Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
lebayy


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 03:00 WIB dini hari, Terlihat wanita sedang duduk di atas sajadah dan mengadahkan tangannya serta meng aamiin kan setiap doa yang diucapkan laki laki dihadapannya mereka baru saja selesai melaksanakan sholat Tahajud.


Disaat orang lain terlelap dalam tidurnya pasangan suami istri ini bangun melaksanakan sholat Tahajud dan menunggu adzan subuh berkumandang mereka memilih untuk membaca alquran setelah tadarus fikri pun memperhatikan bacaan bacaan delia. Saat ada yang keliru fikri pun membetulkan bacaannya sambil mencuit hidung delia sambil berkata " Sayangggggg kalau salah terus aku cium nihh"


Semua orang pasti ingin memiliki pasangan yang bisa menuntun kearah yang lebih baik, menuntun kejalan Allah. beruntung bagi delia yang bisa mendapatkan suami sholeh yang bisa membimbingnya dengan baik, Jodoh adalah cerminan diri begitulah yang pas untuk mereka. setelah membaca alquran dan mengkoreksi bacaan delia kini mereka duduk di sofa sambil menunggu waktu sholat.


" Sayang nanti jadi ikut ke pesantren kan? " tanya fikri yang saat ini tiduran dipangkuan delia.


" Iyah sayang ajak alisyah boleh engga " jawab delia sambil memainkan rambut fikri.


" Boleh nanti kamu kenalan sama ustadzah disana ya kalau kamu cape kamu istirahat di rumah singgah saja ya " ucap fikri sambil menghadap ke perut delia dan mengusap usap perut yang rata.


" Iyah sayang " Hati delia begitu sakit saat fikri mengusap perutnya terlihat fikri ingin sekali mempunyai momongan walau mereka baru 2 hari menikah.


Suara adzan subuh berkumandang pertanda waktu sholat telah tiba, fikri dan delia pun tengah bersiap siap untuk sholat tak lupa mereka mengambil air wudhu yang berada dikamarnya. setelah mengambil air wudhu mereka pun turun kebawah untuk menjalankan sholat subuh berjamaah di mushola yang berada dirumah.


" Menantu bundaa sini sayangg " panggil bunda pada delia yang baru saja turun dari tangga.


" Iyah bunda " ucap delia sambil tersenyum cantik.. delia tidak memakai cadar tapi hanya menutupi wajahnya dengan mukena setelah sholat ia akan memakai cadar yang ia bawa.


" Fikri imam ya " ucap abah saat semuanya sudah berkumpul.


" Abah saja "


" Kamu aja nak gapapa " perintah abah.


" Yasudah punten abah " fikri pun maju kedepan dan sholat subuh akan segera dimulai.


" Rapatkan barisan sholat akan segera dimulai, Mas iqomah " ucap fikri pada mas tyo.


Mas tyo pun mulai iqomah tak lama kemudian sholat dimulai. di dalam mushola terdapat seluruh anggota keluarga adam Syarif termasuk bibi dan para pekerja disana. Abah bunda tidak membedakan mereka termasuk dalam hal makan abah dan bunda selalu mengajak mereka makan bersama namun mereka sendiri yang tidak mau. setelah sholat dan berdoa yang dipimpin langsung oleh abah mereka pun membaca alquran tadarus bersama di mulai surah al Baqarah.


Setengah 6 pagi bibi dan para pekerja membubarkan diri karna tugas mereka masing masing, bibi yang harus memasak makanan untuk sarapan dan yang lainnya sibuk sendiri. Setelah mereka bubar tak lama abah dan lainnya ikut bubar delia yang sudah memakai hijab pun hanya melepaskan mukenanya saja dan lanjut memakai cadar.


" Neng kamu hari ini ada acara " tanya bunda.


" Delia diajak Aa fikri untuk ke pesantren bunda, ada apa bun "


" Gapapa neng yasudah kamu ikut dengan suamimu saja" Ucap bunda sambil merangkul pinggang delia.


" Bunda istri fikri di rangkul teruss " ucap fikri.


" Atuh gapapa kan anak bunda bunda sayang sama delia "


" Yaa engga gitu juga kali bundaa kasihan istri fikri tuhh engga bebas "


" betul neng ? " Tanya bunda.


" Gapapa bunda "

__ADS_1


" Teh delia jogging yuu " sahut syifa yang baru saja mengganti pakaiannya mengajak delia jogging.


" Kemana teh" tanya delia


" Disekitar sini aja tehh, sekalian nanti syifa tunjukin kalau mau beli apa apa " ucap syifa yang kini tengah memakai kaus kaki.


