
Suara adzan telah berkumandang pertanda waktu sholat telah tiba, Orang orang yang masih tertidur ia pun bangun untuk melaksanakan kewajiban umat islam yaitu sholat subuh, rasa kantuk mereka tahan hanya untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan kewajiban yang telah di perintahkan Allah lewat nabi Muhammad SAW.
Begitupun yang di lakukan oleh orang orang yang berada di rumah mamah mereka berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamaah, sedangkan untuk wanita mereka memilih sholat subuh di rumah.
" bi si zia udah mandi ? " tanya bibi kepada mamah yang sedang memakai mukena.
" gausah mandi " timpal sodara lainnya.
" aihh bibi sholat dulu " ucap mamah ia pun tak ikut debat melainkan memilih sholat.
Sedangkan sang pengantin ia masih tertidur pulas di atas ranjang miliknya karna semalaman ia susah untuk tidur. Alhasil fikri datang bersama delia atas permintaan mamah untuk mengecek kondisi calon penganten.
#flashback on#
" mahh... kenapaa? " ucap deliaa ia meraih lengan mamah saat ia sudah berada di rumah mamah berjalan menuju kamar zia dengan mengecilkan volume suaranya.
" tadi temannya zia bicara sama mamah kalau zia gak bisa tidur terus ngaco deh bicaranya , " ucap mamah ia berjalan bersama delia sedangkan fikri berada di belakangnya , situasi rumah mamah sangat hening karna sudah hampir pagi namun belum subuh,mereka masih tertidur bahkan hanya suara dengkuran yang terdengar.
asik merapihkan seserahan fikri di hubungi mamah untuk segera mengecek kondisi zia, delia fikri memutuskan untuk kerumah mamah meninggalkan kerjaan mereka.
" Yaallah mamah " lirih delia saat iaa melihat kondisi sang kaka yang hanya memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua kaki yang ia rapatkan dalam posisi zia bersandar di tembok, lain hal dengan zia justru kedua sahabat perempuan zia mereka tengah terlelap tidur.
" kasihan nak kakamu" ucap mamah ia berjalan menghampiri zia yang tengah melihat ke arah jendela dengan kondisi memperhatikan.
" sayangg" lirih delia ia memegang lengan suaminya bermaksud meminta pertolongan sang suami..
" coba yangg aku periksa kamu bantu yah" ucap fikri ia pun memakai stetoskop untuk memeriksa kondisi zia , sayang kan kuliah mahal mahal bahkan gelar dokter sudah dimiliki tapi tidak di gunakan ?.
Delia mamah mereka membantu zia untuk duduk di sofa yang berada di kamarnya dan fikri memulai pemeriksaan ka zia. tak butuh lama ia pun melepaskan stetoskop yang melekat pada telinga.
" gimana A ? " tanya mamah
" jadi seperti ini zia itu jangan sampai ada pikiran atau kosong , kalau hal itu terjadi nanti akan membuat ia memikirkan hal yang buruk yang terjadi pada dirinya, memang semua orang pasti punya pikiran atau ada yang dipikirin tapi itu semua balik ke kondisi masing masing dan ternyata zia belum stabil, jalan sama kita atau melakukan hal yang happy meningkatkan kesadarannya sehingga kondisi seperti ini tidak terjadi, saran Aa sebaiknya zia dibawa ke poli kejiwaan untuk pemeriksaan lebih lanjut " jelas fikri
" tapi a kan mau acara gak mungkin dibatalkan tapi kondisi zia yang seperti ini ? " lirih' mamah sedangkan delia ia memeluk zia memberikan ketenangan untuk mengembalikan kesadarannya.
" setelah acara aja mah kan zia gak resepsi cuma akad atau besoknya langsung dibawa, untuk sekarang biarkan zia minum obat seperti biasa, aa kasih cairan lewat suntik yaa " ucap fikri ia mengeluarkan cairan untuk menyuntik zia entah itu apaa.
