Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#233 fikri ingin mengatakan pada delia? H-4


__ADS_3

Keadaan pondok pesantren masih tetap dalam keadaan seperti biasanya tidak ada yang berubah semua kegiatan berjalan dengan tepat waktu, disiplin dan sopan santun masih terjaga, tak dipungkiri setiap pondok pasti ada anak anak yang bermasalah dan itu sudah menjadi bumbu bumbu kehidupan di pondok.


" ustad haikal izin pamit yaa " kata haikal saat bersama dengan ust ismail


" mau kemana?" tanya ust


" mau ikut abi ust" kata haikal dan ust ismail pun mengerti kalau sudah membawa nama abi fikri.


" yasudah fii amanillah,alisyah salam buat abi yaa " kata ust ismail ia memegang kepala alisyah.


" ia ustad " jawab alisyah.


" Alisyahhh..alisyahhh...wahhh ada anak cantik...alisyah " ucap para santri putra maupun putri mereka bertemu dengan alisyah, kebetulan haikal datang dengan alisyah di jam anak anak bubaran kajian sebelum mereka tidur.


" kalau begitu haikal. izin ambil pakaian ust "


" oh silahkan "


" na'am ustad assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumussalam "


~~


Haikal dan alisyah kini berada di kamar khusus pengurus pondok ia menemani abang haikal yang tengah membereskan pakaian untuk ikut dengan abinya,tingkah haikal dalam membereskan pakaian membuat temannya bertanya tanya mau kemana ia? bukannya haikal menetap di pondok?


" mau kemana kal? ko ada lisyah?" tanya azam


" mau ikut abi,diajak abi pergi " ucap haikal


" gue ikut ya " kata heru tiba tiba..dan langsung di larang oleh alisyah


" engga boleh aa abi nyuluh abang kal bukan aa" kata alisyah membuat teman temannya menahan senyuman dan berusaha menahan tawa melihat tingkah polos alisyah.


" bilang abi ya lisyah aa ikut " bujuk heru


" no aa tan muyid talau abang tan anak, ga boleh ikutt" kata alisyah membuat teman temannya tertawa sangat kencang apalagi azam.


" hahahahaha kena mental ga tuh" kata dika


"berisik "


" ahhaha "


" bang ayoo cepetan nanti aa itu itut tan ga boyeh " kata alisyah entah mengapa ia tidak menyukai heru.


" ia ia sayang, yaudah semua saya pamit yaa Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumussalam hati hati bro "


Haikal dan alisyah pun kembali masuk mobil dan menuju kediaman abinya karna masih hujan dan mereka pun menunggu reda.


***


Dokter memeriksa keadaan ka zia yang tiba tiba ketakutan, dokter memberikan ia obat penenang dan membuat ka zia tertidur. kasihan ka zia jika tidak tidur ia sering teriak teriak ketakutan bahkan temannya pun tidak di perbolehkan mamah menjenguk untuk sementara yaitu angga, karna jika melihat laki laki baik angga erik ia akan menangis bahkan meronta memintanya agar dilepaskan.

__ADS_1


Mamah dan ka kia mereka memutuskan beristirahat di kamar ka zia menunggu Delia datang, mereka tidak mengetahui kalau Delia akan berangkat besok subuh padahal setiap tengah malam mereka menjadi tikus untuk bercerita yang menjadi rutinitas dengan ditemani cemilan.


" Delia kapan kesini ka? " tanya mamah karna jam menunjukkan pukul 22:00 WIB


" gatau kaka WA katanya besok subuh " Jawa ka kia ia berusaha memejamkan matanya, karna lelah menghalangi ka ziaa yang sebelumnya berteriak hingga mememukul dirinya.


Dokter menjelaskan ia tidak gila hanya saja syok dengan kejadian yang baru dialami untuk itu ia harus diajak dan diingatkan yang membuatnya senang serta melepas beban dihatinya. hal yang membuatnya senang sudah pasti membuat mentalnya aman. berkumpul nya adik dan kaka mungkin membuat ka zia bahagia dengan seperti itu mungkin mudah bagi ka zia bercerita tentang dirinya.