" Sayang kamu panggil aku Abi aja deh kalau panggil aa ketuker sama adik adik aku kan kamu istriku bukan adikku " liriihh fikri dengan nada manjaaaa dibuat buat.


" Enegg aa " ucap syifa ilfeel


" Siapaa tadii yang nadanya alay " sahut wulan tiba tiba.


" Tuh si aa fikri mbaa alay banget nadany " ucap syifa


" Biarin kan delia istri aa wohhhh" ucap fikri yang kini menempel pada delia sesekali mengusel pada lengan delia.


" Iya dehhh.. ayooo ih jadinya gimana boleh engga aa " tanya syifa yang udah mulai jengah.


" Si A fikri ampun dehh kalau udah ada delia. "


" Boleh tapi. jangan jauh jauh ya, sayang kamu bawa ponsel nanti pasang GPS biar aku pantau dari ponselku " ucap fikri yang penuh khawatir.


" Aa lebay ihhh aku gabakalan melukai istrimu yaallah " ucap syifa yang sudah mulai greget.


" Ya takutnya kamu bawa kabur "


" Nanti aku culikkk, "


" Sudah delia kamu ganti pakaian nanti keburu alisyah bangun " ucap bunda.


" Yasudah tunggu sebentar delia ganti pakaian dulu ya " ucap delia berlalu. namun saat sampai di pertengahan tangga fikri berlari sambil mengatakan " Sayang bajunya aku aja yang pilihin "


" Astaghfirullah fikri " ucap abah yang mengusap wajahnya melihat kelakuan anaknya.


" Posesif kebangetan si aa mudah mudahan delia sabar " Gumam mba wulan.


" Atuh aa kamu kan gitu kalau ada orang yang ia sayang bukan hanya delia posesif nya aa pada kalian seperti apa " ucap bunda .


saat sedang menunggu delia tiba, salsa pun menghampiri mereka dan sudah rapih dengan pakaian jogging nya. " ayoo teh " sahut salsa.


" Ayoo tunggu teh delia dulu yaa lagi ganti pakaian"


" Jangan macem macem ya kamu dee " hardik wulan penuh ketegasan.


" Iyah kak engga "


yang dinanti pun tiba fikri dengan delia baru saja kembali, delia menggunakan baju kaos panjang putih dengan celana berwarna hitam dengan khimar segi empat dan cadar terlihat anak muda bangett bahkan mereka tidak menyadari kalau delia sudah menikah.


" Wowww anak gadis ini mah engga ketauan udah nikah " ucap wulan.

__ADS_1


" mba jangan bikin batal " ucap salsa.


" Kamu ikut juga sal" tanya fikri.


" Iyahhh aa aa gamau ikut "


" Aa mau mengeprint tugas buat nanti ke pesantren kalau aa tidak sibuk aa akan ikut "


" Yasudah ayoo ah udah siang " ucap syifa yang kini berpamitan kepada abah bunda dan lainnya.


Saat delia ingin berpamitan pada fikri fikri menahannya " Sayanggg"


" Abi aku ingin menemani salsa dan syifa jogging sayangg izinkan aku pergi ya "


" Aa fikri buru atuh ihhh" ucap syifa.


" Bawel"


" yasudah sayang hati hati yaaa " ucap fikri pada delia.


" Iyah, abah bunda aku izin dulu ya "


" Iyah sayang hati hati yaa "


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Delia syifa dan salsa pun pergi karna hari ini adalah hari minggu banyak orang yang berolahraga serta hari minggu adalah jadwal pasar di setiap minggu pagi. tadinya wulan ingin ikut namun tidak jadi karna ada hal lainn..


At jalan.


" Teh delia engga cape " tanya syifa saat mereka sudah lumayan jauh dari rumah.


" Emm engga kok " ucap delia yang tengah memainkan ponsel siapa lagi yang menghubunginya kalau bukan suaminya.


" Lagi whatsapp siapa teh " tanya salsa.


" Biasa a fikri " sahut delia.


" Teteh mau beli apa " tanya syifa saat mereka sudah tiba di pasar yang berada di taman yang lumayan jauh dari kediaman mereka.


" Beli apa yaaa " bingung delia.


" Makan itu yuu " ucap salsa menunjuk ketoprak.


" Kasihan bi ani sudah masak untuk kita, coba cari yang lain yu" ucap delia yang sepertinya ingin namun menghargai masakan bi ani.


" Apa yaa " bingung mereka sambil terus berjalan mencari yang mereka inginkan,

__ADS_1


" Teh aku boleh pinjam uang "..


__ADS_2