
" Abiii, biiii...sayang bangunnnn..ayangg" kata delia mencoba membangunkan suaminya dengan air mata membasahi wajah dan rambut panjangnya yang menghalangi matanya.
" Abiii...hikss..bangun...abiiii" lirih delia dengan melemah , berulang kali ia mencoba membangunkan suami namun tak kunjung membuka matanya, mungkin fikri benar benar dalam titik lelahnya.
Tak ada cara lainn tubuhnya mulai lemas ia pun berteriak sekuat tenaga untuk berteriak
" Aaaaaaaaaaaaaaaa, papahhhhh, "
Firki yang mendengar istrinya berteriak dengan cepat melompat dari tidurnya ia refleks memeluk tubuh istrinya yang hanya menggunakan pakaian dinas.
" Sayanggg heyyy sayanggg istigfarrr heyy, Astagfirullah kamu kenapa sayangg " kata fikri ia terus mengusap wajah istrinyaa yang terus menangiss.
#Flashback on#
Bunyi sholawat itirof dan suara getar ponsel delia yang berada di nakas, membuat wanita cantik itu terbangun dari tidurnya , ia pun mengusap wajahnya dan menguap karna terganggu tidurnya, dilihatnya jam menunjukkan pukul 04:10 WIB itu artinya sudah hampir mendekati waktu subuh, biasanya setelah sholat tahajud mereka tidak tidur melainkan mengaji bersama namun berbeda hari ini mereka memilih tidur kembali setelah menunaikan ibadah sunah tahajud
Drtttt..drttt.drttt+ sholawat itirof
Dengan cepat delia meraih handphone nya dilihat dalam layar ponselnya telpon dari ka kia , namun saat delia ingin menggeser ikon hijau tiba tiba panggilannya berhenti, dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul delia melihat isi pesan dan 5 panggilan tak terjawab dari kakia , kazia dan mas erik. dimana isi pesan tersebut membuat jantungnya seperti berhenti, tubuhnya menjadi melemas bagai tak punya tulang , Airmata membasahi pipinya bahkan isak tangis mewarnai ruangan.
ia membaca pesan dari kakia lebih dulu yang berisi : de, pulang yah hari ini , jangan tak pulang, plisss.
ka zia : Adik cantik nya kaka, bumil cantik pliss pulang yahh kumohonn
erik: Adik ipar maaf jika aku mengechat mu , sebab abang menelpon suamimu tak diangkat dan kaka kakamu menelpon juga tak angkat, abang cuma ingin menyampaikan , pulang sekarang ya cantiknya papah .
Begitulah isi pesan dari keluarga delia, dengan perasaan campur aduk, dan tangan gemeteran ia terus menghubungi kaka kakanya , percaya atau tidak jika kita panik maka semua yang dianggap gampang itu akan menjadi hal paling rumit. begitulah yang dirasakan deliaa. telpon delia untuk menghubungi ka kia dan ka ziaa serta bang erik tidak ada yang mereka angkat , membuat perasaan delia menjadi kalang kabut.
Handphone fikri berbunyi menandakan panggilan masuk untuknya , dengan cepat delia meraih ponsel melihat panggilan dari erik terlihat dalam layar fikri , dengan gerakkan cepat delia menggeser ikon namun tak mengucapkan kata apapun ia penasaran kenapa seluruh keluarga menghubunginya menjelang pagi seperti ini.
" Assalammualaikum A , a apa kamu sudah bangun ? apa aa sudah sholat subuhh ?" kata erik di sebrang sana dengan suara bergetar.
" erik sekarang dirumah sakit a , erik mendapatkan kabar dari ibu mertuamu, kalau.. kalau papah mertuamu tak sadarkan diri , erik mohon bicaralah pada delia dengan baik baik ya A, mudah mudahan papah delia bisa cepat sadar kembali" kata erik dengan suara bergetar, ia tidak mengetahui kalau yang menerima telpon adalah adik iparnya bukan Fikri.
" a..aaaabang ga bohong kan" kata delia dengan airmata mengalirrr, , erik yang mendengar suara adik iparnya hanya bisa menutup mulutnya sendiri menggunakan tangan, ingin sekali ia menarik ucapannya namun apalah daya delia justru sudah mengetahuinya.
