Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
bahan brand delia


__ADS_3

Keluarga adam syarief kini sedang menikmati sarapan pagi karna jam menunjukkan pukul 06:00 WIB dan hari ini lah mereka akan mulai bekerja karna hari ini adalah hari senin dan itu artinya 5 hari lagi ia akan mengadakan tasyakuran.


" Mba wulan kemana bunda " tanya fikri tak menemui kaka pertamanya itu dimeja makan.


" kenapa nanya nanya " sahuut wulan yang baru saja turun dari lantai atas bersama sang suami


" gapapa nanya aja tumben belum ada di meja makan biasanya tuh paling duluan " usil fikri pada kakanya itu.


" resehhh ihhh " kata mba wulan yang mulai merajuk , dan wajah mba wulan itupun dibuat seolah olah ia merajuk alhasil membuat mereka tertawa.


" hahahhaha "


" abi abiii mamah ceuceu kaya itik bibirnya hihihi" kata alisyah sambil menunjukkan bibir mamah ceuceu


celoteh alisyah mampu menambah mereka untuk tertawa bahkan sudah berulang kali abah dan bunda beristigfar apalagi alisyah memperaktikan gaya itik berjalan.


" heh alisyah yaallah hahahaha " kata bunda


" ihh benel kan ya raka " kata alisyah meminta pembelaan pada saudaranya itu yang sudah lebih dulu sarapan dan tak perduli apa yang sudah terjadi.


"umiiiii" rengek alisyah pada delia.


" tuh kan tadi kamu ledekin mamah , sekarang diledekin kembali alisyah merajuk hahaha" kata wulan yang tertawa.


" umiiiii " lirihnya memeluk delia.


" apa sayangg cupp cup " kata delia mengusap punggung anaknya itu.


" dengarkan umi yaa , alisyah kalau tidak ingin ditertawakan orang lain kita tidak boleh menertawakannya sayanggg, dan satu lagi nak, tidak boleh anak perempuan berlenggak lenggok seperti apa tadii ummi lupaa yahhh , seperti apa abiii" ucap delia menjelaskan perihal gerakan yang alisyah lakukan.


" macam itik berjalan umi"


" ah iyah macam itik berjalan, tidak boleh seperti itu ya sayang, nanti menjadi kebiasaan lalu hilang lah rasa malu wanita yang sudah jarang dimiliki wanita pada zaman saat ini, alisyah pula tidak boleh seperti itu sama mamah yaa nakk, kalau alisyah salah anak umi bilang apa nak "


" Alisyah minta maaf mamah ceuceu, alisyah minta maaf abi, umi , nenek kakek, papah lisyah salah " katanya dengan airmata mengalir.


" dimaafin alisyah " kata mereka semuaa. ia hanya gemas dengan tingkah alisyah yang lucu pintar dan menggemaskan .


" yeyyyyyyyy" sorak alisyah


mereka pun mulai sarapaan pagi dengan abah yang memimpin doa , dan seperti biasa delia lebih memilih satu piring dengan pak suami ia meminta disuapkan olehnya dan itu menjadi rutinitas pagi yang dilakukan fikri.


" tuh papih liat fikri sayang banget sama istrinya, ia hamil aja disuapin tanpa mengeluh " kata mba wulan yang memprotes keuwuan fikri dan delia


" atuh kamu mau aku suapin kaya gitu ? "


" hamil dulu tapi " katanya lagi dan itu membuat wulan bergidik ngeri dan membuat siapapun tertawa


" ga jadi deh makasih makasih " kata wulan kembali fokus pada sarapannya , untuk mempunyai anak lagi ia berfikri seribu kali karna kedua anaknya melewati proses secar, walau ia melahirkan sescar namun suaminya setia mengurusi , menggendong bahkan membantunya dalam hal apapun tapi dasar wanita suka iri melihat ke uwuan orang lain.


" Atuh gapapa nak nambah anak lagi, bunda seneng rumah ini ramai " sahut bundaa


" gamau bunda ih amit amit wulan hamil lagi, kalau bisa jangan bunda ihhh" katanya yang menolak hamil ia tidak ingin kepikiran menambah anak lagi karna proses persalinan yang panjang.


" ga boleh gitu mba anak tuh rezeki " ucap fikri


" iya tau a tapi kamu tau sendiri kan "


" Aa aja mau nambah " celoteh fikri membuat yang lagi makan menjadi tersedak yaitu istrinya sendiri


" pelan pelan nak " panik bundaa melihat menantunya tersedak akibat ulah suaminya .


