Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#210


__ADS_3

Rumah berlantai 2 ini terlihat sangat ramai namun kurang rasanya jika tak berkumpul semua, karna ka zia tinggal di pondok atas permintaannya maka dirumah fikri hanya ada ka kia beserta suaminya dan mamah, tak lupa pula kurcaci kurcaci.


Suara dentingan sendok garpu menemani makan malam mereka, tak masak hari ini justru mereka memilih pesan online lewat apk miliknya.


" nak apa tidak apa apa ka zia tinggal disana ? " tanya mamah yang khawatir terhadap putrinya, baru kali ini berpisah dengan ka zia.


" tidak apa apa mah disana ada istri ust ismail dan ust ilham , fikri sudah menitipkannya kalau sekiranya ka zia ga betah bisa tinggal di rumah singgah , tetap tidak ada perbedaan " jawab fikri ia pun meletakkan sendok garpu karna ia telah lebih dulu selesai.


" kenapa ka zia mau tinggal dipondok mah ?" tanya kakia merasa heran dengan tingkah adiknya itu.


" mamah juga kurang tau kak, mungkin dia ingin memperdalam ilmu agama " jawab mamah ia memasukkan satu sendok nasi ke mulutnya.


" abi ini minumnya " ucap delia menuangkan air kedalam gelas sang suami.


" terimakasih mi "


" sama sama " kata delia ia pun kembali melanjutkan makannya namun baru saja ia mengarahkan sendok kedalam mulutnya zayyan menangiss. ia pun menghentikan makannya dan bersiap untuk menghampiri zayyan.


" eits umi lanjutkan makannya ya biar abi yang gendong zayyan " kata fikri ia lebih dulu bangkit dan mengambil zayyan.


" gapapa bi ? " tanya delia sedikt ragu.


" tidak apa apa , makanlah" jawab fikri ia pun menimang zayyan dalam gendongannya.


Mamah dan ka kia ia saling menatap satu sama lain dan memperhatikan fikri yang tengah menggendong zayyan. mereka merasa kagum dengan sosok fikri yang ringan tangan, " yaallah fikri " gumam mamah dalam hati sedangkan kakia ia menatapnya sambil mengatakan dalam hatinya " ade gue bahagia banget pasti "


delia yang menyadari keluarganya menatap fikri ia pun mulai merajuk " biasa aja liatnya suami delia itu" ucapnya dengan nada merajukk sontak membuat seluruh keluarga menatapnya dengan geli.


" ihhh lebay "


" anak mamah baper "


" lia ngambek " celetuk mas erik.


Semakin diledek ia pun semakin ngambekk rengekan manja keluar dari mulut manisnya " aaaa abiiii" lirih deliaa dengan cepat fikri mengusap pipi sang istri dan langsung diterima oleh deliaa.


" Yahh ini mah zayyan punya adek " celetuk kakia


" gapapa ya mii " ucap fikri menimpali.


" ihhh jangan dulu atuh " panik deliaaa


" hahahahaa "


" nak apakah kamu setuju ka zia dengan haikal " tanya mamah ia sejak tadi melihat fikri ia menjadi ragu akankah putrinya mendapatkann suami seperti fikri ini.


" mahh sengaja fikri mengizinkan ka zia di pesantren karna fikri maupun delia sama sama sudah mengetahui kalau banyak santri wati yang mengidolakannya, hubungan pernikahan itu menuju ke jenjang serius tidak bisa di permainkan , untuk itu kami memastikan akankah keduanya sama sama kuat iman dan mantap menikah " jelas fikri ia kembali duduk disisi istrinya.


" maksudnya a fikri bagaimana ?"


" maksudnya a fikri gini mah , kan haikal ingin nikah sama ka zia tapi ka zia kan belum menyatakan mau atau tidaknya , ka zia masuk pondok agar ia bisa memahami jika dia menikah tidak hanya ia yang mencintai haikal tapi diluarsana banyak yang menginginkan nah dari sini ketauan kuat gak zia menerima omongan tak mengenakkan tentang haikal, kalau kuat ya alhamdulillah tapi kalau ka zia mundur ya belum jodohnya, " sahut ka kia menimpali omongan a fikri.


" betul "


" tapi mamah ga paham " jawab mamah sedikit bingung.


