
~ Kediaman Abah dan bunda .
Malam hari di kediaman abah dan bunda seperti biasa selalu ramai bahkan suara teriak teriak layaknya di pasar memenuhi rumah megah itu. setelah makan malam mereka selalu menghabiskan waktu bercengkrama sebelum jam istirahat tiba.
" Teh delia sama a fikri kapan pulangnya bunda" tanya mba wulan yang semenjak kepergian mereka ia menginap dirumah orangtuanya yaitu abah dan bunda.
" katanya a fikri besok sudah pulang tapi kami belum tau neng jam berapanya " jawab bunda sambil memangku Alisyah.
Sejak satu minggu yang lalu alisyah sudah dibawa pulang oleh bunda dan abah ke bandung, meninggalkan delia dan fikri yang masih berada di depok. Untungnya sejak kecil alisyah diurus dan dibesarkan oleh mba wulan dan bunda atas perceraian fikri dan istri, jadi ditinggalkan oleh delia dan fikri tentu tidak akan menangis terkecuali fikri dan delia yang mengalami kesedihan.
"ouhhh iya bun kita tunggu aja besok "
" acara tasyakuran dan syukuran tetap diadakan tanggal 10 kan bun " tanya abah yang sejak tadi menyimak percakapan ibu dan anak.
" kata Aa sih tetap abah, berati seminggu lagi ya "
" iyaa bun , semuanya sudah disiapkan ?" tanya abah lagi.
" Sudah semua abah , anak mu begitu hebat bahkan kami semua tidak mengetahui kalau semuanya sudah beres , tadi bunda nanya katanya sudah siap tunggu hari H aja "
" Masyaallah tabarakallah " gumam mereka semua yang mendengarkan cerita bunda.
" nek ummi belum pulang ya " tanya alisyah yang baru menyadari uminya tidak hadir ditengah mereka.
" ummi besok pulangnya sayang "
Tak ada jawaban dari alisyah ia masih menyusu dalam botol menikmati susu vanila buatan mamah ceuceu.
***
" pah " panggil delia saat ia membuka pintu kamar orangtuanya.
__ADS_1
" Papah makan yuu , delia sudah bawakan sup kesukaan papahh" pinta delia sambil duduk disisi ranjang orangtuanya.
" biar papah aja nak , papah bisa sendiri, kamu istirahat saja nak "jawab papah sambil berusaha untuk duduk.
" papah bisa " sahut mamah yang ingin membantu suaminya untuk duduk.
"bisa mah " ucap papah yang sepertinya kesulitan untuk bangun mengingat badannya gemuk akibat selang infus yang tadi siang dilepas. ia juga tidak ingin merepotkan anak istrinya terlebih ia mendengar bahwa salah satu anaknya akan mengadakan tasyakuran ia ingin sekali hadir di moment acara itu.
" Alhamdulillah " ucap mereka melihat papah bisa duduk tanpa dibantu.
" delia suapi ya pah " pinta delia lagi saat melihat papah nyaman dengan duduknya.
" gausah sayang"
" sama kia ya pah "
" sama zia ya pah "
Mereka pun menjadi rebutan untuk menyuapi papah , dan papah yang menyaksikan itu pun menjadi terharu , betapa cinta dan kasih sayang yang ia berikan kini dibalas hal yang sama oleh anak anaknya.
" ya makannya sering ke depok jangan diem aja dibandung " celoteh ka kia menusuk kehati delia , entah delia yang benar sedang baper akibat kelelahan atau memang bumil yang sensitif.
" kakak" tegur mamah yang mengerti perasaan delia.
" yaudah papah sama delia ajaa , kasihan baby minta suapin kakeknya " ucap mamah lagi .
Delia pun dengan telaten menyuapi papahnya bahkan tadi sore papahnya dimandikan oleh delia , bakti anak kepada orang tua , delia tidak mengenal mengeluh atas apa yang ia lakukan.
Mata delia berkaca kaca ia tidak habis pikir sama ucapan kakanya , walau mereka suka berceloteh namun baru saat ini delia membawa perasaan, fikri yang paham mencoba menenangkan sang istri dengan mengelus pundaknya memberikan kekuatan dan memafkan atas apa yang ia saksikan langsung.
Setelah makan mereka pun memutuskan untuk beristirahat, mereka memasuki kamar masing masing yang telah ia tempatkan sebelum menikah.
__ADS_1
" Sayang apa kamu engga apa apa" tanya fikri
" Gak apa apa abiii kita tidur yuu besok setelah memandikan papah dan menyuapi kita pulang ke bandung ya bii" jawab delia yang saat ini sudah berbaring diranjang.
" iya sayang " jawab fikri mengiyakan maksud istrinya dan matanya yang kini mulai lelah memintanya untuk terpejam, namun saat ingin menutup mata ia urungkan karna delia yang tiba tiba membuat matanya fikri mode on .
" Abi " panggil delia lagi .
" hmm ya sayang"
" tolong usapin punggung ummi bii, panas sekali terus pegel " lirih delia yang benar benar pegel.
" yaallah mii kita kedokter yaaa " panik fikri menjadi kalang kabut.
" engga bii abi cukup elus aja yaaa , baby lagi ingin dielus abii " pintanya yang sudah tak ingin banyak pertanyaan
" Yaudah umi tidur abi elus yaaa" ucap fikri yang mulai mengusap punggung delia sambil bersholawat , suara yang bagus dan enak didengar membuat delia langsung terlelap dalam mimpinya.
berbeda dengan fikri dan delia yang tengah hanyut dalam kebahagiaan bersama buah hatinya , sedangkan kakia dan mas erik tengah berselisih paham namun kakia memilih diam karna ia salah atas apa yang diucapkannya pada delia.
" harusnya mamih paham kata kata yang kamu lontarkan itu bikin dia sakit hati loh , pasti kesinggung apalagi kamu bilang seperti itu didepan suaminya , apa engga malu sayang huh " kesal erik yang sudah kepalang malu atas apa yang di katakan istrinya.
" Aku engga sengaja pihhh" lirih kakia , ia baru menyadari apa yang telah ia ucapkan salah bahkan ia sendiri tak sengaja mengucapkan itu.
" harusnya mamih pikir dulu sebelum bicara , kata kita baik tapi belum tentu kata orang , itu adik kamu sendiri mihh, adik kandung dan baru kali ini aku liat delia kesinggung "
" maafin aku , aku minta maaf udah bikin kamu malu punyaku " lirih kakia yang sudah menangis , untungnya semarah fikri ia tidak berteriak tetapi ia tegas.
" minta maaflah sama delia dan fikri "pinta erik.
" yaudah aku mau kekamarnya pih"
__ADS_1
" jangan sudah malam esok saja jika ingin minta maaf " ucapnya melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 23:00 Wib.
" baik pih " ucapnya yang langsung naik keranjang kamar ka kia sedangkan viola ia tidur bersama ka zia.