Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#251 H-3 eps 2


__ADS_3

Keadaan pondok pesantren menjelang waktu maghrib mendadak diam membisu bahkan saling berbisik satu sama lain jika ia berhadapan dengan haikal, anak pemilik pondok, kasus yang ia alami kali ini cukup membuatnya tersiksa tapi ia percaya Allah swt memberikan cobaan pasti ia memberikan jalannya.


" YaAllah sungguh semua terjadi atas kehendakmu, hamba mohon berikan rasa ketenangan dan ketabahan dalam menghadapi ujianmu, sungguh hamba adalah manusia terhina yang tak luput dari kesalahan, berikan pertolonganmu YaAllah, Aamiiin... " ucap haikal selesai ia mengaji.


" kall.. " ucap dika menghampiri.


" yaa ada apa dik" jawab haikal sambil ia melipat sajadah.


" gue tau lu gak salah," ucap dika menenangkan hati haikal


" hufttt.. semua akan terjawab jika sudah melihat cctv dan gue harap cctv itu bisa merekam kejadian semalam yang artinya tidak sengaja di matikan" jawab haikal


" yaa gue rasa sih begitu , tapi abi kesini gak kall ? " tanya dika.


" gatau gue dik, sumpah gue ngerasa ga berguna jadi anak , bikin malu abi aja, dan lu tau ? abi tau akan hal ini " lirih haikal ia syok saat abi mengetahui persoalan ini, cepat banget menyebarnyaa hingga abi yang jauh saja mengetahuinya.


" hah kok bissaa ? " ucap dika tak percaya.


" lu aja gak percaya dik apalagi gue , kenapasih manusia itu cepet banget kalau bicara ke orang orang kalau orang lain punya masalah , ya gue begini bukan ngerasa gimana dik tapi gue malu sama abi jujur " lirih haikal ia terduduk lemas tak dipungkiri sorotan mata yang ia miliki pertanda ia hancurr banget.


" namanya manusia kal kan lu tau hobbynya menjelekkan orang lain sekaligus kita di lingkungan seperti apaa pasti ada aja orang yang seperti itu, kita sudah tidak kaget lagi kall akan hal itu karna kita sudah berada di akhir zaman , btw dimana azam ? " jelas dika ia menempuk pundak haikal memberikan ketenangan.


" iya sihh, Azam lagi di sidang , "


" bukannya udah ? "


" sudah tapi sendiri belum kan, setelah ini juga guee dik "


" semangat yaa kall gue tau lu bisa, btw gue duluan yaa mantau anak anak biasa mau memasuki waktu maghrib" pamit dika


" titip mereka yaaa"


" okeh"


***


Restoran seefood menjadi tempat tujuan mereka,


Fikri delia alisyah mereka sudah sampai di restoran yang akan menjadi tempat mereka berbuka, walau ini bukan bulan ramadhan tapi tempat yang mereka datangi cukup ramai, entah di hadiri oleh pasangan suami istri maupun orang berpacaran.


" Abi apa yang akan abi lakukan setelah mendengarkan pengakuan haikal ? " tanya deliaa ia duduk berhadapan dengan suami sementara alisyah disisinya.


" Abi izin pulang ya umi, umi ingin ikut atau dirumah mamah saja ? " tanya fikri, karna hal ini tidak bisa ia hindari menyangkut nama pesantren dan sang putra.


" lisyah ikutt abiii , bii lisyah ikuttt yaa " sahut alisyah tiba tiba membuat fikri menatapnya dengan serius. Bukan ia tidak menyukai alisyah ikut akan tetapi ia tidak suka alisyah menyela pembicaraan orang.


" iiiiii... ik.. kutt" jawab alisyah ketakutan ia pun menundukkan pandangannya saat sang abi telah menatapnya dengan serius.


" cupss... anak baikk umi abi sedang berbicara ya nak, engga boleh memotong pembicaraan orang tua ya sayang umii , " ucap deliaa ia mencium pipi sang putri yang mendadak ngedown saat ditatap abinya. bukan hanya alisyah saja anak santri lainnya pun akan down jika ditatap oleh fikri.


