
Sinar mentari pagi kini mulai menampakkan keindahannya terlihat dari balik jendela yang menembus kedalam ruangan membuat wanita wanita cantik yang berada dalam satu ruangan tersebut terbangun dan itu membuat gaduh seisi kamar sepertinya mereka kesiangan karna jam sudah menunjjukan 07:00 wib.
" Hoammmmm ihs silau " ucap ka zia sambil menguap sedikit terganggu akibat sinar matahari. " Jam berapa sih ini " Gumam zia sambil melihat jam betapa terkejudnya melihat jam sudah pukul 07:00.
" ASTAGAAAAAAAAAAAAAAA" Teriak zia sambil loncat dari tempat tidur. "GAESSSSS BANGUN KESIANGAN UDAH JAM 7 KATANYA MAU KE BANDUNG" OCEH zia kalang kabut.
" Berisik zia " ucap Kia sambil mengucek mata dengan suara khas orang bangun tidur.
" Eh kaka sok cantik kita KESIANGAN " jelas zia sambil menekan kata KESIANGAN.
" Hah kenapa gak bilang deee astagaaa" ucap Kia yang kini ikut kalang kabut.
" Kak delia mana " tanya zia karna baru sadar adik kecilnya tak ada dikamarnya.
" Lah iya mamah juga " sahut Kia baru tersadar.
" Jangan.. jangan... " Gumam mereka.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa mamah delia papah " teriak sambil lari menuju ruang makan yang berada dibawah. dan itu membuat kakia dan zia saling tubrukan.
" Astagfirullah itu anak kamu kenapa sih papah " ucap mamah yang mendengar keributan dari bawah.
"Biarkan pah sepertinya mereka kalang kabut karna kesiangan, bagaimana hebohnya zia kalau kesiangan, dan Kia yang jutek heboh ah pokoknya sebelas dua belas" jelas mamah yang sudah tak heran mendengar keributan yang terjadi jika ka zia dan ka Kia bertemu.
" Anak itu bisa membuat gaduh bisa membuat sunyi ya tap.... " ucap papah yang terpotong karna kelakuan anak pertama dan keduanya.
" Kakia apa sihh ih aku duluan elahhh " ucap zia sambil menarik baju kakia itu membuat Kia terhempas namun kia bisa menahan diri dengan menahan zia yang hendak kabur.
" Ehh eh ehhh yang tua duluan, " jelas kakia yang menarik zia.
" Kalian ini astagfirullah cukup " ucap mamah yang sedari tadi menikmati pertunjukan kaka beradik itu.
" Mamahhhh ko kita ditinggal sih mah kenapa ga dibangunin" oceh zia sambil duduk disisi mamah ya namun kalah cepat dengan Kia yang lebih dulu duduk.
" Shitttt "
" Mamah sudah membangunkan kamu tapi kamu ga bangun bangun papah kira emang ga bangun" ledek papah karna zia paling susah bangun kalau sudah dengan Kia.
" hh eh eh eh"
" Ayu kita berangkat " ucap Erik yang sedang menggendong viola lengkap dengan pakaian yang rapih.
__ADS_1
" Loh ko udah pada mau jalan " heran kia.
" Ya iyalah kan udah jam 7 mau nyampe jam berapa di bandung? " jawab mamah yang bangun dari duduknya dan diikuti lainnya.
" Aku belum mandi mah belum dandan "
" Terserah"
Mereka pun siap siap memasuki mobil dengan delia yang menggendong viola membawanya kabur dari mamah dan tantenya supaya tidak terguncang dengan kelakuan mamahnya.
" Ihh tungguuuuu " ucap kakia yang mengambil tas makeup.
" Iya tunggu "
" Jorok ihh engga mandi mamahnya viola " ucap delia sama viola.
" Vio sama umma delia aja ya " ucap viola.
" Ayooo " Kia zia.
" Jorok ga mandi bau ihh.. "
" Ceuhhh gapapa yang penting wangi dan cantik dengan muka pakai makeup dan baju tiye die.
" Mami bauuu ihh "
" Awas ya vio" geram kakia.
" Sudah sudah kamu makeup aja sayang di mobil nanti viola sama delia" ucap erik sambil memasuki mobil.
Tanpa banyak tanya mereka pun masuk kedalam mobil menuju bandung.
__ADS_1
@@@@@
" Pagi sayang " ucap fikri pada anaknya yang kini sedang kumpul dimeja makan.
" Pagi abi "
" Pagi semua nya " ucap fikri pada anggota keluarga.
" Pagi aa"
"kesiangan a? " tanya abah
" Iyah abah tapi tadi ketiduran diatas sajadah fikri abis sholat jadi kesiangan ini juga ga sengaja abah " jelas fikri sambil menyendok nasi.
" Yasudah atuh Mari kita makan " ucap abah memulai makan diikuti yang lainnya.
10 Menit mereka makan kini semuanya masih berada di meja makan tanpa berkurang satupun dari mereka.
" Nanti bunda akan berjumpa dengan keluarga delia sepertinya ia akan sangat telambat dari jadwal yang ditentukan tadi mamahnya memberikan info ke bunda kalau ada sedikit kendala " jelas bunda..
" Yaallah yasudah gapapa bun mudah mudahan mereka semua selalu dalam lindungan allah dan selamat sampai kembali lagi kedepok" ucap abah sambil mendoakan.
" Aamiin yaallah "
" Abi aku mau main sama abi "
" Baiklah nanti ya alisyah abi mau berbicara sama nenek kakek " ucap fikri sambil mengelus Kepala alisyah.
" Baik abi" ucap Alisyah sambil berlalu pergi.
" Fikri ujian pernikahan banyak Nak kamu harus sanggup melewatinya dan tentu kamu harus banyak banyak mendekatkan diri kepada allah " ucap abah.
__ADS_1
" Baik abah terimaksih telah membantu fikri materi maupun dengan wejangan fikri bersyukur abah " ucap fikri sambil salim kepada abah.