
" Ummi kalau darbuk mainnya seperti apa " kata santri wati saat ini mereka sedang berlatih hadroh
" contoh seperti ini " delia pun mulai menggerakan tangan dan jarinya dalam darbuk
" jari kiri menggunakan telunjuk dan jari manis saja , kalau jari kanan seperti inii" kata delia mencoba menjelaskan perihal darbuk.
" Coba yu Aqidatul awam " pinta delia , mereka pun melantunkan aqidatul awam dengan delia yang memainkan darbuk diikuti lainnya.
" أَبْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ وَالرَّحْـمَنِ * وَبِالرَّحِـيْـمِ دَائـِمِ اْلإِحْـسَانِ
فَالْحَـمْـدُ ِللهِ الْـقَدِيْمِ اْلأَوَّلِ * اَلآخِـرِ الْبَـاقـِيْ بِلاَ تَحَـوُّلِ
ثُمَّ الـصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ سَـرْمَدَا * عَلَى الـنَّـبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا
وَآلِهِ وَصَـحْبِهِ وَمَـنْ تَـبِـعْ * سَـبِيْلَ دِيْنِ الْحَقِّ غَيْرَ مُـبْـتَدِعْ
وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِوُجُوْبِ الْمَعْرِفَـهْ * مِنْ وَاجِـبٍ ِللهِ عِشْـرِيْنَ صِفَهْ
(lirik Aqidatul awam bisa kalian serching di google yaa)
Mereka pun melanjutkan nadhom aqidatul awam namun saat asik berlatih , delia dihampiri fikri.
" Sebentar yaa " pinta delia pada anak anaknya.
" kalian lanjutkan saja" katanya lagi
"Ada apa bi" tanya delia saat sudah berada dihadapn suami.
" Ada tamu ayo temani"kata fikri ia menggenggam tangan delia
" bukannya abi bisa menemaninya"
" ada istrinya abi tidak mau kalau gak ada kamu"
" Yaudahh bi"
***
" silahkan duduk pak buk ," ucap fikri mempersilahkan mereka untuk duduk sedangkan delia ia memberikan minuman dingin yang ada di kulkas.
" silahkan diminum pak buk" kata delia dengan anggun ia pun duduk di sisi suaminya.
" mari silahkan diminum pak" kata fikri dan mereka pun langsung meminumnya.
" Jadi seperti ini pak, mohon maaf untuk waktunya bapa dan ibu terganggu karna saya memanggil bapa ibu selaku orang tua dari santri atas nama aldo untuk datang ke pesantren , Alhamdulillah bapa dan ibu datang memenuhi panggilan kami" kata fikri
" iya ustad, kalau boleh tau ada apa ya ustad memanggil kami untuk kami datang "
" Sebelum saya menjelaskan perkara , apakah aldo sedang bersenang senang dirumah ibu bapa ?" kata fikri ia tidak ingin membicarakan langsung sebab orang tua bisa saja melindungi anaknya jika tau anaknya terbukti bersalah, karna kebanyakan orang tua tidak ingin anaknya terlihat buruk.
" maksudnya pak ustad" ambigu orang tua aldo.
" sepertinya Aldo sedang liburan ya dirumah"
__ADS_1
" maaf pak aldo belum pulang , justru kami kesini sekalian membawakan Aldo pakaian " kata mamah aldo ia memberikan pakaian aldo yang ia letakkan diatas meja.
" belum pulang ya, saya mengira aldo pulang soalnya dicari sama seluruh pengurus tidak ada disini, tapi bapa ibu tidak perlu khawatir semua kaka senior sudah kami keluarkan untuk mencari aldo"
" ini ada apa pak"
" jadi seperti ini pak bu , Dalam rumah singgah memang ada uang 10 juta itu untuk anak anak makan, namun saya mendapatkan laporan dari pengurus pondok dan beberapa saksi yang melihat aldo keluar dari rumah singgah. Awalnya saya tidak percaya namun setelah kami cek di cctv mendapatakan putra bapa yang telah mengambil uang itu" kata fikri dengan tenang sedangkan delia ia terkejut terlebih keluarga aldo ia masih tidak percaya apa yang telah dikatakan fikri.
