Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
perubahan alisyah


__ADS_3

Waktu sholat zuhur sebentar lagi tiba 40 menit lagi dan abah sudah hadir berkumpul ditengah tengah 2 keluarga itu.. karna syifa memanggil abah untuk berkumpul bersama di gazebo rumah besannya.


" Ada apa ini" tanya abah.


" nak kamu kuat berlama lama duduk" kata abah lagi melihat delia duduk dengan menyender pada tubuh suaminya.


" In syaa Allah kuat abah , delia tidak duduk melainkan menyender agar tidak tertekan jahitannya." jelas delia


" syifa anter aku ambil cemilan yu" kata ka zia.


" eh jangan ,sebentar lagi jam makan siang " tolak bunda.


" iya gausah tanggung sholat, nanti aja abis sholat" sahut kakia.dan diprotes mamah


" abis sholat kita makan siang seetelah itu tidak apa apa " jelas mamah dan semua menyetujuinya.


" udah jadi gimana nih haikal" sahut mas tyo yang mulai tak sabar.


" Abah haikal minta izinya " mencium tangan abah dan diikuti mencium tangan bunda " bu nyai doa restu " dan terakhir fikri ia mencium tangan abinya dan mamah


" wahh apa nihh" riuhhh 3 wanita .


" bismillah dengan doa restu bu nyai dan izin pak kiyai serta doa dari kedua orang tua haikal (fikri delia) , bismillah haikal ingin memtaaruf kazia" jawab haikal dengan cool.


" Masyaallah"


" Ma Syaa Allah" sahut semuanya sedangkan delia ia hanya menggengam tangan fikri dengan erat.


" kak gimana" tanya abah pada zia.


" semua zia serahkan sama mamah, bagaimana mah , mamah setuju ?" tanya delia pada mamahnya.


" eummm gimana yaa" sahutnya sangat berat , ia menyadari dirinya baru saja kehilangan suami , jika zia menikah justru ia akan kesepian , ditambah ia tidak ingin kehilangan zia karna hanya zia lah yang saat ini ia punya , tapi ia juga tak ingin menyinggung perasaan besannya dan perasaan delia, ia menatap anaknya dengan serius., ia ingin mencari celah penolakkan jika memang terlihat dari matanya namun nihil ia hanya menemukan sorot mata mengisyaratkan agar mamah yang menjawabnya.


" gimana ka kia " tanya mamah pada kaka tertua.


" mamah bagaimana " kata kakia lagi , jujur kakia setuju dengan haikal dari pada laki laki yang saat ini mempunyai hubungan.


" Saya mengerti, tidak ada salahnya untuk mencoba taaruf , karna hebatnya islam ia tak mempersulit jika tak cocok boleh dibatalkan namun jika adanya kecocokan maka boleh dilanjut" kata abah mengerti keadaan saat ini.


" yaudah haikal ibu menyetujui tidak ada salahnya untuk memulai taaruf" kata mamah menyetujui.


" Alhamdulillah"


" mulai nanti haikal maupun ka zia sama sama istiqoroh ya " kata fikri menimpali.


" iya bi ".


" Abah bu nyia terimakasih" kata haikal lagi.


" sama sama yu sholat dulu" kata abah yang mendengar suara adzan berkumandang.


Allahuakbar Allahuakbar


suara adzan telah berkumandang di masjid dekat rumah delia. Semuanya membubarkan diri untuk masuk kedalam melaksanakan sholat zuhur berjamaah dan mereka sudah menentukan untuk perantara taaruf haikal dan zia ialah delia dan fikri karna keduanya lah yang paling mengetahui tentang keduanya.

__ADS_1


Setelah sholat dan mengirim doa untuk Alm pak reno, mereka memutuskan untuk makan siang dan fikri menghampiri istrinya.


" umi " ucapnya mengulurkan tangan dan biasa delia mencium punggung tangan suaminya diikuti alisyah yang mencium tangan delia


" umii Aa zul kapan kesini nya" kata alisyah ia memilih tiduran dipangkuan delia.


" jangan kena perut umi ya nak , soalnya luka " kata fikri mencoba memberikan penjelasan pada anaknya.


" ia abi" jawabnya, dan delia mengusap kepala lisyah yang ia sangat rindukan.


" Aa zul pulangnya nanti teh, asik dipanggilnya teteh nih yeee" goda delia mencuil pipi lisyah.


sedangkan yang lain ia memutuskan untuk menuju meja makan termasuk fikri ia mengambil nasi untuk alisyah delia dan dirinya.


" hati hati awas jatoh a " kata mamah mengingatkan menantunya yang membawa tiga piring untuk keluarganya.


" ia mah, fikri makannya disana ya mah soalnya kasihan delia kalau duduk terlalu ditekan mash nyeri katanya, " jelas fikri diangguki yang lainnya karna mulut mereka terisi makanan yang sebelumnya doa dipimpin abah.


Masih ingat kah keluarga fikri datang ? dan meja makan masih muat bahkan tersisa? justru deli memilih duduk di sofa karna tubuh yang tidak mungkin untuk duduk tegak di meja makan.


" lisyah mau disuapi umi" tanya delia memegang piring alisyah.


" teu umi, lisyah mam sendiri " ucapnya kemudian mengambil piring yang tadi ada pada delia.


" pintarnyaa yaallah" ucap delia ia mencium kepala alisyahh dan ia memerhatikan anaknya untuk makan.


" umi abi suapi ya" kata fikri melihat istrinya belum menyentuh makanan.


" nanti saja bi umi lagi lihat alisyah"


" cepet pulang zul abi tak ada yang membela" kata fikri.


" udah makan yuu, " sahut delia menengahi.


