Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
ada apa mamah 3


__ADS_3

"Assalammualaikum warahmatullah wabaraktuh" ucap ustad ismail memberikan salam


" waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh " jawab santri serentak.


"Alhamdulillah besok pimpinan kita sudah akan kembali ke pondok pesantren bersama sang pangeran tentunya, untuk itu berikan persembahan yang baik untuk menyambut kedatangan mereka, yang mana mudah mudahan putra beliau menjadi mujahid kelak aamiin yaallah "


" Aamiin "


Begitulah penyampaian informasi kepada seluruh santri untuk memberikan persembahan yang baik untuk menyambut kedatangan Abah beserta keluarga. dan mengapresiasi atas kelahiran putra mahkota.


***


singkat cerita subuh pun tibaa, semua orang sudah bangun dari tidur malamnya, mereka memutuskan untuk mengambil wudhu karna waktu sudah memasukki sholat subuh.


Allahuakbar Allahuakbar


suara speaker masjid terdengar hingga kerumah delia. Fikri sudah berada di bawah ia melihat ibu mertuanya namun saat mamah farida menatap kearahnya, langsung ia membuang muka.


" Assalammualaikum anak sholeh, uhh zayyan sudah bangun yaaa, tetehnya masih bobo tuhh yah, masa teteh kalah sama Aa yaa, zayyan mau ikut abi sholat yaa " kata delia ia melihat zayyan membuka matanya namun tak menangis justru ia hanya menggerakkan tubuhnya dan delia ia tidak mengangkat zayyan untuk berada di gendongannya.


" pinter nyaa, anak umi mau ikut sholat yaa," kata delia lagi.


~


"mahh" panggil fikri saat ia berpapasan dengan mamah farida, namun alih alih menjawab justru mamah farida tak menoleh ke arahnya. hal itu dirasakan oleh fikri ia tidak ingin menjadi keributan, sikap mamah farida terhadap fikri tak membuat ia kesal ia tetap berbuat baik walau mamah tak menyukainya.


NOTE CERITA SEBELUMNYA MAMAH SUDAH MENUNJUKKAN ISI PESANNYA YA, MAMAH DISINI MASIH GENGSI KARNA IA MALU SUDAH MARAH MARAH DIHADAPAN BESANNYA, KARNA EMOSI YANG MENGUASI DIRI MAMAH FARIDA.


" mah sholat bareng yu, "


" Duluan mamah belum wudhu " jawab mamah tak menoleh.


Singkat cerita mereka sudah selesai sholat subuh, zayyan sudah tidur kembali, mamah beserta bunda ia sibuk didapur untuk memasak, bunda dan abah ia menginap dirumah mamah farida tidak tinggal diam ia memberikan bahan makanan yang mana ia beli sebelum sampai dirumah besannya untuk keperluan mereka disana dan membantu ibu farida.


" bu saya minta maaf atas sikap saya kepada anak ibu, saya tidak ingin anak saya sakit hati jika di poligami " lirih mamah memegang tangan bunda ratna.


Bunda ratna tersenyum mendengar penuturan besannya dan ia bahagia karna besannya sudah menyadari kesalahannya.


" Gak apa apa bu, itu hal yang wajar untuk orang tua yang tak ingin anaknya di poligami, saya mengerti perasaan ibu , alangkah baiknya jika kita emosi jangan sampai menyuruh mereka bercerai, Apapun hal yang diambil fikri maupun delia itu sudah menjadi keputusan yang sudah mereka buat, sebisa mungkin kita jangan ikut campur urusan ataupun permasalahan mereka, biarkan mereka menentukannya karna mereka berdua lah yang menjalankan bahtra rumah tangga" jawab bunda memegang tangan mamah ratna seolah memberikan ketenangan sekaligus sedikit nasihat.


" iya bu saya minta maaf" kata mamah ia merasa bersalah.


"saya sudah maafkan bu,, ibu tenang aja fikri tidak akan berpoligami apapun alasannya, walau kami berhak menikahi 4 wanita tapi saya akan pastikan delia lah yang menjadi menantu satu satunya kami dari A fikri" sahut bunda.


" terimakasih telah begitu mencintai dan menyayangi putri saya " ucap mamah memeluk bunda ratna dan hal itu dibalas oleh bunda ratna memeluk mamah farida


" Delia juga putri kami bu, tentu akan kami sayangi dan cintai seperti anak kandung kami, ibu tidak perlu khawatir, karna kami sudah mengambil anak orang tentu akan kami perlakukan dengan baik, " sahut abah menimpali.


