
Suami idaman itulah julukan yang pas untuk fikri, tak hanya Anak yang baik untuk keluarga, ia juga menjadi suami yang baik untuk delia dan ayah yang baik untuk alisyah serta zayyan.
sebelum zoom meeting yang dilakukan, ia menyempatkan dahulu menjemur pakaian zayyan, yang sejak saat subuh sudah ia cuci. Fikri mengantarkan delia untuk turun keruang keluarga berkumpul sekaligus menjemur pakaian.
" Bentar ya mi " kata fikri ia pun meninggalkan delia diruang keluarga untuk menjemur pakaian. Setelah kepergian fikri tak lama kakia beserta bang erik datang untuk melihat baby zul. " suamimu kemana de ?"
" lagi jemur pakaian zul kak" jawab delia.
Jawaban delia membuat mereka bertengkar , kakia yang iri dengan adiknya ditambah bang erik yang sedikit membantunya membuat kakia dongkol. perdebatan mereka membuat delia merasa tak enak hati ia pun mengalihkan pembicaraan dengan membahas usha milik bersama, ditengah pembahasan usaha mereka satu persatu keluarga sudah berkumpul diruang keluarga.
" kak nanti berikan bonus kepada karyawan ya kak supaya semangat dalam kerjanya dan bagaimanapun pesanan sebanyak ini adalah rezeki mereka" kata delia ditengah mereka berbicara.
" berapa de ?"
" perorang 5 juta kak "
" aapa engga kebanyakan ? " tanya ka zia heran.
" engga kak " jawab delia dengan santai. bagi delia rezeki yang ia miliki itu juga ada rezeki orang lain di tangannya. ia tidak ingin memakan hak orang lain.
***
Singkatnya sore hari di daerah depok, aktifitas keluarga seperti biasa pada umumnya, hanya saja masing masing dari mereka mempunyai urusan atau kesibukkan.
begitupun dengan fikri yang mana pesantren yang ia miliki kini semakin banyak donatur menginginkan memberikan dana yang disumbangkan untuk pesantren, tak hanya itu tanah yang berada di sebelah pesantren pun sudah lunas menjadi milik pesantren yang belum lama dibeli oleh fikri, dan pelebaran pesantren akan segera dilakukan mengingat biaya yang cukup.
Hal itu membuat mereka bimbang, pasalnya untuk mengurus dan menyepakati semuanya mereka harus berada di kota bandung namun ia sendiri bimbang karna tidak mungkin meninggalkan putranya yang baru saja pulang dari rumah sakit, untuk membawanya kebandung pun harus sesuai kesepakatan bersama. jika tidak pulang maka sama saja ia mengorbankan anak anak yang ingin menuntut ilmu di pesantren miliknya ditunda, hal itu membuat ia dilema mau tidak mau ia mengatakannya.
__ADS_1
" Mamah ada hal yang ingin aa sampaikan sama mamah, maafin fikri sebelumnya kak, bunda abah dan lainnya bukan bermaksud tidak baik namun Aa sendiri ingin menyampaikan, Aa harus pulang ke bandung untuk menjalani tanggung jawab aa sebagai pimpinan pondok pesantren, banyak acara yang akan dilakukan disana, singkatnya banyak para donatur yang ingin bertemu dengan Aa untuk memberikan dana kepada pondok kita" kata fikri.
" mamah , Aa mohon izin membawa anak serta istri aa ke sana, karna aa sendiri tidak bisa dipastikan berapa lamanya" kata fikri ia tidak tega ia takut menyinggung hati ibu mertuanya.
" jadi seperti ini nak, kamu kan tau putramu baru saja keluar dari rumah sakit, satu hari keluar dari rs begitupun dengan istrimu yang belum 40 hari, apakah kamu yakin membawanya ? secara kalau di keluarga mamah gak boleh itupun ga sengaja istrimu keluar tanpa bilang membeli saus " kata mamah ia keceplosan karna sudah tak memikirkan hal lain, ia sudah berat hati cucunya dibawa.
" aduh mamah kenapa keceplosan" gumam delia dalam hati.
