Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
WELCOME SURGA DUNIA


__ADS_3

Setelah sholat subuh delia memutuskan untuk turun langsung kedapur membuatkan sarapan untuk disantap bersama, sedangkan fikri ia membantu delia mengiris daging yang akan dijadikan teriyaki , karna delia yang mual mencium daging fikri pun membantunya tanpa ragu.


" sayang ini sudah aku bersihkan , engga ada aroma dagingnya jadi kamu bisa dengan tenang memasaknya ingat jangan cape cape yaa , aku mau mandi duluuu yaa" ucap fikri yang meletakkan wadah yang berisi daging diatas meja.


" iya terimakasih sayang "


Fikri pun berlalu mengganti pakaian karna daging yang masih fress aromannya menempel di tubuhnya itu membuat istrinya mual.sedangkan ka zia dan viola ia belum bangun berbeda kia dan erik yang baru saja turun kedapur.


" loh dee ko masak sendirian " tanyanya heran


" iya tadi sama suamiku ka tapi izin bersih bersih abis mengiris daging " sahutku tanpa menoleh karna sibuk memasak dan memotong paprika.


" kamu marah smaa kaka ?"


" kaka minta maaf ya dee , engga bermaksud nyakitin adeee , " lanjutnya lagi.


" iya engga apa apa kak, delia engga kesinggung kok " sahutnya sekilas menoleh.


" kaka jadi engga enak sama suamimu de " lirihnya yang begitu sendu.


" kak " peluk kakia dengan erat dan kakia membals pelukkan delia


" maafiin kaka " lirihnya


" udah engga apa apa kak, aku engga kesinggung kak, dan kami tau kaka bercanda berkata seperti itu jadi stop menyalahkan diri kakak yaaa " kata delia sambil mengusap punggung kaka pertamanya itu.


" terimakasih banyak wanita surga "


" kita semua ingin menjadi wanita surga kak termasuk kaka "


" sudah sudah ayu masak kak " ucap delia lagi.


" okee" Kakia pun menemani delia memasak , kebahagiaan terlihat diwajah delia tapi tidak pada kakia ia masih amat merasakan bersalah pada adik bungsunya itu.


Asik memasak mamah pun turun menemui anak anaknya yang tiada hentinya tertawa.


" duh duhh anak anak mamah bahagia bangettt sihhh , ada apa nih " kata mamah merangkul kedua buah hatinya terkecuali ka zia ia masih terlelap tidur.


" eh mamah , ini delia cerita kalau mual cium aroma daging , kia ledekin aja kalau daging yang itu engga mual malah bikin melendung" ledek kia yang semakin ketawa melihat wajah merah adiknya.


Bukan memarahi kakia justru mamah ikut meledek anaknya itu karna moment kebersamaan mereka sudah sangat jarang mengingat delia yang sekarang tinggalnya jauh dari kediaman mereka.


" iya ya kak sekarang adik mu ini udah bisa bikin bayi, pewaris keturunan abah adam nih " ledek mamah


" kakak mamah ihhh " lirihnya yang ikut tertawa.


" eh iya ya mah aku masih kecil tau hal seperti ini sampe tau hamil itu gimana " katanya lagu.


" bukan hamil gimana tapi rasanya nikmat kann begitu eumm " celoteh kakia


" hahahhaha"


" udah ih kasihan adikmu kak "


" mamah juga samanya " ucap kakia yang tak terima.

__ADS_1


" de kamu berangkat jam berapa " tanya mamah yang mengingat hari ini delia pulang dan mereka akan bertemu kembali satu minggu kedepan.


" nanti mah setelah delia memandikan papah dan menyuapi "


" yaudah nak ".


" mah " panggil fikri yang baru sjaa bergabung.


" iya nak "


" sebelum pulang fikri sama delia izin mau keluar sebentar "


Delia yang tak mengetahui pun menoleh meminta jawaban namun fikri tak memberithu justru ia meminta jawaban sang mertua.


" oh yudah engga apa apa nak nanti biar papah mamah yang akan suapi sarapan".


" engga mah delia aja " pinta delia.


" gausah nak kamu mau kebandung juga nanti kecapean dan buang buang waktu " cegah mamah sambil mengambil wadah dan handuk untuk memandikan papah.


" mamah mau mandiin paph ya biar delia aja mah " ucapnya mengambil alih wadah yang dipegang mamah.


" nak "


" biarkan mah , fikri engga melarang kok "


****


jam menunjukkan puku 09:30 WIB , delia dan fikri sedang berada didalam mobil menuju pusat perbelanjaan. delia yang tak mengetahui hal ini pun terheran untuk apa mereka mampir kesini. bukan hanya delia dan fikri tapi ka zia ikut terlebih sengaja fikri mengajaknya tanpa mereka ketahui.


