Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
infus


__ADS_3

Hallo semua maafkan author yang baru up sekarang., yaudah yuu dari pada basa basi sana sini ayoo kita mulai yaa..selamat membaca sahabat author tercinta 😍


Waktu semakin malam dan udara yang entah kenapa malam ini menjadi begitu sangat dingin berbeda dengan malam malam sebelumnya, oh mungkin karna habis turun hujan. Aku terbangun dari tidurku saat menyadari suara air dan bunyi sikat yang berasal dari dalam kamar mandi.,ku lihat kesebelah suamiku tidak ada disampingku, ku lihat jam didinding kamarku menujukkan pukul 01:00 WIB Berulang kali aku mencoba memanggil suamiku namun tak kunjung tiba sementara diri ini penasaran dengan suara yang berasal dari dalam kamar mandi. "sayangg " panggilku pada suami.


Langkah lemah dan pusing yang terasa begitu menyiksa namun aku harus bertahan demi bayi yang ku kandung,dengan langkah lemah aku berjalan melihat kearah kamar mandi sambil terus memanggil suamiku hingga tiba didepan kamar mandi ku lihat suamiku sedang mencuci pakaiannya dan pakaianku yang tak sengaja terkena muntahanku sungguh kasihan melihatnya,bahkan pakaian kemarin yang kami kenakan sekalian ia mencucinya.


"Ummi ada apa ko bangun ??" panik fikri saat melihat istrinya didepan pintu .ia menghampiri sambil menuntunku untuk duduk disofa kamar namun sebelumnya ia mencuci tangan dan mematikan kran air .


" Abi sudah malam biarkan besok umi saja bii hayu tidur " jawab delia sambil bersandar pada dada suaminya.


sebenarnya fikri bisa saja mencuci pakaian sejak tadi namun delia yang tidak ingin jauh dengannya bahkan ia berbaring dengan kepala ditangan suaminya, kebayang ga sih jadi fikri tangan yang pegel akibat kepala sang istri belum lagi harus menyikat pakaian yang terkena muntahan tadi?? kenapa engga dikasih ke bibi yang mencucinya ? semenjak ada delia fikri tidak pernah mencuci bajunya ke bibi karna semuanya benar dikerjakan delia .


"Ummi terganggu ya sama abi yang cuci baju ,abi minta maaf mii,maafin abi yaa dee jadi bngun deh kasihan umminya yang lemas pusing gini" gumam fikri sambil merapihkan rambut delia yang menutupi wajah.


" bii pusing" keluh deliaa yang tidak bisa jalan sepertinya kehamilan delia ini harus benar benar istrirahat.


" yasudah abi ambilkan minum dulu ya mii ,tunggu ya dee " ucap fikri yang kemudian keluar mengambil minum.


Kulihat suamiku begitu penyabar dan sayang terhadapku ,dia yang sellau siap siaga saat aku mengeluh keadaan bahkan dia yang menasehatiku agar jangan mengeluh akan kehamilan, aku yang baru pertama kali merasakan seperti ini menjadi bingung takut salah apa yang dirasakan walau ibu mertua yang super baikk selalu memberikan pengertian perhatian tak jarang aku bercerita kepadanya,


Suami yang lebih cekatan mengurusku entah karna dia sudah pernah mengatasi ini atau memang dia berusaha kuat demi istrinya.


" ini ummi minum dulu sama diminum lagi ya mii obatnya " sahut firki sambil memberikan minum dan aku menerimanya ia pun dengan sabar mengupas satu persatu obat dari bungkusnya membantuku mempermudah mengkonsumsinya.


"Alhamdulillah "


"Alhamdulillah yaudh mii istirahat yaa ,supaya gamual lagi ,besok papah mamah kesini dan abah juga pulang karna ia tau dari bunda kalau kamu maboknya parah mii " ucap fikri sambil menuntun delia duduk dikamarnya dan lagi dan lagi delia meminta untuk suaminya menemaninya .


