Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#239


__ADS_3

Mall Terbesar di kota jakarta menjadi salah Satu tempat membeli perlengkapan lamaran haikal untuk ka zia. ia menjadi salah Satu saksi dari serangkaian moment penuh haru esok malam dimana berlangsungnya acara dua insan yang tidak pernah sing berpacaran kini disatukan dalam bahtra rumah tangga, akankah ka zia menerimanya?


Berbeda dengan abi uminya justru haikal sedang berperan melawan pikirannya, ia memikirkan Satu yaitu akankah diterima lamarannya atau tidak. sejak tadi berkeliling mall dan membeli beberapa keperluan lamaran ia pun hanya diam mengikuti keluarganya.


" haikal kenapa diam? " tegur deliaa yang menyadari putranya melamun.


" eummhh eng.. engga.. gapapa umi "


" jangan melamun " Jawab deliaa.


Fikri hanya diam menatap putranya dengan biasa saja, ia mengerti akan perasaan putranya ia pun menepuk haikal dan berbisik "ceritalah abi akan mendengarkannya"


haikal menoleh menatap abi nya dengan senyum hangat " terimakasih "jawab haikal, mereka pun terus berjalan,Asik berjalan fikri berada disisi putranya dengan menggendong alisyah, puas membeli perlengkapan lamaran mereka pun menuju foodcourt lantai 3 untuk makan bersama, mereka memilih hokben untuk menu cemilan mereka. singkat cerita setelah makan mereka melanjutkan perjalanan menuju hotel untuk meletakkan barang barang lamaran.


~


At hotel.


" umi zayyan letakkan di ranjang bunda aja " kata fikri ia membantu sang istri melepas zayyan dari gendongannya.


" ia nak" jawab bunda.


zayyan pun tertidur di ranjang hotel sedang kan haikal dan fikri ia memilih ber istirahat di sofa, bunda dan delia ia melanjutkan merangkai bucket uang lamaran serta Kerabat lainnya.


" oh ya haikal apa uang nya sudah ada? berikan pada umi akan umi rangkai " ucap deliaa setelah selsai menghias selimut bedcover, Haikal pun mengambil tasnya ia memberikan uang tunai 50 juta untuk melamar pujaan hatinya, setengah dari uang lamaran delia fikri tapi Haikal mendapatkan itu hasil perjuangannya sendiri yang awal nya 30 juta tapi Haikal mendapatkan uang 20 juta dari bunda, 15 juta dari wulan tyo, dan 20 juta dari delia total 85 juta, ia menggunakan 50 juta untuk melamar ka zia sedangkan 35 jutanya ia berikan perlengkapan lamaran total 15 juta dan 20 jutanya ia simpan untuk nanti seserahan. bukan nya tidak ingin memberikan semua tapi kebutuhan seserahan nanti membutuhkan pengeluaran yang tak sedikit.


" Ini pas 50 juta umi, pecahan 100 ribu " kata Haikal ia memberikan uang pecahan 100 ribu dengan senilai 50 juta yang akan di bentuk menjadi bucket oleh delia.


" oke terimakasih nak " ucap delia ia memasukan Satu persatu uang kedalam plastic yang di Bantu oleh bunda, fikri dan Haikal pun turun tangan.


" bii Haikal tuh ke pikiran takut ka zia menolak lamaran abang" lirih Haikal ia mengungkapkan isi kepalanya oleh abi sambil membantu uminya.


" serahkan semua kepada Allah nak, supaya Allah tetapkan zia jadi milikmu dan diberi kelancaran " ucap fikri.


" bismillah, huftt degdegan Haikal padahal Lusa Yaa " kata Haikal


" nak ka zia sudah tau loh kamu Mau lamar malam ahad " jawab delia tak melihat putranya justru ia menempelkan tusukkan di atas uang yang telah dilapisi plastik. " umi beneran? "


" bener ka zia sudah mengetahui lamaran kamu, nanti bu nyai juga menemani kamu nak " kata deliaa


" ia gapapa bunyai temani haikal yahh" kata Haikal ia menatap bunyai yang sejak tadi khusyu memasukan uang kedalam plastik.


" iyaa nak "


" bang, degdegan tak?" tanya fikri menggoda putranya.


" jangan ditanya abi kalau soal itu mah "


" itu yang dirasain abi saat melamar umi much" shut fikri yang membuat delia tertunduk.


" abi aja yang membawakan umi 100 juta degdegan apa lagi haikal yang hanya setengahnya dari abi huaaaaa takut ditolak " kata Haikal


" rezeki tak boleh di sesali "


" ust ismail, ust ilham, yang akan menemani kamu Kal.. sahut fikri lagi.


" sudah sudah ihhh lebih cepat sedikit " kata deliaa is sudah sangat keteteran


" wulan sama syifa, salsa abah mereka kesini bun" kata fikri melihat pesan dari wulan.

__ADS_1


" ihss kenapa kesini semua kan tak enak sama mama " protes bunda.


" gapapa bun, mama paham kok " jawab delia menenangkan hati sang mertua.


Singkat cerita semua keluarga fikri ber kumpul mereka membantu delia merangkai uang yang akan dijadikkan bucket, yang lain membantu memasukan uang kedalam plastik, ada pula yang membantu memasakan kayu yang direkatkan pada lem, sedang kan delia ia menyusun uang yang ia sematkan pada busa.


" gede bangetttt" ucap mereka yang melihat sebagian kerangka yang delia buat.


" ini belum seberapa, atuh bawanya gimana ga bisa ke mobil " ucap bunda.


" bisa bun" celetuk wulan.


