
" permisi apa ada suami nyonya delia " kata dokter. semuanya pun menengok kearah fikri yang berusaha untuk tegar menghadapi kenyataan pahit.
" saya suaminya dok" ucapnya bergetar.
" pak , apa bapa sudah menyetujui operasi berlangsung " kata dokter meyakinkan fikri.
" saya menyetujuinya dok" lirih fikri ia terpaksa menyetujuinya karna untuk menyelamatkan anak serta istrinya pikiran fikri seperti itu
" baiklah untuk menyetujuinya mohon untuk tanda tangani persetujuan operasi , jam 3 sore kami akan operasi istri bapa, satu lagi pak untuk saat ini ibu kami pindahkan keruangan rawat nanti akan kami bawa kemeja operasi " kata dokter.
" apakah bisa keduanya selamat dok " tanya fikri.
" akan kami usahakan semampu kami ya pak , kalau begitu sampai jumpa" ucap dokter meninggalkan semua keluarga.
" ini berkasnya pak, satu jam kedepan saya akan kembali mengambilnya sebelum operasi di laksanakan" kata suster memberikan berkas pada fikri kemudian mereka berlalu.
Tit..tit..tit.( bunyi alat jantung )
Fikri dengan lemah ia pun menghampiri istrinya yang sudah dalam ruangan rawatnya. Dengan langkah lemas ia duduk dikursi samping istrinya..bunda dan yang lainnya melaksanakan sholat zuhur berjamaah atas permintaan fikri untuk meninggalkannya sendiri.
" umiii hiks, , kamu kenapaaa seperti ini mi" lirih fikri berbisik pada telinga delia , ia menggangam jari tangan istrinyaa.
" ummi kuat ya, engga apa apa umii anak kitaa lahir lebih duluu,, yang penting umi sehattt, sembuh dan berkumpul lagi dengan aku dan anak anak "kata fikri ia berbicara sendiri mengungkapkan isi hatinyaa
" umiiii jangan lama lama bobonyaa hiksss, umi lelah yaaa hiks, abi bantu umii semampu abiii, umiii bangun yahhh, alisyah nanyain umiii hikss " ucap fikri ia pun mencium kening istrinyaa dan ia mengambil Alquran yang tadi dibawa abah untuk mengaji disamping delia.
" akuu mengaji untukmu yaaah umi hikss, , umii suka kan kalau abi mengajiii hiksss, , Allah baik ya umii memberikan ujian untuk kita tanda Allah sayang dengan kita dan hanya Allah yang percaya untuk kita melewati ujian ini, abii mengaji ya umii, umii bangunn ya janji sama abiii" lirih fikri ia pun mulai mengaji dengan airmata yang berlinang berharap keajaiban datang untuknya dan untuk anaknya.
***
Setelah selesai sholat dan berdoa mereka segera menyusul fikri, dilihat dari kaca rumah sakit laki laki sholeh setia mendampingi istrinya yang tengah terbaring tak berdaya, suara lantunan ayat Alquran merdu sekali membuat siapapun merinding, bunda dan keluarga lainnya tak henti hentinya tersenyum namun dengan airmata menetes.
__ADS_1
Laki laki yang selalu setia menemami delia dikala apapun dan delia yang selalu setia menemani fikri, kedua pasangan suami istri ini sellau membuat iri orang lain akan kebahagiaan dan kesederhanaannya.
Mereka pun masuk kedalam ruangan menghampiri deliaa, tubuh krluarga yang bergetarr dengan kaki yang lemas mereka terus menghampiri delia hingga tiba disisi ranjang delia, fikri yang menyadari kehadiran orang tuanya ia bergeser memberikan ruang untuk mamah dan kedua kakanya delia menemui istrinya.
" Nakkkk bangunnn , kamu cantik bangettt bobo seperti inii hikss, kamu jangan khawatir suamimu sangat mencintaimu dia akan melakukan apapun untukkmu, kamu bangun ya nakkkk kasihan alisyah " lirih mamah ia mencium kening delia yang hanya diam tertidur tanpa kesadaran, hanya suara detak jantung mengisi ruangan.