" iyah sebelum kita pulang , kita mampir kesini ya sayang belanja bulanan untuk dirumah mamah , kasihan kan papah lagi sakit ga mungkin mamah keluar untuk membeli , dan ka zia kaka kalau mau apa aja ambil yaa jangan sungkan sama Aa " jelas fikri.


" saayng makasih banyakkkk kamu udah baik banget sama aku dan keluargaku" lirih delia yang kini airmata sudah menetes.


" jangan nangis malu sama zia , " candanya mengusap pipi delia.


" aiihhh udah yu bumil kita belanja jangan nangisss " celoteh kazia membuka pintu mobil diikuti delia dan fikri.


" dasar kaka kalau soal belanja nomor satu" gumam delia.


Mereka memasuki supermarket yang terletak di salah satu mall di daerah depok. mereka pun mengambil troli belanjaan masing masing.


" ka zia kalau ada yang mau diambil engga apa apa kaka ambil aja nanti ketemu " ucap fikri yang sejak saat masuk ka zia mengekori mereka.


" gapapa a , belum ada yang diinginkan " ucap ka zia yang memang belum ada keinginannya justru ia membantu delia mengambil beberapa bahan makanan.


" ini serba berapa kak " tanya ka zia lagi.


" ambil gula pasir 5, teh nya 5 kotak, kopinya ambil juga de , dan minyak ambil 5 yang 2 liter ya " pinta delia pada kakanya karna ia sibuk memasukkan mie instan kedalam troli.


" harganya yang mana kak "


" jangan liat harga , kamu suka ambil saja atau yang biasa dipakai " sahut fikri mendorong troli yang sudah penuh.


" oh okey "

__ADS_1


" asik ngerasain gue belanja sama sultan" gumam ka zia dalam hati.


Disaat belanja bahan pokok selesai mereka pun pindah ke tempat daging dan sayuran.Dengan senang hati ka zia memasukkan 3 kg daging sapi dan ayam tak lupa lobster sedangkan delia ia memilih memasukkan sayuran kedalam troli.


" kak jangan lupa ikan salmon buat papah " pinta delia .


~ troli pertama berisi perlengkapan dapur seperti minyak dll


~ troli kedua berisi daging, sayuran, buah dan aneka bumbu.


tiba saatnya di troli ke tiga disinilah hal yang membuat mereka bahagia yaitu belanja isi kulkas yaitu cemilan santai untuk malam hati mereka bersantap, karna tengah malam adalah hal wajib saat mereka kumpul.


" welcome surga dunia " celoteh ka ziaa yang didengar fikri dan delia mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kakanya itu.


petugas sengaja di pinta fikri untuk membantu mendorong troli belanjaan karna berat dan fikri melarang istrinya untuk mendorong karna ada beras yang diletakkan dibawah troli.


" ambil sekiranya yang dimkan kak "


Dengan senang hati ka zia memasukkan cemilan yang dii sukai keluarga. bahkan peralatan mandi pun tak lupa dari pantauan mereka..


saat dirasa cukup mereka pun siap mengantri dan ia meminta dimasukkan kedalam kardus supaya gampang diatur nya. tak lama semua pun sudah tersusun rapih , fikri pun mengeluarkan kartu ATM nya.


"Ssayang kartumu sama aku " ucap delia memberikan kartu yang sebelumnya fikri berikan untuknya.


" peganglah ini aku ada "


Delia pun menuruti ia memasukkan kembali Atm suaminya dan selesai pembayaran mereka pun meminta petugas membawakan belanjaan ke parkiran. Total belanjaan yang ia keluarkan mencapai 10 juta. namun karna mobil fikri tak cukup membawakan banyak belanjaan , fikri pun menyewa mobil untuk mengangkut belanjaan mereka


" sayang mahal banget" ucapnya saat melihat struk belanjaan, , ya saat ini mereka sudah berada didalam mobil menuju rumah.


" ini belum seberapa sayang "


" kamu jangan boross ihh"


" kamu mau pahala ? mau rezekimu lancar " "


"mau "


" kamu bahagia dengan ini semua "


" bahagia Abii"


" Alhamdulillah "


" ko alhamdulillah "


" kalau istri bahagia pasti rezeki suami akan mengalir , bahagia itu sederhana dengan membahagiakan istri dan keluarga "


" Abiiiii loveyou"


" loveyou too ""


" Aduhh bucinnya " ledek ka zia.


" nikah dee "

__ADS_1


" gamauuuuu "


__ADS_2