" coba telfon A fikri? " ucap mamah


" ga enak kalau kaka yang menghubungi mah, coba suami kaka aja " kata ka kia ia pun turun dari ranjang ka zia..


" yasudah sana "


" kasihan kamu dee " gumam ka kia menatap adiknya yang tertidur efek obat. kia pun berlalu pergi keluar menemui suaminya yang sedang menonton TV. viola ia sudah tertidur dengan suster.


" sayangg"


" eumm yaa? "


" maafin ka zia yaa kamu jadi luka " lirih ka kiaa melihat suaminya dengan tangannya tercakar oleh ka zia.


" gapapa sayang, ada apa? "


" telfonin a fikri dong ini sudah jam 10 malam, apakah jadi kerumah atau engga? katanya mau otw apa jangan jangan belum bilang sama delia? kata ka kia raguu, fikri berjanji akan mengabarinya jika ingin perjalanan kesana.


" mungkin besok kali mih, kasihan baby zayyan kalau malam malam dibawa, ka zia tidur tenang kan? aku akan menemaninya disini jadi kalau ada apa apa aku sigap, tapi aku yakin ka zia gak akan bangun " kata erik menenangkan sangat istri.


" yaa berharap ka zia gak akan bangun tengah malam, maksud aku kan kalau ada delia enak bisa bercerita banyak, kamu tau kan aku sama zia ribut teruss jadi mana mau dia sama aku " kata kiaa bersandar pada bahu erik.


" yaudah kita telfon ya " kata erik ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi fikri. sudah tiga kali menghubungi namun tak ada diangkat membuat mereka khawatir.


" telpon delia cobaa "kata erik.


Ka kia pun menghubungi nomor delia dan ternyata diangkat oleh delia berbeda dengan fikri yang sudah 3 kali dihubungi namun tak kunjung diangkat. seperti biasa kia tidak akan pernah menyampaikan alasan dan tujuannyaa ia takut fikri belum bercerita, jika fikri sudah cerita pasti delia akan menanyakan langsung.


" Ia kak ada apa? " tanya deliaa dengan suara menahan sakit. sebelumnya mereka sudah mengucapkan salam.


" kamu lagi apa de? "tanya kia


" di kamar ka sedang menemani lisyah tidur, aku akan berangkat habis subuh ka, apa engga apa apa? " ucap deliaa ia menahan sakit yang ternyata tangan kirinya terkena air panas, untungnya zayyan tidak terkena melainkan hanya dirinya saja.


" hmm engga apa apa, kasihan zayyan juga sampai disini tengah malam dan pasti malam malam dijalanan ngeri ahh " kata ka kia ia mengerti keadaan saat ini.


" awsss " keluh delia saat tangannya terkena tangan alisyah.


" kamu kenapa? "


" gapapa kak kepentok meja? "


" yakin? "


" aku gapapa, mamah sama zia bagaimana kabarnya? "


" sehat, udah sekarang kamu istirahat besok ditunggu yaa kesini " kata kia ia menyembunyikan kondisi zia saat ini.

__ADS_1


" ternyata fikri belum bicara " gumam kia dalam hati ia menatap erik dan mereka langsung paham akan sesuatu.


" ia ka salam yaa buat keluarga disana "


" ia , assalamu'alaikum "


" wa'alaikumussalam "


panggilan pun berakhir dan kia pun meletakkan ponselnya dengan sesukanya karna ia begitu kecewa delia tidak jadi datang malam ini..


" sabar hanya beberapa jam kok " kata erik ia paham kondisi istrinya.


" iaa istirahat aja pih takutnya nanti gak bisa tidur, mumpung zia tidur kamu tidur " kata kiaa meminta suaminya istirahat karna kalau bukan erik yang diandalkan siapa lagi mengingat papah sudah lebih dulu pergi meninggalkan mereka dan fikri jauh di kota lain, mau tidak mau harus erik yang menjaganya.