"Yaallah bu kasihan anakku pasti dimarahin suaminya nanti" sahut bunda menepuk jidatnya
Sedangkan kakia beserta mba wulan ia hanya saling pandang dan bersikap acuh tak acuh mendengar mamah berbicara yang tak sengaja keceplosan.
" Kapan mah ?
" eumm..itu..kemarinn.nakk.." jawab gugup mamah ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal sedangkan yang lainnya sudah membuang nafas secara kasar dan menggelengkan kepalanya.
" Dasarrrr lia" kata kia menggelengkan kepalanya.
" mamah, mamah bisa tinggal bersama kami dirumah kami mah, rencananya fikri pulang besok pagi mah habis subuh " kata fikri lagi.
" mamah gak mengizinkan kamu membawa delia dan zayyan!" kata mamah tegas.
Ada apa nih, kenapa ga diizinkan" kata bunda dalam hati ia terkejut lantas menoleh dengan cepat menatap besannya.
" kenapa mah ?" kata fikri dengan lembut
" ya pokoknya ga boleh, kamu mau pulang silahkan aja kamu urus pesantren dan perusahaanmu , biarkan anak dan cucu mamah disini, kamu kesana untuk uang kan ? demi uang ! " tegas mamah , dan fikri hanya diam ia tidak berani berkata apapun walau apa yang dikatakan ibunya adalah tidak benar.
__ADS_1
" mamah " sahut kakia dan ka zia yang tidak menyangka atas jawaban mamah.
" mahhh" sahut delia sedangkan zayyan ia sudah dibawa oleh abah. Abah sendiri ia tak suka jika orang tua berdebat ada anak anak dihadapannya.
" kenapa lia ? mau membela suamimu ? mamah begini benar karna kamu baru saja melahirkan, silahkan saja suamimu mau pulang ga masalah asalkan kamu disini dengan zayyan.!" tegas mamah sedangkan delia ia hanya menatap mamahnya dengan dan tanpa diartikan. fikri ia hanya mengusap punggung istrinya memberikan kekuatan untuk sabar.
" mamah tenang" kata ka ziaa
" mah delia bukan ingin membantah mamah, tapi surga dan tanggung jawab delia ada pada suami delia, maaf bukan delia membantah mamah tapi Aa fikri bertanya kepada mamah dengan baik baik mah, delia tau mamah sayang sama lia dan zayyan tapi lia mohon mamah baik baik berbicaranya " lirih delia menatap mamahnya.
" kalau hanya untuk tanggung jawab mamah bisa kok tanggung jawab kamu dan zayyan " celetuk mamah tanpa sadar membuat bunda angkat bicara.
" mamahhh"
" mahh mamah ngomong apa sih itu ada orang tuanya A fikri, " bisik kakia yang tak habis pikir dengan mamah.
" maaf bu, maksudnya ibu tanggung jawab bagaimana ? apa ibu ingin memisahkan seorang suami dengan istri dan anak anaknya ? dosa bu, tadinya saya tidak ingin angkat bicara namun jawaban ibu mengharuskan saya berbicara." ucap bunda dengan lembut namun penuh etika. fikri hanya diam ia tidak ingin melawan ibu mertua , ia terus berzikir di setiap diamnya.
" bu anak saya berhak atas istri dan anaknya, sedangkan kita ini hanya neneknya, biarlah fikri mau bawa anak istrinya kemana saja itu sudah tanggung jawabnya, kalau ibu keberatan dengan saya, ibu bisa tinggal bersama putra dan putri kami " kata bunda lagi.
" selesaikan masa nifasmu nak lalu kamu boleh pergi," kata mamah
" mahh gak bisaa delia harus ikut aa kemana saja aa pergi karna delia sudah tanggung jawab aa " kata delia
" Anak durhaka!"
" mamahhhhh" teriak kakia
__ADS_1
Komen yang bagus dong nanti author semangat up nya heheh karna komen kalian membuat author senyum senyum membacanya hehehhe..Ada apa sama mamah farida? apa yang harus dilakukan delia ?