
Sesampainya di bandung dalam keadaan hujan haikal pun memutuskan dirumah abinya, tidak kembali ke pondok. jam menunjukkan pukul 18:30 WIB haikal dan fikri mereka sudah mengganti pakaian dan sudah sholat maghrib berjama'ah.
" bunda dimana sayang? " tanya fikri sambil menggendong baby zayyan.
" bunda dijemput abah bii belum lama kamu sampai ada apa bi ? " tanya delia ia duduk di sisi tempat tidur miliknya sedangkan haikal ia mengajari alisyah belajar atas permintaan alisyah.
" ke depok yuuu " kata fikri tiba tiba ia pun duduk disisi istrinya..
" bukannya 5 hari lagi bi kita ke depok? " ucap delia heran.
" ya engga apa apa sayang" jawab fikri ia tidak ingin mengatakan yang sejujurnya tapi ia tidak tega melihat istrinya yang gelisah dan berdampak pada putranya hingga meminum susu formula untuk sementara sampai asinya di terima oleh zayyan.
" yasudah kapan sayang aku siapkan pakaiannya? " kata deliaa dengan semangat.
" malam ini " jawab fikri ia menidurkan zayyan diatas tempat tidur hal itu membuat Delia terkejut, bukan bukan karna fikri menidurkan zayyan tapi ia terkejut karna jawaban fikri yang menyampaikan kalau malam ini mereka ke depok.
" Abii serius? "
" ya sayangg "
" apakah abi tau sesuatu? " tanya deliaa ia mendekat ke arah suaminya.
" tau kita mau pulang ke depok " jawab fikri sedikit bercandaa
" ihhh bukan ituuuu.. apakah abi tauu sesuatu kenapa mendadak pulang ke depok " rengek Delia bermanja sama suaminya ia bergelayut di tubuh sang suami.
" sudahh umii ayo kita rapih kan pakaian.. kalau bercanda terus nanti kemalaman berangkatnya bukan?? " kata fikri ia pun mengeluarkan koper dari dalam lemari untuk pakaian miliknya sedangkan Delia mengeluarkan tas keperluan putra putrinya lebih dulu.
" umi pakaian lisyah dimasukkan ke dalam koper miliknya saja ada di kamar, supaya tak ribet umi, " kata fikri dan diangguki oleh Delia, Delia pun keluar kamarnya untuk masuk kedalam kamar alisyah mengambil beberapa baju untuk 1 minggu tak lupa peralatan putrinya dari ujung rambut sampai kaki tak dilupakan Delia, ia membawa 10 stel baju atas bawah dan 4 stel gamis syari.
"Alhamdulillah tinggal pakaian zayyan" kata Delia setelah menutup resleting koper ia pun membawanya keluar sisi tangga. ia pun melakukan hal yang sama untuk baby zayyan hanya saja bajunya dilebihkan oleh Delia mengingat putranya harus ekstra perawatannya ia pun dengan teliti mengecek satu persatu kebutuhan zayyan.
" selesai " kata Delia ia pun membawa tas zayyan yang diletakkan di atas koper alisyah.
" haikal " panggil Delia ia menuruni anak tangga.
" ya umi " jawab haikal ia menoleh melihat umi nya turun dari tangga membawa koper.
" kamu ikut ke depok ? " tanya Delia.
" belum tau umi abi belum menginfokan " jawab haikal padahal ia sendiri mau ikut ke depok.
" yasudah karna di luar hujan kamu bawa mobil abi ke pondok bereskan pakaian kamu nanti gantian nyetirnya sama abi yaa " kata Delia menyerahkan kunci mobil kepada haikal.
" tapi umii... haikal sedang mengajarkan alisyah belajar " jawab haikal.
" gapapa nak sudah selesai"
" umii... umii.. umii lisyah mau ikutt.. abang ke pondok " rengek alisyah menarik tangan deliaa agar dirinya di perbolehkan untuk ikuttt dengan haikal.