" bang.abang kenapa diam ? katakan sama delia kalau inii becandaa, papah masih sehat bang tadi lahap makannya , papah masih sehat tadi videocall dengan deliaa , bangg..abangg tolong katakan ini bohongggg" kata delia dengan airmataaaa mengalirr , berusaha tak mempercayai apa yang telah didengar namun kenyataaan memang lah kenyataan.
ia pun membangunkan suaminya dan meninggalkan panggilan begitu saja bahkan handphone milik suaminya terlepas dalam genggamannya , sedangkan erik ia tidak mematikan ponsel ia ingin mengetahui apa yang akan terjadi .
" Aaaaaaaaaaaaaa, papaahh" teriak delia
#flashbackoff#.
****
suasana haru terasa dalam rumah sakit, kabar pak reno tak sadarkan diri membuat semua anak dan keluarga besarnya terkejut, padahal belum lama ia menelpon dengan putri putrinya lewat video call dan papah lahap makan makanan yang disuapi mamah.
__ADS_1
Tak ada kejadian aneh yang diberikan papah pada keluarganya, bahkan panggilan videocall dengan putrinya papah tertawa dan bercanda seperti papah biasanya.
" Bagaimana nak apa delia sudah dihubungi" kata mamah didepan pintu ruangan rumah sakit papah yang terus saja mundar mandir tak jelas.
" sudah mah , kakia dan zia sudah menelpon delia tapi tak diangkat mungkin lagi sholat" kata kazia melihat jam dilayar ponselnya.
" pahh bangunnn pahhh" lirih mamah yang terus saja kesana kesini ia tak tenang.
" sayang , mamah, de, erik udah menghubungi fikri tapi yang angkat delia , abang keceplosan ini gimanaaa, bahkan erik dengan delia menangis dan berteriak papahhh" ucapnya dengan gemeteran , ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan deliaa saat inii.
" Astagfirullah anak mamah " kata mamah dengan berteriak dengan cepat ia dipeluk oleh kakia dan ka ziaaa
" cepet dee telpon deliaaaa" kata kakia menyuruh zia segera telpon untuk memastikan keadaan adik tercintanya itu.
" mah mamah kuat yaa, mamah bisaaa, papah cumaa drop mah, papah pasti sama kitaaa" lirih kakia dalam pelukan ibundanya.
Erik menghubungi kerabat terdekat lewat ponselnya, ia juga menghubungi keluarga meminta doanya untuk kesembuhan pak reno., Zia berulang kali menelpon delia namun tak diangkat, entah apa yang terjadi membuat ziaa kesal.
" ini ade satu gatau diri banget disaat kaya gini gak bisa dihubungi!! " geram ka zia menghampiri mamah dan kakia.
" bisa de ? " tanya kakia.
" gak diangkatt" katanya melemah.
" Yaallah anak mamah hiksss...hiksss.." lirih mamah ia pun lemas dan kia membawanya untuk duduk di kursi didepan ruangan.
**
" sayanggg heyy sayangg istigfarr" ucap fikri panik ia pun menepuk nepuk pipi delia supaya istri tercintanya sadarrr dan tidak menangiss.
Delia yang terkejut atas kondisi papah menjadi lemas ia sudah kehilangan kesadaran hanya airmata yang mewakilkan serta tatapan kosong, dengan cepat fikri mengambil ponselnya ia membaca isi pesan dari kaka kakanya dan dari bang erik, ia yang membaca pun terkejutt dan dadanya sesak berulang kali iaa menarik nafas bahkan pesan terakhir dari ka zia ialah
ka'zia@ dek pulang papah masuk rumah sakit , ia tak sadarkan diri , pliss pulang lah "
begitulah isi pesan kazia , setelah membaca fikri pun meletakkan kembali dan fokus pada sang istri , diambilah minyak angin yang ada dilaci nakas ia pun mengolesi minyak angin pada hidung, dada dan telapak tangan serta kaki delia. yang ia pikirkan adalah bagaimana istrinya kembali sadar dan mereka sholat subuh terlebih dahulu baru pulang ke depok.
" sayangg..papahhhh. hiksss." lirih delia dalam kesadarannya walau tubuhnya masih syok tapi ia bisa merespon.
