Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
umi tidur sendiri!


__ADS_3

Setelah makan malam seperti biasa keluarga itu berkumpul berbincang bincang di ruang keluarga, ruang dimana kewajiban berkumpul setelah seharian menjalankan aktivitasnya dan saat ini waktunya mereka menghabiskan waktu sebelum waktu istirahat tiba.


sengaja untuk abah dan bunda menerapkan hal seperti ini karna bagi bunda dan abah seharian beraktifitas terkadang sulit untuk mereka berkomunikasi untuk itu dilakukan supaya semakin mempererat hubungan mereka dan seperti ini berlaku untuk anak anaknya yang mengikuti jejak sang abah terhadap anak anak mereka kelak.


Terlihat gadis cantik duduk diantara kaka kandung dan kaka ipar seperti diapit, ya syifa yang ingin sekali mengobrol dengan delia mengajaknya untuk berbincang bersama bertukar pikiran bahkan syifa curhat.


" Ajak mba dong kalian berdua aja" ucap wulan yang baru saja selesai bermain ponselnya.


" Atuh mba sibuk "


" Udah engga " jelas wulan.


" Iyah syifa ajak mba wulan juga kan mba wulan sudah berpengalaman kalau teteh kan belum jadi engga tau hehehe " jelas delia sambil sesekali tertawa.


" Iyah kita bertiga yahh" jawab syifa sambil menyender pada pundak kedua kakanya itu, karna syifa menganggap delia adalah kakaknya juga.


" Sokk cerita "


" Jadi ginii mba kak aku tuhh sebenernya udah ada yang suka sama aku aku dikasih tau temen katanya ada yang suka sama aku,tapi aku engga suka sama diaa aku gamau pacaran juga nanti aa fikri marah "


Kedua kaka itu pun mendengarkan setiap ucapan yang dikatakan adiknya itu yang sudah dewasa dengan serius.


" kalau diperhatikan dia masuk kriteria abah bunda tapi aku ga suka ka, dia bilang mau kerumah sama temenku tapi aku ga mau kak, ya memang perkenalan belum tentu nikah tapi untuk saat ini aku gamau "


" Aku dulu ya " ucap wulan, " Kalau kata mba ya gapapa dia dateng dee kalau cocok ya lanjuti kalau engga ya gapapa taaruf itu belum tentu langsung jadi, kan banyak prosesnya nanti, takutnya abah udah ngejodohin kamu sama anak temennya abah " lanjut wulan.


" Iyah makannya itu mba kan abah bilang mau jodohin nanti "


" Kalau kata teh delia gmna " tanya wulan


" Kalau kata aku tapi maaf nih sebelumnya, teh syifa bilang sama aa dulu bahkan lebih baik bilang sama abah bunda karna bagaimanapun kamu anak perempuan yang orang tua harus tau terlebih kamu masih tanggung jawabnya, kalau misalkan dia baik menurut abah itu sudah pasti baik buat kamu terkadang alasan orang tua melarang atau memilih itu buat kita sendiri jadi belum tentu teman kamu baik kan dee maksudnya teteh, masuk kriteria belum tentu setuju?? ya sekarang kamu cerita sama keluarga yang lebih paham dulu de. apa mau teteh bantu bilang sama aa " jelas delia.


" Iyah boleh dibantu tehh "


Mereka pun bercerita satu sama lain membahas hal disuka dan tidak disuka, dari obrolan mereka membuat kagum wulan dan syifa terhadap delia dari cara dia menanggapi, menyampaikan, terihat kelembutan anggunnya bahkan hati baiknya terlihat. dari cara mereka bercerita tentang orang orang yang tidak menyukai mereka tanggapan delia akan hal itu begitu baik sampai tidak boleh membenci atau membalasnya membuat mereka menjuluki WANITA MULIA.


Saat asik berbicara fikri datang sehabis dari ruang kerjanya dengan salsa, raut tanda tanya pun muncul dalam benak wulan dan syifa, bunda dan abah sudah paham akan hal yang dilakukan fikri enggan untuk bertanya bunda dan abah memilih bermain dengan cucu cucunya, kalian pasti bertanya apakah abah dan bunda mengetahui cerita syifa? tidak karna mereka membiarkan anak anaknya bercerita pendekatan dengan delia.


" Sudah a " tanya delia.


" Sudah Aish "


" Alhamdulillah , salsa sini ayu gabung " ajak delia.

