Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
kepergian mendadak part2


__ADS_3

Masih di rumah sakit suasana haru menyelimuti keadaan , isak tangis mewarnai isi penjuru, mamah tak henti hentinya histeriss sedangkan kakia ka ziaa ia harus pasang badan untuk mamahnya padahal mereka semua juga sama tak menyangka.


Semenjak papah tak sadarkan diri dan dilarikan ke rs pukul 2 dini hari, ka zia dan mamah memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit dan menghubungi kakia diperjalanan.


papah juga sempat sadar ditempat rumah sakit karna bantuan selang insfus dan alat pacu jantung , ia berpesan mengenai anak anaknya kelak .


" pah papah sehat yaa papah kuat" kata mamah dengan melemahh.


Papah keadaannya semakin melemah ia tidak bisa mengucapkan kata kata panjang, satu kata yang dapat ia katakan " ti...tip..me..reh..kaaa" begitulah ucapan papah dengan terbata sebelum akhirnya nafas terhentii dan jantung berhentii berdetakk.


" papahhhhhhhhhhhhh" teriak mamah dan kakia serta ka zia bersamaaan seiring bersama fikri delia dalam perjalanan.


" Innalillahi wainna illaihi rojiunn" ucap dokter diiringi suster mereka pun menutupkan kain pada wajah pak reno.


" dokter tolong suami sayaa, dokter tolongggggg" pinta mamah dengan lirih pada akhirnya ia tumbang dan jatuh pinsan.


" dok tolong papah saya , dokter saya mohonn" kata kakia menarik narik jas dokter memintaa papahnya kembali.


" saya dan para medis sudah melakukan yang terbaik nak, kami juga ingin pak reno dapat terselamatkan namun kanker darah stadium akhir yang menggrogoti tubuhnya membuat pak reno tak bisa terselamatkan " jelas dokter.


" dok tolong lakukan apapun untuk keselamatan papah saya , saya mohon "* lirih ka ziaa


" sekali lagi saya minta maaf dan kami turut berduka citaa" ucap dokter kemudian ia pergi meninggalkan ruangan diikuti suster, isak tangiss mewarnai ruangan , berulang kali ia berteriak papahnya untuk bangun namun usahanya tak mampu untuk membangunkan papahnya.


" pahh kia mohonn papah buka matanya hiksss..hikss..kia mohonnn..kia belum bisa membahagiakan papah tapi kenapaaa papah pergii hiksss...bangunnn...kia mohonnnnn" kata kakia dalam pelukkan tubuh jenazah papahnya.


" pahh hikss😭. kia udah ada suaminya yang menjaga, delia sudah ada yang menjaganya, sedangkan zia zia belum ada yang menjagaaa pahh hiksss😭... lalu kalau bukan papah siaapa lagi yang akan menjaga ziaa hiksss😭...pahh tanggung jawab papah sama zia belum selesai😭 ..papah belum mengantarkan zia kegerbang suci pernikahan, papah janji papah akan melihat dan mengantarkan ziaa...tapii hiks😭😭..tapi kenapa papah pergiii.😭. hiksss pahh bangunnnn zia mohon " tangis ziaaa dengan tubuh yang bergetar , tanpa zia sadari perkataan dirinya membuat kia menoleh dan dengan cepat memeluk adiknya..sakitt mendengar penuturan adiknyaa yang ingin menikah dengan didampingi papahnya namun takdir berkata lain.


"ini salah zia yang terlambat menikah atau papah pergi dengan cepat tanpa menunggu zia" lirih ziaaa mencengkram kain penutup papahnya


" dee" lirih kakia memeluk adiknya itu


" ka papah jahatt, , kenapa papah ninggalin ziaa kenapa zia gaboleh bahagiaa, ziaaaa mau sama papah kak , gak ada yang bisa lindungi ziaaaaaa selain papah" histeris kaziaa dalam rengkuhan tubuh kakia.


Ia pun terus berontak meminta dilepaskan namun dengan sekuat tenaga kia memeluknyaa , betapa hancur hatinya mendengar penuturan adiknya, adik yang selama ini selalu dibully sebab belum punya pendamping , bullyan kakia tak sadar membuat zia tersinggung, " kaka minta maaf" lirih kakia ia terbayang bagaimana tajamnya mulut diri ini yang bercandanya suka terlewat batas.


" ucapan kaka membuat kenyatan bahwa diri ini lah sampe kapan pun akan tetap tak mempunyai pendamping, tak ada yang melindungiii " kata zia dengan ketus.


" ziaaa ada bang erik yang menjagamu, dan ada a fikri yang akan menjagamu , kamu jangan seperti ini didepan jenazah papah" kata bang erik melihat tingkah zia yang tak ingin disentuh kakia.


" papah zia mau ikut papah aja hiksss pah bangunn" lirih kazia tanpa mempeedulikan apa kata bang erik .


~


semua pun masih berduka dalam ruangan itu, kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnyaa kini akan tetap kehilangan selamanya.


" permisi bu pak apakah jenazah ingin dimandikan disini atau dirumah " tanya suster .