" Terimakasih abah"


" Sama sama"


Mamah dan bunda melanjutkan masak kembali dengan mereka memasak menu sarapan pagi.


" 2 Bidadari sedang masak " kata wulan.


" ehh mba sudah kamu rapihkan ?"


" Sudah bunda"


" loh mau kemana ?" tanya mamah


" Seperti ini bu, besok A fikri ada rapat dengan para donatur, jadi kami memutuskan untuk pulang hari ini , ibu ikut yah" kata bunda,


" apa jadi pulang ?" lirih mamah, ia pasti merasakan kesepian namun apalah semua pasti akan benar benar terjadi.


" nanti kami akan sering main kesini bu" kata bunda. Anggukan adalah jawaban mamah.


***


Fikri tengah Antusias memandikan zayyan ia menggunakan air hangat, tidak terlalu panas dan tidak pula dingin, tubuh mungil nan tampan membuat fikri bahagia pasalnya zayyan sudah puput seminggu setelah lahir kedunia.


Setelah memandikan zayyan fikri pun memindahakn zayyan kesisi sebelah dengan popok yang kering, fikri sendiri ia belum berani menyelupkan langsung ke bak mandi mengingat kondisi zayyan yang baru saja keluar dari RS.ia memandikan zayyan dengan cara diatas tempat tidur delia namun ia beri alas popok.


Tak lama kemudian fikri selesai memandikan ia memastikan keadaan tubuh putranya kering untuk ia memakaikan pakaian. Hal serupa dilakukan oleh ibu ibu pada umumnya menjemur baby di bawah sinar matahari pagi diatas balkon kamar tanpa busana.


Sholawat nabi fikri lantunkan sambil ia menjemur sang buah hati, didalam kamar delia sepaker murotal Alquran tidak pernah berhenti ia dengarkan. " udah yuk nak sudah lama juga zayyan dijemur, kaya kerupuk aku biii " kata fikri berbicara seolah olah ia adalah zayyan.


"Sudah selesai bi" kata delia saat fikri masuk kedalam kamar, delia sendiri ia menyiapkan baju zayyan yang dibeli oleh para nenek.

__ADS_1


" sudah umi, umi mau coba pakaikan zayyan baju" kata fikri mempersilahkan delia memakaikan baju zayyan, ia mengajarkan delia bagaimana cara mengurusi zayyan.


" mauuu biiii" lirih delia ia merasa sangat bahagia, fikri mulai meletakkan zayyan diatas tempat tidur sedikit kesisi ranjang agar delia bisa lebih luas. " zayyan anak sholehh, sama umi ya hehehe, zayyan suka ya nak uuu gemessss Ma Syaa Allah " kata delia berbicara pada putranya ia mengolesi minyak telon pada perut dan dada zayyan sedikit untuk menghangatkan tubuhnya.


" Aa " teriak alisyah sambil berlari melihat uminya memakaikan baju zayyan.


" happp anak sholehaa gak boleh teriak teriak yaa, tuhhh lihat aa sampai terkejut mendengar suara teteh nya nihh" ucap fikri ia menggendong teteh alisyah karna ia khawatir alisyah menubruk zayyan mengingat keduanya belum sama sama mengerti.


" Umi ko pakein baju Aa , biii"


" Sama sama sayang anak sholeha, tadi Aa zayyan dijemur , alisyah dimandikan umi terus dipakaikan baju sama umii, nah sekarang umi memakaikan zayyan baju dan alisyah digendong sama abi " kata fikri memberikan pengertian pada putrinya, ia tahu sebelum zayyan lahir Alisyah sangat antusias ingin mempunyai ade.


Namun pada saat zayyan telah lahir kini alisyah menjadi pencemburu , ia tidak ingin kehadiran zayyan membuat alisyah merasakan dibedakan, untuk itu sebisa mungkin keduanya mengatur bagimana agar alisyah tidak merasakan perbedaan itu.


" Tapi uminya Alisyah itu abi"


" Uminya Aa zayyan juga sayang, sama sama ya nak, alisyah dan zayyan anaknya umi sama abi " kata fikri.


" Ihhh gamauuuuu , Alisyah yang anak umi abi" rengek alisyah.


" Ia teteh alisyah" sahut delia ia menyisirkan rambut hitam zayyan.


