
Sesuai apa yang di perintahkan sang pemilik yayasan dan pondok pesantren, mereka menanti dengan tertib di lapangan tempat tadi siang berlangsung acara putra dari pemilik pesantren.
tak ada yang mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh pemilik pesantren ini, baik pengurus maupun jajaran ustadzah mereka tak ada yang mengetahui apa yang dikatakan oleh gus dan ning.
Ditempat santri putra duduk mereka tampak nya kelelahan membantu membersihkan botol aqua yang berserakan untuk dimasukkan kedalam karung yang nantinya botol itu akan dijadikan pot untuk menanam sayuran sampai tumbuh daun sebelum akhirnya dipindahkan ke lahan perkebunan..
" haikal ada apa sih ini ko dikumpulin disini?" tanya dika yang sudah lelah ia ingin beristirahat di asrama
" gatau dik, abi engga ada bicara apa apa sama gue " sahut haikal ia membetulkan pecinya.
Hal yang ditunggu pun tiba, para siswa nampaknya heran melihat abi dan umi datang dengan wanita yang mana diantara santri ada yang belum mengetahui siapa perempuan yang bersama uminya.
Masih dalam keadaan yang sama dimana laki laki disebelah kanan dan santri putri disebelah kiri , mereka memberikan jalan untuk pengurus maupun guru mempermudah jalannya atau lebih tepatnya terpisahkan.
" Anjirrr siapa tuhh" celetuk heruu merasa kagum.
" cantik bangett yaaaa serius dah " sahut dika menimpali ia pun tak menjaga matanya justru menatap ka zia dengan perasaan kagum
haikal yang mendengar ucapan kawan kawannya ia pun mengikuti mata temannya yang melihat ke depan panggung, perasaan terkejut yang dialami haikal sontak saja matanya membesar melihat bidadari pujaan hatinya berdiri dengan kedua orang tua angkatnya. "Astagfirullahaladzim" dengan langkah dan gerakan cepat ia pun menundukkan pandangannya dan langsung menatap temannya buru buru ia mengusap kedua mata temannya dengan kasar , hal itu mendapatkan protes teman temannya.
" apaan sih loh kal "
" apa apan sih kal "
" rese luu "
" jaga mata woy jangan sampe zina mata!" celetuk haikal dengan menaikkan intonasi bicaranya dengan kencang hal itu membuat seluruh pasang mata menatapnya termasuk abi dan umi.
" haikal Ada apa ? " tanya fikri dengan memegang mic , baru saja mereka naik sudah riweh bagaimana jika fikri mengatakan sebenarnya.
__ADS_1
" ah..eumm..aann...anuh engg..engga ada apa apa abi " jawab haikal gugup, wajahnya memerah ia menatap seluruh santri yang mengarah kepadanya. ia melirik umi yang sedang mengusap pundak ka zia dan abi yang mengulum senyum kearahnya.
Hal itu membuat seluruh siswi santri putri menjadi terheran bahkan ada diantara mereka yang merasa tersaingi kehadiran ka zia. mereka takut haikal diambil oleh ka zia karna selama ini mereka mengagumi sosok haikal. sudah cukup yang mereka kagumi telah menikah dengan kekasih pujaannya asalkan jangan haikal yang diambil kembali.
" siapa sih itu cewe "
" tauu siapa sihhh! awas aja mau saingin ambil haikal"
" liat deh dari tadi caper banget matanya ke haikal " celetuk salah satu santri putri yang sudah mengamati ka zia sejak kedatangannya.
" itu kan yang tadi acara dia ada di barisan keluarga umi "
" ah masa ? "
" dengerin aja "
" haikal apaan sih bikin malu aja " gumam ka zia dalam hati. ia melirik haikal yang sebenarnya sama sama curi pandang
" malu banget depan calon istri " gumam haikal dalam hati.
Delia menyadari ia pun memberikan kode kepada sang suami untuk mengatakan langsung. firki yang mengerti ia pun mulai berbicara.
