
" Silahkan di nikmati bu pak Kang, maaf cuma ini yang bisa kami berikan " ucap bunda dengan ramah, mempersilahkan tamu yang entah siapa untuk menikmati jamuan yang diberikan padhal untuk tamu bunda menyediakan jus jeruk, Aneka cemilan kering yang tersusun rapih dalam toples diatas meja, kue bolu yang disajikan dipiring, aneka buah dll berlebihan bagi orang lain yang melihatnya tapi itulah bunda dan abah memberikan jamuan tak tanggung tanggung bagi siapapun yang berkunjung ke rumahnya
" terimakasih bunyai ini sudah lebih dari cukup " ucap Ibu ibu itu sambil matanya memandang sana sini mencari wanita yang dimaksud.
" Kalau boleh tau kyai dimana ya bunyai saya Ada perlu dengannya " ucap bapa bapa yang sepertinya sudah tidak mau berlama lama disana namun saat bunda ingin menjawab fikri lebih dulu menjawab pertanyaan bapa itu sambil duduk dengan istri.
" abah sedang tidak ada dirumah, maaf sebelumnya saya berbicara dengan bapa siapa? dari mana ? " tanya fikri to the point,
" Oh iya saya hampir lupa saya bapa rusdi dan ini istri saya, ini anak saya ,saya rumahnya tidak jauh dari hotel yang diarah mau ke pesantren ustad, " jawab bapa rusdi sambil memperkenalkan satu satu anggota keluarga.
" ohhh iyaaa kalau boleh tau ada perlu apa ya kesini " tanya fikri.
" maaf sebelumnya saya kesini dengan keluarga ingin bertanggung jawab mengenai apa yang sudah terjadi pada putri Abah, kita selesaikan secara kekeluargaan saja Ustad ini memang kesalahan murni atas kemauan satu sama lain" ucap bapa rusdi menjelaskan dengan perasaan malu atas perbuatan anaknya.
" tolong katakan dengan jelas " sahut fikri yang terkejut namun mencoba untuk menepis pikiran buruk yang akan terjadi.
" Anak saya dengan adik ustad telah melakukan hal memalukan atas dasar suka sama suka, anak saya sadar atas apa yang dilakukannya ia mendapatkan hidayah dan sudah bertaubat untuk itu dia mau bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan dia tidak ingin lari dari tanggung jawab "
" Innalillahi WA innaillaihi rojiun"
" Astaghfirullah "
Reaksi keluarga adam syarief pun terkejut berulang kali menyebut dan berulang kali beristigfar atas apa yang terjadi, memalukan dan pastinya sangat malu untuk keluarga adam syarief masalahnya ia adalah keluarga yang sangat terpandang, memiliki pondok pesantren dan perusahaan yang semuanya dijalankan dari nol, bunda yang menerima kabar ini berusaha untuk menolak, sedangkan fikri berulang kali membuang nafas kasarnya dan mengusap wajahnya, mengadahkan kepalanya keatas seakan mengatakan " ujian apa yang engkau berikan yaallah "
" Tenang semuanya" ucap fikri menenangkan keluarganya yang berusaha untuk tidak percaya apa yang dikatakan. " siapa nama adik saya " tantang fikri pada keluarga itu.
" Salsa Anindia ia Anak ke 4 dari 4 bersaudara, Abahnya bernama adam syarief dan ibunya bernama Ratna hafizah " jelas detail laki laki itu terlihat raut jelas wajah penyesalan atas apa yang ia lakukan.
Seakan tidak ingin terlalu lama fikri pun menyuruh mba wulan panggilkan salsa " mba tolong panggilkan salsa tapi jangan bilang kalau ini tamunya saya ingin mengetahui reaksi salsa" jelas fikri wulan pun menjemput adik kecilnya itu sedangkan fikri ia sudah kesal atas perbuatan dua insan ini.
" kamu tuh laki laki harusnya bisa menjaga perempuan kenapa engkau rusak masa depan adik saya!! dimana wajah malumu!! harusnya dipecuttt dan diasingkan atas apa yang engkau lakukan!!" geram fikri yang sudah ingin memukul ia sangat malu atas apa yang diperbuat mereka.