" kakk.. kaka. " gumam delia yang bergetar ia menyandarkan kepalanya di bahu ka ziaa.
" hikss..ampun...lepasin guee zaaa.. hikss.. lepasss" gumam ka ziaaa yang sepertinya masih trauma akan kejadian beberapa waktu lalu. Delia meraih kepala ka zia membawanya ke dalam dekapan saat fikri mulai menyuntikan suntikan ketubuh ka zia.
" kaaa.. " panggil delia lembut..
" jangan bengong yaa, jangan banyak pikiran kasihan diri kaka " lirih delia ia memeluk tubuh kakanya saat ia diam tak bersuara.
" mah nanti setelah sarapan jangan lupa zia diberikan obat dulu yaa sebelum acara" ucap fikri kemudian ia pergi dari kamar ka zia.
" ia aa terimakasih yaa "
" sama sama "
Fikri pun sudah tidak terlihat lagi di kamar ka zia, setelah meletakkan ka zia delia berpamitan pulang ke rumah produksi dan akan datang pagi pagi. " mah lia pamit yaa nanti datang pagi pagi hehe" ucap deliaa kepada mamah.
" yaudah makasih ya sayangg" ucap mamah ia menutup pintu kamar ka zia dan mengantarkan putrinya sampai depan.
#flashback off#
Tak terasa waktu terus berjalan cepat hingga orang orang yang berangkat sholat subuh berjamaah mereka sudah kembali kerumah dan melakukan aktivitas untuk acara nanti, tak lupaa hidangan kopi hitam, kopi susu menjadi teman mereka ditambah uli dan beberapa kue bolu.
MUA pun telah hadir ia tengah makeup kan ka zia, mamah dan kedua sahabat ka zia. keramaian mulai terjadi diluar maupun di dalam kamar ka zia. " besannya orang mana bu? " tanya mua saat ia makeup ka zia. btw karna ka zia tidur saat di makeup ia pun menanyakan kepada mamah.
" orang bandung "
" wah jauh juga yaaa "
" Alhamdulillah hehehe"
" bu ini calon pengantinnya engga tidur semalaman yaa , ngantuk bangett kaayanya " ucap kepala MUA saat memakaikan kazia pensil alis.
" tidur tapi sebentar terus sholat subuh dan ketemu mba itu tidur lagi , gapapa deh jangan ngantuk aja nanti akad " jelas mamah ia menunggu giliran ka zia.
Kepala MUA hanya memakeup kan mamah dan ka zia serta ka kia, harusnya dengan besan laki laki tapi karna disana ada delia jadi delia lah yang memakeup kan.
**
" bunda mau di makeup jugaa neng boleh ? " tanya bunda saat ia melihat syifa di makeup oleh delia dan hasilnya bagus.
__ADS_1
" boleh bundaa dengan senang hati" jawab delia, setelah sampai dari rumah mamah delia langsung memilih makeup kan syifa dengan keahliannya serta fokusnya pada makeup ia pun telah selesai tinggal di poles lipstik olehnya, " Alhamdulillah selesai " ucap delia ia menutup rapat lipstiknya dan melihat hasil makeup yang bagus bangett, bahkan hampir sama dengan makeup papan atas.
" bunda bunda dulu, "
" wulan dulu deee wulan"
" bunda ihh"
" wulan dulu bundaa yaaaa" ucap wulan saat ia dan bunda rebutan siapa dulu yang akan di makeup oleh delia.
" Atuh gini ajaa mba pakai ini dulu nanti kalau kering lia pakaikan foundation nya yaaa " ucap delia memberikan spray wajah kepada mba wulan dan ia mulai memoles wajah bunda.
" bunda maaf yaaa" ucap delia saat ia meratakan foundation dengan spons khusus makeup.
Asik bercanda dan berceritaa tentang masa kecil A fikri tiba tiba yang di bicarakan masuk kedalam kamar, ya mereka melakukan makeup memang di kamar fikri delia.
