Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
cek kandungan.


__ADS_3

sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, malam ini mereka akan bertemu dede utun untuk yang ke 3 kali semenjak delia dinyatakan hamil. setelah sholat maghrib fikri dan delia memutuskan untuk berangkat ke dokter kandungan di salah satu klinik tempat awal ia mengecek kandungan.


Delia fikri menghampiri alisyah yang sudah menunggunya sejak tadi bersama bunda dan abah.


" Sudah mau berangkat nak " tanyanya.


" sudah bunda"


" loh katanya habis isya ?" tanya bunda yang semakin heran, sedangkan abah ia menyimak saja obrolan ibu dan anak itu.


" ya bun abah soalnya nanti malam In syaa Allah anton mau datang dengan barang bukti kasus salsa " jelas fikri yang kini menghadap kearah bundanya.


" Alhamdulillah semoga cepat terselesaikan ya nak , terimakasih kamu telah berkorban demi adik kamu " lirih bundaa yang langsung di peluk oleh fikri. bunda menangis di dalam pelukan anak laki laki satu satunya itu.


" bundaaa dengarkan fikri " ucapnya menghapus airmata bunda.


" bundaa bagaimanapun salsa adalah adik fikri dan terlebih ia keluarga kita , fikri engga akan mau ia difitnah , sedinginnya fikri sama adik tetap fikri pantau karna fikri yakin ia tidak akan melakukan hal keji seperti itu." ucapnya lagi disaat bunda diam menatapnya.


" fikri bisa seperti sekarang ini semua karna abah bunda yang membuat fikri tabahh"


" yasudah nak kamu pergi ke dokter sekarang yaa kasihan istrimu dan anakmu sudah menunggu " sahut Abah.


" yaudah fikri sama delia pamit dulu ya bunda abah , bunda jangan nangiss yaa " ucap fikri mencium punggung tangan orang tuanya diikuti delia dan fikri.


" hati hati nak "


" Assalammualaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh"


Delia fikri dan alisyah pun berjalan keluar menuju mobil , sejak tadi alisyah tidak henti hentinya mengelus perut delia ia bahagia sekali karna akan bertemu Adiknya itu.


**


30 menit menuju klinik akhirnya mereka tiba, seperti biasa fikri mendaftarkan delia untuk kedokter kandungan. karna sebelumnya delia sudah pernah datang cek ke klinik, fikri tidak perlu lagi untuk mengisi formulir pendaftaran , ia mengambil nomor antrian dokter yang telah diberikan di tempat yang ia berdiri saat ini.


Sedangkan Alisyah ia duduk dengan umminya di kursi tunggu seperti biasa alisyah mengelus perut delia dan itu disaksikan banyak orang. hingga satu ibu ibu menanyakan persoalan yang mereka lihat.


" kaka nya ya de ?" tanya ibu ibu


" bukan bu ni umi ku" jawab alisyah sambil tersenyum, setelah menjawab ia kembali dalam aktivitasnya mengelus perut delia.


” oh salah ya "


" engga apa apa bu, saya umi nya dan ini suami saya" kata delia sambil memperkenalkan fikri yang baru saja tiba.


" ustad fikri ya ?"


" iya bu , ini istri saya " jawab fikri yang sudah paham akan situasi ini.

__ADS_1


" maaf ustad saya permisi dulu, ustdzah smoga sehat selalu " katanya yang langsung pergi meninggalkan mereka.


" aamiin "


Setelah kepergian ibu tadi, kini keadaan menjadi sunyi, sambil menunggu nama delia dipanggil untuk keruangan dokter, , alisyah yang sudah asik mengelus perut, fikri memainkan ponsel membalas chat anton, sedangkan delia ia memeluk alisyah dengan hangat.


"Ny, delia anastasya azzahra silahkan masuk ke kamar periksa bidan"


yang dinanti tiba nama delia lah yang dipanggil, mereka masuk kedalam ruangan bu dokter diikuti suster yang membawa catatan.


" Assalammualaikum"


" Waalaikumsalam , bu delia ya " jawab dokter sambil melihat data pasien.


" iya budokter"


" wahh ada anak cantik disinii namanya siapa"


" Alisyah bu dokter " sahut alisyah


" Alisyah cita citanya mau jadi apa " tanya dokter lagi.


" dokter budokter biar bica obatin abi umi sama dede kalau sakit, " jawab polos alisyah


" wahh hebatt , aamiin bu dokter doa kan in syaa Allah alisyah cita citanya di kabulkan oleh Allah swt , sekarang bu dokter mau periksa uminya dulu yaaa cantik liat dedenya boleh ko, " jawab bu dokter sambil mengambil memakai sarung tangan.


