Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
ka zia mau masuk pondok ?


__ADS_3

30 menit setelah kedatangan keluarga delia, mereka memesan makanan online dari aplikasi milik delia. awalnya ingin memesan makanan lewat ponsel fikri namun sejak beberapa menit yang lalu ponselnya selalu berbunyi dan fikri sendiri ia menjadi sibuk.


" Abii ini pesan berapa ?" tanya delia melihat menu makanan dalam ponselnya saat mereka berada di kamar utama dalam rumah pribadi.


" pesan secukupnya aja umi" ucap fikri membuka dompetnya memberikan uang cass pada sang istri 500 ribu.


" kebanyakan abi ini tuh engga sampai 500 ribu " kata delia ia menunjukkan total pesanan serta harganya.


" eumm yaudah kamu simpen aja, aku mau kembali ke pondok dahulu ya umi, nanti kalau mau beli apa pakai aja uangnya " ucap fikri ia berjalan mengambil handuk menuju kamar mandi.


" abi mandi dulu ?"


" ya sayang nanti sekalian sholat maghrib disana , kamu gak apa apa kan disini sama mamah ?"


" ia gapapa abi , yaudah aku siapin bajunya yah " ucap delia ia pun berjalan menuju lemari besar berwarna putih miliknya.


" terimakasih sayang"


" sama sama " ucap delia ia memilih pakaian dari pakaian dalam hingga gamis milik suaminya.


tok..tokk.tokk


" ia sebentar " kata delia ia meletakkan baju yang akan dipakai suami diatas tempat tidur berjalan menuju pintu.


~


" cucu ommah ganteng bangett sihhh, aduu..duuhhh" ucap mamah menggendong zayyan sedangkan alisyah ia bermain bersama viola.


" mah zia izin yah mau dipondok ?" kata ka zia meminta izin pada mamahnya.


" atuh bayar nak masa ia engga bayar kasihan atuh aa dan adikmu " ucap mamah keberatan dengan hal itu.


" ya masa ia sih mah, kan aku engga lama disana 2 minggu kurang lumayan kan mah menimba ilmu sebelum masuk kuliah ? " kata ka zia lagi , rencana mereka akan tinggal dirumah delia fikri selama 2 minggu hal itu sudah di sepakati oleh fikri yang mana selaku tuan rumah mengizinkan mertua dan adiknya tinggal disana.


" bayar lah si dodol maunya geratis doang " celetuk ka kia sambil mengambil makanan dalam toples.


" ihhhs apaan sih ikut aja" gumam ka ziaa kesal.


" dibilanginnya ngeyell nanti tanya aa sama delia " sahut ka kia.


" owekkkk...owekkk..owekk"


" cuppss sayanggg" ucap mamah ia menenangkan zayyan yang mulai menangis.


owekk..oekkk..hik...owekkk..


" ka panggilkan delia sepertinya zayyan haus " kata ka kia menimpali.


" tapi gapapa ini " ucap ka zia ragu.


" ya gapapa orang anaknya nangiss "


" oh okee " ka zia pun mulai menaiki anak tangga menuju lantai dua , ia masih paham betul dimana kamar adiknya, tanpa menunggu lama ia pun sampai dan mulai mengetuk pintu.


tok..tok.tokk..


" ia sebentar " ucap delia dari dalam sana.


" ka zia, ada apa kak " kata delia saat membuka pintu.


" itu zayyan nangis de sepertinya haus " ucap ka zia.

__ADS_1


" oh yaudah kaka duluan aja ya, aku lagi siapin baju Aa dulu sebentar lagi aku kebawah ka " kata delia diangguki oleh ka zia. ka zia pun turun sedangkan delia ia kembali menutup pintunya.


" abii, " panggil delia didepan pintu kamar mandi.


" ya ada apa umi" ucapnya membuka pintu dengan keadaan rambut masih memakai shampo.


" astagfirullah ada ada aja " sahut delia memalingkan wajahnya melihat fikri membuka pintu kamar mandi tanpa jeda.


" ada apa sayang heumm" goda sang suami.


" i..iii..itu bi zayyan menangis sepertinya haus, aku izin mau, menemuinya bii" gugup delia. walau sudah melakukannya bahkan melihat dengan jelas hingga sampai menghadirkan zayyan. namun delia tetaplah delia yang pemalu hingga wajahnya merah.


