
Delia fikri alisyah dan zayyan ia masih berada di tol menuju kota bandung, Fikri mencari rest area untuk mereka beristirahat sejenak nyatanya belum bertemu, Alisyah yang sejak tadi tertidur kini ia aktif kembali bermain dengan mainan kesukaannya, fikri membiasakan alisyah sejak kecil untuk diam di mobil dengan memberikan mainan dan cemilan, tak perlu khawatir fikri menyediakan tempat sampah kecil untuk putrinya membungan sampah cemilan.
" Abii umi bobo yah" kata alisyah dengan perlahan.
fikri yang menyetir ia hanya melihat putrinya sekilas " Ya nak umi bobo , ada apa sayang" tanya fikri sesekali melirik alisyah dan delia yang tengah menyusui zayyan.
" Lisyah mau pipis bii " gumam alisyah.
" Kata umi alisyah pakai pempers nak, gak apa apa pipis di pempers dulu yah , nanti kalau sudah sampai di rest area umi akan gantikan nakk, gapapa ya teteh lisyahh" kata fikri dengan lembutnya.
" Baik abi"
" Huh syukur Alhamdulillah yaAllah alisyah mau mengerti" kata fikri dalam hati
Dari kejauhan fikri sudah melihat rest area, ia mencari celah agar bisa menepikan mobilnya di sisi kiri. "Alhamdulilah aku bisa minum kopi dulu" ucap fikri yang mulai merasakan kantuk.
Tak lama kemudian fikri sudah sampai di rest area ia mencari tempat untuk mobilnya terparkir. " mba wulan sudah sampai tapi kenapa abah belum " ucap fikri saat ia menetralkan mobilnya.setelah menetralkan mobil fikri menoleh melihat istrinya tertidur dengan posisi zayyan melepaskan asinya namun tak ditutup karna delia tak menyadarkan.
" Aduh zayyan pinter ya mau berbagi dengan abii eumhhhh" ucap fikri ia pun membantu menutupi asi delia.Bersamaan dengan itu Delia terbangun "Astagfirullah" sontak delia reflex menepis tangan fikri.
" Berbagi apa abiii" sahut alisyah tiba tiba.
" Lisyah itu mamah ceuceu " kata fikri melihat mba wulan menghampiri mereka.
" Abi maafkan umii, umi minta maaf tidak tau kalau itu tangan abi, maafin umi abi" kata delia panik.
" mamah ceuceu , mamah ceuceu mamah ceuecu" teriak alisyah kesenangan, ia bahagia bertemu mamah ceuceu yang artinya ia bertemu dengan raka alya.
"hetss nak hati hati nanti jatuh , " sahut fikri melihat anaknya cepat cepat turun.
" Abiii"
" Baru sampai a " tanya mba wulan saat mereka sudah berada dimobil fikri namun fikri delia belum turun ia hanya membuka kaca mobil dibagian depan dan membuka pintu mobil bagian belakang untuk alisyah turun
" mamah ceuceu" panggil alisyah.
"gak sengaja aku abiii jangan di cuekin, Yaallah berdosa sekali aku ini " kata delia dalam hati ia terusmemandangi wajah suaminya.
" hallo sayang, ka alya ajak alisyah ke papah ya , mamah mau bicara dengan Abi umi dulu yah " kata mba wulan.
" Okey mam"
" teh lia kenapa diam aja" sahut wulan melihat delia diam " eumm mba hehhe aku baru bangun" kata delia dengan suara khas orang bangun tidur
" bunda sama abah syifa belum nyampe mba ?" tanya fikri sekilas ia melirik istrinya.
" belum , bukannya ngekor di belakang kamu a ?"
" engga tau aa namanya jalan tol ya pasti ngebut, mba kirim lokasi ke syifa atau bunda aja "
" udah "
" De sini zayyan mba gendong" pinta wulan pada delia. dengan senang hati delia memberikan zayyan.
" Awas anak Aa lecet" kata fikri dengan tegas.
__ADS_1
" Bapanya yang di lecetin, yaudah sini ajak zayyan ke suamiku ya, teh ini bantal sofa bayi aku bawa" kata wulan.