" diluar hujan sayang..izin sama abi dulu ya anak cantikk " kata Delia ia menyamakan tinggi dengan putrinya.
" yeyy... " kata alisyah ia pun berlari naik keatas tangga.
" anak sholeha jalannya pelan pelan yaa " kata Delia dan langsung di lakukan oleh alisyah.
" sudah cukup baju ku, baju umi apakah yang ini yahh " kata fikri ia pun meletakkan baju Delia yang sebelumnya di gantung ke atas tempat tidur.
" abii" teriak alisyah membuat zayyan terkejut dan membuat fikri ikut terkejut.
" alisyah bicaranya baik baik yaa, pelan pelan, kasihan zayyan terbangun " kata fikri menghampiri putrinya dan menyamakan tinggi putrinya.
" alisyah minta maaf abi, abii boleh engga lisyah ikut abang? " kata alisyah ia menatap mata abinya.
" diluar hujan sayang, memangnya mau kemana anak abi heumm? "
" yahh.. lisyah mau ikut ke pondok, toalnya umi bilang tama abang beletin baju nya ikut te depok bi, terut lisyah mo ikut abang pondok. lisyah engga te ujanan bi, beneran te ujanan tan lisyah pake mobil abii, beneran bii bener " kata alisyah ia menggunakan kedua jarinya berbentuk dua jari dan mengangguk anggukan kepalannya bermaksud meyakinkan abi
" yasudah boleh, abi minta tolong lisyah panggil umi kesini yaa zayyan bangun " kata fikri mengusap kepala alisyah.
__ADS_1
" oke abi terimakasih bii, Assalamu'alaikum " kata alisyah ia berpamitan pada abinya.
" Wa'alaikumussalam jalannya pelan pelan yaa " kata fikri dan diacungi jempol oleh alisyah.
~~
" oeekkk,, owekkk.. oeekkk. " tangis zayyan saat dipakaikan selimut sarung tangan.
" cup cup sayang.. anak sholeh... anak sholeh umi... sebentar yaa pakai sarung tangan dulu agar zayyan engga kedinginan yaa" kata deliaa
" owekkk.. oeeekk.. hhh.. oekkk. "
" alah alah sayang cup " kata Delia ia pun mengangkat zayyan dan memberikan asinya pada putranya " Alhamdulillah akhirnya mau mimik asi umi yaa nakk... zayyan pintar yaa engga bikin umi khawatir... anteng ya nak dijalan jangan rewel " kata deliaa ia pun duduk di ruang keluarga menunggu alisyah kembali dengan haikal dan melihat fikri menekuk stroller dan bouncer baby zayyan.
" kamunya harus happy, kalau kamu happy zayyan akan anteng, semua anak tergantung batin dan perasaan orang tuanya. " kata fikri menimpali.
" ia abii... " jawab Delia ia pun bangkit untuk mengisi air panas dalam termos kecil serta memasukkan cemilan kedalam tas untuk mereka di mobil.
" kamu. mau ngapain sih mi? " tanya fikri yang ribet melihat deliaa seperti itu.
" ini mau bawa air panas takutnya di tol zayyan nangis gamau mimik asi nanti ribet abi " kata deliaa ia menekan air panas otomatis keluar air panas.
" jaga jaga ajaa " gumam Delia ia sudah melemah saat fikri bersikap dingin.
" Kita Ada Allah yang menjaga umi, kalau orang tuanya gak yakin perjalanan akan gak tenang " kata fikri ia selesai menekuk stroller. dan bersandar pada dinding.
" yah tumpah " kata deliaa hampir mengenai zayyan.
" Astaghfirullahalazim umi, " kata fikri ia mengambil termos kecil yang hampir mengenai tubuhnya.
" maaf biii" lirih Delia ia pun menunduk jujur ia sangat takut fikri marah, ia tidak pernah melihat fikri marah.. hal ceroboh yang ia. lakukan saat ini benar benar fatal ia takutt kena zayyan namun untungnya keduanya tidak apa apa.
