Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#225 rencana 2


__ADS_3

Waktu terus berjalan tak terasa hari sudah gelap, para santri pun sedang menikmati makan malamnya begitu pun dengan keluarga gus dan ning yang sedang menikmati makan malam.


Kabar ka zia pulang ke depok sudah diketahui olehnya dan seluruh keluarga alhasil ka kia tidak jadi menginap dirumah mba wulan mengingat dirinya harus menemani sang adik dan mamah ia pun tidak tega meninggalkan putrinya sendirian ia meminta dirinya ikut pulang dan akan mengadakan 40 hari Alm di kota depok.


" apa engga sebaiknya bermalam disini, besok subuh pulang? kata delia memberikan waktu untuk keluarganya pulang besok subuh tapi apalah daya justru ka zia kuliah pagi dan akan sangat melelahkan jika pulang pagi hari.


" gausah de kami pulang selesai ini, " kata ka kia.


" SMP banget ya Buu" celetuk ka zia.


" dihh ya gue gamasalah mau balik pagi juga ayoo tapi kan zii harus istirahat dulu sebelum kuliah " kata ka kia yang kesal.


" yaudah makan dulu." kata bundaa, semuanya pun menikmati makanan ikan bakar serta nasi liwet..


" mah Aa sama delia kedepoknya H-1 apa engga apa apa? kata fikri dan diangguki oleh mamah.


" ya gapapa yang penting kalian datang jangan sampai tidak " celetuk mamah.


30 menit setelah makan mamah dan keluarga lainnya ia mengemas barang untuk mereka pulang ke depok, sebenarnya mamah ingin berada di bandung namun perasaannya ia urungkan demi putrinya.


" zia ada yang tertinggal engga? " tanya mamah


" engga mah"


" lia maafin mamah ga bisa lama lama dirumah kamu, terimakasih atas jamuannya, jaga cucu nenek " kata mamah ia memeluk putri nya dan dibalas oleh delia " ia mah mamah hati hati dijalan, kabari delia yaa"


" ka zia nyetirnya pelan pelan kalau ngantuk berenti dulu jangan dipaksain " kata fikri ia merasa sangat tidak enak melepas keluarga pulang malam hari 22:00 WIB.


" ia gus... emmm a fikri " kata zia.


" yaudah kami pulang yaa, bu besan terimakasih maaf kami harus pulang, titip salam buat abah syifa,, titip anakku yaa " kata mamah dan dibalas pelukan oleh bunda " ia bu hati hati yaaa "


Semua pun berpamitan untuk pulang, bukan fikri namanya jika tidak memberikan bekal baik itu uang maupun makanan untuk keluarganya selama perjalanan.


" Assalamu'alaikum semuaa "


" Wa'alaikumussalam hati hatii"


Tinn.. tinn (klakson mobil dibunyikan oleh erik dan ka ziaa, semuanya melambaikan tangannya, mobil keluar dari garasi rumah fikri.)


~~

__ADS_1


" kaa apa kamu benar benar menerima haikal? " tanya mamah saat mengetahui haikal ingin melamar ka ziaa.


" zia ga bisa berkata iya atau engga untuk saat ini mah tapi kita gatau kedepannya, izinkan ka zia untuk istiqoroh terlebih dahulu mah... dan apakah mamah. tidak apa apa jika nanti ka zia menikah dengan haikal?? " tanya ziaa


" mamah gapapa nak asalkan kamu bahagia" jawab mamah dan langsung melihat ke arah jendela.. zia yang mengerti perasaan mamahnya hanya bisa mengusap tangan mamah yang berada di sampingnya.. ingin sekali ia memeluknya namun ka zia sedang menyetir mereka menuju jalan tol.


" mahh kalau mamah berat dan belum siap melepas ka zia, gapapa ka zia gak akan menikah untuk saat ini, zia akan menikah sama orang yang mamah setujui walau zia gatau siapa diaa, zia cuma punya mamah, zia gamau karna zia menikah mamah jadi merasa kesepian.. zia akan menikah sama laki laki yang tidak keberatan jika tinggal dirumah mamah.. yang mau diajak serumah sama mamah.. jika tidak ada yang mau alasan serumah sama mertua zia tidak akan mau menikah mah " lirih ka ziaa berusaha untuk tegar..


" nak jangan bicara seperti itu okeh.. kamu harus menikah apapun keadaannya.. mamah akan doakan yang terbaik untukmu... percayalah nak mamah lebih menyukai haikal dari pada Eza.. carilah laki laki yang respect ke keluarga kitaa.. " kata mamah ia mengusap tangan putrinya


" ia mahh. "


" ka zia apa ada rasa dengan haikal? "


" apaa sih mah " kata ka ziaa merasa aneh dengan ucapan mamah.


