Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#182


__ADS_3

Rangkaian Acara siang hari berjalan dengan lancar, tidak hujan dan tidak pula panas, sambutan dari keluarga shohibul bait telah tersampaikan diwakilkan oleh ustazdah delia anastasya Azzahra selaku anak almarhum pak reno dan beliau sendiri pimpinan majlis taklim Azzahra ini. ceramah ustazah hanah sudah tersampaikan acara demi acara telah berlangsung sekarang tiba di acara Akhir yaitu penutup. kue kue dan cemilan yang diletakkan dipiring sudah di keluarkan dan disusun selama delia sambutan, sekarang tiba lah pembagian sembako dan nasi box aqiqah berisi nasi gulai kambing, sate kambing, kentang balado, mie, kerupuk dan jeruk.


" tesss..tess..ibu ibu sebelum acara kami tutup, dimohon untuk tidak menggeser atau mengoper, apa yang kami berikan bermaksud untuk dapat mengetahui siapa yang belum kebagian, supaya kami dapat menghitungnya , dan setelah ini jangan pulang terlebih dahulu kita makan bersama " ucap Ka zia selaku MC


Seketika mereka mengikuti arahan dari Mc untuk tetap diam ditempat, biar wulan bunda dan kakia yang membagikan sembako beserta ibu mertua kakia.


"Acara demi acara telah kita lewati bersama, tibalah kita di acara puncak yaitu penutup setelah tadi ada do’a sebelum kita tutup marilah kita beristigfar dulu tiga kali, marilah kita tutup acara pengajian ini dengan membaca kalimatul hamdalah dan do’a kafaratul majelis.


Terimakasih atas kehadiran dan perhatian ibu-ibu pengajian, saya selaku pemimpin Acara, mohon maaf jika ada salah-salah kata atau kalimat yang kurang berkenan di hati ibu-ibu sekalian. Jika ada kebenaran datangnya dari Allah SWT dan jika ada salah datangnya dari diri saya sendiri, kurang lebihnya mohon maaf bilahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatu." jelas ka zia meletakkan mic kembali di saat ia selesai bertugas.


" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh "


Delia pun mengambil mic marawis dan mempersilahkan mereka makan karna banyaknya jamaah jadi mereka mengantri terlebih dahulu " ibu ibu ayo jangan pulang dulu kita makan dulu yuu" ucap delia kembali memberikan mic ia pun mengajak ibu ibu ibu untuk makan, karna banyaknya jamaah membuat mereka membuka 2 baris prasmanan namun satu meja.


Bunda mengambil nasi dan lauk yang terpisah untuk dibawa ke panggung ia berikan kepada ustadzah hannah dan jajarannya.


Sedangkan tim marawis ia mengiringi jamaah yang sedang mengantri dengan lagu YA TARIM termasuk delia lebih dulu mengiringi marawis dengan memainkan darbuknya dan ia pula yang bernyayi ya tarim.


Setelah memainkan marawis delia dihampiri oleh ibu ibu yang memberikan selamat atas kelahiran putra pertamanya. " yaallah ibu terimakasih banyakk " ucap delia terharru ada yang memberikan mereka amplop berisi uang.dan kado juga.


" Sama sama ibu, semoga putra ibu bisa cepat kembali berkumpul bersama orang tuanya "


" Aamiin yaallah ya rabb terimakasih ibu"

__ADS_1


Delia terus menerima amplop dari ibu ibu yang menitipkan untuk baby zul dan ada pula yang tak memakai amplop, ia terharu berulang kali menghapus airmata yang mengalir, banyak yang sayang dan peduli terhadap baby zul. " terimakasih banyak buuu Yaallah" lirih delia.


***


Fikri menghampiri sang istri yang tengah duduk di kursi , acara sudah selesai dan jamaah sudah meninggalkan tempat, ia tak kuasa menahan sakit melihat delia menangis membuka amplop, bukan karna jumlah atau nominalnya namun karna ia tersentuh banyak yang peduli terhadap zul walau yang bersangkutan belum berada ditengah tengah mereka. " zulll pulang ya nakkk umi kangennn" lirih deliaa dalam hati namun ia berusaha tegar dihadapan semua orang.


" Ummii , kenapa " tanya fikri duduk disisi delia.


" gapapa bi" ucap delia menghapus airmatanya.


" jangan berbohong mi dosa "


" umi rindu zul bii" lirih deliaa memeluk suaminya. Fikri yang mendapat pelukkan sang istri mendadak ia hanya bisa diam memberikan sentuhan sentuhan untuk menenangkannya.


" sabar umi secepatnya zul akan kembali pada kita " ucap fikri mengelus kepala delia.


Drt...drrt..drt...


" A ponselmu bunyi" sahut mba wulan


" sini" ucap fikri dan langsung diberikan pada wulan, wulan sendiri ia tidak mengetahui siapa yang menelpon karna ia hanya mengambil saja.


" waalaikumussalam warahmatullah wabaraktuh " jawab fikri saat orang yang di sebrang sana memberikan salam

__ADS_1


" betul dengan saya sendiri , maaf sebelumnya ada apa ya " tanya fikri setelah orang itu menanyakan dengan siapa ia menelpon.


" baik lah saya akan segera kesana"


" ia , waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh" jawab fikri setelah orang tadi mengucapkan salam mengakhiri telpon.


" umi abi minta izin ya mau keluar sebentar ada perlu"ucap fikri meminta izin


" mau kemana bi?"


" abi izin mau keluar umi ada yang diperlu" sahut fikri dan diangguki delia..ia pun mencium punggung tangan fikri dan fikri mencium kening delia. " Abah ikut A fikri yuu" ucap fikri meminta abah ikut dengannya karna abah sedang berkumpul dengan 3 keluarga.


" Baiklah ayo A, bun Abah ikut dengan A fikri sebentar ya" izin abah dan diangguki bunda , bunda melakukan hal yang sama dengan delia.


" kenapa harus sama Abah abi ? tanya delia yang merasa heran.


" iya sayang kamu tunggu rumh ya " ucap fikri.


" mungkin ada yang ingin dibicarakan dengan ustd lainnya mengingat teman suamimu disini kan de, jadi mungkin ada hal lain" jelas ka kia mencoba mengingatkan dan itu diangguki delia karna ucapakan kakanya ada benarnya juga.


" yasudah kami berangkat dulu ya Assalammualaikum "


" waalaikumussalam"

__ADS_1


hayoo kira kira mereka berdua mau pergi kemana ya ???


oh ya Author mau meminta maaf yang sebesar besarnya sama kalian, jika novel author ini tidak nyambung atau ga seru dan lain sebagainya, boleh untuk tidak membacanya, jika kalian gak suka tolong di skip aja yaaa.. makasih


__ADS_2