" kamu sih fikri keterlaluan ah " kata bunda yang kasihan melihat delia tersedak.


" Aa kalau mau nambah keluarin dulu yang ini " sahut fikri lagi


" sudah sudah makan lah nanti telat kalian " sahut abah


" bunda nanti tolong temani istriku mencari bahan kain untuk brand miliknya ya bun " kata fikri pada bundanya mengingat percakapan semalam dengan istrinya.


" loh memangnya kenapa nak" tanya bunda yang masih belum memahami.


" jadi ini loh bun , pesanan baju brand delia itu Alhamdulillah lagi naik naiknya namun di pusat tempat delia mengambil bahannya itu stoknya semakin menipis dan delia mau mencari partner untuk mengirim kain ke produksi delia bun " jelas deliaa


"yasudah nanti kita cari ya"


setelah sarapan satu persatu berpamitan , hari ini mba wulan dan suami serta kedua anaknya raka alya kembali kerumahnya, syifa langsung berpamitan untuk pergi kuliah , salsa menemani abah, sedangkan fikri ia hari ini jadwalnya ke kantor untuk mengecek langsung perusahaannya yang beberapa waktu lalu mengalami kendala, bunda dan delia bersiap untuk pergi mencari bahan untuk baju brand delia .


semuanya pun berpamitan diawali wulan dan keluarganya, syifa dan fikri..


" sayang kamu engga apa apa kan kalau dianter bunda " tanya fikri.yang sebenarnya 30 menit lagi namun ia terlihat sangat santai.


" engga apa apa abi, berangkat lah nanti telat oh ya aku sudah siapkan baju koko dan baju untuk meeting jadi nanti kalau abi mau adakan meeting dadakan gaperlu repot dan kalau mau ke pondok tinggal ganti sayang " kata delia sambil menatap mata sang suami.


" terimakasih sayang "


" sama sama abi "


" oh ya ini kartu Atm kamu pakai lah untuk beli kebutuhan dirumah kita nanti, dan traktirlah bunda dengan Atm ini , Atm yang ada dikamu sudah aku transfer 50 juta nanti aku transfer lagi ya kalau tidak cukup, ingat belanja pakai Atm yang ini saja yang baru aku berikan oke cantik " kata fikri memberikan Atm untuk delia ia menyuruh istrinya membeli apa yang ia butuhkan untuk di rumahnya nanti, padahal sudah komplit namun fikri tau wanita suka memilih barang yang ia suka jadi untuk seisi rumah ia ingin istrinya yang membeli.

__ADS_1


Barang Yang sudah telanjur ia beli jika nanti istrinya tak suka ia akan hadiahkan pada jamaah yang akan hadir dalam acara tasyakuran nanti , namun fikri lupa justru sang istri tidak terlalu suka menghambur hamburkan uang.


" abii ini lebih dari cukuppp " ucap delia yang terharuu ia terus memandangi mata suaminya yang saat ini berdiri dihadapannya dengan delia duduk di kursi makan lalu tangan fikri satu ia letakkan dimeja dan satu lagi ia letakkan di kepala kursi yang delia duduki.


" pakailah sayang , dan berbahagia lah dengan bunda serta alisyah , aku pamit berangkat kerja dulu yaaa " kata fikri mencium kening delia dan delia mencium punggung tangan sang suami .


" anak abi senang senang ya sama umi dan nenek serta teteh alisyah, abi berangkat kerja dulu yaaa " katanya lagi dengan berbicara pada perut delia.


" Alisyahhhh" psnggil fikri melihat anaknya berdiri didepan tv yang sedang bersholawatan.


" abi mau berangkat nak " katanya lagi , dengan cepat alisyah lari lalu mencium punggung tangan abinya , abinya pun mencium kening anaknya itu.


" bunda titip istri dan anak fikri yaa "


" ampun deh nak , kamu ini mau berangkat aja ribet , atuh berangkat saja , bunda pastikan tidak ada yang terjadi dengan istri dan putrimu" kata bunda sambil menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu ..


" Abah "


" berngkatlah nak , buat cabang perushaan baru lakukan demi masa depan keluargamu , jangan sampai tua nanti anak anakmu sengsara namun yang utama didiklah ia ilmu agama " kata abah


" baik abah fikri berangkat Assalammualaikum "


" waalaikumsalam warahmatullah wabaraktuh"


Delia pun mengantarkan sang suami didepan teras sampai benar benar mobil yang dikendarai sang suami pergi meninggalkan halaman , saat fikri sudah pergi mang asep mengeluarkan mobil yang berada di garasi untuk delia dan bunda pakai namun sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu oleh mang asep.