" Eummm Anak anak umi abi sudah pada wangi yaaa, Zayyan sudah tampan dan Alisyah sudah wangi, anaknya ciapa dulu cihh" kata delia dengan gemasss.


" Anaknya umi abii ya kann Aa zayyan" sahut alisyah dengan bangga.


Mereka pun memutuskan untuk turun kebawah,menyusul keluarga yang lainnya mengingat hari ini mereka akan pulang ke bandung. Fikri ia tetap menggendong alisyah sedangkan delia membawa zayyan dalam gendongannya, fikri pun merangkul pinggang delia dengan tangan kirinya membantu ia menuruni tangga.


"Best couple nihh" celetuk kazia.


" Keluarga idaman" sahut syifa ikut menimpali.


" setiap liat deli fikri gatau kenapaa gue iriii gity yaa " celetuk ka kiaa yang menyindir suaminya.


Erik pun mendengar celetukkan istrinya ia hanya diam melirik kia dengan tatapan tak bisa diartikan, " gaboleh begitu neng, setiap keluarga pasti berbeda beda " kata bunda menasehati kakia.


" tenang aja kia , pokoknya yang best couple mah si fikri sama delia doang wkwkkw , " sahut wulan menimpali


" Wulan" tegas abah dan membuat wulan terdiam. padahal wulan dan delia ia sama sama beruntung memiliki suami yang pengertian.


" sini nak zayyan sama mamah" kata mamah menggendong zayyan.delia menatap sang suami lantas fikri pun mengangguk mengiyakan kalau zayyan digendong oleh mamah. setelah memberikan zayyan delia pun duduk disisi ibu mertua dan disamping sang suami.


" de kaka denger kamu mau pulang hari ini " tanya kakia.


" Ko cepet "


" Aa fikri mau rapat besok sama donatur kak, dan pada saat delia masuk rs banyak jadwal dakwah a fikri yang terpaksa di undur kak, harusnya kemarin namun dari pihak acara di undur menjadi nanti sore" jelas delia.


" gak cape apa " celetuk bang erik.


" dijalanin aja bang, In Syaa Allah berkah" jawab a fikri.


" Perasaan disini jauh dari jalan raya ya mah" ucap heran kazia dan keluarga yang lainnya pun menoleh kearah ka ziaa mereka tidak mengerti apa yang dikatakan ka ziaa sehingga dahi mereka serta sorotan mata meminta penjelasan.


" Kenapa kak"


" itu pegangan tangan terus dah kaya mo nyebrang " sahut ka zia membuat semuanya tertawaaa.


" Hahahaha"


" sirik nih yee" celetuk kakia


"Apaan sih ka garing ah" jawab ka zia


" hahaha zia ziaaa " kali ini wulan bersuara.


" nanti abah minta haikal untuk cepat halalin ka zia ya haha " sahut abah yang ikut tertawa.


" ihhh jangan abah , eummm ka ziaa hanya meledek deliaa saja bah" ucap ka zia dengan gugup.


" panik diaaa hahaha" ledek ka kia


" Ka ziaa mau liat ga ?" tanya fikri dan membuat semuanya diam ia juga penasaran apa yang ingin fikri tunjukkan.


"Apa "


Bukannya menjawab justru delia bersandar pada bahu fikri hal itu membuat ka ziaa berkata " cihh mau nunjukkin romantiss" .


" ini kak" sahut fikri menyalakan ponselnya dan membuka vn dari Haikal yang berkata.

__ADS_1


" ia bi, sudah haikal terima isi biodata tentang ka zia, haikal serahkan sama Allah yang terbaik dan haikal minta ridho kiyai serta doa restu bunyai dan yang paling penting doa abi umi , abang tunggu di pesantren ya bi Fii amanilah" kata haikal lewat sambungan vn yang fikri lakukan dengannya.


"wihhhhhhh jadi lahh" sorak semuanya kecuali abah bunda dan mamah.


" gimana ka ?" tanya delia dengan tersenyum.


"Apanya" ambigu ka zia.


" Sholat istiqoroh ya ka ziaa, minta diberi petunjuk kalau belum yakin" ucap abah.


" baik abah"


" Bunda sih setuju aja nak, haikal anak baik, "


" Mamah sih serahkan sama ka ziaa ajaa" timpal mamah


" Iya"


" oh ya ka jangan lupa nanti berikan pada karyawan satu satu ya kak supaya sampaikan langsung jadi tidak lewat orang lain. " kata delia mengingatkan untuk memberikan uang 5 juta.