__ADS_1
Bunda sudah tidak bisa lagi menahan tangis, airmata wanita baik baik wanita terpandang akhlak dan kebaikannya kini harus menerima kenyataan bahwa putri terakhirnya membuat masalah besar, sedangkan tyo ia diam diam memfoto wajah laki laki beserta keluarganya bukan tyo namanya jika tidak bisa mengambil gambar wajah mereka, sedangkan delia ia memilih duduk disisi bunda di rangkul nya wanita itu seperti memberikan kekuatan menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya.
**
tok toktokk suara ketukan pintu kamar salsa diketuk oleh mba wulan tanpa menunggu lama wulan membuka sendiri pintu kamar salsa. raut wajah yang tak bersahabat serta sorotan mata yang penuh penindasan ia menemui adik kecilnya itu. " sal sekarang ikut mba!" ucap wulan menarik tangan salsa dengan kasar. salsa yang tidak siap pun berusaha melepaskan tangannya " apa apan sih mba sakit tangan salsa " sahut salsa berontak
" PLAKK! Mba bilang ikutt ya ikutt gausah ngebantah sama yang lebih tua! udah cukup lo kurang ajar sekarang ikut gue!! ucap mba wulan yang kini sudah emosi di tampar nya pipi salsa penuh kemarahan wulan pun tak segan menyeret adiknya tanpa hati karna ia sudah terlanjur dikuasai amarah. salsa yang mendapatkan perlakuan seperti itu ia pasrah mengikuti kakanya diikuti kemana ia mengajak dirinya pergi walau berulang kali ia mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang di cengkram kuat oleh wulan.
wulan yang bisa mengkontrol dirinya didepan tamu maupun dibelakang, wanita berbalut hijab itupun menjadi baik 90° berbeda dengan yang ia lakukan diatas. merekapun sudah berada di ruang tamu kehadiran mereka Sontak saja membuat semuanya menoleh dan firki mengamati raut wajah adiknya yang terkejut.
" lohh Andri kenapa disini " terkejut salsa atas kedatangan kekasih yang tak ia cintai, pertanyaan salsa membuat semuanya mengerti mereka sudah saling mengenal bahkan pacaran.
" salsa duduk " tegas fikri tanpa mau melihat adiknya ia membuang muka kecewa atas apa yang dilakukan salsa.
" ini ada apa " tanya salsa pada keluarganya. " aku mau kita menikah sal " ucap andri pada salsa dan ucapan andri membuat semua terkejut terlebih fikri yang langsung menoleh kearah mereka. " Aku gamau andri aku masih mau sekolah " jawab salsa.
" tapi aku mau bertanggung jawab sal walau baru sekali tapi aku gamau dihantui rasa bersalah, Allah memberiku hidayah setelah apa yang terjadi dan aku mau kita menikah aku sudah bertaubat " pinta andri dengan penuh lirih
" Helehh masih untung tanggung jawab sok jual mahal lagi! ditinggal ga Terima tapi tanggung jawab juga ga Terima! dasar wanita murahan " gumam Ibu andri dengan penuh tak suka akan salsa justru ia lebih tertarik dengan syifa.
" hushh mah diam lah "bisik papah Rusdi yang tak ingin kehilangan keluarga abah syarief,
" Abii bundaaa " sahut delia yang mencoba menepuk nepuk pipi bundaa mencoba untuk membangunkannya.
keadaan pun menjadi tidak nyaman dan obrolan pun menjadi tidak jelas karna bunda sudah tak sadarkan diri "bundaa bundaa bunda bangunn bun" ucap syifa khawatir , wulan pun melakukan hal yang sama menggoyangkan tubuh bunda supaya sadar dan syifa ia berlari kearah laci meja mengambil minyak kayu putih.
" Bundaa bundaa bangun bun " ucap wulan. mas tyo pun mengangkat bunda untuk memindahkan ke kamar.