" ia sayang "


" bajunya sudah aku siapkan ya bi"


" ia sayang"


" yaudah lanjutkan lagi mandinya maaf mengganggu " ucap delia kemudian berlalu pergi dan fikri ia melanjutkan kembali mandinya.


5 menit kemudian delia sudah sampai di ruang keluarga bersama mamahnya ia juga menggendong zayyan dan segera menyusuinya, khimar yang delia kenakan adalah khusus busui jadi walau didalam rumah ia tetep bisa menjaga auratnya.


"hauss banget zayyan sampe bunyi gitu " celetuk ka kia mendengar suara asi melimpah dan zayyan meminumnya dengan cepat.


" ia kak zayyan selalu seperti ini "


" oh ya dee ka zia katanya mau tinggal di pondok selama 2 minggu apa boleh ? bayar berapa ? ucap mamah menanyakan hal ini kepada delia yang mana anaknya adalah istri pemilik pondok.


" Kebetulan aa mau ke pondok mah, nanti delia sampaikan sama aa sekaligus melihat asrama santri putri masih ada yang kosong atau engga nya, untuk biaya kaka gausah bayar nanti biar delia yang bilang sama abi, tapi delia titip pesen sama kaka" jelas delia kemudian menatap kakanya.


" atuh jangan gtu nak kan ka zia tinggal dipondok permintaannnya ya harus disamakan ga boleh dibedakan " ucap mamah yang merasa tak enak hati.


" Nanti lia bicarakan sama Aa ya mah " ucap delia menenangkan mamah.


" seperti ini kak , sebelumnya ade minta maaf kalau menyinggung kaka, Kalau misalkan nanti dipondok terlebih asrama santri putri ada yang kosong, dan kaka tinggal disana atas permintaan kaka, lia minta jangan memberitahukan taaruf kaka sama anak anak santri putri ya kak atau sama teman sekamar kaka , soalnya mereka banyak yang mengidolakan haikal, nanti kamu juga akan mengetahui seperti apa bangku pesantren dan kehidupan disana, atau mereka yang mengghibahi ade dan aa , tutup telinga rapat rapat ya kak karna kita gak pernah tauu" jelas delia mengingat kemarin banyak santri putri yang mengidolakan haikal hingga datang meminta taaruf kepada delia.


" masa sih de "


" wajar lah orang siapa sih yang ga suka sama haikal , jadi inget dulu pas kamu nikah beuhhhhhh omongan santrii banyak yang iri sama kamu, sekarang anak nya gus banyak yang deketin kagum ya wajar aja. tinggal gimana si ka zia bawanya, jangan sampe kepancing emosi yang akan membuat hubunganmu dengan haikal batal. " sahut ka kia menimpali.


" nah bener kata ka kia nak, kamu harus bisa menjaga diri jangan sampai tergoda oleh mereka " sahut mamah


" ya ka mah de insyaallah kaka akan menjaga nama baik keluarga dan pondok. " sahut ka zia mantap.


Mengapa ka zia meminta keukuh tinggal di pondok memperdalam ilmu agama karna ia adalah calon ibu calon istri yang mana menjadi madrasah pertama bagi anak anaknya kelak.


" maaf ya ka bukannya lia menggurui kaka tapi ini demi kehidupan kaka nantinya , kita ambil sisi baiknya kalau kaka bisa sabar dan niat belajar pasti gak akan tergoda atas apa yang kaka dengar namun sebaliknya ka kalau kaka merespon omongan mereka, aku sama suami gak bisa menjamin keadaan akan baik dan berjalan lancar karna itu semua menjadi keputusan haikal dan kaka " jelas delia sambil memegang lutut kakanya, bagaimanapun ia adalah kaka kandungnya, ia ingin kehidupannya berjalan bahagia.


takk takk takk( suara hentakkan tangga )


Laki laki berpostur tubuh tinggi dan badannya kekar ia sedang menuruni anak tangga dengan pakaian sorban yang ia genggam, gamis coklat , peci putih siapa lagi kalau bukan a fikri suami delia, aroma khas parfum yang ia kenakan membuat penjuru rungan tercium wanginya.


hal tersebut mengundang pujian dari keluarga, sesampainya diakhir anak tangga ia pun menghampiri keluarganya dan duduk bersama sebelum berangkat ke pondok. ia sengaja berangkat sebelum maghrib karna ingin mengecek tenda dekorasi acara esok.