" Pasti ustad salah melihat, itu tidak mungkin anak saya"
" ia pak ustad tidak mungkin aldo mengambil uang, "
" Silahkan bapa ibu melihat video cctv rumah singgah" kata fikri mempersilahkan orangtuaa aldo untuk menyaksikan kelakuan anaknya.
Keduanya pun menyaksikan video itu , keringet dingin bercucuran, sesak dan ia malu atas apa yang terjadi pada anaknya, bisa bisanya anaknya melakukan hal memalukan itu.
" Pak ustad bu ustadzah saya minta maaf atas kelakuan anak sayaa" kata ibu aldo menangis ia tidak menyangka anaknya seperti itu.
" ia pak maafin anak sayaa , emang anak gatau diri seperti itu" geram bapa aldo.
" nak yaallah kamu dimana " kata mamah aldo dalam hati.
" Pak saya mohon jangan keluarkan Aldo dari pondok ini pak ustad saya mohon" lirih ibu aldo.
" ibu " panggil delia dengan ramah.
" bu ustdazah saya mohon buuuu jangan keluarin anak sayaaa saya mohonn" lirihnya
" Bapa ibuu saya beserta jajaran pengurus pondok meminta maaf yang sebesar besarnya atas apa yang kurang berkenan dalam mendidik anak ibu bapa, harusnya pondok adalah tempat karakter baik itu dibentuk , namun semua kembali pada anaknya masing masing,kita sudah berusaha memberikan yang terbaik namun kami memutuskan Mengembalikan Aldo kepada ibu bapa "
" ibu bapa maaf , sebelum datang pasti sudah mengetahui larangan larangan apa saja, point 100 jika sudah melanggar sampai 100 point maka konsekuensinya adalah dipulangkan, karna kalau kami tak seperti itu takutnya ditiru dengan anak anak lainnya..semoga diluar sana aldo mendapatkan pelajaran yang lebih baik, kami meminta maaf yang sebesar besarnya "
" Yaallah pak ustaddd" lirih ibu aldo.
" Assalammualaikum abi , afwan ini aldo sudah ketemuu dan beliau tengah membereskan barangnya disaat tadi melihat mobil orang tuanya" kata kaka senior
" waalaikumussalam baiklah terimakasih nak"
" sama sama kalau begitu kami pergi dulu abi umi dan bapa ibu marih"
" iya silahkan "
Singkat cerita setelah menunggu lama Aldo pun menemui keluarganya , ia sudah berkali kali melanggar aturan pesantren hingga puncaknya ia dikeluarkan. " emang dasar anak yang gatau diri " ucap bapa aldo
" kamu bikin malu ibu nakkk yaallah" tangis ibu aldo pecah dengan cepat delia memeluk ibu nya aldo
" istigfar buuu "
" Astagfirullah "
" ustadzah saya mohon jangan keluarkan aldo " pinta ibu melemah.
" maafkan kami bu , ini sudah konsekuensinya , semoga aldo menjadi lebih baik bukan disini tapi diluar sana" kata delia.
__ADS_1
" sudah terimakasih ustad ustadzah atas ilmunya selama ini, maafkan anak saya jika selama ini tidak bisa mengikuti dengan baik dan tidak mematuhi peraturan yang telah di buat, juga telah di sepakati, sekali lagi saya minta maaf, kami pamit Assalammualaikum" kata bapa aldo keluar dari ruangan
" iya sama sama waalaikumussalam "
" jadilah anak yang baik nak diluar sana" kata fikri menepuk pundak aldo.
" Maafkan aldo ustad ustadzah "
" dimaafkan , jangan mengulangnya , ingat diluar sana nama pesantren "
Aldo dan keluarga pun memasuki mobil yang sudah siap untuk keluar dari pesantren, banyak mata yang melihatnya hingga tatapan sinis yang diberikan anak anak santri. Perilaku yang tak terpuji itu pun menjadi contoh bagi kita untuk tidak melakukan hal buruk salah satunya yaitu mencuri.