" maafin alisyah abii umi" lirih alisyah dan fikri pun langsung mealihkan pandangan ke sang istri.


" iyaaa lain kali gak boleh seperti itu ya nak "


"baik abi"


" jadi bagaimana umi ? " tanya fikri tak lama hidangan pun tersaji diatas meja.


" umi menghubungi mamah dulu ya bi, supaya tidak menungu kita pulang " kata delia dan diangguki oleh alisyah.

__ADS_1


tut..... tut..... " yaa Hallo " ucap mamah di sebrang sana saat panggilan terhubung.


" Assalammualaikum mah " ucap delia.


" waalaikumussalam , adaapa nak ? "


" zayyan bagaimana mah apakah zayyan mengis ? " tanya deliaa ia khawatir akan sang putra.


" zayyan anteng nak lagi di gendong kia , ada apa ? "


"Alhamdulillah, ini mah delia mau minta izin mau pulang ke bandung rencananya langsung dari kami buka puasa, soalnya di pondok ada hal yang tidak bisa suami lia tinggalkan, delia juga khawatir kalau suami lia nyetir dari depok ke bandung malam hari sendirian jika tidak lia temani mah , delia titip zayyan sama mamah sama kaka yahh " jelas delia ia menatap wajah suaminya yang sedang menikmati hidangan


" ada masalah apa nak ? kenapa mendadak ? " tanya mamah dengan khawatir.


Delia pun memintaa jawaban dari sang suami namun fikri memintanya untuk menjelaskan dengan detail permasalahan yang ada. delia pun menjelaskan kronoligi yang ada.


" Astagfirullah ya Allah calon mantu , yaudah nak kalau begitu kamu ke bandung ajaa biar zayyan sama mamah sama kia , kamu urusin permasalahan itu kalau memang tidak bisaa kalian pulang malam ini kalian pulang besok atau bareng dengan bunda. kalian selesaikan hingga benar benar selesai. untuk zayyan biarkan ia disini kamu jangan khawatir lagi pula ada stock asi mu di kulkas nanti tinggal di panaskan kalau sekiranya kurang ada susu bubuk. jangan lupa sering pompa asimu selama di bandung." ucap mamah panjang lebar


" ia mah tapi apa engga apa apa zayyan aku tinggal mah ? "


"nak setiap apapun jangan meragukan , kalau kamu ragu zayyan akan rewel. mana suamimu mamah ingin berbicara " kata mamah


" ya mahh " sahut fikri saat ponsel delia berada di genggamannya


" kamu bawa mobilnya hati hati yaa jangan ngebut , jangan khawatir zayyan akan dijaga, selesaikan masalah yang ada kalau tidak bisa PP jangan maksain nak" kata mamah pada fikri.


" ia mah. "


" cucu ommah manaaa "


" hadir ommah " sahut alisyah saat ponselnya mengarah kepadanya.


" ommah nanti nyucul yaaaaa , ommah mau sefood ? "


" wahh cucu ommah makan siput yaaa "


" ya ommah , ommah lisysh makan dulu ya ommah , dadahommah "


" dahhh sayangg".


" mahh kami makan dulu yaa , mamah jangan lupa makan , ohyaa lia sudah pesankan untuk dirumah nanti tunggu yaah mah "


" wahh terimakasih aanak baikk , yaudah assalammualaikum "


" waalaikumussalam . "


panggilan pun terputus, fikri delia pun melanjutkan makan nya kembali. setelah melanjutkan makannya ia berangkat menuju bandung lewat tol .


~~


setelah menghubungi delia , mamah pun menuju dapur untuk mencuci dot zayyan, walau ia mempunyai dot satu box berisi banyak jenisnya mulai dari 60 ml , 120 ml, hingga yang terbesar tapi mamah tidak bisa tinggal diam melihat dot kotor.