" duduk! " pinta fikri tanpa menoleh.
Delia duduk dengan air mata mengalir ia takut suaminya marah besar sebab hal yang ia lakukan cukup berbahaya menggendong zayyan dan mencoba mengambil air panas yang ia tutup dengan sendirinya tanpa meminta pertolongan fikri.
Haikal dan aisyah sudah sampai di teras, baru saja haikal ingin masuk kedalam tapi sepertinya tidak pantas ia masuk kedalam sebab abi dan uminya sedang tidak baik baik saja.
" bang ayo kita masuk kenapa disini " kata alisyah ia ingin melangkah masuk kedalam namun di cegah oleh haikal.
" kita menunggu diluar yaaa abang gerah " kata haikal ia menggerakan bajunya seolah olah gerah.
__ADS_1
" tan hujan bang ko gerah? alisyah ga gerah tapi dingin.. hiii" ucap alisyah ia mengikuti haikal memperaktekan apa yang di bicarakan.
" ia di sini aja sama abng yaa"
" gamau... lisyah mau masuk " kata alisyah ia berlari kedalam rumah.
" lisyahh " kata haikal ia pun mengejar alisyah kedalam.
" ke kamar! " kata fikri ia berjalan lebih dulu disusul oleh Delia yang membawa zayyan.
Fikri berjalan tanpa menoleh haikal maupun alisyah ia berjalan lebih dulu sedangkan Delia ia mengikutinya dibelakang.
" nak titip lisyah sebentar " kata Delia pada haikal dan diangguki oleh nya.
" baik umi "
Delia pun menyusul fikri ke atas kamar. haikal tak mengetahui apa yang terjadi pada abi umi nya ia melirik jam pukul 9 malam apakah mereka akan berangkat malam ini juga?
"**ada apa? mengapa abi bersikap dingin? " gumam haikal saat Delia sudah pergi dari hadapannya**.
~~
Delia dan fikri mereka sudah berada di kamarnya dengan keadaan saling diam mereka meredakan emosinya. ia tidak ingin menyakiti siapapun dan tidak ingin mengalami mas Sa lah baru, akhirnya Delia memutuskan untuk diam dan meletakkan zayyan di tempat tidur.
" habis subuh berangkat" kata fikri ia memilih berbaring di ranjang dengan putranya.
" ia " jawab Delia seperlunya.
Tak ada jawaban kembali Delia pun turun untuk mengabari haikal kalau mereka akan berangkat besok subuh.
Tap.. tap.. tap.. tap.. (langkah tangga)
" haikal pintu garasi tolong dikunci yaa.. sama pintunya jangan lupa dikunci yaa.. " kata Delia ia menghampiri alisyah yang tengah membaca buku.
" bukannya...? " ucap haikal menggantung ia tidak enak menanyakan langsung kepada uminya.
" abi meminta besok, kamu. tidur lah dikamar zayyan atau dikamar tamu... " kata Delia
" umi maaf apakah abi marah? " tanya haikal ragu ragu.
" engga nak, abi engga marah kok.. ini sudah kemalaman kalau kita memaksakan perjalanan akan sampai di depok jam 1 atau bisa setengah 2 kasihan baby zayyan dan alisyah, kamu juga pasti cape kan.. yaudah istirahat yaa nak.. jangan lupa tolong cek pintu kembali yaa " kata Delia ia menjelaskan kepada haikal dan menutupi keadaan yang sebenarnya. tanpa Delia sadari ada fikri yang mengamati mereka dari atas dan ia kembali masuk saat Delia ingin naik ke tangga. "**bersyukurlah kamu bisa menutupkan permasalahan rumah kita, maafkan aku " gumam fikri**
__ADS_1
Delia mengetahui kalau fikri telah mengintip dirinya, sontak membuat Delia bergumam " ***aku tau kamu tidak marah dan percayalah aku tidak marah padamu " gumam Delia***.