" mahh seperti ini delia menikah sama a fikri karna sama sama sudah niat ibadah membangun rumah tangga, tentu banyak diluar sana yang menginginkan menjadi istri a fikri dan suami delia, nah karna keinginan mereka lah yang membuat delia kuat menikah dengan abi, mamah paham engga ? supaya nanti tidak kaget dan tidak menjadi masalah rumah tangga, kan ga lucu kalau hanya karna orang laiin suka dengan kita terus pasangannya marah marah dan ditegor lah orang itu, kita tidak bisa mencegah perasaan seseorang untuk tidak mencintai kita tapi kita punya hak untuk mencegah diri kita sendiri, " jelas delia panjang lebar.


" yayaaya mamah paham "


" mamah mamah " tepok jidat kakia dan erik.


" balik lagi jodoh rahasia Allah "


" umi ntuh icyah tidul," sahut viola tiba tiba menghampiri mereka...


" terimakasih sayang dimana nak " sahut delia bangkit mengikuti viola yang menunjukkan dimana alisyah tertidur.


" cape kali dia nak pindahkan kasihan " ucap mamah menimpali.


Delia pun berjongkok ia bersip mengangkat alisyah yang tertidur dilantai " yaallah anak umi habis makan langsung bobo yaa, gak mimi susu dulu nih " ucap delia ia mengarahkan kepala alisyah ke pangkuannya.


" umii udah biarkan abi yang bawa " ucap fikri melarang delia mengangkat alisyah.


" biarkan saya aja, a fikri bawa zayyan keatas aja sudah malam juga " ucap erik dengan cepat delia meletakkan alisyah dalam karpet dan diambil oleh mas erik.


" tolong ya bang " kata fikri ia pun berlalu lebih dulu dan diikuti erik.


tak lama kemudian mereka memutuskan untuk kembali kekamarnya masing masing.

__ADS_1




Setelah sholat dan makan malam mereka dipersilahkan untuk istirahat, kali ini adalah hari pertama ka zia masuk pondok dan hari ini adalah malam pertama ka zia di pondok , sedangkan delia fikri ia sudah kembali kerumah nya sehabis sholat isya.



At asrama putri.



" ka zia kaka gapapa tidur disini ?" tanya salah satu santri putri.



" gapapa aku dimana aja " jawab ka zia ramah



" ka zia maaf ya ko mau sih tinggal di pondok padahal kan kaka jelas dari pemilik pondok ini ga harusnya kaka masuk pondok seperti ini, kalau aku jadi kaka sih ga bakal mau" tanya salah satu santri yang sejak tadi menyimak saja.



" ya engga apa apa selagi itu hal yang baik, toh apapun yang kita miliki gak seharusnya kita banggakan, kalau pemilik pondok apa tidak boleh ya menimba ilmu di pesantren miliknya ? aku juga mau tau kehidupan seperti ini bagaimana, istilahnya gak ada salahnya melihat langsung keadaan pesantren ini dengan menjadi santri " jawab ka zia dengan santai, jawaban ka zia mampu membuat siapa yang mendengar menjadi kena mental, termasuk pengurus pesantren wanita , ia tak berani dengan ka zia pemilik pesantren ini.



" sial baru sehari aja udah songong gimana selamanya bisa direbut haikal " gumam santri putri yang baru saja kena mental oleh ka zia.



" sudah hayu tidur "



" hayu "



\*\*\*\*




Fikri ia pun terlelap dalam tidurnya sedangkan zayyan ia berada di dalam box dekat tempat tidurnya, sengaja tak diletakkan ditengah mengingat fikri yang tengah bermanja dengan sang istri.



" aduh haus ya Allah " gumam delia ia terbangun dari tidurnya diliriknya wadah gelas di sampingnya yang tinggal sedikit buru buru ia minum namun tidak menghilangkan rasa haus dalam tenggorokannya.



" jam berapa ya " ucap delia ia melihat jam di tangannya pukul 02:00 artinya jam sholat tahajud tiba namun ia tidak sholat melainkan mengecek keadaan zayyan.



" anak gantengnya umi lomba tidur ya hihihi gemes bangett" sahut delia ia menoel pipi zayyan dan melihat ke arah fikri. dengan langkah cepat ia pun meraih gelas kosong dan berjalan keluar menuju dapur.



