
Hallo semua maafkan author baru up , doain author sehat selalu agar bisa memberikan karya karya terbaik..jangan lupa tetap memakai masker, hindari kerumunan , jaga jarak dan mencuci tangan , author doakan semoga kita semua sehat, lancar rezekinya, selalu dalam lindungan Allah swt dan yang sedang isoman lekas membaik, jangan patah semangat, selalu happy agar imun cepat naik,.. tetap patuhi protokol kesehatan ya 😘😍..kita lanjut yuuu kekasih idamannya delia sudah menyapa kita semua..
@@@
Beberapa waktu yang lalu setelah pulang dari bandung kondisi papah reno kembali sakit dan itu membuat keluarga pak reno semakin bersedih , perasaan sedih sudah menguasai suasana dirumah itu, melihat kondisi papah yang sudah lemas memutuskan untuk membawanya kerumah sakit. sehari setelah pulang dari bandung papah sakitnya kembali kambuh namun papah memutuskan berobat di dokter kepercayaan keluarga yang datang kerumah. namun dokter sudah meminta pak reno dibawa kerumah sakit karna penanganan lebih lengkap dan kini papah sudah berada dirumah sakit.kejadian seperti ini delia belum mengetahuinya mereka sengaja menyembuyikan berita ini lagi dan lagi karna kondisi delia yang lemah.
" Dengan keluarga pak reno " tanya dokter saat keluar dari ruangan.
" Kami dok".
" Bisa ikut saya kedalam ada yang ingin saya bicarakan"
" baik dok "
Mamah dan ka zia pun ikut dokter kedalam ruangannya.
At ruang dokter.
__ADS_1
" ada apa dok " tanya mamah tothe point.
" jadi seperti ini bu, dari diagnosa kami pak reno mengidap penyakit kanker darah stadium 2 "
" Innalilahi papah yaallah " tangis mamah dan ka zia saling memeluk.
" dokter bohong kan dok " ucap ka zia yang tak percaya.
" Ini bisa dilihat hasilnya , sebelumnya saya pernah mengatakan ini kepada bapa tapi beliau ingin menutupinya dari keluarga jadi saya pribadi mohon maaf tidak bermaksud menyembunyikan ini kepada keluarga pak reno "
" apakah suami saya bisa sembuh dok ?" tanya mamah yang kini sudah melemah .
" astagfirullah papah " ucap mamah yang pingsan ia tidak bisa menerima keadaan dengan begitu berat , putri kecilnya lemah kondisinya ditambah sang suami yang harus melewati masa masa ini diusia yang sekarang.
" Mah mamah mahh bangunn yaallah mah " tangis ka ziaa mencoba menyadarkan mamah.
" permisi nak " ucap dokter mencoba menyelamatkan mamah ditaruhnya di tempat tidur yang ada disana , ia dan suster mencoba membuat keadaan mamah normal dipasngkan infusan di sisi tangan kanan.
__ADS_1
sementara itu ka zia memilih menunggu diluar ruangan ia duduk dibawah dengan kaki dilipat seakan akan furstasi ia tidak menyangka ujian kian mereka hadapi bergantian, suara isak tangis terdengar jelas dari mulut ka zia dengan tubuh yang bergetar ia terus menumpahkan kesedihan.sedangkan dari koridor rumah sakit ka kia beserta mas erik menghampirinya sambil berlari secepat mungkin ia takut terjadi hal buruk pada papahnya.
" Ada apa zia " ucap ka kia dengan muka panik dipegangnya tubuh adiknya itu dipeluknya dengan eratt memberikan ketenangan walau ia sendiri tak bisa tenang.
" Kak hiksss , kakaka papah mamah "
" kenapa de ada apa sama mamah dan papah , " tanya ka kia mencoba tenang walau raut wajahnya tidak bisa dibohongi kalau ia khawatir
" Papah kanker darah kak, mamah , mamah pingsan hiks hiks hikss" lirih ka zia dengan suara bergetar .
" Astagfirullah yaallah papah mamah " ucap kakia histeris ia tidak bisa lagi menahan tangis , airmata terus membasahi pipinya namun ia harus memberikan ketegaran pada adiknyaa.
" udah kamu tenang sayang dan zia , kita sama sama berdoa sama Allah mudah mudahan atas izinnya papah bisa sembuh " ucap mas erik menenangkan zia dan kia.
" terus mamah dimana " tanya erik lagi.
" mamah lagi ditangani sama dokter kak "
__ADS_1
" Ini gimana kita kasih tau delia ga kak " tanya ka zia dengan suara lemas .ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama menyembunyikan hal ini pada delia.