" bawa kerumah aja sus, biarkan kami yang memandikannya dan terlebih adik kami belum melihat jenazah papah untuk yang terakhir kalinya " kata ka kiaa dengan cepat susterpun mengangguk mengerti.


" baiklah kita urus dulu kepulangannya" kata suster diikuti mas erik.. sedangkan mamah ia menangis tanpa suara , sejak siuman dari pinsan ia terlihat dengan tatapan kosong , kehilangan belahan jiwanya bagaikan kehilangan segalanya, kisah cinta pasangan suami istri membuat iri seluruh keluarga, tapi kisah itu tinggalah sebuah ceritaaa tanpa bisa melihatnya dengan bersama.


****


Mobil pajero milik fikri melintasi tol menuju depok, jam menunjukkan pukul 08:30 sebentar lagi ia akan sampai. namun delia tengah tertidur akibat menangiss dan fikri tidak ingin membangunkan istrinyaa.


" apa yang harus ku katakan padamu umii" gumam fikri dalam hatii.

__ADS_1


" maafkan kami pak karna belum bisa memenuhi permintaanmu"


Fikri pun tengah menghubungi bunda dan beliau sudah dalam perjalanan menuju kediaman keluarga pak reno. sedangkan alisyah ia sedang bermain ponsel milik delia.


" Auuuhhhh" ucap deliaa terbangun saat perutnya menendang hebat, rasa sakit menjalar pada tubuhnyaa terlebih pada perutnyaa.


" sayang kenaapa " tanya fikri khawatir. semenjak acara tasyakuran delia sering sekali mengeluh sakit di perutnya berulang kali membuat fikri khawatir.


" sakit biii auhhhh" lirih delia ia menggigit bibirnya dengan tangan menahan kursi mobil.


" mau mampir ke rumah sakit dulu mi" kata firki dengan panik ia berulang kali menoleh kearah delia dan berulang kali fokus pada jalanan .


drt..drt.drt...


" ya hallo waalaikumussalam bang erik ada apa " kata fikri masih menyetir.


" lagi dimana a fikri ?"


" dijalan bang ini ramai sebentar lagi sampai , ada apa bang"


" kami sudah sampai dirumah dengan jenazah sudah diletakkan di tempat tidur diruang keluarga untuk menanti aa dan delia , kami belum memandikan jenazah a "


" baiklah a sebentar lagi kami sampai dan delia juga sakit perutnyaa inilah alasan kami tak pernah perjalan jauh terakhirr ke jawa ia pendarahan namun tidak ada masalah serius pada janinnya , aku takut hal ini terjadi lagii bang , tolong sediakan kursi roda papah nanti untuk deliaa " jelas fikri meminta kursi roda papah diletakkan saat delia tibaa...


" yaallah baiklah a nanti aku bantu menjelaskan pada mereka, hati hati dan sampai jumpaa "


" kenapa abang abi" tanya delia dengan kening mengkerut menahan sakitttt .


" tahan ya sayanggg sebentar lagi kita keluar dari tol "


" sudah tadi bi makannya aku tertidur , auuu" lirih deliaaaa.


Tak terasa delia dan fikri sudah hampir tiba ia pun membelokkan mobilnya menuju lapangan karna rumah pak reno sudah dipasangkan tenda dan kursi berjejer , dan disana sudah ada bang erik menunggu delia dengan membawakan kursi roda.


fikri pun turun ia langsung memeluk bang erik menangis dalam pelukkannya dan dengan cepat fikri menghampiri delia dan memakaikan cadar untuknya setelah itu ia digendong fikri dan diletakkan di kursi roda..


" auhhh" ucapnya,


" kamu gapapa de" tanya bang erik pada adik iparnya itu.


" sakit bang, abang ini ada apa kok rame mobil " lirih delia tanpa melihat abangnya ia mengamati seluruh penjuru .


" nanti kamu tau , yang sabar ya dee " ucanya berjalan dahulu dengan menggendong alisyah, diikuti fikri yang mendorong kursi roda untuknya.


" Abiii..iii..inih kenapa ada bendera kuning" tanya delia disela perjalan mereka.


" Kamu yang sabar ya umii, kamu kuat demi dede" kata fikri mengelus pundak istrinyaa.


" Abiii..katakan ini ada apa " kata delia dengan melemas. ditengah perjalanan menuju kediaman pak reno kaki fikri lemas, sedangkan delia dadanya sesak tubuhnya mulai lemas kembali, banyak para pelayat yang mengucapkan bela sungkawa untuknya.


" teh delia kemana aja"


"teh lia turut berdukaa ya semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Allah swt"


" neng turut berdukaa"


" Abii jangan bilang kalau papah..kalau papah " ucapnya menggantung.

__ADS_1


" ia umi papah sudah pergi ninggalin kitaa" kata fikri mencium puncak kepala istrinya yang saat ini mereka sudah tiba di kediaman pak reno.


"Assalammualaikum" ucap fikri bersama delia.


" waalaikumussalam " jawab mereka serempak.


