
Mba wulan, kakia , viola, raka alya bersama suster mereka memilih berjalan jalan disekeliling rumah fikri menikmati hijaunya padi dan menyusul para suami yang memancing. bang erik dengan mas tyo keduanya sama sama memiliki hobi yang sama yaitu memancing, namun dalam batasan yang wajar hanya saat saat bersama seperti inilah mereka melakukannya.
Abah ia ditemani syifa untuk menghadiri acara pengajian di salah satu daerah yang lumayan jauh dari kediaman fikri, setelah mengantarkan bunda mereka langsung berangkat menuju tempat tujuan. hingga tersisa lah bunda dan mamah yang mengurusi zayyan.
" kalau tidak ada anak anak sepi banget ya buu" ucap mamah kepada bunda yang tengah menikmati cemilan bersama besan di halaman depan rumah fikri bersama zayyan yang berada di ayunan.
" ia bu, kalau ramai membuat pusing tapi bahagiaa " jawab bunda dengan kehangatan.
" kalau tyo dan erik membawa ikan nanti di bakar ya buu, jangan dengan barah namun di kompor saja " kata mamah memberikan saran dan hal itu disetujui oleh bunda.
" boleh nanti dibuat liwet yaa , makannya diatas daun pisang masyaallah tabarakaallah " ucap mamah membayangkan betapa nikmatnya mereka.
***
Disisi lain perasaan campur aduk antara senang dan juga degdegan takut dilihat santri lainnya dialami oleh haikal, dimana ia dipinta mengantarkan makanan untuk ka ziaa yang harus melewati pengurus putri. ia berharap bisa bertemu ustadzah untuk ia titipkan namun akankah ia bisa menemui ustadzah ?
kenapa tidak di titipkan ke keamanan putri ? atau pengurus putri ? tidak , karna hal itu membuat gempar seluruh pondok bisa bisa haikal mendapatkan masalah saat persidangan .
" permisi " kata haikal ia menundukkan pandangan saat didepan keamanan santri putri.
" Assalammualaikum " kata haikal mengulangi lagi
" waalaikumussalam "
" ada apa" jawab salah satu keamanan.
__ADS_1
" afwan kak, ana mau memberikan ini, ana dapat amanat dari ummi abi untuk memberikan makanan ini kepada ustadzah annisa " kata haikal ia sengaja membawa nama ustadzah anisa agar bisa masuk menemui ustadzahnya mengingat umi delia telah mengabarinya. (alasan aja kal bilang aja mau jumpa ka zia)
" sebentar " kata salah satu pengurus ia pun menghampiri ustadzah annisa yang ternyata sedang berada di kelas putri mengajarkan nadhom alfiyah diiringi hadroh, yang ternyata disana terdapat ka zia
" silahkan masuk " kata pengurus senior sehabis mereka menemui ustazah anisa.
haikal pun masuk kedalam area perempuan untuk menemui ustadzah anisa, atas permintaan beliau lahh haikal diizinkan masuk kedalam lingkungan santri putri.
" Assalammualaikum " ucap haikal diambang pintu.
" waalaikumussalam, tunggu" kata ustadzah anisa ia pun bangkit dari duduknya menghampiri haikal.
ka zia yang melihat haikal datang ia hanya tersenyum, berbeda dengan haikal ia benar benar gugup. "**cantik, sholeha, idaman banget" gumam haikal dalam hati saat ia melihat ka ziaa bermain hadroh.
" haikal tumben kesini " gumam ka zia**.
" gilaa bebep gueee masukk aaaaaa"
" ihhh haikallllll "
" pasti dia mau memberikan makanan untuk gueee" sahut ciwi ciwi dengan begitu pedenya.
Ustadzah anisa pun menyadarinya dengan cepat ia mengambil kotak makan dan menyuruh haikal untuk kembali ke asrama putra. " terimakasih ya haikal, cepatlah kemnali , pesonamu membuat murid ustadzah menjadi zina mata "
" Afwan ustadzah, ana permisi , Assalammualaikum" kata haikal ia membungkukan badannya dan berlalu pergi.
__ADS_1
" waalaikumussalam "
Haikal kembali ke asrama putra dan ustadzah ia melanjutkan mengajarnya karna waktu tersisa 20 menit. Ka zia ia benar benar kesal dengan tingkah centil dari santri putri lainnya yang benar benar tergila gila akan pesona haikal.
" oke belajar hari ini sudah cukup sekarang kalian boleh istirahat" kata ustazah annisa.
" horeeee "
" Alhamdulillah "
seluruh santri putri pun membubarkan diri termasuk ka zia zahra dan satu sahabatnya mereka memilih bubar paling terakhir dan ustadzah pun memberikan makanan yang dibawa haikal kepada ka zia.
" zia ini ada makanan dari mamah " kata ustadzah dan kazia pun mengambilnya sambil bertanya tanyaa kenapa lewat haikal.
" Pasti kamu bingung yahh, , ning dan gus sudah memberikan kabar kalau tak bisa mengantar makanan untukmu, jadi mereka titip ke haikal, takut tak tersampaikan seperti sebelumnya, untuk itu ia menyampaikan punya ustadzah " jelas ustadzah anisa lagi.
" terimakasih ustadzah, ayo kita makan sama sama "
" tidak nak, kalian saja ustadzah nanti bersama yang lainnya" jawab ustadzah anisa ia pun pergi meninggalkan anak dan sahabat nya.
zi****a sayang, dimakaan ya, ini masakan mamah, mamah rindu zia, maaf mamah belum menjengukmu, jadi anak sholeha😍 salam rindu mamah😘
...Zia pun tersenyum membaca surat kecil yang berada di tutup wadah, hatinya kembali merindukan mamah namun ia tetap menjalankan konsekuensinya yang ia terima. perasaan terharu merindukan mamah kini terbalik terkejut mana kala ia membacanya diselipan tissue. ...
" Aku tau, kamu sudah mengetahui tentangku yang begitu banyak diidolakan oleh mereka, tapi hanya satu yang harus kamu tau Tidak akan ada yang mampu membuat aku menetap selain pada hatimu. jaga diri, jaga sikap, aku selalu mengetahui tentangmu walau tak selalu berjumpa, melihatmu dari kejauhan membuat hati ini damai, ketauilah mereka hanya mengidolakan sedangkan kamu? kamu ku perjuangkan "
__ADS_1
begitulah isi selembar kertas yang diselipkan pada tissue, untungnya mereka membuka pada saat berada di rumah singgah. dan tidak diketauhi oleh kedua sahabatnya. bukan merahasiakan hanya saja kegagalan terjadi tak hanya orang lain namun bisa dari orang terdekat.
haikal be like : kamu ku perjuangkan 😍