
Waktu terus berjalan tak terasa fajar pun tiba, setelah melaksanakan sholat sunnah dan dilanjut sholat subuh seperti biasa fikri Berkeliling untuk berolahraga sekaligus ia akan menemui haikal untuk mengajaknya berjumpa keluarganya.
" pagii gus " sapa msyarakat sekitar.
" pagii" ucap fikri ia menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan warga. ia memberikan uang yang mana rutin yaitu sedekah subuh kepada orang orang yang ia temui yang layak diberikan uang.
" terimakasih banyak gus, semoga keluarga diberikan kesehatan, selalu dalam lindungan Allah SWT dan pastinya rezekinya banyakk berkah "
" aamiin terimakasih pakk, sehat selalu untuk bapa dan keluarga, kalau begitu saya pamit dulu Assalamu'alaikum " kata fikri
" Wa'alaikumussalam "
Fikri pun berlalu ia membuka gerbang pondok untuk dirinya masuk kedalam are pondok. karna pak satpam sedang meminum kopi ia pun memintanya melanjutkan minum kopi. " udah engga apa apa pak lanjutkan saja " kata fikri ia pun menutup kembali pintu gerbang.
Para santri melihat gus datang ke pondok ia langsung membungkukan badannya dan bersalaman ia mencium tangan fikri. ia pun bertemu ust ismail dan ust ilham.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam"
"Ahlan WA sahlan gus " kata ustad ia pun berjabat tangan dengan fikri
" ahlan bika"
" kenapa engga bilang bilang mau ke pondok gus? kita bisa siapkan " kata ust ismail.
" ah biasa aja jangan terlalu berlebihan, ana kesini ingin bertemu putraku, ada dimana kah ia? " ucap fikri yang memang tidak menyukai hal hal yang berlebih.
" biasa mengurusi anak anak , apa mau ana panggilkan? " kata ust ilham.
" nanti saja ada yang ingin ana bicarakan" ucap fikri kemudian berlalu kerumah singgah, semenjak ka zia pulang rumah singgah sudah di rapih kan dan tak ada yang bermalam disana. fikri pun masuk kedalam rumah singgah dan diikuti kedua ust pengurus pondok atau yang menjalankan pondok disaat fikri sibuk dakwah. apa jadinya jika tanpa kedua ust yang membantu mengurus pondok?
Ketiganya pun masuk rumah singgah dan tak lama haikal pun masuk kedalam rumah singgah.. mereka membicarakan haikal yang akan meng khitbah ka zia. singkat nya 1 jam mereka membicarakan kini ke 4 nya pun keluar dari rumah singgah, mereka berpisah dan haikal pun ikut fikri kerumahnya.
" haikal apa kamu tidak keberatan untuk ketempat keluargamu? " tanya fikri saat ia berjalan kerumah bersama putranya.
" jujur haikal tidak ingin mengundangnya bii tapi bagaimanapun mereka adalah keluarga haikal masih sedarah, apapun yang terjadi nanti insyaallah itu sudah menjadi ketentuan Allah bii " kata haikal..
Dengan langkah cepat fikri memeluk putranya, dan mengacak rambutnya yang selalu rapih " kamu jangan khawatir ada abi abi akan pasang badan untuknya... alasan abi memberitahukan karna abi tidak ingin adanya masalah dikemudian hari nak, terserah mereka mau seperti apa yang penting kita tidak salah menyampaikan ini semua.. " kata fikri dan langsung diangguki oleh haikal.
Fikri dan haikal pun telah sampai dirumah kediaman abinya. dengan cepat mereka mengucapkan salam dan langsung masuk kedalam rumah.
" MasyaAllah anak anak abi sudah wangi dan harum nihh " ucap fikri menciumi alisyah dan zayyan yang berada di stroli.
" ia dong abii kan halus wangi, ya kan umi" jawab alisyah dan diangguki oleh delia.
" umi nya udah wangi belumm yaaa " ucap fikri mencium deliaaa.
" ummmmm wangiiiiii, kesayangan abi wangi wangi semua nihhh " kata fikri yang kini duduk di sofa memangku alisyah.
__ADS_1
" duduk kak " kata fikri haikal pun duduk.
" abang haikal alisyah cantik gaa " kata alisyah meminta pendapat haikal, ia pun pindah duduknya deket haikal.
" cantikkk "
" centil ya alisyah " tegur bundaa yang baru bergabung.
" tan lisyah sayang sama abang ikal yaa tan bangg "
" iaa sayang tapi lisyah gak boleh seperti ini yaaa, jadilah wanita yang mempunyai sifat pemalu, secantik apapun wanita kalau ia membanggakan dirinya itu tidak cantik, menurut abang haikal seperti itu oke cantikkk. " kata haikal ia mengusap kepala alisyah memberikan nasihat untuk bersikap pemalu
" ia abang, kaya umi pemalu hihihi "
" denger yaa cantiknya abii happ" ucap fikri ia memindahkan alisyah ke pangkuannya.
" nak makan dulu yaaa, abi mau makan sekarang atau nanti? " kata delia ia membawa makanan untuknya menyuapi alisyah.
" oke umi "
" sekarang umi, setelah ini abi mau kerumah keluarganya haikal, haikal ayo makan " kata fikri .
" alisyah tunggu sebentar yaa umi mau siapin makanan abi dulu. " kata delia ia meletakkan piring diatas meja.