Bunda kakia kazia pun menoleh, ia terkejut melihat kondisi delia yang berada di kursi rodaa didorong fikri. "ada apa yang terjadi " ucap mereka dalam hati


" nakk " lirih mamah menghampiri anak terakhirnya itu. delia yang melihat langsung papahnya terbaring dengan dikelilingi orang banyak pun diam membisuu ia masih tidak menyangka papahnya telah pergi..


" nakkk maafkan mamah " lirih mamah dalam pelukkan delia , " maaffff " ucapnya lagi mencium kening anaknya.


Fikri pun mencium tangan ibu mertuanya dan memeluknya dengan erat " maafin fikri mah maaffffin fikri delia" ucapnya disela pelukkan


" Kamu ga salah justru kami meminta maaf " kata mamah membalas pelukkan menantunya.


" masuk yu nakk" ucap mamah mendorong kursi delia sedangkan para pelayat membuka jalan untuk anak terakhir pak reno.


" dee " panggil kakia, namun delia tak merespon ia masih diam dengan tatapan kosong..sedangkan fikri ia sudah memeluk tubuh pak reno " papah maafkan fikri , fikri minta maaf pahh, fikri berjanji akan menjada delia " lirih fikri dalam telinga pak reno.


" Deee" ucap kakia kembali namun dengan suara bergetar melihat kondisi delia.


" De papah udah ga ada kenapa ade melamun"


ucap kakia kembali ia pun memeluk adiknya ituu, hilanglah amarah yang saat ini dipendam justru iaa mempunyai seribu pertanyaan untuk adiknyaaa yang tidak pantas ia katakan sekarang.


" umi umi mau cium papah " kata fikri menawarkan istrinyaa yang hanyaa melamun dengan tatapan kosong air mata yang mengalir, ia mengerti istrinya syokk dan ia juga tau bahwa delia bisa melihat makhluk karna dirinya mempunyai iga jarang , dengan cepat fikri menutup mata delia menggunakan tangannya dan didoakan olehnyaa supaya istrinya kembali sadar.


Airmata membasahi cadar hitamnya , terlihat jelas bagi siapapun yang melihatnya, kakia mamah dan bunda serta abah yang baru saja tibaa ia tak kuasa menahan tangisnyaa melihat delia berusaha untuk turun dari kursi roda dibantu fikri.


" umi mau lihat papah " ucap fikri membuka kain yang menutupi wajah papahnya, terlihat senyum kebahagiaan dan ketenangan dirinya.


" pahh..." lirih deliaa disisi kanan papahnya.


" pahh hikss..pah ..papah bangunnnnnnnn...papah papah gabolehhh kaya gini..pah lia udah pulang hiks..lia udah disini dengan papah...bangun pahh lia mohon hikss...papahhhhhhhhhhhhhh " lirih delia ia merengkuh tubuh papahnyaa yang sudah tak bernyawa sedangkan yang lain membacakan surah yasin untuk almarhum.


" papahhhhh..bangun lia mohonn..hiks hiksss.papahhhhhhhhhhh" ucap delia dengan teriak sedangkan fikri ia membacakan yasin untuk ayah mertuanya yang ia pimpin, delia bersama mamah dan bunda serta kak kia yang mengusapkan punggungnya.


" pahhhh jangan tinggalin deliaaa..hiksss lia mohonnnnn" teriak deliaa frustasi, hanya penyesalan yang kini ia rasakan, menyesal tak ada waktu untuk papahnya, menyesal memang menyesal.


" papah..papah bangunn.. papah pasti dengerin lia kan, papah pasti lagi bohongin lia kan...hikss bangun pahhh..lia udah disini sama papah..masa delia dateng papah pergii..papah pergi ga bilang sama lia hikss..hiksss pahhh...liaa hampir kehilangan anak liaaa , tapi sekarang kehilangan itu benar benar lia miliki yaitu kehilangan papah hiksssss..." lirih delia dengan meremas jari papahnya yang telah kaku.. fikri yang melihat istrinya histeris merasa bersalah , bunda dan abah yang melihat delia menjadi sakit hati ia bisa merasakan kehilangan orang yang dicintainya.. mamah yang mendengar pengakuan anaknya terkejut begitipun dengan kia dan ziaa..


"ikhlasin papah deee ikhlasin" kata mamah diselaaa isak tangisnya.


Delia pun tak merespon ia mengapus airmatanya dan mencium pipi papahnya.setelah mencium papah delia pun memeluk papahnya dengan tubuh yang bergetar.


" papahhhhhhhhhhhhh" teriak deliaa ia merasakan kehancuran yang mendalam ditinggal papahnya pergii.


".Sayang istrigfar deee " kata kakia membawa adiknya dalam dekapannya.


" papah kak papah.."


" ia kita tau , , cobalah untuk ikhlas walau sulitt "....


" umi menangis boleh asalkan jangan teriak teriak umii gak boleh seperti ituuu, dan sekarang boleh menangis tapi 3 hari setelah ini jangan menangiss " kata fikri memeluk istrinyaa.


"papahhhh, papah liat deh , papah buka matanyaaa pah...papah lihat ada kakia , ada ka zia ada delia disini pahh, , kami semua disini papah buka mata nya" lirih deliaaa.

__ADS_1


__ADS_2