" iya sayang kita pulang yaaa..tapi sholat subuh duluu doakan papah yuu mi" kata fikri ia menuntun istrinya ke kamar mandi untuk wudhu dan dirinya , singkat cerita mereka selesai sholat dan berdoa kini delia duduk di ranjang sedangkan fikri ia menghubungi keluarganya untuk pulang kedepok tanpa kerumah abah. air mata terus mengalir dipipi deliaaa bahkan ia tidak berhenti menangis pada saat sholat.
" umii jangan menangiss , istigfar ya kita pulangg " kata fikri disela pelukkan mereka , ia tidak bisa menahan airmatanya , sekuat tenaga ia tak mengeluarkan kini ia pun menangis.
" aku minta maaaf.." lirih fikri , ia merasa bersalah atas apa yang terjadi ,
Dengan cepat alisyah dibawa fikri dalam gendongannya dan menuntun istrinya untuk turun, karna dirumah mereka hanya bertigaa jadi alisyah pergi tidak mandi terlebih dahulu
"papah bii papah, aku takutt papah kenapa kenapaaa"lirih deliaaa ia masuk kedalam mobil diikuti alisyah dan fikri ia mengunci rumah setelah itu ia kembali masuk kedalam mobil.
__ADS_1
pakaian yang mereka kenakan adalah delia memakai gamis serba hitam, alisyah memakai pakaian tidur dan fikri memakai sarung hitam serta kaos putih oblong yaaa ketiganya tak sempat membawa baju salin karna yang dipikiran mereka adalah papah dan fikri ia ada baju koko di dalam mobil yang menggantung.
" sayangg kamu istigfar yaaaa, kasihan dedeee " kata fikri mengelus perut istrinya yang membuncittt.
mereka berangkat dari bandung pukul 05:00 WIB dan akan tiba pukul 9 pagi tergantung macet atau tidaknyaaa.
(7:30 at resarea)
" Abiii perut umi sakitttttt...auuuuu" lirih delia ia mencengkram lengan fikri dengah sekuatt kuatnya , fikri menahan sakit pada lengannya demi istrinya kuat.
" makan ya umii, kita belum sarapan , abi beli sebentar yaaa " kata fikri ia melepas cengkraman delia, dengan langkah terburu buru ia pun mengambil random apa sajaaaa, sedangkan alisyah ia masih sempat sempatnya tertudur.
" de kamu kenapaaa" ucap delia pada perutnyaaa.
" kamu kuat yaa nakkk , umi mohonnn" lirih deliaaa .. ponsel dirinya berbunyi dengan cepat panggilan dari kakia .
" hallo kak assalammualaikum" ucap deliaa
" waalaikumussalam, ka...kamu dimana de " tanya kakia dengan suara bergetar.
" dijalan ka masih di rest area, abi sedang isi bensin" jelas deliaa dengan panikk mendengar kakanya dalam suara yang parau. fokus telponan delia tak menyadari kehadiran fikri , fikri pun menanyakan siapa dengan tanpa suara , delia pun menjawab Ka kia, fikri pun meminta ponselnya pada deliaa.
" Umi boleh abi ngobrol dengan kakia , umi sarapan duluu " pintanya dan delia menurutt iaa dengan cepat memberikan telponnya dan langsung membuka roti untuk dirinya sarapan
Fikri pun menutup pintu mobil ia menelpon diluar supaya delia tidak mengetahui pembicaraannya. " Assalammualaikum ka ini fikri "
" waalaikumussalam Afikri , "
" papah bagaimana ka keadaannya"
" papah...papah.. A fikri segera keseini yaaa dengan delia , sengaja kami tidak menyampaikan langsung kondisi papah suapaya tidak terjadi apa apa pada delia, hiksss"
" iya ini sedang di restarea tidak lama lagi sampai, papah baik baik aja kan ka "
" papah meninggal A hikssss hiksssss"
" innalillahi wa inna illahihi rojiun" ucap fikri terkejut dengan cepat ia mematikan telpon kakia dan langsung masuk kedalam mobil , melihat istrinyaa fikri pun memeluknya dengan kecupan kecupann pada wajah dan kepala.
" Ada apa bii" kata deliaaa.
" kita pulang yaa kamu makan aja dimobil , kamu harus kuattt yaaa , ada aku yang menemani kamu " kata fikri menghidupkan mobilnyaa
" maksudnyaaa, "
" jangan bilang kalauuu papah..." ucap delia menggantung.
" Doakan ya umiii "
__ADS_1