" udah bun bisa aja kalau delia yang buat mah, kita liatin aja " protes syifa yang menyaksikan kaka ipar memasang bucket.


" hahahaha " tertawa semuanya melihat delia naik di atas Kursi rias.


" awas jatoh ih" kata fikri dengan terburu buru ia pun memegang Kursi yang diinjak delia.


" ahh romantic bangettt"


Owekkk... owekkk... owekkk "tangis zayyan membuat delia menghentikan kegiatannya ia pun ingin menghampiri zayyan namun dicegah oleh bunda. "lanjutkan saja nak zayyan sama bunda "


" baik bunn"


**


" ka zia kaka serius Mau menerima lamaran haikal ? " tanya saudara dari mama.


" hehehe " tawa ka zia saat ditanya hal seperti itu.


" kalau hati ga yakin gausah kak"ucap saudara nya yang mendapatkan pukulan dari sang mama " aduh bi sakit" keluhnya'


" ia iyaa "


" hehehe liat nanti ya de " jawab ka zia dengan senyuman andalannya.


" zii kemarilah sebentar " panggil ka kia dan ia pun menghampiri ka kia yang memintanya naik ke kamar miliknya dahulu sebelum menikah.


" ada apa " tanya ka zia saat mereka sudah berada di kamar ka masa gadisnya ka kia.


" ini baju buat acaraa papah terus acara lamaran kamu ? " tanya ka kia .


" buat lamaran aku sudah siapin kak, untuk makeup aku percayakan pada delia , " jelas ka ziaa ia duduk diranjang dengan tangan memegang pakaian yang akan di kenakan pada acara papah.


" kan lia pulang de " kata ka kia menimpali.


" yaa engga katanya ihss masa pulang" lirih zia.


" ya liat aja nanti, malam sabtu pulang malam ahad kesini percaya ucapan kaka " ucap ka kia ia menggoda adiknya yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya.


" ihh nyebelin, kak aku udah booking dekorasi lamaran sabtu pagi sampe kak " kata ka zia


" kamu menerima lamaran haikal de ? " tanya ka kia yang terkejut sampai zia mau menyiapkan lamaran ini.


" engga "


" deee jangan menolak lamaran orang yang baik, paham agama" kata ka kia mengingatkan.


***

__ADS_1


Hari jumat yang dinanti pun tiba jam menunjukkan pukul 07:00 WIB para keluarga besar dari beberapa keluarga mereka tengah sibuk satu sama lain, ada yang menggelar karpet, memotong buah, menyiapkan prasmanan, cek sound, dan lain sebagainya.


Lain hal dengan shohibul hajat mereka sedang berada di kamar mamah dimana ketiga putrinya tengah berkumpul, kecuali suami mereka , zayyan sudah lebih dulu rapih ia digendong oleh bunda, alisyah bersama abinya yang mana baik delia zayyan alisyah fikri mereka menggunakan pakaian yang berwarna senada.


" dee ini kaka sama belum alisnya " tanya ka zia yang mencoba dandan sendiri. "mana liat " ucap ka kia menimpali.


" hahahah "


" ihh kaka mah ketawa " protes ziaa yang malah mendapatkan hal yang tak ia inginkan.


" a.... hhahaa.. atuh itu dah de liat "


" mana kak coba lia liat " kata delia ia selesai memasangkan alis untuk mamah, mamah tak menyukai dandan jadi ia hanya makeup natural saja. " bener kan de " ucap ka kia.


" yang kanan di taikin sedikit kak jadi sama hehehhe tapi semuanya bagus ko rapih " kata deliaa membentulkan alis kakanya.


Tok... tok... tokk


" yaa masukk"


" nakk " panggil bunda diambang pintu.


" eh bunda... sini masuk buu" kata mereka barengan.


" ihh kompak ya " ucap bunda ia masuk kedalam kamar besannya.


" ada apa mah ? "


" zayyan haus nak, berikan ia asi setelah itu mau dibawa suamimu " kata bunda ia memberikan zayyan pada delia dan delia pun mengambilnya , delia sudah paham akan permintaan sang suami ia pun mengikuti saran ibunya untuk memberikan asi untuk zayyan.


" kemana nak ? "


" zayyan mau kemana ? "


" engga kemana mana zayyan mau dibawa abi ngaji biasa dirumah seperti itu mah , diletakkan aja di bawah pakai alas " kata delia ia memberikan zayyan nutrisi dari asinya.


" ohhh begitu iya iya "


~~


Tamu undangan sudah memasuki tempat yang telah disediakan, ustadzah pun sudah sampai dan langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan. " Assalammualaikum" ucap ustadzah pembina majlis taklim azzahra beliau yang selama ini meneruskan taklim delia.


" waalaikumussalam ahlan wa sahlan ustadzah"


" terimakasih, ning delia kemana ya ? " tanya ustadzah saat ia selesai bersalaman.


" Ada didalam sebentar dipanggilkan"


singkatnya delia pun datang dengan menggendong baby zayyan setelah tadi disampaikan kalau ustadzah sudah tiba ia berlari terburu buru.


" assalammualaikum ustadzah" ucap delia ia mencium pipi ustadzah .


" Waalaikumussalam ning, wah baby zayyan sudah besar yaa " ucap ustadzah.


" Alhamdulillah umi, baru sampai umi ,"


" iya nih, yaudah kita mulai aja ya " ucap ustadzah ia pun memberikan mic untuk delia membuka acara malam ini.


maaf author baru up karna putri author sakit , jadi harus pulang pergi ke rs, mohon doanya semoga tidak apa apa 🤗

__ADS_1


__ADS_2