" aduhh enak yaa pada di dandanin sama bini Aa , yang bini Aa sendiri belom di poless" ucap fikri ia berjalan sambil tangannya di letakkan di pinggang.
" hahahaha " tawa syifa wulan.
" atuh pinjem istrinya aa , lagian punya bini multitalent bangettt sih " sahut wulan yang emang masih menunggu giliran
" siapa dulu suaminya ? " ucap fikri membanggakan diri didepan ibu adik serta istrinya.
" ceuhh ilahhhhh "
" Sayang jangan digangguin zayyannya , aku belum selesai" ucap delia saat melirik suaminya naik keranjang.
" tau nih aa bunda belum beres ihh" protes bunda diikuti wulan.
" sekarang kamu banyak yang bela yaa sampe aku di belakangin" gerutu fikri
" ya jelas menantu bunda " celetuk bunda
" atuh da aa ih jangan nanti bangun"
" bunda buka bibirnya lia pakaikan lipstik" ucap delia dan bunda pun menuruti. " Alhamdulillah selesi " ucap delia dan wulan langsung menggeser bunda
" Astagfirullah ini anak " ucap bunda.
delia melakukan hal yang sama dengan mba wulan, singkatnya saat akan memakaikan alis zayyan pun terbangun. " owekkk... owekkk.. " hal itu mendapatkan hujatan untuk a fikri karna telah membangunkan zayyan.
" aaa mah ihh nyebelinnnn kan jadi belom selesai " ucap wulan panik, karna delia memberikan asi untuk zayyan lebih dulu.
" sabar lah udah minta di dandanin, anak aa juga harus minum Asi "
" yaa tapi jangan pas wulan makeup atuh aa , ijhhh"
" mba bisa buat alis kah? coba buat bingkainya nanti lia yang rapihkan yaaa" ucap deliaaa karna ia tau wulan bisa makeup.
" kamu aja ya lia "
" jangan manja ihhh" sahut fikri.
" A ada masalah apa sih sama wulan atuh daaa usil bangettt" protes wulan jengkel.
" hahaha"
" nak nanti kamu makeup biar zayyan bunda mandikan dam alisyah biar mba yang mandikan " ucap bunda saat ia selesai berfoto dengan syifa tanpa hijab.
" jangan di post syif" celetuk fikri dingin, ia paling tidak suka keluarganya post tanpa hijab
" ia aa ia"
" ia bunda. "
Waktu menunjukkan jam 06:00 sedangkan ia baru selesai makeupkan mba wulan, delia pun mandi dan melanjutkan makeup untuk dirinya , seluruh anggota keluarga keluar dengan membawa zayyan yang akan di mandikan bunda serta alisyah yang dimandikan mba wulan, yang dikamar tersisa hanyalah fikri delia.
" sayang buru mandi " pinta delia saat dirinya memakai foundation dan melihat fikri bermain ponsel.
" ia nanti dulu"
" kapan ? "
" ia ia aku mandi , bawel ihh" celetuk fikri dan mencium pipi delia " cupssss" setelah mencium ia pun berlari kekamar mandi sebelum diamuk sang istri.
" saayanggg" ucap delia fikri pun benar benar pergi mandi. setelah fikri keluar dari kamar mandi delia sudah cantik seperti bidadari apalagi rambutnya ia biarkan lurus sebelum di kuncir. " masyaallah pemandangan indah " ucap fikri kagum atas kecantikan sang istri.
__ADS_1
" sayang bajunya sudah aku siapkan itu " ucap delia menunjuk pakaian diatas ranjang.
" sayang"
" sayanggg"
" eumm yaaa kenapa yang ? " ucap fikri menyadari sang istri.
" itu bajunya di pakai " gumam delia ia mengarahkan pandangannya saat fikri menghampiri. " kamu kenapa"
" gapapa "
" eummm yakinnn" goda fikri
" jangan buat aku mengulang makeup yang" ucap delia ketakutan.