Melihat perabotan kotor bekas mereka makan malam yang belum dicuci dengan perlahan ia mencoba mencuci piring agar tak menimbulkan suara bisa membangunkan penghuni rumah nanti kalau berisik delia 😂



(Apa thor jangan berisik nanti suamiku bangun)



5 menit delia selesai mencuci piring dengan perlahan ia pun membuka pintu belakang yang menghubungkan ia dengan jemuran dan mesin cuci ia kembali melihat keranjang cucian kotor yang masih menumpuk ,dengan mengendap endap ia pun memasukkan pakaian kotor kedalam mesin cuci dan memberikannya sabun ia pun menekan tombol mesin cuci otomatis merendam mencuci dan membilas dengan sendirinya.



" huh seperti ini jadinya jika mengendap dan takut ketahuan suami" gumam delia ia membetulkan frensh khimar miliknya.



" apa bikin sarapan ya ? "sahut delia ia pun membuka kulkas yang ternyata belum ada apa apa, ia melirik jam pukul 02:15 dini hari, ia pun beraksi sebagaimana ibu rumah tangga pada umumnya ia menyapu seluruh penjuru rumah, ia mengelap meja makan dan meja tamu dan tentunya ia pun mengepel seluruh rumah dilakukannya dengan sendiri ekstra cepat namun tetap bersih, steril dan wangi.

__ADS_1



" hfyuhhh, sebentar lagi pasti abi bangun tahajud, aku keringetan bagaimana ini yaallah " ucap delia ia mondar mandir melihat jam 02:50 dan meninggalkan cuciannya yang tinggal dijemur pagi hari.



Delia pun naik keatas dengan nafas yang ngos ngossan akibat terburu buru dan ia juga membuka pintu kamar dengan perlahan " untungnya masih bobo " lega delia ia menutup pintu kamarnya dan membuka jilbab\+ gamisnya dengan pakaian tidur yang ia kenakan ia pun menggerai rambutnya dan berdiri di box zayyan.



" euhmmm Alhamdulillah " ucap fikri terbangun ia pun melirik jam dinding.



" sayang ko bangun gak bilangin abi " kata fikri lagi ia pun menyibakkan selimutnya dan menghampiri delia , detak jantung berdetak lebih cepat hampir saja ia ketauan dengan suami , perasaan gugup dan keringan bercucuran justru membuat fikri merasa aneh.



" kamu kenapa ko keringetan ?" tanya fikri mengelap keringet sang istri.



" ahh..eumm tidak apa apa bi, abi mau sholat tahajud yaa ? sudah aku siapkan bi " kilah delia ia pun mencoba mengalihkan perhatian suami



" ia aku mau izin tahajud di pondok ya mi, setelah subuh abi pulang nanti belanja ya mi" kata fikri ia pun mengusap kepala delia dan berjalan menuju kamar mandi.



" baik bi, fyuhhh" ucap delia dengan gugup.



\*\*



Hal pertama saat kita pertama kali memutuskan masuk pondok adalah rasa kangen terhadap keluarga jelas terasa apalagi jika sedang tertidur dengan nyaman dan nyenyak kini harus dibangunkan untuk sholat tahajud. Hal seperti itu pun dirasakan oleh ka zia bagaimana tidak walau ia tinggal dipondok kerinduan akan keluarga dirasakan olehnya, padahal pondok ini milik keluarganya ya namun ia tetap merasakannya.



" Bangunnnnn tahajuddddddd"



" bangunnnn tahajud tahajud "



" byurrrrr " suara air yang dituangkan langsung oleh pengurus pesantren untuk membangunkan santrinya yang susah bangun.



" eh yaampun kasihan amat lagi tidur di guyur apa engga puyeng " gumam ka zia melihat santri ada yang diguyur.



" ka zia maaf jika kaka harus melihat ini, tapi dengan inilah membuat mereka disiplin " ucap pengurus pondok.



" baiklah " ucapnya kemudian berlalu berjalan kemasjid.



" kasihan ga tega, liat nya, mau pulanggg, " gumam ka zia dalam hatii tapi ia takut membuat adik dan kaka iparnya malu mengingat dirinya dizinkan tinggal dipondok.



" duhh apa gue terima aja lamaran haikal , tapiiiii gue masih mengharapkan eza " lirih ka zia dalam hatii , ga mudah mengikhlaskan seseorang yang pernah singgah dihati cukup lamaa, ga mudah merelakannya yang sudah lama bersama. namun zia sadar seseorang yang pernah menyakiti keluarganya akan sangat susah untuk diterima dalam keluarganya begitulah kata kata Alm pak reno.



menerima laki laki yang lama dengan versi terbaru atau bersama laki laki baru dengan cerita yang baru ?



harusnya dua eps ya tapi author kasih part panjang.

__ADS_1


__ADS_2