Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#256 H-1


__ADS_3

Makan malam di kediaman abah dan bunda tidak semeriah beberapa waktu lalu atau tidak seperti biasanya , tak ada pembicaraan antara bunda dengan salsa dan abah, salsa benar benar membuat keluarganya bertengkar.


" abah mau sayur ini atau yang ini ? " tanya bundaa menunjukkan 2 sayur yakni capcay atau sayur lodeh..


" abah mau capcay aja bunda " jawab abah bunda pun mengambilkan pesanan sang sui. setelah mengambilkan lauk bunda juga menawarkan hal yang sama kepada salsa.


" salsa mau makan apaa ? "


" salsa mau ayam tolong ambilin bun " ucapnya menyerahkan piring kosong kepada bunda , tingkah salsa membuat abah heran bahkan ia tidak sanggup menatap kelakuan anaknya yang tidak ada sopan santu. ingin marah tapi tidak baik marah di depan makanan.


" kalau syifa mau apa ? " tanya bunda kepada syifaa calon dokter bidan.


" terimakasih bunda , nanti syifa ambil lauk sendiri hehehe, bunda mau lauk apa biar syifa yang ambilkan ? " ucap syifa, ia melakukan hal seperti ini kepada bunda supaya salsa berpikir dan malu atas kelakuannya.


" aduh manisnya anak bunda , boleh ambilkan perkedel kentang sayang "


" dengan senang hati my mom "


Salsa melihat apa yang terjadi antara syifa dan bunda hal tersebut membuat dirinya kesal ia sungguh cemburu apa yang dilakukan syifa dan bunda. " bunda baik ke syifaa sedangkan aku " gumam salsa dalam hati ia pun kesal hingga sendok ia hentakkan ke piring.


" nak makanlah dengan attitude yang baik " ucap bundaa menegur salsa dengan kelembutan.


" oh yaa bundaa aa fikri sudah pulang atau masih di rumahnya yaaa ? " tanya syifaa sengaja ia menyindir salsa, sebenarnya syifa orang yang tak mau ikut campur tapi kali ini kelakuannya bikin muak.


" sepertinya sudah pulang ke depok nak , ada apa ? "


" laptop yang aa belikan itu sedikit bermasalah tapi engga apa apa bunda masih bisa di pakai "


" apanya nak ? "


" syifa kurang tau bundaa, hari kamis kita ke depok ya bun kerumah mamahnya teh lia ? "


" iya sayang hari kamis kita kerumah ibunya kaka iparmu, bawa saja laptopnya nanti di periksa sama Aa "


" syifa dibeliin laptop gue engga " gerutu salsa padahal yang selalu di belikan adalah salsa tspi ia tidak pernah bersyukur.


acara makan malam kali ini penuh kecemburuan salsa kepada syifaa.


***


Delia tengah menggendong baby zayyan dan di ciumi wajah zayyan hingga ia terbangun dari tidurnya. " umi kangennn sayang " ucapnya saat zayyan menggerakan tubuhnya dan membuka matanya perlahan .


" Assalammualaikum zayyan , umi pulang sayang " ucap deliaaa , jam 21:30 mereka sudah sampai di depok dan karna rasa rindu yang menggebu ia pun buru buru membersihkan tubuhnyaa diikut fikri delia.


" waalikumussalam " ucap mamah kia zia bahagia melihat delia yang begitu merindukan zayyan


" atuh dibangunin nanti tidur jam berapa zayyan de ? " tanya kiaa


" nanti juga bobo yahh, bobo lagi sama umi abi yaaa zayyan " jawab deliaa sambil mengajak zayyan berbicara.


" dari bandung jam berapa a ? " tanya mamah kepada fikri yang baru saja bergabung membawa air putih serta vitamin delia.


" habis maghrib mah " ucap fikri ia menyuapki vitamin ke mulut delia dan memberikannya minum.


" gak macet A ? " tanya erik


" Alhamdulillah enggaa bang lancar "


" sudah selesai masalahnya a ? "


" alhamdulillah sudah tinggal menanti hari H ajaa "


" Alhamdulillah kalau begituu "

__ADS_1


" zii obatnya masih adakah ? " tanya fikri kepada zia bagaimanapun zia masih harus meminym obat sekali sehari untuknya bisa beraktifitas . " masih A "


" semuanya aku ke atas dulu yaaa " izin delia kepada anggota keluarganya untuk menyusui baby zayyan.