" ia bawa aja teh " sahut delia ia pun mulai menutup kaca mobil, saat memastikan kaca mobil sudah di tutup dan zayyan dibawa wulan delia membetulkan hijabnya ia membuka hijab dan merapihkan rambut.
" jangan berpunduk umi" kata fikri melihat istrinya menguncir rambut. " iya"
Singkatnya delia sudah rapih dengan hijab
segi 4 dengan cadar tali ia pun menghadap sang suami. " abiii ini tangan umi, umi gak akan beranjak dari duduk umi sebelum abi memafkan umi, maafkan umi menepis tangan abii, umi gamau malaikat mengutuk umi, umi gamau dosa abi, maafkan umi" lirih delia berkaca kaca , sedangkan fikri ia menyaksikan istri sholehanya hanya bisa mengulum senyum.
" Abiiiiii ahhhh" rengek deliaa.
Tak kuasa menahan ia pun memeluk delia dan menghujani ciuman di kening serta pipi. " emuchhhh , abi sudah maafkan umi, umi gak salah" kata fikri mengelus pipi delia.
" Terimakasih suami " ucap delia ia mencium tangan fikri bolak balik 3 kali.
"Sama sama yuk nyusul zayyan sama alisyah abi mau pesen kopi " kata fikri ia pun membuka pintu untuknya dan kemudian setengah berlari ia membukakan pintu delia " terimakasih" kata delia lagi.
"Sama sama bidadari" mereka pun berjalan memasuki rest area , namun sebelumnya fikri mengunci mobil terlebih dahulu dengan remote
"Titt...titt"
~~
" mereka ko ga kelihatan yaa mobilnya" gumam bunda melihat mobil yang sama dengan mobil kedua anaknya namun berbeda plat mobil.
tanpa mereka sadari kedua anaknya sudah lebih dulu tiba di rest are , butuh 2 jam lagi untuk sampai di kota bandung dan butuh kurang lebih 1 jam untuk tiba di pesantren.
" Ya gak ada bunda kan mereka sudah lebih dulu sampai di rest area " sahut ka syifa yang menyetir mobil sedangkan abah ia sudah tertidur.
" Mba wulan mengirimkan GPS pada syifa, Aa juga bunda, tinggal syifa yang belum sampai "
" atuh buru nak bunda khawatir pada zayyan dan Alisyah " sahut bundaa.
" baik bunda" kata syifa pasrah, padahal sejak tadi ia ingin menambah kecepatan namun bunda mengoceh sepanjang perjalanan hingga abah mengangkat suara untuk syifa mengikuti bunda dan sekarang bunda meminta syifa untuk mempercepat langkahnya.
Singkat cerita Bunda sudah sampai di rest area ia dengan cepat turun dari mobil padahal mobil saja baru tiba di parkiran.
"Astagfirullah bunda sabar bun pelan pelan"
" Tunggu abah " sahut abah.
"Hayo atuh buru kasihan zayyan alisyah" sahut bunda kalang kabut dengan langkah cepat ia menghampiri keluarganya yang tengah menikmati hidangan.
~
" A fikri beneran ini engga mau pesen makan nanti abah sampai langsung makan " kata mas tyo saat mereka sudah duduk di kursi cafe.
" Boleh pesenin aja , " kata fikri
" udah sharelock ke syifa ?" tanya fikri lagi ,jujur fikri adalah kaka yang paling cerewet kalau adiknya belum berkumpul, ia takut ada hal sesuatu mengenai adiknya. terlihat jelas raut khawatir a fikri hingga delia menegurnya "kamu tenang ya abi, Umi sudah mengirim gambar pada syifa untuk langsung kesini , katanya ia " jelas delia menepuk bahu suaminya.
Wulan ia sejak delia sampai ia menggendong zayyan karna sudah tau jika bunda datang pasti zayyan akan bersama bunda.
