
" mah 14 hari papah mau dibuat atau engga " tanya delia disaat ia sedang berduaan dengan mamah dan anak anak ia bermain masak masakkan diawasi oleh suster viola.
" buat nak , ga banyak ya nanti kan 40 hari dibuat juga " jawab mamah.
Delia yang paham ia menganggukkan kepalanya menyetujui jawaban mamah, namun ia ingin mendiskusikan ini dengan kaka kakanya.
" Assalammualaikum zia pulang" kata zia memasuki rumah.
" waalaikumussalam , loh ko sudah pulang nak " tanya mamah saat zia mencium tangannya.
" ia mah zia sebel deh masa dikabarinnya dijalan , atuh sayang pakaian zia" protes ziaa
" gapapa itung itung kamu mandi hahah " celetuk mamah
" ihhh nyebelin ah" kata zia memajukkan bibirnya, " malu sama A fikri kamu kaya gitu " kata mamah lagi mengingatkan anaknya yang selalu seperti itu.
__ADS_1
" iya maaf"
" kak delia boleh tanya ?" kata delia ia menutuo ponselnya karna ia mendapatkan kabar dari mba wulan untuk menanyakan kekasih ka zia
" Apa de ".
" kaka dengan kekasih kaka bagaimana hubungannya "
" Baik baik kak, kemarin datang 7 harian papah, dan ia juga datang pada saat papah meninggal " jelas kazia.
" bukan itu maksud aku kak, maksud delia mau dibawa kemana hubungannya apakah ada keseriusan " tanya delia hati hati karna ia tidak ingin menyakiti hati kaka nya.
Tanpa sadar ucapan ka zia menyinggung perasaan delia, bukan hanya menyinggung namun ia sedikit menyindir, " apa kaka membahas tentangku" tanya delia dengan lembut , ia tidak bisa marah bahkan marahnya delia ya seperti orang merengek,
" Siapa yang menyindir engga ya"
__ADS_1
" elehhh yang lalu biarlah berlalu, toh kita tau adik kita kondisinya bagaimana ,dan disaat bersamaan kondisi papah juga seperti apa, kalau delia baik baik aja pasti dia akan datang main kesini setiap bulannya, tapi kan disini kondisinya beda , sudah lah hal seperti itu gausah dibahas , papah juga sudah tenang disana " sahut ka kia sambil membawa kantong berisi ikan yang ia berikan pada bibi.
" maafin aku ka " lirih delia dengan suara bergetar dan mamah menyadari anaknya menangis hanya bisa memeluknya memberikan kekuatan.
" tuh kan kenapa jadi emosi begitu kan awalnya nanya baik baik, kaka kenapa , kuburan papah masih basah belum kering tolong jangan ributin hal yang sudah berlalu, kazia, kan delia hanya menanyakan baik baik kenapa kamu jadi menyinggung permasalaahan yang sudah lalu ?" tanya mamah pada anak keduanya itu.
" maaf mahh gak bermaksud menyinggung lia kok, dee maafin kaka yaa , udah jangan nangis ihhh gak enak sama A fikri " kata zia yang panikk melihat delia dalam pelukkan bunda dan bersamaan dengan itu ka zia menoleh kesembarang arah untuk memastikan fikri tak ada disana... ia semakin panikk lantaran delia sesegukkan dan itu membuat fikri keluar karna terdengar keributan apalagi suara ka zia yang mengatakan "dee sudah dong dee"
" dee sudah dong , jangan menangis kan kaka minta maaf" panik ziaa ia terus memegang tangan delia , delia mengetahui suaminya datang ia semakin sengaja menangis dalam pelukkan mamahnya , hal itu membuat zia tambah kalang kabut.
" ada apa ini" suara fikri terdengar jelas dipendengaran zia , sedangkan kia ia keluar menemui suaminya yang mengabarkan dirinya sudah sampai.
" A fikri , A sungguh zia gak bermaksud" kata zia ia menggeser posisinya.
" kenapa ini ka " tanya fikri ia meraih tangan istrinya dengan lembut dan diusapkannya dengan perlahan " sayang hey kenapaa"
__ADS_1
" mah kenapa lia ko menangis " tanya fikri pada mamahnya sedangkan zia ia duduk meratapi kesalahannya hingga airmata yang dapat ia wakilkan dengan perasaannya.
" tanya sama kaka iparmu A apa yang ia lakukan" kata mamah ia mengusap pipi deliaa.