" Alhamdulillah bii ummi pengen ketemu papah "


"iya mi yaudah tidur yaa ummi "


*****

__ADS_1


Setelah sholat subuh berjamaah seperti biasa semuanya melaksanakan tadarus bersama,namun kali ini mereka tadarus bersama di kamar fikri karna delia yang pusing namun fikri yang melaksanakan kewajibannya untuk mendengarkan hapalan adiknya . delia sholat dengan fikri yang menjadi imam dan di musholah mas tyo yang menjadi imam.


" Pusing banget ya neng " tanya bunda lembut sambil mengusap punggung delia ,ia merasa iba dengan menantunnya melihat kondisi ia yang drop serta lemah atas kehamilannya.


" sudah agak mendingan bunda ,maaf ya bun delia ngerepotin" ucap delia yang bersandar pada bahu ibu mertuanya.


Bunda begitu sayang terhadapku begitu beruntungnya aku mempunyai keluarga seperti ini ,tapi rinduku pada keluargaku begitu besar ,kulihat suamiku begitu tenang mendengarkan ayat suci alquran yang dilantunkan oleh adiknya sesekali ia membetulkan tajwid dan makhraz hurufnya. kekasih idaman bagiku.


" Neng nanti diinfus yaa dulu bunda juga seperti neng pas hamil suamimu bunda gakuat akhirnya diinfus cuma itu yang bisa dilakukan nak " sahut bunda lembutt yang menahan tangis walau airmata sudah diujung pelopak .


" Iya bunda delia nurut aja bun terimakasih banyak bundaku maaf delia merepotkan."


"cupsss, Aa jagain istrimu bunda mau telpon dokter dulu "


" Yasudah bun,alhamdulillah syifa nanti ditambah lagi hapalannya dan perhatikan tajwid nya yaaaa " ucap fikri mengeluss kepala syifaa.


Tadarus kali ini tidak lama seperti biasanya hanya baca surah Ar-rahman, Al mulk dan dilanjut setor hapalan seperti biasa ,setelah berbicara bunda terlebih dulu keluar disusul syifa ,sebelum benar benar pergi syifa memberikanku semangat " Kuat ya tehh,dede bayi kami menantimu " ucap syifa yang mengelus perutku. aku hanya memberikkan senyuman untuknya sebagai respon ucapannya.Suamiku benar benar menjagku ia naik keatas ranjang kemudian duduk disampingku mengelus perutku yang rata sambil membacakan ayat alquran untuk calon anak kita ,hatikku teriris melihatnya sekaligus bahagia ,tanpa kusadari matanya mengeluarkan air mata entah itu kesedihan atau kebahagiaan namun ia masih melantunkan ayat ayat alquran.


*****


Mereka sudah dalam perjalanan menuju bandung tepatnya mereka sedang berada di jalan tol .


" Kasihan putri kita ya mahh " lirih papah sambil melihat pemandangan yang mereka lewati ,


" putri kita kuat pahh mamah yakin delia kuat " ucap mamah yang berusaha tegar didepan papah,ia tau suaminya ini tak bisa mendengar kabar buruk jadi mamah tak ingin papah kenapa kenapa ,berusaha tegar itu sulit apalagi saya ibu yang melahirkan delia pasti butuh kekuatan dan yang jelas hati saya terguncang ,begitulah ungkapan isi hati mamah.


sedangkan kia dan zia ia masih di pikirannya masing masing ,dan pastinya ia cepat cepat ingin menemui adiknya kesayangannya.


***


Tangan yang semula menggenggam jariku kini terlihat menggenggam kuat mulai merenggangkan genggaman tanganku ,sambil melantunkan ayat ayat alquran menghadap perutku kini tak lagi kudengar suara indah dari mulut suamiku hanya terdengar murotal dari speaker dikamar kami, ku lihat suamiku tertidur sambil menggenggam tanganku dengan sedikit mata yang basah membuat hatiku begitu teriris merasa sebagai calon ibu aku tak kuat bagaimana aku bisa menjadi ibu bagi anak anakku kelak.