" udah di pompa kak ? "


" buang sedikit sudah tapi kalau pompa taro dikulkas belum mah "


" yasudah kalian istirahat lah " ucap mamah dan fikri delia ia naik kelantai dua dengan alisyah yang tertidur dalam gendongan fikri , alisyah bobo dengan mamah karna hal itu atas permintaan mamah.


#Flasback on #


" Assalammualaikum mahh"


* waalaikumussalam yaallah masuk nakk" jawab mamah ia mempersilahkan anak menantunya untuk masuk tapi bukan untuk duduk melainkan delia fikri membersihkan tubuhnya diikuti alisyah yang mandi air hangat.


" zayaannnn.. aazayyan " ucap alisyah saat sudah bersama baby zayyan yang mana masih dalam gendongan kia.


" teteh lisyah aku kangen " ucap kia menirukan suara anak kecil.


" mamih kia, aa zayyan ga kenapa napa kan ? zayyan tidak sama ncuss kan ?? " ucap alisyah panjang lebar sambil melihat tubuh zayyan.


" engga apa apa sayang , adaapa ? "


" syukurlah , lisyh kira aa dijahatin sama suster itu" ucapnya menunjukk suster yang bersama viola.


untungnya tidak ada fikri delia pada saat lisyah berkata seperti itu. apa jadinyaa jika kedua orangtua gadis mungil mengetahui sikap alisyah yang seperti itu, ternyata benar yaa lisyah sudah termakan omongan mba wulan akan ncusss.


" husttt sayang tidak boleh berkata seperti itu yahh, nanti kalau abi umi dengar bagaimana ? nanti alisyah dimarahin abi " ucap kia mensehati alisyah yang saat ini dalam pangkuan mamah.


" ta.. tapi mamih suster sudah jahat sama umi, nanti suster jahat sama zayyan " ucap polos alisyah sambil memainkan jari mamah.


" lisyah jangan khawatir ya nak, nanti kalau suster berani macam macam sama aa zayyan , nanti ommah pulangin suster gak boleh bekerja lagi disini " jelas mamah memainkan rambut alisyah


" bener ya ommah, ncusss jangan berani macam macam lagi nanti dipulangkan sama ommah" ucap alisyah seraya berkata kepada suster yang menggendong vio.


" lisyah emang suster jahat kenapa sama umi ? " tanya kia yang belum mengetahui asal mula ketidak sukaan alisyah kepada suster.


" mamih belum tau ? ckckckck"


" yaa mamih kan sibuk sayang maaf yaa nak ada apaa ? " belum sempat alisyah bicara fikri telah datang lebih dulu ia pun langsung pergi ke dapur.


" alisyahhh " panggil fikri kepada anak gadisnya


" mamih nanti aja yaa ada abii"


" okeh okeeh"


" wah jangan sampe tuh anak cerita ke ibu bisa bisaa gue di pecat" khawatir suster.


#flashbackoff#


***


Singkat ceritaa H-1 pernikahan.


kesibukan menjelang H-1 dirumah mamah yaitu mengirim baju untuk keluarga yang akan dipakai dalam acara akad ka zia, baru saja akad tapi sudah seramai itu apalagi resepsi.


" ziii temanmu sudah diberikan ? " tanya delia yang sedang mengatur pakaian


" sudah de"


" oh yasudah berarti ini punya tantee yaaaa " ucap deliaa menuliskan pakaian siapa saja di atas pelastik dengan menggunakan spidol.

__ADS_1


" harusnya dari sana dituliss " sahut fikri yang melihat ke seriusan sang istri.


" yaa engga sayang kan mpok ipeh bingung kalau satu satu ditulis, kalau aku biasa bikin misalnya ukuran M berapa L berapa XL berapa atau XXL berapa , begitu seterusnya nanti langsung aku tulis seperti ini " ucap delia ia duduk dengan pakaian berada di pangkuannya yang akan ia beri nama.