" umi lisyah mau makan bareng sama abi sama abang, lisyah gamau di suapin umii" kata alisyah.
" pintarrrr" ucap abang haikal ia mengacak rambut alisyah..
" hahahaha fitrah itu pas bulan Ramadhan dee, "ucap haikal tertawa ia sangat suka anak kecill..
" tapi tan engga boleh ya tan bii " kata alisyah meminta pembelaan fikri.
" ia sayang abangnya terlalu gemas dengan alisyah pinter " kata fikri.
" tuhhh "
" sudah sudah ayoo kita sarapan nanti keburu dingin nasinya " kata delia ia menggeser bangku untuk di tempati fikri ia juga membuka piring nya dan mengambilkan nasi untuk fikri.
" lauknya mau apa bi? "
" sayur timun bening aja umi, sama tempe goreng " kata fikri , delia pun mengambilnya, fikri sangat suka sayur timun bening karna itu menjadi favoritnya. aneh bukan?
" ayamnya? ikannya? "
" tidak perlu ini sudah lebih dari cukup " jawab fikri ia mengambil kerupuk untuk nya..
Haikal dibuat terpana dengan makanan abinya hanya sayur timun di bening, tempe goreng dan kerupuk begitu lahap ia memakannya tak pernah berubah dari dahulu.
" ayo dimakan " kata deliaa mempersihlahkan mereka makan.
__ADS_1
" owekkk.. mowekk.. owkk.. " tangisan zayyan..
" abii tidak usah biarkan umi saja, zayyan belum minum asi , abi lanjutkan saja makannya" kata delia dengan cepat ia membawa zayyan ke kamar tamu.
" sudah makan lah dahulu " kata bunda ia tau anaknya mencemaskan putranya.
***
pagi hari jam 06:00 WIB mamah sudah membangunkan ka zia untuk pergi kuliah namun wanita itu masih saja tertidur di kamarnya mungkin ia masih lelah setelah tadi sampai di depok pukul 2 dini hari.
" ziaa bangunn, kamu kuliah jam 9 ayoo nanti kesiangan " kata mamah ia membuka hordeng kamar ka ziaa untuk udara pergantian udara pagi.
" hoammmmm..mamah jam berapa " tanya ka ziaa dengan suara parau sehabis bangun tidur.
" jam 7 " alibi mamah dengan cepat zia terperanjat kaget, ia takut telatt buru buru ka zia bangun dan berlari ke kamar mandi sambil mengoceh ngoceh ia telatt.. " maah ziaaa telatttt huaaaaaa "
" kebiasaan " kata mamah ia menggeleng gelengkan kepalanya melihat putrinya kalang kabut... setelah memastikan zia masuk kekamar mandi mamah pun turun ia membuat sarapan untuknya dan untuk ka zia.
20 menit mamah memasak sarapan nasi goreng dan teh hangat ka zia pun turun sambil gerutu. " mah kebiasaan bisakah untuk tidak membuat aku kalang kabutt" protes ka ziaa.
" makannya kalau tidur itu jangan kebo apa jadinya nanti kalau menikah dengan haikal, malu kaa masa suami nya yang bangun duluan terus kamu di bangunin " ucap mamah tak mau kalah, sebisa mungkin ia harus mengubah kebiasaan ka ziaa yang selama ini membuatnya naik darah.
" ihhhs mamah masih lamaaaa nikah "
" kita tidak tau kedepannya seperti apa " kata mamah ia meletakkan nasi goreng dihadapan ka zia.
" ia mahh " jawab ka ziaa ia pun mulai sarapan dengan mamahnya.. " sepi banget yaa mah " gumam ka zia disela sela mereka sarapan.
" fyuhhh yaa resiko punya anak perempuan 3 begini dehhh, nikah dibawa suaminyaa jadi mamah sendiri kalau aja ada papah pasti mamah tidak akan merasa kesepian " ucap mamah tanpa sadar menghentikan ka zia sarapan.
" zia salah bicara ya mah maafin zia. bukan bermaksud membuat mamah sedihhh" lirih ka ziaa ia memeluk mamah nyaa dengan erat..
" engga ada yang harus minta maaf semua seperti itu kenyatannya... makannya kamu Terima yaa haikal nanti, dia anak baikk pasti mengerti keadaan mamah.. kamu. tinggal disini yaaa biar gak kesepian... terus buatlah anak laki laki agar kamu tak kesepian.. " kata mamah di sela sela pelukannys.
" mamah ihhh apa ko jadi haikal... atuh ah gatau deh mamah" jawab ka ziaa ia melanjutkan makannya kembali.
setelah sarapan mamah meletakkan piring kotor ke westafle, ka zia pun berpamitan untuk berangkat kuliah " mamah apa engga apa apa zia tinggal? kata ka ziaa.
" gapapa nak nanti ka kia kesini temani mamah "
" zia berangkat sekarang ya mah soalnya mau foto copy dulu " kata ka zia dan diangguki mamah.. ka zia pun berpelukkan dengan mamahnya ia mencium kening mamahnya dan pipi. lanjut ia mencium tangan mamahnya.
" bye mamah, Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam hati hati sayang" teriak mamah
" okee "
ka zia pun pergi ke garasi mobilnya ia memanaskan mobil, ia membuka garasinya untuk mobilnya keluar... saat mobilnya keluar dan ia pun turun menutup garasinya kembali, zia pun terkejut..
__ADS_1
" ziaaa " panggil seseorang dari belakangnya.