Pintu kamarku tiba tiba dibuka ku lihat kearah pintu rupanya bunda dengan mba wulan dan pasti dokter kandungan .Aku memberikan isyarat jari tangan yang mengarahkan ke bibir ku sebagai tanda memberitahukan jangan berisik ,mereka paham melihat fikri yang tertidur diatas p*h* delia ,kalian pasti bingung bagaimana posisi fikri saat ini? fikri duduk diatas ranjang sambil menghadap ke perutku dengn posisi duduk seperti mengobrol dengan anakknya namun karna ia lelah fikri pun meletakkan kepalanya di paha delia sambil menghadap perut nya.

__ADS_1


Tanpa banyak konsultasi dokterpun mulai menusukkan jarum pada tanganku ,sakit tapi aku harus bertahan agar tak bergerak supaya suamiku tak terganggu.


" Neng keluarga kamu lagi perjalanan kesini,abah juga pulang denger neng sakit" bisik bunda pada delia ia takut anaknya terbangun terlebih ia sengaja mengajak ngobrol delia agar mengurangi rasa sakit.


" alhamdulillah selesai ,oh yaa bu karna suaminya tidur ini nanti kalau sudah habis tolong diganti botol infusnya dengan yang ini terlebih dulu habis itu baru yang ini dan oh ya ini vitaminnya diminum ,nanti kalau ada keluhan apa atau ada yang ingin di tanyakan tolong hubungi saya ya dan saya akan kesini besok pagi " ucap dokter menjelaskan satu persatu.


" baiklah dokter terimakasih banyak maaf mengganggu sepagi ini"


"Gapapa bu ini sudah menjadi tugas saya ,cepet sehat ya buu dan makanlah jangan sampai tidak makan ya "


" terimakasih banyak dok "


"Sama sama kalau begitu saya pamit ya ,jangan banyak bergerak ya buu dan jangan cape ,yaudah gtu aja ya bu saya pamit assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


Dokter dengan bunda keluar dari kamarku sekarang hanya ada mba wulan kaka iparku yang super baik, ia memberikan aku banyak wejangan dan pasti ia baru pertama kali melihat seperti ini.


" Teh sekarang apa yang teteh rasakan " tanya mba wulan dengan suara pelan karna ia tau adiknya sedang tidur. saat ingin jawab suara anak kecil membuat kami terkejut terlebih fikri yang langsung bangun dari tidurnya.


" Umiii aku kangen sama ummi ,ummi gendong " rengek alisyah kepada delia sontak saja fikri mencegahnya dan alisyah lebih dulu ditangkap mba wulan.


" hey gaboleh lisyah " ucap mba wulan sambil mencoba memeluk lisyah yang berontak.


" Gamauuu maunya sama ummmiiii ..umiii......huaaaaaaaaaa hikss hiksss..umiiiii mau sama ummi " tangis alisyah pecah dan itu membuat delia bersedih ia tidak bisa menggendong alisyah.


Ku lihat putriku menangis ingin sekali digendong jujur akupun kangen dengannya dan ingin memeluknyaa menggendongnya dan mengurusinya namun kondisiku sedang tidak baik ,aku harus patuh pada suamiku namun aku kasihan dengan alisyah. maafkan ummi nakk.


wulan terus saja mencoba menenangkan alisyah ,fikri pun sehabis keluar dari kamar mandi menghampiri anaknya ," Alisyah sayangnya abi sama abi aja yaa " ucap fikri mencoba membawa lisyah kedalam pelukkannya bermaksud ingin menggendong lisyah. namun lisyah lebih dulu lari kepelukkan delia " alisyah jangan sayang kasihan dedenya "


" Gapapa abi mba lisyah aku peluk ajaa yaa,kasian dia mau deket sama akuuu "


" Hati hati miii ,lisyah kakinya sayangg " lirih fikri yang khawatir kakinya alisyah berada diatas paha delia.

__ADS_1


maaf semuanya author baru up ..


__ADS_2