" Teh ini tidur dari tadi ? "
__ADS_1
" ia mba , minta asi saja hanya menangis biasa" jawab delia menyeruput ice coffee milik fikri ,
" jangan banyak banyak nanti kamu diomelin bunda, ingat masa menyusi "tegas fikri yang tak suka melihat istrinya makan minum sembarangan.
" ia sayang "
" Wahh zayyan hebat, nanti seperti itu ya nak kita pulang " kata wulan ia berbicara pada zayyan yang tengah tertidur pulas.
Semuanya sibuk dengan dunianya masing masing, alisyah sibuk dengan kedua saudaranya, zayyan bersama mamah ceuceu dan papah tyo dimana mereka sedang berfoto sedangkan delia fikri ia mengamati putranya dengan delia bersandar pada bahu suami. Yang dinantikan dan ditunggu tunggu sudah tiba yaitu abah bunda dan syifa.
"Assalammualaikum" ucap abah bunda syifa.
" waalaikumussalam" jawab mereka kompak.
" Nenek , kakek, aunty"ucap ketiga kurcaci bahagia melihat kedatanga kakek neneknya.
fikri delia ia pun bangkit dari duduknya dan mencium punggung tangan orang tuanya diikuti wulan dan tyo serta ketiga kurcaci.
" MasyaaAllah tabarakallah cucu nenek, sayang Assalammualaikum anak sholeh, nang..ning..nang..ningg.nang..nung...cucu nenek" ucap bunda mengambil zayyan dalam gendongan mba wulan.
" jangan lama lama di tempat umum, kalau sudah selesai pesan bawa zayyan ke mobil, disini banyak orang gak baik untuk kesehatan" kata bunda lagi ia membawa zayyan duduk.
" zayyan sama alisyah bagaimana nak rewel ?" tanya abah
" Alhamdulillah anteng abah,"
" oh ya sayang gantikan pempers Alisyah soalnya tadi kamu tidur alisyah mau pipis sedangkan restarea belum ketemu, abi menyuruh nya untuk pipis di pempers " kata fikri dan diangguki deli ia membawa alisyah kedalam kemar mandi dan menggantikannya
Singkat cerita, Setelah makan dan membeli cemilan mereka melanjutkan perjalanan tol menuju bandung, note alisyah dibawa oleh bunda masuk mobil dengan mereka karna ia khawatir mengingat delia yang sibuk dengan zayyan, sibuk dalam artian menyusui zayyan padahal alisyah hanya ingin dengan orangtuanya.
" Nek gamau , aku ingin dengan abi umiii" teriak alisyah ia berontak berusaha melepaskan pergelangan tangannya.
" sama nenek aja nak nanti searah , "
" gamau nekkk, kek lisyah gamauuuuu" lirih lisyah.
" Sudah lepaskan bun kasihan alisyah, biarkan alisyah dengan A" kata abah yang tak tega melihat cucunya menangis.
" bii kamu bicara dengan bunda untuk alisyah denganku, gak tega lihatnya" bisik delia pada suaminya.
" bunda, biarkan alisyah dengan kami , alisyah gak nakal bun, sejak perjalanan ia diam dan mainan saja, tak ada bikin ulah, jadi biarkan ia dengan kami " ucap fikri memeluk alisyah.
" nak bunda khawatir, " sahut bunda.
" gapapa bunda biarkan Alisyah bersama kami, itu lebih baik supaya dia tidak merasakan dipisahkan atau orang tuanya merasa dominan ke zayyan nanti akan mempengaruhi kehidupannya, biarkan ia bersama kami agar terbiasa dengan kehadiran zayyan" kata fikri mencoba memberi penjelasan pada bunda agar tak tersinggung.
" Tapi nakk.."
" gak apa apa bunda, teteh lisyah anak pinter bun, Ia akan menjaga zayyan ya kan sayangnya umi" sahut delia dan diangguki oleh alisyah.
" yaudah zayyan masuk nak , " kata abah dan delia pun masuk kedalam mobil dengan alisyah.
" hati hati fikk "
" ketemu di rumah kamu dulu nanti beriringan masuk pesantrennya " kata abah dan di angguki fikri serta tyo.
__ADS_1