" mah mau kemana ? " tanya kiaa yang tengah menggendong zayyan


" cuci botol dulu kak, oh ya kak kamu gak pulang kan malam ini ? "


" engga mah aku nginap , ada apa mah ? "


" adikmu engga pulang dia habis makan langsung ke bandung, ada hal yang harus ia urus " ucap mamah ia berjalan kedapur meninggalkan kia yang ternyata kia pun mengekor di belakangnya.

__ADS_1


" kenapa ? ko bisa ? "


" namanya ada urusan kak , oh yaaa kamu tunggu di ruang tamu adikmu pesankan seefood untuk kitaa , makannya kamu jangan pulang yaaa temani mamah urus zayyan "


" oke mahh , aduh kasihan yaa anak mamih ditinggal cupp" ucap kiaa kepada bayi dan ia menuju ke ruang tamu menunggu pesanan .


"Apaa bapa ibu itu pulang ke bandung? dengan anak kecil nyebelin itu ? " gumam suster ia menguping di balik dinding.


owek.. owek.... ow... owekkkk tangis baby zayyan pecah ia kehausan


" cayangg cayangg.. haus ya nakk cup cuppp" ucap kiaa ia pun meminta mamah untuk buatkan susu.


" bu biarkan saya gendongg " kata suster itu.


" oh yaudah saya mau buat susunya dulu kamu jagain yaa " kata kia ia memberikan suster itu zayyan namun belum sempat zayyan berada ditangan suster mamah lebih dulu bersuara


" sudah kak susunya biarkan zayyan sama mamah " kata mamah dan kia pun menarik kembali baby zayyan untuk di serahkan ke mamah.


***


Suasana tol menuju bandung mendadak hening ia pun menjadi tenang melajukan kendaraannya di jalur cepat. Alisyah tertidur di kursi belakang, karna bantal yang di mobil tidak di turunkan mereka pun tidak khawatir untuk alisyah tidur di belakang.


" umi kalau mengantuk istirahat saja " kata fikri sambil fokus menyetir.


" engga bi , abi harus ada temannya biar tidak mengantuk , oh ya bi kita sampai nanti kerumah atau ke pondok atau ke bunda ? " tanya deliaa sambil memainkan ponselnya.


" banyak tempat yaaa hehehe, ke bunda yu udah lama gak tinggal disana hehehe " kata fikri ia merindukan sosok bundaa yang sudah lama ia tidak menginap kerumahnya.


" boleh , mau kasih kabar atau surprice aja heheh ? " tanya delia.


" kejutan ajaa hehehe " ucapnyaaa


" dasarrrr"


" bii hukuman apa yang diberikan kepada heru ? " tanya deliaa.


" keluarkan dari pesantren " tegas fikri.


" apa tidak ada yang lain ? " tanya deliaaa


" umi orang tuanya sudah menitipkan anaknya kepada kitaa , sudah menandatangani persetujuan kalau pondok punya aturan, besok keluarga heru azam akan datang. " jelas fikri ia mengemudikan mobilnya dengan cepat


" baiklah suamiku, ka zia auranya bikin orang lain saling rebutan yahhh.. pusingdehh " gumam deliaa tak sengaja di dengar oleh fikri.


" kalau kamu buka cadarnya pasti kamu melebihi ka ziaa deh percaya sama abi " sahut fikri


" untuk itu abi menyuruh aku bercadar kan "


" engga yahhh hahahaha "


" yaudah sok atuh aku bukaaa " ucap delia ia berpura pura membuka ikatan cadarnya dan itu membuat fikri reflex menahannya.


" ketauan kannnn hayoooo "


" ih gemessss, yaudah gausah kebunda kita belok kerumah aja yaaa kamu gemesin bangett soalnya " ucap fikri iaa mengubah keputusan untuk beristirahat dirumah mereka.


" tau dehhh arahnya kalau kesanaa, tolong jangan sampai zayyan punya adik ya bii" lirih deliaa. ia masih merasakan jahitan apa jadinya jikaa zayyan punya adikk..


karnaa author lupa nama ka zia dan haikal maka author ganti nama mereka yaa, tapi tetap panggilan mereka haikal zia 🥰

__ADS_1


__ADS_2