Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
pengganti nama ?


__ADS_3

Oke, karna dari semua komentar tidak ingin ada hal poligami maka author ga akan masukkan cerita poligaminya dan kalau ada cerita yang menggantung mohon di maafkan.


***


Setelah beberapa jam haikal di introgasi oleh delia, bukan fikri , mereka memutuskan untuk beristirahat karna esok delia sudah pulang ke depok meninggalkan putranya dirumah sakit.


Aneh bukan? biasanya yang posesif itu seorang bapa namun kini terbalik justru delia lah yang lebih teliti menanyakan taaruf putra angkatnya itu, sedangkan fikri ia menjadi penengah antar ibu dan anak.


delia sudah terlelap dari tidurnya diatas ranjang rumah sakit, fikri berbaring disisi istrinya mereka tidur satu ranjang berdua , sedangkan haikal ia memilih tidur di depan ruangan di kursi tunggu, karna ia menghargai abi uminya terlebih haikal bukan makhram delia.wajib menutup aurat dihadapannya.


AllahuAkbar AllahuAkbar


suara adzan subuh berkumandang delia fikri sudah lebih dulu bangun karna ia sangat mengenal suara orang yang mengumandangkan azan , sedangkan haikal ia sudah berada di masjid dekat rumah sakit karna ia yang mengumandangkan azan.


" Abi sudah wudhu nya ?" tanya delia saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi.


" ia umi, Abi sholat dulu yaa , umi diam jangan banyak bergerak kalau tidak ada abi" kata fikri yang kemudian meletakkan sajadah dilantai ia pun menghadab kiblat untuk memulai sholat, tanpa menunggu lama fikri pun melaksanakan sholat sunah 2 rakaat sebelum subuh dan dilanjutkan sholat subuh.


" Dibalik ujian yang engkau berikan ya Allah, engkau juga memberikan anugrah yang begitu besar yaitu laki laki yang selalu menguatkan ku, terimakasih yaAllah " gumam delia dalam hati ia terus menatap suaminya yang aura kesolehannya terpancar .


**


" umi kenapa " tanya fikri ia pun memberikan tangannya pada sang istri untuk ia salim, karna rutinitas mereka sehabis sholat ialah mencium tangan dan kening , namun karna delia sedang dalam masa haram, jadi fikri lah yang menghampiri istrinyaa dan ia mengulurkan tangannya untuk di cium sedangkan fikri ia meraih kepala delia untuk ia cium kening.


" gapapa " ucap delia dengan tersenyum.


" aih ada apa " kata fikri sambil melipat sajadah.


" biar umi saja bi" kata delia meraih ujung sajadah.


" Gausah biar abi aja umi" kata fikri menarik sajadah.


" bii"


Fikri pun mengalah ia merelakan sajadahnya di lipat delia , toh ia tidak membebankan sang istri.


" umi kenapa sih " tanya fikri yang heran melihat istrinya terus mengulum senyum.


" Abi tau sholawatan yang ini gak " kata delia menebak nebak. sambil terus tersenyum melihat fikri dengan raut wajah yang heran.


" Apa " kata fikri yang kini sudah duduk di ranjang dihadapan istrinya.


" yang ini.. ekehmmm.kehmm "


" kelamaan , udah buru umi "


" pas banget sama isi hati umi hahahha" kata delia yang tak hentinya tertawa ia pun menutup mulutnya menggunakan tangan.


" Aya naon sih umi , sholawatan naon ?"


" ekhemm..ini.. " delia pun mulai mengatur suaranya agar terlihat merdu, ia juga mulai bernyanyi.


Aduh akang yang pake peci


wajah tampan santri pak kiyai


rajin ibadah rajin mengaji


pastilah eneng jatuh hati


مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا


Maula ya sholli wasallim daiman Abadan


عَلىٰ حـَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِ

__ADS_1


A’la habibika khoiril kholqi kullihimi


مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا


Maula ya sholli wasallim daiman Abadan


عَلىٰ حـَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِ


A’la habibika khoiril kholqi kullihimi


" Ma Syaa Allah tabarakaallah , gemesin banget sih ini istri abi" ucap fikri sambil mengusap kepala delia yang berkerudung hitam itu.


" Abi bales dongg ihh" ledek delia yang ia tau suaminya ga bisa merayu.


" naon ihhhhh"


" happy ya mau pulang" goda fikri.


" happy abi walau sedih putra kita ga bisa pulang bareng tapi gapapa ada putri kita yang menunggu " kata delia dengan senyum kehangatan.


" Ma Syaa Allah tabarakaallah, bidadari nya abi nihhh" kata fikri memeluk deliaa.


" bii coba deh abi bayangin kalau haikal nikah sama Ka zia terus ka zia siapa kita bi" kata deliaa yang masih memikirkan hal itu.


" ia ya umi, masa Kakaku ialah menantuku , atau ibu mertuaku ternyata adikku hahaha " kata fikri ia tidak bisa menyembunyikan hal ini pada delia, karna tak bisa menyembunyikan justru fikri jadi tertawa.