" Bismillahirahmanirahim , Assalammualaikum warahmatullah wabarakatuh " ucap fikri memberikan salam.
" waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh " jawab seluruh warga pesantren.
" Karna waktu yang sudah sangat sedikit sebentar lagi kita akan melaksanakan sholat maghrib, ada yang ingin abi katakan dengan kalian mohon didengarkan, " ucap fikri ia melirik jam di lengannya yang menunjukkan pukul 17:00 WIB.
" Kepada ustad ustadzah serta jajaran pengurus pondok pesantren ini, saya mau menyampaikan informasi kepada kalian semua yang ada disini khususnya untuk santri putri namun sebelumnya saya ingin memperkenalkan wanita yang disamping istri saya saat ini. mungkin bagi santri ada yang sudah tau beliau siapa dan sebagian ada yang belum mengetahui beliau ini adalah kaka ipar saya atau kaka dari umi kalian, panggil saja ka zia , selebihnya biar istri saya yang menyampaikan lebih lanjut lagi" ucap fikri memberikan mic kepada delia.
__ADS_1
" terimakasih banyak Abi , yaa anak anak umi yang umi sayangi dan cintai , serta jajaran pengurus pondok pesantren yang saya hormati, sebagian sudah dijelaskan oleh Abi siapakah wanita disamping umi ini" kata delia sambil merangkul ka zia.
" perkenalkan ini adalah ka zia beliau ini kaka nya umi, ka zia ini mulai sekarang menjadi bagian dari keluarga kita semua , sebenernya dari dahulu sudah menjadi bagian dari pondok ini dari beliau kecil pun sudah menjadi bagian pondok ini, mengingat sejarah yang ada bahwa Alm kakek kami beserta Kakenya abi yang membangun bersama sudah pasti beliau bagian dari keluarga kita semua. maksud dari ucapan umi yaitu ka zia mau tinggal dipondok dengan kita, selama libur kuliah ka zia mau memperdalam ilmu agama bersama kita semua. " kata delia
"ka zia pun akan tinggal di pesantren ini di asrama putri jika masih ada kamar tersedia namun jika tidak ada beliau tinggal di rumah singgah, abi dan umi selama ka zia tinggal bersama kalian abi dan umi tinggal dirumah kami, walau ka zia tinggal dirumah singgah tetap tidak akan kami bedakan antara kalian dengan ka zia, ka zia sendiri ia meminta tidak ada yang berbeda antara ia dengan santri disini, jadi umi minta berperilakulah yang baik, saling menghormati dan menyayangi. " kata delia ia pun memberikan mic kepada fikri.
" Hah ngapain ka zia disini " gumam haikal merasa terkejut atas pengakuan uminya.
" kall "
" heyy kall"
" kalll "
haikal pun tersadar dari lamunanya, dengan sikap haikal seperti ini tentunya membuat teman temannya penasarran kenapa haikal mendadak berubah.
" ah..apaa "
" lu ngapa ngelamun"
" engga sih " jawab haikal ia pun menatap kembali abinya.
" Sepertinya sudah jelas penjelasan umi, mengapa abi meminta umi yang menjelaskan suapaya lebih jelas khususnya anak santri putri , yasudah karna hari mulai maghrib abi akhiri sampai disini , Jangan lupa sholat , Asaalammualaikum warahmatullah wabaratuhh " jawab fikri kemudian mematikan mic.
Delia fikri ia pun turun dengan ka zia mengikuti dibelakangnya, seperti biasa anak santri baru mereka akan pergi keruangan pengurus untuk mengantarkan langsung ke asrama atau rumah singgah.
" bii abii umii " panggil haikal dengan terburu buru saat delia dan fikri keluar dari ruangan pengurus.
" haikal jaga sikap dan temuilah abi jika ingin tahu " jawab fikri kemudian berlalu meninggalkan haikal.
__ADS_1