******
3 bulan berlalu dengan cepat, tak terasa selama itu delia sudah mulai beraktifitas dirumah barunya sebagai istri ustad zulfikri.
Delia juga sudah mulai membuka usahanya dikota suami yang baru berjalan selama 2 bulan setengah, kesibukkannya membuat dirinya tidak pernah pulang kedepok, ia bertemu dengan keluarganya terakhir pada acara tasyakuran 4 bulanan, saat ini kandungannya berusia 7 bulan dan itu artinya 2 bulan lagi ia bisa melihat malaikat kecilnya , selama waktu 3 bulan terakhir delia dan fikri tidak pernah ada konflik atau permasalahan dalam rumah tangganya, ia selalu diberikan kebahagiaan yang berlipat.
Selama itu pula dirinya tidak mengetahui kondisi ayahnya, ia hanya menanyakan dan diberikan informasi oleh keluarganya yang menyatakan papahnya dalam keadaan sehat , dan selama itu pula salsa sudah berangkat ke pesantren yang berada di pulau jawa , tepat sehari setelah keluarga Aldo kepesantren.
" Yang baik jadi anak yaa, jangan nyari masalah , belajar yang bener, soal jodoh itu udah diatur sama Allah " kata fikri memegang kepala adiknya saat mereka sudah sampai di pesantren salsa.
" iya doain salsa betah ya A " katanya mencium punggung tangan Aa nya , tak lupa fikri memeluk adiknya itu.
" Teh delia, terimakasih buat kebaikannya , doakan salsa betah yaaa" ucapnya yang kemudian memeluk delia sebentar, kemudian beralih mencium perut delia
" anak pinter, yang baik ya disana , nanti jumpa sama bibi" ucapnya yang langsung dicium delia.
" Kamu yang semangat belajarnya ya, teteh sama semuanya mendoakanmu, sampai bertemu nanti liburan" kata deliaa, diangguki oleh salsa
" mba wulan maafin aku ya, doain salsa betah, gak bakalan ada lagi anak penyari masalah " kata salsa dalam pelukkan mba wulan.
" mba pasti rinduuuu"kata wulan
isak tangis mewarnai mereka, mau tidak mau ia harus melepaskan adik kesayangannya itu menempuh pendidikan dalam pesantren, setelah berpamitan pada abah bunda kemudian bersama teteh dan Aanya kini salsa mulai masuk kedalam diikuti yang lainnya, ia mau melihat kamar adiknya itu.
setelah mengantarkan adiknya di kamar mereka pun berpamitan. inilah momen yang membuat bunda menangis diikuti yang lainnya termasuk fikri namun ia sendiri tidak ingin menunjukkan kesedihan pada keluarganya.
Biasanya ia hanya melihat orang lain menangis mengantarkan anaknya ke gerbang pesantren tapi kiniiii adiknya sendiri lah yang merasakannya. Semuanya berlalu meninggalkan salsa disana dan mereka pulang menuju bandung.
*****
" de kamu gamau pulang"kata ka kia dalam telponnya , sudah 3 bulan delia tak pulang ke depok , bukannya tak ingin namun kesibukkan suami dan dirinya lah membuat ia tidak punya waktu untuk pulang, padahal ia sudah sangat merindukan keluarganya terutama papahnya.
" belum kak , delia pengen pulang tapi Aa masih sibuk dengan urusannya" kata delia dengan lirih
" segitunya sibuk napa dee ?" kata kakia
" maaf kak , aa sibuk dan delia belum berani pulang sendiri mengingat jalan tol yang sepi dan lama" jelas delia, ia sudah merindukan papahnya namun ia sendiir tidak berani pulang menyetir kendaraan.
" pulang yaaa deee pulang " kata kakia yang lngsung memutuskan telponnya sepihak.. membuat delia merasakan bersalah tapi disisi lain suaminya sibukk , apa yang harus dipilih delia ??
bantu vote yaa sahabat author 😍😍author mau memberikan sedikittt gambaran untuk part kedepan "siapkan tissue yaa"
__ADS_1
author ga nanggung lohhh😂