih bunda yang memikirkan keadaan zayyan dan alisyah, ia takut keduanya rewel mengingat usia mereka masih sangat kecil, terlebih keduanya sama sama belum mengerti. hingga bunda melakukan panggilan video call pada putranya karna ia menghubungi delia namun tak diangkat membuatnya semakin khawatir.
"Assalammualaikum A " ucap bunda saat panggilan berlangsung.
" Waalaikumussalam bunda, ada apa "jawab fikri masih fokus pada jalan tol mereka baru saja memasuki tol.
" A bagaimana keadaan alisyah , zayyan apakah mereka rewel ? " kata bunda dengan nada cemas yang terlihat jelas.
" Bunda telpon ke nomor delia kenapa engga diangkatt, ada apa ? kemana menantuku?" kata bunda lagi.
" Ia bunda ini Delia, maaafkan delia bunda ponsel delia berada didalam tas bun, delia sedang menyusui zayyan, Alisyah ia sedang tertidur, " jawab delia saat ponselnya diselipkan antara telinga dan pundak delia menjepit ponselnya menggunakan pipi serta telinga agar tidak jatuh dan fikri ia fokus kembali pada kendaraannya.
Sebenernya tidak baik menelpon atau bermain ponsel pada saat berkendara namun bunyi ponsel delia dan ponsel fikri membuatnya mengangkat telpon.
" yaallah nak , hampir copot jantung bunda abis kalian gak bisa di hubungi, anak anak rewel gak nak ? "
" maafkan kami bunda , Alhamdulillah zayyan dan alisyah tidak ada yang rewel bunda semuanya anteng, yang rewel yaitu bayi besar " ucap delia menggoda suaminya.
" aih kenapa si aa neng ?"
" pengen nikah bun" celetuk delia berhasil membuat fikri melotot kearahnya.
" Aa gak kapok sama ibumu nak, "
" boong bundaa Delia jangan dengerin" sahut fikri sedikit berteeriak.
" hahaha yaudah bundaa hati hati ya bun, salam buat syifa dan abah, "
" ya nak kalian hati hati , Aa jangan bercanda dalam mobil , bahaya, kita bertemu di rest area kata mba wulan. " ucap bunda.
" baik bunda , yaudah assalammualaikum bunda"
" waalaikumussalam " jawab bunda menutup telponnya.
" gimana bunda"
" Alhamdulillah mereka anteng , mereka titip salam, syifa nak hati hati jangan ngebut" kata bunda karna yang menyetir adalah syifa.
" waalaikumussalam "
**
__ADS_1
panggilan pun berakhir, fikri kembali mengambil ponsel yang berada di pundak sang istri, " pegel leher aku bi " protes delia saat kepalanya sudah berdiri tegak seperti biasanya.
" Sabar ya umi, kamu tau kan bagaimana bunda"
" ia abi, abi maaf ya tadi umi ledekin abi pengen nikah lagi , abisnya abi lucu" kata delia
" kamu ihh lain kali jangan seperti itu dosa loh, "
" ia maaf abii"
" umii" panggil fikri .
" kenapa abii heummm"
" itu kalau sudah tidak di pergunakan dengan zayyan tolong ditutup umi, " ucap fikri melirik delia sekilas soalnya delia sudah tidak memegangnya (biasa ibu ibu menyusui)
" Astagfirullah " panik delia ia lupa.
" kebiasaan " sahut fikri.
" umii " panggil fikri lagi saat istrinya fokus mengusap pipi zayyan dengan tissue basah khusus bayi. " ia abi ada apa ? "
" umii"
" umi kenapa waktu itu gak bilang sama abi atau orang rumah kalau keluar membeli saus ?!" tanya fikri dengan serius keluarlah wibawa seorang ustad fikri yang terkenal dingin. hal itu membuat suasana mobil tak nyaman.
" eumm..maaf bii..umi niatnya beli baso pentol tapi gak ada, yaudah sekalian beli saus bi, maafin delia ya bii" kata delia melemah.
" umi tau seorang istri keluar rumah harus izin dengan suaminya? jika suami tidak ada maka tetap izin tapi keluar rumah ditemani saudara kandung." ucap fikri masih menatap jalanan ia tidak menoleh ke sang istri
" ia abii maafin aku ya bii"
" Aku minta maaf abiii" lirih delia lagi saat suaminya tak menjawab.