" aih abiiii kenapa ketawa " protes delia yang tak mengerti.


" lucu sayang, ya gapapa namanya jodoh kan kita tidak tau, entah sama zahra atau sama ka zia itu seterah haikal , kita sebagai orangtua hanya bisa mendukung dan membantunya" kata fikri.


Tok.tok.tokk.


" ya silahkan masuk " kata fikri.


" permisi bu sebelum pulang tolong pompa asinya ya untuk stok zul , nanti 2/3 hari sekali kami akan datang untuk mengambil asi selama baby zul dirumah sakit , jangan lupa untuk di tulis tanggal dan jam ya bu " kata suster menghampiri delia ia pun memberikan alat pompa dan beberapa botol.


" ia pak kita bantu supaya berat badan stabil dan baby zul sehat lalu boleh pulang babynya "


" baiklah terimakasih sus "


" sama sama " kata suster kemudian berlalu keluar tak lupa ia menutup pintu.


" Assalammualaikum " kata haikal diluar sana.


" waalaikumussalam , tunggu nak jangan masuk!" tegas fikri yang memilih untuk tegas dengan anaknya dari pada ia melihat delia sedang pompa asi.


" kamu keluar aja bi, biarkan umi sendiri, umi takut haikal tidak mendengarny" kata delia mencoba untuk memberikan pengertian.


" ia sudah abi menemuinya sebentar ya umi"


" ia bii"


~


" Abi ini haikal belikan sarapan untuk abi dan umi" kata haikal memberikan makanan pada abinya.


" terimakasih nak , haikal jangan masuk sebelum umi keluar paham!"


" paham bi" kata haikal ia pun mengikuti fikri duduk. disana haikal dan fikri bercerita, banyak yang mereka bicarakan hingga tanpa mereka sadari suster mengambil 3 botol asi untuk baby zul.


" sudah selesai sus " tanya fikri saat suster berjalan didepan dirinya.


" sudah pak, kami akan mengambil zul setelah ia kenyang dengan asi ibuny" kata suster


" anak saya didalam sus"

__ADS_1


" ia pak"


Fikri pun berlari antusias melihat buah hatinya.


" liat abi kamu zul masa tidak sadar kalau anak sholeh lewat didepannya" kata delia menggoda suaminya.


" abi lagi fokus dengerin abang haikal nak maafin abi ya " kata fikri ia mengelus pipi anaknya itu.


" Assalammualaikum zul ini abang haikal, wahh sepertinya jadi anak ganteng di keluarga abi nihh"


" dijaga ya bang adiknya , " kata fikri menatap putra angkatnya.


" ia bi , orang sunda jangan dipanggil bang atuh umi abi, panggil A' haikal atau kang gtu " protes diriinya yang tak terima dipanggil bang.


" kamu maunya apa"


" kang aja deh"


" iyaudah , berati ini dipanggilnya Aa aja yaa " kata delia mencium pipi anaknya.


" Aa nanti umi sama abi pulang duluan yaa, kita bertemu dirumah nenek ya, Nanti disana ada teteh Alisyah yang udah bawel bangettt pengen ketemu Aa zayyan, cepet sehat ya nak supaya kita bisa kumpul, sama kang haikal juga nanti dipesantren" lirih delia mengungkapkan isi hatinya seolah olah ia berbicara pada zul


" ko zayyan umi "


" aku suka bi , boleh tambah kata zayyan di nama zul ?" pinta delia yang entah dari mana ia mendapatkan ide nama.


"nanti abi bilang Abah ya umi "


" Muhammad zayyan zulfikri Alhabsyi " kata delia lagi.


" ia nanti kita bilang abah dulu ya umi".


***


" mah delia hari ini pulang apakah kita ga menyambutnya " kata kakia turun dari lantai 2 dengan terburu buru sedangkan mamah dan bunda sedang memasak untuk merek makan bersama, syukuran kecil kecilan.


" ini kami masak kak" kata mamah.


" bukan itu ihss "


" ya terserah kamu kak kalau kata mamah ini sudah cukup"


" bunda wulan dimana bun " tanya kakia pada ibu mertua adiknya


" di gazebo belakng sama anak anak "


" oh yaudah terimkasih bunda" kata kakia berlalu.


" itu anakmu kenapa" tanya bunda pada besannnya.


" gapapa biasa heboh kalau adiknya pulang"


" oh seperti ituuu" kata bunda mengerti.


~


wulan dan anak anak sedang bermain di halaman belakang kelurga Alm pak reno, ia ditemani oleh syifa mengasuh anak dan alisyah.


" mba wulan" panggil kakia


" ia kak sini"


" mba kita sudah menyiapkan apa untuk menyambut delia"


" para ibu ibu sudah masak sih tapi masa makan doang" sahut wulan

__ADS_1


" ya emang ibu ..elo apaan mba lo juga ibuu ibu" protes syifa.


" yeuhhhhhhhhh" sahut mba wulan melempar bantal pada adiknya.


__ADS_2