" kamu juga kita istirahat yaa "


" okee "


***


Setelah berbicara dengan haikal, delia mengajak alisyah untuk beristirahat dikamar nya, sedangkan haikal ia mengunci gerbang membawa payung karena sampai saat ini hujan pun masih mengguyur kota bandung hingga malam hari.


haikal ia juga memasukkan mobil kedalam garasi dan menguncinya, saat memastikan aman ia pun masuk lewat pintu belakang yang menghubungkan dengan garasi dan menguncinya, semua pintu sudah terkunci rapih haikal pun menuju kamar mandi ia sholat witir dan dilanjut Ratib untuk kesembuhan zia.


Sholat witir dilakukan haikal 3 rakaat atau bisa 1 rakaat karna ia bersifat ganjil, setelah melakukan sholat haikal pun membaca Ratib wirid untuk kesembuhan ka zia.


Pemandangan itu disaksikan oleh fikri dari lantai dua karna ia ingin mengunjungi delia yang tidak kembali ke kamar setelah tadi berbicara dengan haikal. "masyaallah abi bangga padamu kal " kata fikri ia pun meninggalkan haikal melihat istrinya


" sudah tertidur " gumam fikri saat sudah berada dikamar alisyah yang tidak pernah dikunci, ia melihat delia sedang tertidur disisi alisyah memeluk putrinya dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri ia jadikan bantal untuk kepalanya serta kepala alisyah


" bidadari abi, maafkan aku telah bersikap dingin umi, abi hanya khawatir akan keadaan kamu dan zayyan. " ucap fikri ia mengelus kepala delia dan alisyah, saat tangannya menyentuh kepala alisyah ia menyadari tangan istrinya merah seprti daging. sejak itulah ia mengingat kembali kejadian tadi malam.


" Astaghfirullahalazim umi gak bilang kalau kena air panas " ucap fikri kalang kabut. ia pun mengambil obat luka bakar di laci.


" kenapa sampai seperti ini sih umii " kata fikri ia pun memakaikan salep luka bakar pada tangan deliaa.. dingin dan perih itulah yang dirasakan oleh delia hingga ia pun terbangun dari tidurnya


" awsss "


" sakit yaa? maafin aku membuatmu sakit" ucap fikri ia meniupkan tangan delia yang ia oleskan salep. tak ada jawaban dari delia justru ia berbunga bunga melihat ketulusan cinta fikri hingga perhatian yang ia berikan.


" maafin aku " kata deliaa membuat fikri menghentikan kegiatannya.


" aku yang minta maaf sudah memarahimu dan bersikap dingin padamu, jujur mi abi gak marah hanya saja aku takut kalian kenapa kenapa" kata fikri ia mengelus kepala delia.


" salah umi yang ceroboh "


" yasudah gak boleh gitu lagi yahh, ingett bahaya "


" pindah yuu masa pindah ranjang " kata fikri ia tidak akan bisa tertidur jika tanpa deliaa disisi Nya, delia sengaja tidur bersama alisyah karna ia berpikir kalau fikri marah padanya..


" aku pikir kamu marah sama aku bi"


" marahku sudah hilang saat kamu menjauh dan marahku tidak kembali karna sudah memelukmu " kata fikri memeluk delia.


" oh ya bi tadi ka kia telpon menanyakan kapan akan pulang, umi bilang habis subuh " kata delia ia menyampaikan kalau ka kia menghubunginya, membuat fikri tersadar akan kondisi ka ziaa ia pun berniat untuk menceritakan ini semua pada delia.

__ADS_1


hayoo abi udah mau bilang tuh sama umi kira kira bagaimana yaa reaksi umi??? best couple favorit kalian siapa sihh🥰🥰 akankah lamaran haikal dapat diterima oleh ka zia?


dan apakah salsa akan kembali?


__ADS_2