" aturlah aku gak paham soal pakaian "


" Nanti kita ke bunda, mau kirim pakaian ini" ucap deliaaa


" bolehhh"


" ya nak harusnya kemarin dikirim bajunyaa kan sekarang tinggal kasihkan jadi gak mepet waktunyaa" sahut mamah yang merasakan telat dikirim kerumah oleh tim produksi.


" mahh ini juga sudah alhamdulillah jadi kita bisa pakai di waktu yang tepat, apalagi mau puasa pasti tim produksi kualahan menerima orderan , ini saja mpok ipeh membagi beberapa karyawan untuk mengatasi pakaian ka zia dan produksi tetap berjalan sperti biasa " jelas delia memberikan mamah pemahaman agar tidak sesuai dengan tanggapan kita.


" yaaa iya sihhh"


Asik mencatat nama nama yang akan mendapatkan baju, delia pun mendapatkan kabar kalau baju yang akan dipakai keluarga inti bukan yang saat ini ia pegang, hal itu membuatnya pusing.


" De ini yang ada payetnya dan aksen brukat ini pakaian kita yang akan dipakai nanti , kalau yang kamu tulis buat keluarga besar " sahut kia membawa gantungan baju yang didalam pelastik untuk keluarga inti pakai.


" beda emang ka ? aku kira sama aja cuma beda warna "


" beda sayaang akuhh, buat keluarga inti yang mewah sedikit , ini punya mertuamu dan anakny " ucap kia memberikan baju yang masih dalam gantungan berplastik kepada delia.


" sayang tolong di terimaaa aku sibuk ganti namanyaa "


" sini kak , aku masukkan ke mobil langsung yaa" sahut fikri setelah menerimaa pakaian.


" yaa sayang tolong yaa"


" okee "


" mah untuk keluarga udah zia kirim pakai ojek online, mengurangi kesibukkan dan membantu mereka " ucap ziaa ia mengantar baju kepada bapa online.


" yasudah gapapa "


Haikal bunda abah dan anak anaknya mereka sudah tiba hari kamis di rumah produksi milik delia. sebenarnya rumah produksi dengan tempat tinggal berbeda namun masih menyambung dengan bagian produksi, keduanya dalam lingkungan pagar yang sama.


" bagus juga ya usaha deliaa sampai bisa maju kaya gini" ucap wulan melihat bagian produksi yang sedang menjahit dan menggunting pakaian.


" alhamdulillah bu " ucap mpok ipeh , wulan baru kali pertamaa melihat langsung bagaimana usaha adik iparnya dengan di temani oleh mpok ipeh.


mengapa baju untuk keluarga abah tidak langsung di berikan melainkan di bawa kerumah mamah ? itu semua tanpa sepengetahuan delia. ia tidak tahu kalau bajunya sudah sekalian dengan keluarga abah hal itu membuatnya harus 2 kali diantar.


pagi pagi delia tidak mengurusi pakaian justru ia datang dengan suami menggunakan motor ketempat produksi menemui keluarga abah yang akan beristirahat di sana.


" Alhamdulillah sudah sampai , silahkan masuk abah bunda kaka " ucap delia membuka pintu utama rumah.


" assalammualaikum"


" waalaikumussalam" ucap deliaa ia masuk lebih dulu diikuti abah bunda..


" ini rumah singgah nak? "


" iya bundaa kalau lia lagi sibuk suka istirhaat disini , awalnya digabung dengan produksi tapi sekarang alhamdulillah sudah mempunyai rumah singgah produksi jadi tidak mengganggu pekerja , bundaa abah maaf yaaa gak sebesar di bandung" ucap deliaaa saat pertama kali membawa keluarganya disana.


" gapapa nak ini alhamdulillah kamu sukses "


" alhamdulillah bunda berkat doa suami dan abah bunda juga heheh "


" kenapa tidak beristirahat dirumah mamah saja bunda ? "


" nak kan haikal belum boleh bertemu zia lagi pula saudara kamu kan banyak dan bunda abah ingin tahu produksi menantu kami yang sudah lama kita tidak kesini.. terakhir selametan ajaa " sahut abah menimpali.

__ADS_1


" teh lia zayyan sama alisyah engga diajak ? " tanyaa syifaa


" diajak nanti kesini belum. bangun anak aa , " ucap fikri menimpali.


__ADS_2