" loh udah tampan mau kemana a?" tanya mamah .


" mau ke pondok mah, titip zayyan sama delia ya mah " jawab fikri ia sebelum berangkat menggendong putranya yang sudah selesai minum asi namun tak tertidur.


" ia a , A katanya ka zia mau masuk pondok selama 2 minggu mau tinggal disana ?" tanya mamah lagii.


" kenapa engga disini mah ?" jawab fikri.

__ADS_1


" gapapa a , aku ingin memperdalam ilmu agamaku, sudah banyak yang terlewat ,sekarang aku rumah mengejar yang terlewat " jawab ka zia mantap.


" kaka kuliah ke kampus atau online ? "


" ke kampus tapi untuk sebulan ini online a "


" gapapa ka kaka sama seperti santri lainnya ? " tanya delia ragu, masalahnya di satu sisi ia kaka kandungnya namun disatu sisi ia ingin menjadi santrinya.


" gaapapa gimana ? maksudnya ade sama seperti santri lainnya yang tidur bersama dll ? " jawab kakia dan mendapatkan anggukan oleh lia dan a fikri.


" ya gapapa ga harus di spesialkan ko, justru yang spesial itu membuat aku ga nyaman, aku kan mau belajar bukan mau apa apa, intinya aku ga malu" jawab ka zia mantap.


Fikri dan delia hanya saling menatap satu sama lain, mamah pun terheran dengan putrinya ia semangat masuk pondok pesantren.


" yasudah kalau begitu aa kepondok dahulu nanti dilihat apakah ada asrama yang kosong, kalau tidak ada kaka boleh ikut kegiatan pelajaran pondok, mau tinggal di rumah singgah atau di sini itu pilihan kaka, nanti aa kabarkan lewat delia ya, nanti kamu diantar delia ke pondok ya. " jelas fikri ia memberikan zayyan kepada delia dan delia mengambilnya.


seperti biasa dengan tangan kiri menggendong zayyan , delia membantu suami memakaikan sorban ke bahunya dengan tangan kanan, walau mempunyai anak perhatian tulus yang mereka berikan satu sama lain tidak akan pernah berkurang.


" nak sini zayyan mamah gendong" kata mamah melihat anaknya memakaikan sorban suaminya.


" gapapa mah delia bisa ko"


" delia multitalent banget yaa," celetuk kakia...


" ini yang aku suka dari delia ka, ia bisa melakukkan apa saja" sahut fikri menimpali.


" hahahaha "


" abiii " lirih delia tersipu , fikri tak peduli menunjukkan kemesraannya didepan keluarga delia, terkadang ia juga menunjukkan kemesraannya didepan keluarga abah, selagi dalam batas yang wajar dan tetap istiqomah pakai cadar.


" abi berangkat dulu ya sayang " ucap fikri ia pun mengulurkan tangannya untuk sang istri berpamitan, delia yang sudah paham ia menerima uluran tangan dan menciuminya 3x setelah itu fikri mencium kening pipi.


" ad..aduh...duhhh baper " gumam ka kia melihat pasangan harmonis ini.


" uluhhhh si kakia kaya ga pernah aja " protes ka zia.


" gua mah pernah zi, lah situ ?"


" maennya sindiran " gumam ka zia yang tak suka.


" udah udahh , , atuh kasihan ka ziaa kak ih udahh" sahut mamah menenangkan kedua kaka beradik itu sedangkan delia ia sudah dalam pelukkan suaminya.


" tau tuhh"


" mah aa berangkat dulu ya, titip zayyan alisyah sama delia ya mah " ucap fikri ia mencium tangan ibu mertuanya dan kazia ka kia hanya menangkupkan kedua tangannya.


" ia hati hati, bawa motor jalan a ?"


" jalan mah , motornya di pondok , mobil ga bisa parkir heheh"


" yasudah hati hati "


" ya mah, ka bang erik kemana ? " tanya fikri yang tak melihat bang erik disana.


" sebelum kesini ada pemancingan a, yaudah kesana katanya mau liat" jawab ka kia kesal.


" hehee yaudah ka salam ya buat bang erik , yaudah yu semua aa berangkat ya assalmmualaikum " jawab fikri kemudian berlalu.


" waalaikumussalam "


ko bunda gak tau keluarga delia datang ? tau tapi ceritanya lagi di rumah bunda.

__ADS_1


__ADS_2