" dee maafin ka zia yaaa, kamu sehat ya deee, kamu bangunn, kaka akan menjawab pertanyaanmu, kaka gak akan marah denganmu , pliss bangun yaa"
" dee bangunn yaa, kakia akan kesepian jika tanpamu, alisyah nangis ia hanya ingin dengnmu , , adenya kaka bobonya udahan yuuu , " .
Fikri yang menyaksikan itu menjadi tersentuh ia dengan abah sedang berdiskusi mengenai berkas persetujuan operasi , mamah pun mengahampiri fikri.
" lakukan yang terbaik untuk anakku Aa, mamah mohon" ucap mamah.
" kami akan melakukan hal yang terbaik untuk menyelamatkan mereka berdua "
" mah apa sebaiknya mamah pulang saja, mamah dan yang lainnya ikut mamah pulang, karna hari ini adalah hari pertama tahlilan papah apa mamah tidak ingin mengadakan tahlilan ?" tanya fikri karna ia iba melihat mamah mertua yang lelah.
" mamah tetap akan mengadakan nak, dan nanti kami akan mengadakan doa untuk delia "
Ia percaya pada ibu mertuanya ituu, jika mereka tidak mengadakan tahlilan apa kata keluarga Alm pak reno, bukan tega namun kejadian seperti ini berlangsung cepat tanpa didugaa.
" nanti mamah pulang sore jam 5 setelah delia keluar dari ruang operasi "
" mah uangnya ada" tanya fikri.
" ada nak kamu gausah ngasih mamah ya, justru kamu lakukan demi anak mamah "
" Bismillah " ucap fikri menanda tangani berkas untuk delia operasi.
detik demi detik berganti, menit berganti ke jam , jam sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB delia sudah tiba di pintu operasi. para keluarga mencium pipi deliaaa namun yang terlama ialah fikri ia menciummm kening istrinya dan perut istrinyaa.
__ADS_1
" Umiiiiiiiiiiiii" teriak alisyah saat uminya masuk kedalam ruangan.
Lampu ruangan operasi berganti warna menjadi merah itu artinya operasi sedang dilakukkan.
" umiiiii hikss lisya mau sama umiiiiii, umiiiiiiiiiiii" teriak alisyah dalam gendongan tyoo
" Bismillah ya umii " kata fikri dalam hati..ia terus mundar mandir menunggu kapan selesai operasinya padahal ia baru saja operasi dimulai.
" bun , wulan mengajak alisyah keluar ya sama raka alya " izin wulan karna alisyah terus saja menangis memanggil "umiiiiiii" itu membuat fikri bersedih..
" ia nakk "
" lisyah doakan umi ya nakk" kata fikri melemah .
Abah berangkat menuju mushola rumah sakit, diikuti mamah dan lainnya tersisa hanya syifa dan zia yang menunggu didepan ruangan karna syifa sedang halangan.
" cklekkk " pintu rumah sakit terbuka suster keluar dari ruangan operasi.
" Tolong segera carikan donor darah golongan A untuk nyonya delia, siapkan sekitar 4 kantong, pasien kekurangan darahh " pinta suster yang kemudian kembali kedalam ruangan..
" Astagfirullah yaallah, tolong de kabarin yang lainn" pinta fikri pada adik adiknya.
syifa dan zia yang mengetahui hal seperti itun hanya bisa berlari , ia berlari sekuat tenaga untukk menemui bunda dan lainnya..
" ka ini kemana ka " kata syifa yang bingung dengan arah panah.
" kesana dee "
" oh okeeee" ucap syifa ia pun berlarian menemui keluargaa..
" tapi ga ada kak arah panah lagi ke musholaa " panik syifaaa ya benar mereka tak menemukan petunjuk arah mushola tapi mereka tiba di ruangan jenazah..
__ADS_1
" jen..jennazahh kaburrrr dee" kata zia menarik tangan syifaa..disaat keadaan genting ia lupa akan ponsel mereka.
Akan kah darah A bisa ia dapatkan ?