" 3 hari lagi kembali kesini ya pak kami ingin berbicara dengan adik kami terlebih abah sedang tidak ada dirumah, saya ingin mengurus bunda kami terlebih dulu " ucap fikri yang sekarang pusing bukan main dilihatnya bunda ia sudah tidak sadarkan diri di bawanya menuju kamar tamu
" maaf jika kehadiran kami membuat kacau keadaan, ini alamat rumah kami, kami akan kembali 3 hari lagi, sekali lagi saya meminta maaf ustd " ucap papah Rusdi ia pun memberikan alamat dan foto KTP mikiknya,
__ADS_1
" tunggu silahkan foto dan tunjukan KTP kalian saya akan memfoto ibu bapa dan kamu " ucap fikri mengeluarkan handphone dan keluarga itu ia mengikuti fikri tanpa membantah karna ia memang benar.
" Baiklah silahkan pulang dulu " ucap fikri yang sudah tidak fokus ia memikirkan bunda.
" assalamu'alaikum "
"waalaikumsalam mang tolong antar kedepan " ucap fikri yang sedikit berteriak supaya mang ujang mendengarnya. dan benar mang ujang datang mengantarkan keluarga itu keluar dari rumah adam syarief.
**
" jangan sentuh bundaa " tegas wulan pada salsa yang mencoba menyentuh bunda, dihati kecil sasa ia merasakan kesalahan yang teramat ia rasakan. " ta..ta..tapii mbaa " ucap salsa terbata bara
" Tapi apa hah tapi apaa bego sia jadi orang " teriak wulan penuh emosi sedangkan delia ia mengolesi minyak ke tubuh bundaa.
fikri pun masuk ke kamar bunda dengan penuh kekecewaan dan pastinya ia pusing bukan main selama ini ketakutan ia akan adiknya kini terjadi..dilewatinya salsa begitu aja tanpa ditanya justru fikri lebih berbicara pada wulan " mba tolong bawa keluar selesaikan diluar, nanti aa menyusul" ucap fikri yang bener kecewa bahkan untuk bertanya saat ini enggan ia takut setan menguasainya.
" baik aa, ikut gue lo sal!! ikuttt " ucap wulan menyeret adiknya keluar namun salsa berontak ia ingin dengan bundanya " Lepasin aku mau dengan bunda " jawab salsa dengan airmata yang mulai menetes namun wulan tetap bersikeras menarik salsa keluar dari kamar tamu.
" gua bilang ikut ya ikut ngebantah terus bisanya lo hah!! PLAKKK!! " Hardik wulan yang penuh amarah ia pun menampar adiknya kembali, tak ada satupun dari mereka yang membelanya, sudah sewajarnya delia mendapatkan perlakuan ini.
" KELUAR! " tegas fikri yang sudah marah, keluarganya pun takut jika fikri sudah marah ia terlihat dingin bahkan sangat dingin, fikri tidak seperti laki laki lain pada umumnya yang akan maki maki justru ia akan menjadi dingin sedingin mungkin sampai suasana rumah tak nyaman.
"Sini loh hah !! " ucap wulan menyeret hijab salsa dan itu membuat salsa mengikutinya. saat sampai diruang keluarga wulan pun mengempaskan tangannya dan itu membuat salsa jatoh tersungkur. " Awwww" lirih salsa wajahnya perih menghantam lantai. mas tyo dan syifa pun keluar menghampiri mba wulan karna terdengar suara meja tergeser persis berbarengan dengan salsa meringis sedangkan fikri dan delia ia menemani bundaa.
" Bundaa maafin Aa yang telah gagal mendidiknya, percayalah bunda aa sudah sekuat tenaga bathin pikiran untuk aa mendidiknya menjadi wanita baik, aa minta maaf bunda , aa salah aa salah bunda, maafin aa, bunda bangunnn bunnnnn bantu fikri untukk melewati ini semua " lirih firki dengan airmata yang mengalir membasahi pipinya melihat ibunda yang ia cintai terbaring lemah tak sadarkan diri.
" Abiiii sabar biii ini semua bukan salah abii, kita semua merasakan itu, justru aku meminta maaf ini salahku kalau saja aku tak hadir mungkin ini semua tak akan terjadi, bundaa maafkan aku "
" miii jangan salahkan dirimu ini semua bukan salahmu, jangan menyalahkan pernikahan kitaa pernikahan kita tak salah miii,, abi mohon jangan berpikiran seperti itu kasihan calon ank kita miii" pinta fikri pada istrinya.
Bunda pun mendengar setiap apa yang di katakan disekitarnya namun untuk membuka mata rasanya tak mampu bahkan sulittt.
__ADS_1