" ya gapapa mamah nanya aja "


" untuk saat ini ga ada perasaan lebih, karna zia masih trauma..bukankah perasaan itu akan datang dengan sendirinya saat saling bersama" jawab ka ziaa dan mamah langsung menyuguhkan senyuman hangat.


" okeee nak "


rumah fikri delia kini mendadak hening, aisyah ia sudah tidur semenjak neneknya pulang, mba wulan dan suami ia pun ikut pulang beserta kedua anaknya dan suster. tinggalah hanya delia fikri bunda yang berada di meja makan dapur.


" kamu serius haikal mau khitbah kazia? " tanya bunda sambil menikmati cemilan diatas meja.


" ia bun, haikal sendiri bilang sama Aa dan istriku, haikal ada tabungan 30 juta untuk melamar ka zia menurut bunda gapapa atau gimana? itu uang hasil haikal tabungan dakwah sana sini, dan lainnya.. " jelas fikri sesekali menyeruput teh


" menurut bunda kurang a tapi kalau haikal adanya segitu ya engga apa apa lah, mamah tau haikal mau lamar? tanya bunda kepada delia.


" tau tapi untuk nominal nya belum mengetahui tadi hanya bicara haikal mau lamar dekat dekat ini " jawab delia.


" syukurlah, bunda hanya berharap semoga ada rezekinya untuk niat baik ini, gak ada salahnya untuk melamar 30 juta tapi kalau ada rezeki lebih alangkah baiknya ditambahkan. tapi bagaimanapun kamu tetap harus menyampaikan niat baik haikal ini sama keluarganya loh a, terserah mereka mau menanggapi seperti apa yang pasti kamu susah menyampaikannya " kata bundaa dan diangguki oleh fikri.


" besok rencana Aa mau mengajak haikal kerumah keluarganya bun, titip delia sama anak anaknya bun" kata fikri


" tenang aja istrimu aman sama bunda, kamu urusi dulu anak bujang mu yang mau menikah, untuk seserahan nanti bunda bantu" kata bundaa.


" kalau seserahan nanti kita beli bahannya aja bunda, biar delia yang merangkai sendiri heheheh " kata delia memberi saran


" ide baguss kan kamu tau apa ajaa ukuran ka zia dan kesukaannya nanti biar kita belanja" kata bunda menimpali.

__ADS_1


fikri yang mendengar ia hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan ibu dan istrinya yang sudah cocok jika menentukan ide.


" Nanti Aa bantu biaya berapa aja ngomong ya bun sayang "


" gausah ATM ini ada pakai untuk haikal ya bii" kata delia menunjukkan kartu ATM yang bebrpaa waktu lalu fikri berikan untuk istrinya belanja.


" yasudah boleh "


" abah sama bunda nanti bantu .. yang penting kamu kerumah keluarga haikal " kata bunda


" ya bunn, yaudah sudah malam bunda istirahat dan kita juga istirahat besok baru kita bicarakan kalau ada abah " kat fikri dan diangguki oleh bunda.


" jangan macem macem Aa tahan 9 hari lagii " kata bunda meledek anaknya.


" ya bunda aku pastikan setelah ini menantumu kembali isi hahahah " ucap fikri membuat delia merajuk ke bunda " bundaaa "


" awas ajaa kasihan menantukku.. kamu bikin dia hamil belum sampai waktunya 5 tahun bunda pastikan tidak akan melihat istrimu lagi " kata bundaa dengan seriuss.


" becanda bundaaaa ihss jangan lahh,, mau gimana aku nantii " kata fikri melemah..


" main boleh tapi jangan sampai isi "


" aihh bunda sama Aa atuh bicaranya jangan seperti ini delia takut sama Aa jadinya" kata delia


" perutmu masih sakit nak ? "


" sudah engga bun malah biasa aja tapi suka kerasa punggung nya.." kata deliaa


" tahh dengar a "


" ia bun yaudah ayu tidur " kata fikri menuntun istrinya untuk ke kamar sedangkan bunda ia masuk kedalam kamar yang disana terdapat alisyah.


~~


" abi maaf yaa belum bisa melayanimu andai saja dulu aku sadar dan sehat mungkin gak akan sesar " lirih deliaa dengan air mata mengalir.


" its okey gapapa umii, melayani gak harus berhubungan kan, umi sudah melayani abi seluruhnya hanya saja belum waktunya untuk menyatukan badan.. dan satu hal jangan bicara andai saja ingat umi semua ini terjadi atas kehendak Allah kita tidak boleh bicara seperti itu sama aja kitaa tidak menerimanya " kata fikri mencoba menghapus air mata istrinya.


" maafkan akuu " tangis delia pecah buru buru fikri memeluknya dengan eratt karna hanya pelukan lah yang dapat menenangkan delia.


" ia sayang... "

__ADS_1


__ADS_2