****


" lisyah mau ikut nenek kebandung atau mau sama abi umi" tanya bunda saat mereka sudah berada di ruang tamu untuk kembali pulang ke bandung.


" lisyah sama abi umi aja nek, lisyah mau ketemu baby zul nanti" sahut alisyah dengan bergandengan tangan bersama uminya.


" nanti juga ketemu zul kalau lisyah sama nenek, "


" engga nek lisyah mau sama abi umi aja, " sahut lisyah lagi.


" bukannya lisyah pengen punya adik cewe , nah adiknya lisyah cowo terus gimana " goda mba wulan yang mendpat kabar bahwa ia ingin mempunyai adik cewe.


" kata abi apapun yang diberikan Allah , kita harus menerima nya mamah ceuceu , kita harus bersyukur, kalau kita bersyukur apapun yang Allah berikan untuk kita pasti kita menerimanya, kalau orang yang tidak bersyukur itu orang yang suka mengeluh, kenapa ia mengeluh karna ia menginginkan apa yang dia mau bukan apa yang Allah berikan, begitu mamah cuecue , coba tanya abi , yakan bi " jelas alisyah yang kemudian meminta persetujuan abinya.


" ya sayangkuh pintarnya ustadzah cilik " kata fikri menggendong alisyah namun ia berontak


" abi lisyah jangan di gendong kan lisyah sudah besar sudah jadi teteh" protesnya.


" Ahhh tua kamu" sahut mbs wulan


" mamah cuecue ga boleh gitu, yang tua belum tentu dewaca dan yang belum dewaca belum tentu tua" kata lisyah protes lagi membuat semuanya geleng geleng.

__ADS_1


" yayayya mamah kalah, yaudah mamah pulang ya sama papah sama raka alya , jangan nakal oke teteh kecil" ucap mba wulan yang kemudian menggodanya.


" dadahh mamah"


" bu kami pamit yaa, titip alisyah dan kalau ada apa apa kabarin kami ya" kata bunda bersalaman dengan besannya sedangkan abah ia hanya menangkupkan kedua tanganya.


" ia bu , alisyah seperti cucu saya sendiri, jadi sudah pasti aku akan merawatnya" kata mamah disela sela cepaka cepiki.


" terimakasih banyak bu"


" saya yang berterima kasih bu pak hatur nuhun sudah mau datang dan menginap disini, terimakasih atas semua kebaikannya," ucap mamah.


" sama sama kalau begitu kami permisi ya bu semua Assalammualaikum "


" waalaikumusaalam warahmatullah wabaratuh"


" abi umi haikal pamit ya assalammualaikum "


" waalaikumussalam warahmatullah wabaraktuh hati hati nak


Abah bunda haikal syifa wulan tyo raka alya meninggalkan kediaman rumah Alm pak reno.


ia kembali ke bandung karna ada hal yang ingin diurus abah, mereka akan datang acara 14 hari dan 21 hari .terlebih 40 hari Alm pak reno.. bersamaan itu pula zul sudah diperbolehkan pulang.


**


" Tidur siang yu alisyah" kata delia saat semuanya sudah sepi karna keluarga bunda sudah tidak ada disana


" alisyah bobonya sama nenek aja yuu" kata mamah menuntun alisyah kekamarnya , kamar yang dimana ada papah justru ia sendiri,


" mah nanti lisyah nangis "


" gak lisyah engga nangis ya nak , kan lisyah anak pinter" kata mamah pada alisyah.


" ia nek, abi umi lisyah bobo sama nenek ya , kalau lisyah bobo sama umi abi nanti perut umi lukanya ketendang lisyah " kata lisyah


" Aduhh pinter bangett sihhh cucu ennek "


" ia nek hayu bobo lisyah dah ngantuk, dadah umii dadah abi " kata alisyah kemudian ia menuntun mamah untuk kekamar, meninggalkan delia dan fikri. saat dilihat alisyah dan mamah sudah tak terlihat , fikri delia memutuskan untuk masuk kekamar nya dan ia menutup pintu.


" Abii , aku tidak suka alisyah berubah menjadi dewasa seperti inii hiksss" lirih delia ia menjelaskan prihal perubahan alisyah secara drastis.


" nanti kita nasehati alisyah ya umi" kata fikri mencoba menenangkan delia. ia tidak bisa membayangkan bagaimana alisyah yang semenjak delia tak sadarkan diri ia menjadi begitu dewasa. dewasa sebelum waktunya dan kini dirasakan oleh delia.


" Umi ingin lisyah yang dulu biiiiii" rengek deliaa


" ia umi iya , nanti kita nasehatin alisyah ya, sekarang umi istirahat biar lukanya abi ganti perbannya" kata fikri membantu delia beristirahat dan ia pun membuka kotak obat namun fikri beralih ke kamar mandi ia mencuci tangan di westafel


" umi tahan ya ini akan sakit " kata fikri ia mengganti perban delia , ia mulai membuka plester pada perut delia , rasa sakit benar benar nikmat membuat delia mengeluarkan airmata.


Jika lahir normal pasti akan merasa sakit sebelum dan saat lahiran namun berbeda dengan sesar ia harus merasakan sakit pada saat setelah lahiran dan akan merasakan sakit jika melakukan hal berat.


" sabar ya umi" kata fikri mengoleskan obat yang di berikan dokter.


" perih bii awwwww" ucap delia yang meremas ujung seprai.

__ADS_1


Fikri menyalakan ac kamar delia dengan suhu dingin ,supaya delia tak merasakan sakit. dan setelah mengganti perban fikri juga memberikan obat untuk delia minum, dengan rasa sakit delia meminum obat tanpa mengeluhh.


__ADS_2