
Jam menunjukan pukul 00:05 keluarga Reno zainal sudah terlelap dalam tidurnya .Namun, berbeda dengan keluarga Adam syarief Mobil yang dikendarai oleh FIKRI dan TYO tiba di pelataran rumah mewah milik Adam syarief. " Alhamdulillah " sahut mereka.
Rasa kesal masih menguasai Wulan namun jelas tidak terlihat diwajah cantiknya, Berbeda dengan Salsa yang masih ada rasa egois dan rasa kesal menguasai hati serta pikiran nya dengan wajah yang ditekuk masam hingga berulang kali wulan mencoba mengatur nafas untuk tidak terpancing emosional tentu gerak gerik salsa diperhatikan oleh keluarga lain nya yang tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada salsa.
" Ada apa " tanya fikri sambil menutup pintu mobil
" Salsa permisi istirahat duluan semua" pamit salsa berlalu cepat.
" Ada apa nak " tanya bunda.
" Ng..ng..ngga ada apa apa bun " sahut wulan sembuyikan.
" Sudah sudah kita istirahat terlebih dahulu" sahut Abah masuk ke dalam diikuti yang lain nya.
" Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam " bi ani berlari menghampiri mereka.
" Alhamdulillah sudah sampai, loh non salsa kemana " ucap bi ani yang heran tidak melihat salsa bersamanya.
" Alhamdulillah bi, salsa sudah kecapean bi besok ada mata kuliah " ucap bunda.
" Oh iyah bu kirain ngga ikut pulang, yasudah bapa ibu non den silahkan istirahat terlebih dahulu masih cape apa mau saya buat kan minum " ucap bi ani.
" Tidak perlu bi terimakasih kami semua mau istirahat dahulu ya bi bibi jangan lupa istirahat kerjaannya dilanjut besok aja bi " ucap bunda.
" Baiklah bu selamat istirahat "
__ADS_1
" Terimakasih bi Mari"
Mereka pun berlalu menuju kamar masing masing, termasuk fikri yang menggendong alisyah untuk tidur dikamarnya.
" lisyah mau dibawa ke kamar siapa a" tanya wulan.
" Kekamar aku saja deh aku ingin tidur dengannya" ucap fikri
" Ya sudah A"
@@@@
Sinar mentari pagi memancarkan cahaya silau dari balik jendela. pukul 07 :00 keluarga delia sudah disibukkan dengan masing masing kesibukkannya, Delia yang sibuk untuk pergi ke Majelis taalim miliknya, Papah dan mamah yang sibuk mengurusi pernikahan putri kecilnya, kakia yang sibuk dengan busana syari yang ia dan kedua adiknya kelola serta ka zia yang sibuk kuliah.
Dan pagi pagi sekali Delia sudah tiba di majlis milik nya dengan beberapa ustadzah ustadzah yang turut hadir karna hari ini adalah hari dimana salah satu ibu ibu pengajian,menggelar acara pengajian dengan mengundang majlis taalim sebelum acara Pernikahan yang diadakan besok.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap delia seraya menyatukan kedua tangannya.
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh" sahut mereka.
Delia pun duduk disebelah Ustadzah Aini yang tidak lain adalah pengurus majlis taalim milik keluarga delia. Sebenarnya delia dan ustadzah Aini mendirikan pengajian ini belum ada 1 Tahun namun jaamaahnya begitu banyak.
" Aku disini saja sama ustadzah" ucap delia sambil tertawa kepada ustadzah Aini.
" Boleh boleh "
Acara demi acara dimulai dari pembacaan ayat ayat suci alquran yang dilantunkan oleh calon pengantin. Serta sambutan yang dipersilahkan kepada sang mempunyai hajat iyalah tuan rumah pengantin. kini tiba giliran ustadzah Aini yang ceramah karna delia suaranya serak delia pun hanya menyimak saja sesekali ceramah walau dengan suara yang sedikit hilang dan itu dimaklumi mereka.
__ADS_1
@@@@
" A hayu atuh nanti keburu siang " ucap bunda saat melihat fikri masih berkutat pada laptop nya.
" Sebentar bundaku sayang fikri masih ada tugas kantor abah 10 menit fikri selesai " jawab fikri sambil tersenyum.
" Baiklah" ucap bunda.
" Nenek lisyah sudah lapih " ucap lisyah menghampiri sang nenek.
" Sini sayang sebentar ya kita tunggu abi menyelesaikan pekerjaannya yah" ucap bunda sambil memeluk alisyah.
" baik nek, nek kata mamah ceuceu lisyah mau punya mamah lagi emang bener " tanya lisyah polos.
" Sekarang nenek tanya lisyah mau punya mamah apa engga" tanya nenek, sambil matanya ke fikri dan tentu fikri menghentikan aktifitasnya dan siap mendengarkan jawaban alisyah.
" Li'syah mau nek tapi lisyah kan sudah ada mamah ceuceu nanti mamah lisyah banyak lisyah pusing,tapi mamah lisyah cuma mamah ceuceu aja" ucap lisyah.
" Gapapa nanti kan mamah nya baik lisyah bisa main sama siapa aja kok" gemas bunda sambil mencium lisyah.
" Sudah ayu kita berangkat " ucap fikri Bangkit dari duduknya.
" horeee" ucap lisyah.
Mereka sekeluarga pun memasuki mobil dan melanjukan kendaraan menuju W.O syari untuk pasta pernikahan nanti, kali ini mereka pergi ketempat W
O pengantin yang pernah dipakai oleh mba wulan.
__ADS_1
@@@@