Semua yang menyaksikan tingkah alisyah menjadi tertawa bahkan fikri ikut tertawa, dirasa tingkah alisyah membuat pasien lain menunggu, fikri pun dengn cepat menggendong alisyah ke dekapannya.


" kita liat dedenya dilayar sana ya alisyah "


Dokter pun mulai mengoleskan gel perut delia , sebelumnya ia sudah meminta izin pada delia dan suami , setelah mengoleskan kini dokter mulai mengambil alat yang ia taruh diatas perut sambil digerakkan dan disana lah pemandangan indah yang mereka saksikan.


Pemandangan haru mewarnai ruangan, dimana airmata fikri mengalir deras namun tak bersuara saat melihat buah hatinya yang sudah mempunyai ruh bahkan terdengar detak jantungnya, delia yang melihat pun menitikan airmata sedangkan alisyah ia sesekali melihat perut delia dan melihat adik kecilnya yang masih baru berusia


4 bulan pas -


" Sehat ya bu pak, Alhamdulillah detak jantungnya juga bagus, tetap dijaga ya bu pak" ucap dokter melepas alat dan delia kembali ke kursi.


" Alhamdulillah usia berapa dok"sahut fikri yang sudah menghapus airmatanya namun dokter melihat jelas ia terharu


" 4 bulan pas pak, selamat yaa"


" Jenis kelaminnya apakah sudah terlihat"


" untuk saat ini belum karna mash malu janinnya , nanti cek kembali in syaa Allah sudah bisa diketahui"


" baiklah kami permisi ya dok "


" ya silahkan , dadah cantikkk"

__ADS_1


******


Setelah dari klinik mereka langsung kembali kerumah, sesuai perkataan anton bahwa hari ini bukti telah di kantongi olehnya. dan ia membawa keluarga andri lengkap dengan pelakunya.


Setibanya mereka dari klinik ia menyadari kalau anton sudah lebih dulu tiba, pasalnya ia melihat mobil anton berada di halaman rumah adam syarief namun yang membuat fikri terheran yaitu ada satu mobil yang ia tak mengetahui siapa penghuninya.


" kenapa bii" tanya delia melihat raut wajah suaminya.


" mobil siapa mi ? " tanya fikri sambil menatap lekat mobil silver yang berada di depannya


" Umi juga engga tau bi, kita masuk dulu ya bi kasihan alisyah sepertinya mengantuk" sahut delia yang melihat alisyah sudah mengantuk.


fikri menoleh dengan cepat ia keluar dari mobil dan langsung mengambil alisyah dari pangkuan delia ,dan diikuti delia.


@@@


" Anton jelaskan ini apa dan kenapa dia ada kesini " tanya mba wulan yang sudah mulai emosi.


" Sabar mbaa nanti saya jelaskan saat Pak fikri sudah tiba, kebetulan pak fikri yang meminta saya menunggu beliau " jawab anton dengan ramah, ia sudah menduga bahwa keadaan seperti ini lah yang akan ia saksikan.


" huhhhh, biii ani tolong hantarkan anak anak ke tempat bermain " hembusan nafas kasar yang wulan keluarkan, ya wulan memang sudah kepalang emosi melihat wanita dibalik video syur adiknya, sedangkan bunda ia menatap wanita itu dengan tatapan tak terbaca begitu dengan abah yang melihat wanita itu seperti mereka melihat kejadian kelam itu.


Bi ani dengan cepat membawa anak anak kedalam kamar sesuai instruksi mba wulan , ia paham akan kejadian yang terjadi ditambah mba wulan sudah emosi. namun Alisyah yang belum masuk kedalam kamar.karna ia belum kembali.


" Masih berani menginjakkan kaki disini ?" hardik wulan.


" Mba istigfar kita tunggu Aa , biarkan ia duduk dan Mba wudhu lah sambil menanti aa " pinta abah dengan sifat lembutnya.


(Tinn..Tinnn)bunyi klakson mobil fikri pertanda ia tiba.


Dengan langkah terburu buru bunda menghampiri mereka sedangkan wulan ia mencegah wanita ular menghampiri mereka.


" duduk , hargai kami disini " tegas wulan. ia memikirkan alisyah.


~


" Aa,hhhhuhh nak " ucap bunda sambil mengatur nafas saat bertemu fikri didepan rumah.


" Ada apa bunda " panik fikri.


" hhhh..itu...hhh.."


" siapaa dan mobil itu punya siapa bun" tanya fikri yang semakin panik, .


" itu Mantan istrimu"


" untuk apa dia kesini bun " kata fikri


" sayang kamu dampingi aku yaa , biar alisyah sama mba " sahut fikri menggenggam tangan delia dan melangkah masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2