Tok.tok.tok...


bunyi ketukan pintu



" nak bunda tunggu ya "



Namun tak ada jawban dari delia , bunda pun menunggunya di ruang keluarga lantai 2 , tak lama kemudian delia keluar dengan pakaian hitam , kerudung hitam serta cadar hitam ,



Alisyah menggunakan pakaian yang sama dengan delia namun tak memakai cadar bahkan sepatu keduanya pun kembar.




" heheh yu bunda kita jalan "



" Ayooo " mereka pun berjalan menuruni anak tangga sampai di meja delia melewati permen diambilnya permen itu lalu ia bawa kedalam mobil..



" abah kemana bunda " tanya delia yang tak melihat abah



" Abah ada urusan sama salsa "



" mang pamit yaa titip rumah " kata bunda sambil menjalankan mobil keluar dari rumah adam syarief



Delia duduk di samping bunda membiarkan ia duduk manis menikmati perjalanan sedangksn bunda ia memilih mengemudikan mobil, Alisyah tentu dibelakang namun sesekali ia didepan , namanya anak anak pasti suka dimana saja dan itu tidak masalah bagi bunda.



" bunda dapet salam dari temen delia, " kata delia yang mendapatkan salam disela sela perjalanan mereka ,



" waalaikumsalam warahmatullahi wabaratuh, salam kembali nak" kata bunda dengan senyum andalannya.



1 jam perjalanan mereka kini ia tiba di pusat kain yang berada di daerah itu.tanpa menunggu lama merekapun masuk kedalam toko pusat kain.



" Cari apa bu " kata Spg disana .


__ADS_1


" Eumm bisakah carikan bahan hitam jetblack premium 8 roll , dan bahan rayon premium 4 roll, kain fursan 8 roll, kain bonanza sama" kata delia .



" baik ibu saya akan siapkan mohon isi alamatnya " kata Spg



" siapkan bahannya yang menantu saya minta mba " kata bunda yang saat ini sudah bergabung dengan menantunya itu.



" baiklah " katanya kembali menyiapkan bahan yang diperlukan delia, bunda alisyah dan delia kini kembali berkeliling melihat bahan kain yang tertata rapih.



" bunda apakaah ada bahan yang mau dibeli untuk kita bikin seragam bun " usul delia .



" nanti saja nak bunda tidak ingin kamu kecapean sayang " kata bundaa.



" permisi"



" oh iyaa pak " kata bunda menoleh kesuara laki laki yang menghentikan pembicaraan mereka.



" saya owner dari toko ini, ada yang bisa kami bantu " katanya dengan ramah.



" oh iya pak terimakasih "



" kalau boleh tau ibu yang membeli beberapa roll bahan yang lagi disiapkan karyawan saya " katanya lagi.



"iya pak untuk pembayarannya bisa pakai non tunai " tanya delia



" bisa bu , kalau boleh tau akan dikirim kemana "


" tolong kirim ke alamat ini ya pak, untuk Alamatnya jika kurang jelas bisa dilihat google maps disana ada petunjuknya , lalu untuk pengirimannya paling cepat kapan pak " kata delia sambil memberikan kartu nama berisi alamat produksi didepok



" baiklah secepatnya hari ini saya kirimkan, ini nomor rekening saya " ucap owner dengan menunjukkan nomor rekening pada delia , dengan cepat delia membayarnya lewat transfer ke nomor yang telah diberikan.



" Oke terimakasih pak kalau begitu saya permisi " kata bunda yang ingin berlalu namun terhenti karna owner mencegahnya .



" tunggu bu , ini ada kenang kenangan untuk kami karna sudah berbelanja disini , mohon diterima " ucapnya memberikan sovenir



" terimakasih banyak , kalau begitu kami pamit yaaa "



" baik buu"



Bunda delia dan alisyah pun meninggalkan toko perbelanjaan bahan kini mereka pergi untuk mencari makan siang namun delia ingin sekali bertemu fikri.



" bunda bisakah kita mampir ke kantornya Aa , delia ingin menemuinya bun " kata delia dengan menoleh kearah ibu mertuanya meminta persetujuan.



" bunda tidak bisa menemanimu sayangg karna bunda ada jadwal undangan dan alisyah ikut bunda ya nak, nanti kamu pulang bareng dengan a fikri saja ya nak." kata bunda yang baru saja membaca ponselnya.



" baiklah bunda nanti delia pulang denhan Aa , lisyah jangan nakal ya nakk "


__ADS_1


" baik ummi "


__ADS_2