__ADS_1


" Terimakasih teh " salsa pun ikut duduk dekat dengan delia.


" Umiiiiiii " sahut alisyah yang sedikit berlari kearah delia.


" ya anak sholeha , hati hati sayang jangan lari "


" umiiii nanti bobonya sendiri yaa alisyah mau sama abii "


" alisyah engga mau bobo sama umi ya? " tanya delia


" Alisyah " tegur bunda dan lainnya


" Alisyah " panggil abi.


" sudah tidak apa apa biarkan alisyah mengatakan apa yang ingin dikatakannya "


" Hmmm lisyah mau sama abi umii, " ucap Lisyah


" Kalau alisyah sama abi nanti umi sendirian nanti kalau umi sendirian umi takut bagaimana nak, " ucap delia sambil membawa alisyah di pangkuannya lalu memeluknya dengan penuh sayang.


" Nanti umi cama Allah ditemenin nya"


" Iyah sayang , alisyah gamau yah bobo bertiga sama umi juga? tanya delia dengan suara di sedih sedihkan


" Umi sedih alisyah gamau sama umii,"


" Emang boleh ummi alisyah bobo sama umi sama abi " tanya alisyah.


" Coba alisyah tanya sama abi boleh engga alisyah bobo sama umi juga "


" Abiii abiiiiii " turun lisyah yang sekarang lari ke fikri dan duduk di pangkuannya.


" Hmmmm gimana ya mii "


" Gimana ya biii " ucap delia dengan fikri yang sengaja menggoda alisyah.


" Engga boleh dehh "


" Yahhh lisyah sedihhh pengen bobo sama umiii " .


" loh katanya tadi mau sama abi aja " sahut wulan yang gemas melihat tingkah ponaknnya itu.


" Ihhh mamah ceuceu aku tadi sebenernya pengen sama ummi tapi takut ga boleh "

__ADS_1


" Siapa yang ngajarin kaya gtuu boong seperti itu alisyah " tanya wulan.


" Emmmmmm" mata alisyah mengarah ke salsa namun cepat ditepis oleh alisyah karna ia takut.


" Engga ada alisyah minta maaf ya umii abi "


" Iyah sayang lain kali tidak boleh diulangin lagi ya nak,, alisyah anak pinter " ucap delia pada alisyah yang menghampiri anak kecil yang duduk di pangkuan abinya


" Iyah ummi"


" Abi maafin lisyah, lisyah bobo sendiri dikamar lisyah aja bi nanti abi umi temani alisyah sampai bobo ya bii "


" Siap putri abii anak abiii " cium alisyah


" Ummi ikutan" cium lisyah.


" Aduhhhhhh kalian ini keluarga bahagiaa" ucap bundaa yang terharu melihat kedekatan cucu mantunya.


" Abah doakan kalian bahagia terus ya "


" Aamiiin"


Mereka pun melanjutkan obrolan tawa dan canda menghiasi ruangan itu, tak jarang celoteh wulan dan tyo berhasil membuat semuanya tertawa hingga bunda tak kuasa menahan ingin buang air kecil yang membuat ia lari kekamar mandi. salsa yang mau bergabung dan membuat suasana canggung namun ditepiskan.. tanpa terasa jam istirahat tiba mereka memasukki kamar masing masing dan tak lupa semuanya berganti pakaian.


sesuai dengan janji fikri dan delia menemani putrinua tertidur dikamar alisyah yang bersebelahan dengan kamar fikri dengan di dalamnya terdapat pintu yang menghubungkan ke kamar fikri. supaya dapat di pantau dengan fikri.


" Alisyah ganti baju dulu yuk nak " ucap delia yang sudah mempersiapkan pakaian tidur alisyah


" Baik umi" .


" Pinternya anak ummi " delia pun dengan telaten melepaskan satu persatu pakaian alisyah hingga kaos dalam tak lupa delia mengolesi minyak telon seperti bayi pada umumnya, tak lupa alisyah pun sikat gigi dengan rapih dan tidak membuat bajunya basah.


" Selesai "


" Bilang apa sama ummi " ucap fikri yang sejak tadi memperhatikan alisyah dan delia.


" Terimakasih ummi abi muahhhhh" ucap alisyah yang mencium satu persatu abi umi nya.


" Sama smaa sayang yaudah ayu bobo "


" hayooo "


alisyah pun berdoa membaca doa sebelum tidur dan doa lainnya yang diajarkan fikri.

__ADS_1


__ADS_2