" kenapa ? "
" waktunya ga cukup aaaaa,, jangan plisss "
" gapapa sebentar yaa" gumam fikri ia semakin maju dan membuat delia ketakutan.
" yangg jangann" ucap delia bersamaan dengan itu suara ketukkan pintu terdengar. " fyuhhh selamat" lirih deliaa
Tok... tok.. tokkk
" siapa ? "
" bunda mau ambil minyak telon zayyan" sahut bunda di balik pintu.
delia pun memberikan minyak telon yang dibutuhkan bunda , ucapan cantik terlontar dari mulut bunda.
Singkat jam 7 mereka sudah rapih dan bersiap berangkat pukul 8 berbeda dengan delia fikri zayyan alisyah mereka berangkat jam 7. saat ia melewati ruang keluarga hati delia tersentuh ia ingin sekali menolong salsa yang hanya makeup natural yaitu bedak lipstik dan pensil alis. fikri sudah berpamitan diikuti delia namun saat ingin melangkah keluar pintu delia memilih berbalik arah dan duduk di hadapan salsa, ia sangat kasihan melihat salsa yang tidak di sapa fikri dan ia sangat kasihan dengan abah bunda yang takut mendapatkan ucapan tak enak jika salah satu anaknya tak dilayakkan .
" salsa sini teteh makeupin yaa " ucap delia ia membuka tas nyaa. btw zayyan di stroller yaa jadi delia bisa meninggalkan gitu aja.
" gausahh aku dah cantik kok"
" salsa liat dehh semua orang disini makeup, teteh tau kamu sudah makeup " ucap delia
" alah bilang aja mau pamer "
" sayang sudah siang nanti mamah menunggu kita, ayojalan " ajak fikri yang tak suka dengan salsa.
" udah teh pergi aja duluan biarin aja salsa itu maunya diaa, lagi udah dikasih ati minta jantung " celetuk wulan.
" husttt" sahut delia.
" ayo aku makeupin yaa sebentar aja, ga merubah makeup mu kok hanya saja aku tambahin " ucap delia mengarahkan kuas ke wajah salsa.
"umiii " ucap fikri namun tak didengar oleh delia.
" salsa masa kamu beda sendiri ayo dimakeup sama teh liaa " ajak bunda
" bukannya aku memang dibedakan " sahut salsa
" engga ada yang membedakan kok buktiny baju kamu pakai juga yang sama dengan kita, setidaknya aku lakuin ini untuk abah bunda kalau memang kamu gak menghargai aku, aku gapapa aku ga minta di hargai tapi aku minta kamu mau ya dimakeup demi bunda abah, apa jadinya jika orang orang membicarakan abah karna kamu " kata deliaa yang membuat orang orang tersentuh begitupun dengan salsa ia luluh.
" oke untuk abah bunda " ucapnyaa kemudian delia melakukan aksinya mempercantik salsa.
" Delia " panggil fikri menggunakan nama alhasil membuat delia menoleh. " aku sudah mengabarkan ka kia kalau akan datang sedikit terlambat dan kia mengiakan " ucap delia.
" ke mobil " pinta fikri ia membawa anak anak ke mobil. " tuh liat gara gara lo aa marah sama delia , seneng kan lo ? " celetuk wulan.
" Aa ga suka kalau loo ngerendahin bininya tapi akhirnya lo minta bantuannya " sahutwulan lagi.
" udah udah biar abah yang menemui fikri " ucap abah ia pun menyusuli fikri di mobil.
" nak kamu gapapa berantem sama aa ? " tanya bundaa yang khawatir.
" aa engga marah bun" ucap delia yang terlihat jelas kalau ia khawatir.
" syifa tolong pakaikan lisptik ya, teteh mau nyusul aa nanti makeupnya tolong kamu bawa yaaa , salsa maaf , bunda lia pamit yaa assalammualaikum"
" waalaikumussalam "
" jelas banget kahawtirnya liaa, iniyang kaga punya ati , kalau. gue jadi lia sih ogah" sahut wulan
__ADS_1