" abiiiiii" rengek deliaa.
" ia dimaafin lain kali ga boleh seperti itu ya mii" ucap fikri menasehati istrinya yang jiwa mudanya masih ada.
" iya abii, abi haus mau minum ?"
" mau tapi dirumah "
__ADS_1
" aihhhh gak bolehhhh masih haram"
owekkk..owekkk.owekk...tangis zayyan kembali karna ia belum kenyang dalam menyusu pada delia.
" zayyan gerah kali umi "
" abi ngaco ihh ada ac masa gerah, zayyan haus yaa " sahut delia dan langsung berbicara pada putranya. untungnya mobil fikri kacanya hitam jadi tidak terlihat dari luar apa yang sedang terjadi didalam sana..
" Zayyan anak sholeh , anak pinter jangan rewel yaa nak , kasihan uminya susah ngediemin zayyan, Abi juga lagi nyetir nakk, nanti abi carikan zayyan rest area ya kita istriahat sebentar " sahut fikri sambil tangan kirinya memegang kaki zayyan.
" howekkk..owekkk.owekkk..owekkk.."
" zayyan sayang, muhammad zayyan zulfikar alhabsyi putranya GUS zulfikri dan umi Delia, teteh ning , cucunya Abah kyai Adam dan cucunya bunyai ratna, si sholeh, mujahid, anak pinter , jangan menangis " kata delia seakan berbicara pada zayyan yang kini mulai diam.
" Abiii zayyan mau tanya, kenapa abi dipanggilnya ustad bukan gus, kenapa abi zayyan ingin tahu, bukan tempe" kata delia menatap putranya yang kini melihat kearahnya,
" sebenernya banyak yang memanggil abi Gus, dipesantren juga awalnya memanggil gus, namun abi lebih suka aja dipanggil ustad karna tidak terlalu belebihan" jawab fikri
" Kan abi anak pak kyai, biasnya dipanggil Gus atau ning, "
" Gus itu untuk anak laki laki pak kyai sedangkan ning untuk anak perempuan pak kyai, kalau diluar manggilnya ning atau gus, pernah dengar mba wulan dipanggil ning ? mas tyo dipanggil gus, nama dan gelar kalau menurut abi itu gak terlalu penting umi yang penting bagaimana menyampaikan dan menjalankannya , "
" lalu umi sendiri mengapa tidak dipanggil ning ?"
" umi sama dengan Abi"
"dasarrrr umii, lucunya zayyan bisa berbicara yaaaa eummmm " ledek fikri yang merasa gemas dengan tingkah delia.
" anaknya ciapa dulu donggg" kata deliaaa membawa zayyan untuk diberikan asi
" teteh cape banget ya sampai tidur pules " kata fikri melihat putrinya yang tertidur dengan botol susu.
" Ia bii pengertian banget ya anak anak kita masyaallah tabarakallah "
" Alhamdulillah umi" ucap fikri mulai fokus pada jalanan dan kendaraan, sedangkan delia ia memberikan asi zayyan. dan tak lama kemudian delia bersandar pada jok mobil sambil mendengarkan sholawatan merdu membuat ia terlelap dengan posisi menyusui zayyan.
Delia berada di depan bersama fikri dan zayyan sedangkan Alisyah ia berada dibelakang dengan bantal dan barang milik Alisyah termasuk cemilan. Zayyan sendiri ia tiduran dipangkuan delia, yang beralaskan bantal besar agar sang putra merasakan kenyamanan, tak lupa delia memberikan selimut hangat untuk zayyan.
" Kebiasaan selalu seperti itu" gumam fikri menoleh mendapati istrinya tertidur pulas dengan cantik ( kalau orang cantik mau tidur seperti apa pasti cantik, seperti itulah delia) sejak masuk kedalam mobil delia tidak menggunakan cadar karna hanya suami dan anak anaknya lah yang berada di mobil.
ayo tebak mereka mau kemana ??
__ADS_1
Guys Author pengen bangettttttttttttt punya grup chattt ðŸ˜ðŸ˜