" iya de"


~~


" Ada yang ketinggalan gak mi?" tanya fikri saat mereka sudah membereskan baju .


" gak ada bi, pakaian zayyan dan perlengkapanya sudah, Alisyah juga udah, dompet , ponsel , cassan sudah, laptop abi sudah, " kata delia mengingat ingat apa saja yang sudah ia rapihkan


" Ini dompet abi masukkan kedalam tas umi disatukan ya" kata fikri memberikan dompet untuk dimasukkan kedalam tas yang mana tas itu tidak ia masukkan kedalam bagasi mobil.


" ia bi, zayyan nanti sama bunda atau sama kita ?" tanya delia


" sama kita umi, kamu bisa kan atau mau sama bunda ?"


" sama kita aja ya bi kasihan kalau zayyan minta mimi" sahut delia ia menyusun koper satu demi satu ditumpuk.


" nak khusus tas zayyan jangan dimasukkan ke bagian belakang, nanti ribet di jalan kalau ada apa apa " kata mamah ia menyusul anak mantunya yang sedang beres beres dengan membawa zayyan.


" ia mah ini tas zayyan lengkap peralatannya , dan ini tas delia yang isinya penting seperti dompet dan lainya yang tidak di letakkan di belakang, sisanya di belakang" kata delia menghampiri mamahnya.


" mah apa engga apa apa kami pulang sekrang ke bandung ?" tanya deliaa dan diikuti fikri.


" gapapa nak nanti zayyan aqiqah disana ya nanti mamah kesana, nak fikri maafkan mamah, mamah titip anak mamah yaa, jangan kamu sakiti dia, kalau ada apa apa bilang mamah dan omeli aja anak satu ini jika susah diatur " kata mamah mengingatkan fikri akan delia yang suka seenaknya.


" ia mah , maafkan fikri juga ya mah, oh ya mah ini ada uang buat mamah terima ya mah" ucap fikri memberikan uang 10 juta pada mamah.


" yaallah nak ini buat kamu aja, keperluan kamu banyak apalagi zayyan , sudah gausah"


" mah terima ya, ini rezeki buat mamah " kata deliaa dan diangguki fikri.


Zayyan sudah berada di tangan delia , mamah pun memeluk menantunya, rasa bersalah menyelimuti mamah dimana ia menyuruh anak mantunya untuk berpisah. " maafkan mamah telah menyuruh kamu pisah, mamah sudah salah" lirih mamah memeluk fikri.


" gapapa mah, fikri mengerti" ucap fikri.dan kiini mamah beralih memeluk delia mencium pipi delia " kamu jangan nakal disana, hati hati dan jangan ceroboh ingatt nakk, mamah rinduuu bangettt pasti sama kamu"


"ia mah , delia ingat pesan mamah, delia juga pasti rindu banget sama mamah" lirih delia ia menangis dalam balutan cadar tali miliknya.


" udah jangan nangis basah nanti cadarmu"


" zayyan cucu nenek, yang anteng ya di jalan nanti, jadi anak yang pintar, jangan rewel ya sayang" ucapnya mencium pipi zayyan.


" nak ingat kalau hatimu tidak bimbang, zayyan akan tenang namun jika hatimu gelisah zayyan akan menangis dan itu membuatnya rewel dalam perjalanan"


" ia mah yaudah yu kebawah "


~


" bu farida kami pamit dulu yaa , maaf sudah merepotkan ibu"


" iya bu engga merepotkan ko, hati hati dijalan bu titip anak cucuku ya bu" jawab mamah membalas pelukkan bunda ratna.


" bu kami permisi ya bu, mohon dimaafkan jika ada salah kata dan merepotkan " sahut abah ia hanya menangkupkan kedua tangannya.


" sama sama abah, maaf lahir batin juga"


" yasudah kami permisi ya bu assalammualaikum"


" waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, Alisyah dadah sayang" kata mamah melambaikan tangannya.


"dadah nenek"

__ADS_1


author singkat ya berpamitannya karna kepanjangan untuk eps mamah ini,harusnya untuk 2 eps tapi author jadikan satu eps heheh.


mereka semua memutuskan untuk masuk kedalam mobil dengan Abah membawa mobil sendiri yang berisi syifa, bunda, sedangkan dimobil mba wulan terdiri keluarga wulan dan tyo raka alya. dan di mobil fikri hanya berisi delia fikri serta zayyan alisyah


__ADS_2